My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
MotoGP



Setelah pergi dari toko swalayan menuju toko selanjutnya, Nanda yang sudah capek, mengajak Marcell untuk pulang.


Sesampainya di rumah mereka berdua. Marcell langsung saja membawa semua bahan makanan itu ke dapur dan menyimpan nya pada tempat nya. Untuk makanan ringan, Marcell menaruhnya di toples atau tupperware.


Pada malam hari. Hari ini ada balap motoGP, maka dari itu saat Nanda akan turun ke bawah untuk menonton TV, remote nya sudah lenyap.


"Lah mana nih remote? Bukannya tadi sini? Kok sekarang ilang?" gumam Nanda mencari-cari remote.


Saat Nanda mencari du bawah sofa atau di sela-sela lainnya. Tiba-tiba datanglah Marcell yang sudah siap menonton, sudah membawa makanan ringan dua toples dan minum, seperti cocacola, fanta, dan lainnya.


"Widiww... Ada apa ini? Kok rame banget?" tanya Nanda melihat semua meja penuh dengan makanan dan minuman.


"Mau nonton TV gue, " jawab Marcell sambil makan.


"Mau nonton gimana, remote nya aja gak ada, " sahut Nanda.


Marcell mengeluarkan sesuatu dari saku celana nya. "Iniii.. " sahut Marcell menunjukkan remote yang ada di tangannya.


"Astagfirullah, gue cari-cari, ternyata ada sama elu, sinii, gue mau nonton drakor Waikiki, " sahut Nanda meminta remote.


"Gak, sekarang giliran gue nonton, lu kan udah.. dari pagi sampe pagi lagi nih TV lu pegang, kali-kali gue, " sahut Marcell.


"Isshh.. ya udah lah terserah elu aja, " sahut Nanda duduk di sofa dan merebut popcorn yang ada di atas meja.


"Eh, itu punya siapa? main rebut ae lu, "


"Biarin, kan lu mau nonton... ya udah sana nonton, tapi jangan salahin gue kalo nih makanan abis, " sahut Nanda.


"Oke, gak masalah, " sahut Marcell.


Tak peduli Nanda mau ngomong apa atau mau merebut apa pun. Marcell hanya fokus untuk menonton motoGP kesukaan nya sejak SMP. Bukan hanya Marcell, tapi juga teman-teman nya yang lain.


***


Pov Rara, Agung


Di rumah Agung dan Rara yang sudah pisah rumah dengan ortu mereka.


Rara yang sedang asik nonton drakor kesukaan 'Pinokio' sambil makan makanan ringan dan minum cocacola di gelas yang tepat di atas meja.


Datanglah seorang lelaki yang langsung menyambar remote yang nganggur di atas Sofa.


Agung langsung saja mengganti chenel TV itu chenel lain untuk nonton motoGP.


"Eh, apa-apaan si lu? Gue kan lagi nonton, " sahut Rara.


"Diem, sekarang giliran gue yang nonton, " sahut Agung.


"Kagak kagak kagak, sinii, " sahut Rara berusaha mengambil remote di tangan Agung.


"Bisa diem gak lu!! Nanti... kalo udah iklan giliran lu, " sahut Agung.


"Au aahh, kezell gue, " sahut Rara manyun bebek.


Agung gak peduli dengan sikap Rara. Laki-laki kalo udah megang remote lupa dunia, beda sama perempuan 😌


"Hei... sayang, " panggil Rara.


"Mm, " sahut Agung bergumam.


"Sayang.. " panggil Rara dengan suara meninggi.


"Apa sih sayang?" tanya Agung kesal.


"Jangan lupa yah nanti malem kamu udah janji, " sahut Rara.


Tak ada sahutan dari Agung. "Sayang... kamu mah gitu, kamu udah janji sama akuu.. gak mau tau, pokonya aku tunggu di kamar, " sahut Rara berdiri dan berjalan ke atas ke kamar mereka.


Agung tak mendengar ucapan Rara barusan sama sekali tak memedulikan nya sama sekali.


***


Pov Nanda, Marcell


Nanda yang bosan dari tadi hanya melihat tanpa melakukan apa pun, hanya bisa makan dan minum.


"Cell, tidur yukk, " ajak Nanda.


"Iya, " jawab Marcell.


"Ya udah ayoo, " sahut Nanda.


"Lu duluan aja, bentar lagi selesai kok, " sahut Marcell tanpa mengalihkan pandangan nya dari televisi.


Tapi Marcell tak peduli. Nanda melihat ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11 malam. Nanda pergi dari dari ruang keluarga menuju kamar nya di atas.


Nanda pun tidur karena udah K.O . Jam terus berjalan tanpa henti, sampai akhir nya, Marcell dkk yang di rumah masing-masing selesai menonton, idola mereka sudah menang juara 1. Kini mereka siap untuk tidur.


Di kamar


"Yess yess yesss... Menang menang menang, " gumam Marcell bahagia.


Marcell yang sudah ada di kasur langsung mengambil selimut dan menutupi sampai atas kepala nya.


Dengan perasaan senang, Marcell lupa kalau ada Nanda yang tidak bisa tidur. Nanda berbalik ke arah Marcell. Marcell terus bergumam senang, bahagia karena idola nya menang, tak sadar kalau Nanda sedari tadi memperhatikan nya.


Saat Marcell akan memeluk tubuh Nanda, tiba-tiba dia kaget dan hampir saja dia terjatuh gara-gara kaget melihat wajah Nanda.


"Astagfirullah!! Lu ngapain sih? Udah malem masih ajaaa ngagetin gue, " sahut Marcell.


"Au ahh, " sahut Nanda.


"Hei, kenapa sih?" tanya Marcell.


"Gak, " sahut Nanda.


"Hei, mau peluk gak?" tanya Marcell sambil menyisir rambut Nanda dengan tangan nya.


Wajah Nanda memerah. "Gak, sana tidur, " sahut Nanda menahan.


"Bener?"


Tak ada jawaban. Marcell sedikit mendekati Nanda dan mencium leher belakang nya.


cup


"Ih cell lu apa-apaan sih? Geli tau, " sahut Nanda berbalik dan menghadap Marcell dengan kesal.


"Kenapa? Bukannya tadi siang lu bilang hayuu.. ya udah ayo sekarang, " sahut Marcell.


"Ih.. tidur ahh, udah malem, " sahut Nanda menyelimuti dirinya sampai kepala.


"Ck. kan elu yang ngajak enak tau malem-malem, apa lagi di jam segini, ayoo, " sahut Marcell membuka selimut itu dan melihat wajah Nanda.


Marcell menyalahkan lampu tidur yang ada di dekat ranjang itu. Dan mulai menggoda Nanda untuk mau melakukan itu.


Setelah banyak pengorbanan, akhirnya yang di tunggu-tunggu Marcell datang. Nanda hanya bisa pasrah, lagi pula karena sudah terlanjur bangun, apa salahnya.


***


Sementara itu di sisi lain. Agung yang sudah selesai menonton segera pergi ke kamar setelah membereskan semua makanan dan lain-lain.


Saat Agung membuka pintu kamar. Terlihat di sana ada seorang gadis, eh bentar, bukannya mereka udah ngelakuin itu harusnya wanita yah.. dahlah gak papa lanjut aja gadis wkwkwk.


Seorang gadis yang tengah duduk di depan kaca meja rias dengan rambut terurai panjang ke belakang. Hanya diam dengan pikiran kosong.


"Ra.. ngapain?" tanya Agung menutup pintu.


Rara melihat ke arah Agung lewat kaca itu. "Gak, cuma duduk, " jawab Rara dengan pikiran kosong.


"Oh, belum tidur?"


"Belum, "


"Ya udah yok tidur, bareng sama aa Agung yang ganteng ini.. " ajak Agung.


Rara hanya diam tak bergerak. Agung yang merasa aneh berjalan menghampiri Rara dan memeluknya dari belakang.


"Kamu kenapa sih cantik?" tanya Agung.


Rara yang kaget hanya melihat Agung di cermin dengan pikiran kosong. "Yuk tidur, nanti di peluk, " sahut Agung.


Masih dalam diam, Rara hanya bisa mendengar semua ucapan Agung. Lalu Agung tersenyum, "Kalo masalah itu, besok aja yah, udah malem, mana mungkin yang mau itu di malem-malem jam segini kan gak mungkin, besok ya.. aku janji, " sahut Agung.


Rara segera berdiri dan berjalan ke arah kasur dan tidur. Agung hanya melihat istri nya yang sudah ada di kasur dengan cepat.


Tanpa berpikir panjang, Agung pun ikut merebahkan diri di samping Rara. "Hei cantik.. mau peluk gak?" tanya Agung.


"Oh ya udah, aku peluk guling aja nih yaa, " sahut Agung sudah memegang guling siap untuk di peluk.


Tanpa peringatan, Rara sudah melempar guling itu dan tangan nya sudah memeluk Agung lebih dulu.


"Nahh gitu dong.. kan jadi tambah sayang, " sahut Agung membalas pelukan istri nya itu.