My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Coba telpon Bagas



"Tapi lu sayang kan sama Nanda?"


"Iyalah, kalo nggak sayang udah gue tinggalin tuh anak di pelaminan sendirian dari pertama nikah, "


"Kalo sayang, langsung aja bikin anak, " sahut Rara.


"Nah itu masalah nya, setiap kali mau malam pertama tuh anak ngehindar mulu, katanya trauma nya kambuh lagi, ini nyelesain masalah gimana sih?" tanya Marcell.


Rara terdiam sambil memikirkan solusinya, ada sesuatu yang terlintas dalam pikiran nya, dan itu teringat akan curhatan Nanda beberapa tahun yang lalu, dan Bagas.


"Gimana? lu ara solusi nya gak? ini yang bikin gue pusing nih, gimana nanti kalo keluarga Alfarizky gak punya keturunan lagi?" tanya Marcell.


"Yah jangan ngedoain yang jelek-jelek napa, sabar dulu, ini gue lagi mikir, " sahut Rara.


"Yee, " sahut Marcell singkat.


"Gimana kalo lu coba telpon Bagas, " sahut Rara.


"Lu mau liat ada perang Dunia antar gue sama Bagas di tengah jalan?"


"Yee, gak gitu juga, kan Nanda trauma gara-gara Bagas ege, kali aja kalo Bagas ketemu Nanda terus ngomong sesuatu, moga-moga trauma Nanda langsung ilang iyakan, " sahut Rara.


"Ngomong apa?"


"Yah mana gue tau, minta maaf kali sama masalah empat tahun lalu... atau apa gitu, " sahut Rara.


"Mm.. iya juga yah, " sahut Marcell.


"Tapi, kalo lu mau trauma Nanda ilang, jangan sampai lu ikut campur sama masalah ini!" peringatan Rara.


"Lah kenapa?"


"Biarkan mereka ngobrol berdua walau cuma lima menit atau dua menit, meraka jadi jarang banget ngobrol gara-gara lu cell.. lu mau gak kan keturunan keluarga lu gak berlanjut!!"


"Yah gak mau lah!"


"Ya udah, kali ini tolong kasih mereka waktu ngobrol berdua.. walau cuma di telpon atau bicara secara langsung, lu jangan ikut campur.. ini saran gue yah... " sahut Rara.


"Mm.. oke thanks atas saran lu ra.. gue merasa terbantu sekarang... sekali lagi makasih ya, : sahut Marcell.


"Sama-sama, " sahut Rara.


"Oi, kalian berdua! kalian lagi ngobrolin apaan sih? sampe bisik-bisik?!" tanya Nanda.


"Enggak, " sahut Marcell.


"Lu punya masalah hidup apa sih sama Agung nj*rr sampe lu ngejewer dia?" tanya Rara.


"Dia yang punya masalah sama gue, bukan gue yang punyaku masalah sama dia, berasa gue pengen bunuh orang nj*re, " sahut Nanda.


"Ya udah bunuh aja itu yang lu jewer, " sahut Marcell.


"Heh! enak aja! gak boleh.. nanti siapa yang nemenin gue di pelaminan?!" tanya Rara tegas.


"Ciee... " sahut Marcell Nanda barengan.


Seketika mata Rara melotot ke arah mereka berdua. "Apa?!" tanya Rara.


"Aduh saking pengen nya nikah, jadi keceplosan.. " sahut Nanda tersenyum lebar.


Rara melihat Agung yang hanya tersenyum. "Saking pengen nya nikah sama gue, jadi gak tega kalo gue di bunuh sama Nanda.. hemm.. makasih ayank, " sahut Agung.


"Idihh.. enggak ya.. udah ndakk silahkan aja lu bunuh tuh anak, gue juga bodoamat, " sahut Rara.


"Enggak ah, makasih, kasian sahabat gue nanti gak jadi nikah, kalo calon nya gue bunuh sekarang.. " sahut Nanda.


"Nj*rr berisik lu! au ahh.. " sahut Rara berbalik dan masuk ke dalam.


"Hemm... hati ku berbunga-bunga, " sahut Nanda menggoda.


"Berisik ku ndak!" teriak Rara dari dalam.


"Hahaha.. canda ra canda, jangan baperan napa, " sahut Nanda.


Marcell beralih pandangan ke arah Nanda yang masih menjewer Agung. "Ndak, " panggil Agung.


"Apa?" tanya Nanda.


"Lepasin jeweran lu, lama-lama lu jadi mirip sama emak gue, " sahut Agung.


"Oh iya maaf, " sahut Nanda segera melepaskan jeweran nya.


"Telinga gue beureum, " sahut Agung pakai bahasa Sunda.


Note : Beureum artinya Merah.


"Salah lu sendiri, cari masalah sama gue, ayo cell masuk ke dalem terus cepetan nyari baju nya, udah ini anter gue ke salon, gue mau juga mau kali-kali nyantai, " sahut Nanda.


"Bukannya tadi kalo udah dari butik mau langsung pulang? kenapa sekarang jadi pengen jalan-jalan?" tanya Marcell.


"Banyak tanya lu, udah ikutin aja yang gue mau, " sahut Nanda.


"Iya iya, " sahut Marcell.


Mereka berdua masuk ke dalam untuk memilih gaun pengantin untuk Nanda nanti di pernikahan. Sementara itu Agung yang masih ada di luar.


"Mereka udah mau nikah aja, gue sama Rara juga, tinggal Ihsan sama Putri terus Dinda sama Angga, tinggal di si jomblo itu yang masih belum punya jodoh... makin hari, gue merasa kasian sama Lukman.. harus liat sahabat-sahabat nya nikah, tapi dia sendiri gak nikah-nikah.. " gumam Agung.


"Haahh... maklum lah playboy buaya darat, " gumam Agung.


Agung berdiri dari duduk nya dan berjalan masuk.


Author : Seru yah gung, ngebicarain diri sendiri (playboy buaya darat!)


.


.


.


.


.


Setelah sekian lama penantian yang Marcell tunggu-tunggu akhirnya pemilihan gaun pengantin pun selesai, walau butuh banyak waktu bagi kaum hawa untuk memilih.


"Dah yuk cell.. kita ke salon, " ajak Nanda.


"Udah beres?" tanya Marcell.


"Udah, yuk cepetan jangan lama-lama, nanti keburu kesorean, " sahut Nanda menarik tangan Marcell.


"Tante, kami pulang dulu yah... assalamu'alaikum, " pamit Nanda.


"Iya waalaikumsalam... nanti datang lagi yang, " sahut Tante Ikne.


"Ihh, Tante, kami udah capek nikah mulu.. tapi kalo aku nikah lagi yang ketiga kali nya sama cowok yang beda sih... hayu aja.. " celetuk Nanda.


"Ngajak perang di kamar ini mah, " sahut Marcell.


"Hahaha.. canda cell canda.. " sahut Nanda tertawa.


"Gue hamilin lu, baru tau rasa, " sahut Marcell.


"Oh iya soal masalah punya anak, gue belum siap, sama gue masih trauma... jadi maaf aha kalo gue masih belum bisa ngasih lu keturunan, " sahut Nanda.


"Iya gue tau, tapi tenang aja gue udah punya cara nya kok buat ngilangin trauma lu, walau ini melibatkan perasaan gue juga, " sahut Marcell.


"Oh ya? gimana caranya?"


"Ada deh, ayo masuk, "


"Iihh, kasih tau cell.. "


"Nanti juga lu tau sendiri, "


Dari dalam mobil sudah terlihat jelas, bahwa mereka berdua mengakhiri percakapan mereka. Aneh sekali yah ges sama pasutri yang satu ini!


Marcell yang hanay fokus dengan jalanan di depan tak mempedulikan Nanda yang sedari tadi cari perhatian Marcell.


"Cell, " panggil Nanda.


"Mm, "


"Cell.. Marcell!"


"Mm.. "


"Marcell Alfarizky!" teriak Nanda.


"Apa ndak?!"


"Lu dari tadi ham hem ham hem.. konser lu sama nissa sabyan hah?!"


"Enggak, "


"Heuuh, orang manggil tuh, nyaut kek, apa gitu apa gimana, " sahut Nanda kesal.


"Ya udah iya maaf, apa Nanda cantik, " sahut Marcell dengan senyuman manis nya.


"Nj*gg.. cantik... jijik sekali everbady, " sahut Nanda.


"Gue ajak ngobrol lu, lu nya jijik-jijik-an, " sahut Marcell.


"Lu gak pernah bilang gue cantik selain hari ini, "


"Pernah ndak, lu aja yang gak pernah denger, "


"Gak pernah cell, "


"Pernah sayang, "


"Gak pernah by, "


"Pernah cantik, "


"Gak pernah,


"Pernah, "


"Engga pernah selain hari ini, ini pertama kali nya lu bilang gue cantik, "


"Pernah sayang, kamu nya aja yang gak pernah denger kalo orang ngomong, " sahut Marcell yang tak mau kalah.


"Nggak pernah sayang, " sahut Nanda.


Tampa mereka sadari mereka mengobrol sudah layaknya pengantin baru, sudah seperti suami istri. Nanda yang tak sadar memanggil Marcell dengan sebutan 'sayang' dan 'aku kamu' begitu pun dengan Marcell sendiri.


"Hem, "


"Nah kan, udah di bilangin ini pertama kali nya kamu bilang aku cantik, " sahut Nanda.


Marcell melihat ke arah Nanda dengan ekspresi aneh begitupun dengan Nanda.


"Tadi gue bilang aku kamu?" tanya Nanda.


Marcell hanya mengangguk. "Aahh.. apaan sih.. pake bahasa formal segala ngajak lu ngobrol, gak berguna sekali everbady, " sahut Nanda.


"Ehem, kalo gak salah denger lu barusan bilang sayang ke gue, " sahut Marcell dengan wajah memerah.


"What? sejak kapan? buang-buang waktu aja, " sahut Nanda.


"Iya lu bilang, "


"Enggak cell.. gue gak pernah bilang sayang ke elu, "


"Bilang, "


"Enggak cell, "


"Bilang, "


"Enggak.. udan deh jangan bikin gara-gara mulu, capek nih gue debat sama lu, "


"Gue juga sama capek, debat sama lu gak ada ujung-ujungnya, "


"Selain gue, lu juga sama, "


"Enggak sama, "


"sama, "


"Enggak sama, "


"Sama, "


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Author : Ehem, silahkan kalian jadi nyamuk untuk melihat perbacotan di antara meraka berdua, karana author kalian ini udah capek permisi.


see you^^