
"Kalian kok nggak lanjutin aja bercandanya?" tanya Dinda.
"Gak papa, gue cuma gak mau dilaporin, " sahut Putri.
"Nah iya bener, " sahut Ihsan.
"Mm... waktu itu lu tauran sampe masuk BK sama di skor 3 hari, tapi kok tumben sekarang gak mau lagi masuk BK?" tanya Angga.
"Gak papa, " sahut Ihsan.
"Apa jangan-jangan karna ada Putri lu malu kan... haha... " tebak Dinda.
"Eng-nggak kok, " sahut Ihsan.
"Oh yak udah, gak masalah sih kalo lu gak mau jujur, " sahut Dinda.
Iya karna ada Putri, gue suka sama dia, makanya gue bakal berubah demi dia.. - batin Ihsan.
Dinda dkk berjalan ke lorong sekolah. Banyak anak-anak siswa kelas lain melihat mereka sedari tadi, ada yang ngomongin mereka berempat, ada yang ngefitnah Dinda, Angga, dan sebagainya. Tapi sayangnya perkataan mereka tak di dengar, tak peduli, bodoamat, terserah. Gak mau ribet.
"Cuy lu gak mau ngehajar mereka?" tanya Angga menepuk pundak Angga.
"Nggak.... nggak sekarang, " sahut Angga sambil menengok ke arah Ihsan.
"Anj*ss ikut yak, " sahut Ihsan.
"Boleh, lu pegang tangannya, gue pegang kakinya, " sahut Angga.
"Mau diapain yank?" tanya Dinda.
"Mau di masukin ke tong sampah, " sahut Angga.
"Apaan cuma segitu, mending kunci mereka di kamar mandi, " sahut Putri.
"Ide bagus... " sahut Ihsan.
"Mantap... gas lah... " sahut Dinda setuju.
"Yank sekarang kan ada balap motor, kamu jangan ikut yah, " sahut Angga.
"Lah napa?" tanya Dinda.
"Soalnya kan geng aku sama geng kamu jadi satu, jadi cewek gak usah ikut, laki-laki aja, " jelas Angga.
"Mm, oke deh, " sahut Dinda setuju.
"Eh Din... gimana keadaan geng motor kita?" tanya Putri.
"Yak gitu deh, " sahut Dinda sudah menjelaskan.
"Yak gitu apa?" tanya Ihsan.
"Kita selalu menang balap motor karena ada Angga, " sahut Dinda.
"Kok bisa si Angga ini masuk ke geng motor kita?" tanya Putri.
"Kan gue pacarnya Angga, lagian juga Nanda sama Marcell kan udah nikah, yak pasti nyatu lah, " sahut Dinda.
"Iya juga sih. Awas lu kalo sampe kalah, " sahut Putri.
"Iya tenang aja, buktinya setiap ada balapan selalu menang, udah 6x berturut-turut... " sahut Angga pamer.
"Mm... banyak bacot, " Ucap Ihsan.
"Angga!! Dinda!!" teriak seseorang.
Angga dkk menengok ke belakang, ternyata itu Marcell yang sedang berlari menyusul mereka.
"Apaa oy?!!" teriak Angga.
"Ada apa sih cell, sampe lu teriak-teriak kayak gitu?" tanya Dinda.
"Mana Nanda?" tanya Marcell.
"Di kelas kali, soalnya sebelum gue ke kelas lu, dia sama Rara lagi tidur, " sahut Dinda.
"Oke makasih, " sahut Marcell berjalan pergi menuju kelas Nanda.
"Hah? Udah cuma itu? Kenapa gak bareng aja sih, kan gue sama Putri juga mau ke kelas, " banyak pertanyaan di pundak Dinda soal tingkah Marcell.
"Udah, jangan di pikirin, " sahut Angga memegang pundak Dinda, dan mulai mendorong maju.
Ihsan dan Putri hanya menyimak.
"Weiter datieren, schau mich nicht an, der noch Single ist, " sahut Putri dengan bahasa Jerman.
"Ngomong apaan si?" tanya Dinda.
"Bahasa Jerman, " sahut Putri kesal.
"Ini kalo ada Nanda, pasti gue bakal nanya artinya... " sahut Dinda.
"Emang Nanda, bisa bahasa Jerman?" tanya Angga.
"Bisa, bahkan bahasa Korea, Jepang juga bisa, mungkin hampir semua bahasa Nanda kuasai, " jelas Dinda.
"Nggak mungkin, gue sama sekali gak percaya, " sahut Ihsan tak percaya.
"Kalo lu gak percaya yak udah, kalo gue buktiin sekarang mau?" tanya Dinda.
"Nah kalo di buktiin boleh, " sahut Ihsan.
"Ahh boleh tuh, udah lama juga gue gak ngobrol saa Nanda pake bahasa negara lain, " sahut Putri.
Mereka dengan segera menuju kelas Nanda dkk. Sesampainya mereka di sana, Dinda dkk melihat ada keributan di dalam kelas.
Mereka semua melihat Nanda dan Marcell yang sedang bertengkar, adu bacot, tapi bukan bahasa Indonesia, melainkan bahasa lain.
"Nanda ni hanaremasen... Seito-kai o atsumenakereba narimasen, anata wa rara to puto~uri to issho ni ie ni kaerimasu..., " sahut Marcell.
Bagi yang gak tau artinya harap bersabar, nanti di bawa akan ada terjemahan nya.
Dinda dkk hanya menyimak saja, karena tak tau mereka ngomong apa. Dinda menghampiri Rara yang sedang termenung di meja nya.
"Mereka kenapa Ra?" tanya Dinda.
"Mana gue tau, gue baru bangun, " sahut Rara mengucek matanya.
"Ngomong apa sih mereka?" tanya Putri.
"Bahasa Jepang, " sahut Angga.
"Kok gue baru tau Marcell bisa bahasa jepang?" tanya Agung.
"Makanya jangan pacaran mulu, " sahut Ihsan.
"Biarin.. " sahut Agung.
"Ā, anata wa saibō no yōdesu, hontōni anata jishin no tsuma to issho ni iru kokoro o motte imasu..., " sahut Nanda dengan manyun bebek.
"Ini masalah nya apa sih, sampe mereka bertengkar kayak gitu?" tanya Ihsan.
"Mana gue tau, gue baru bangun, " sahut Rara dengan nada meninggi.
"Gak usah ngegas neng, " sahut Agung.
"Bodo, "
"joh-a, jal ttae josimhae, deo isang naleul an-eul su eobs-eo ..." sahut Nanda dengan bahasa Korea.
"dangsin-i anaelaneun geon neomu an dwaess-eoyo, " sahut Marcell.
"bodo amas, jeogi a, geunyang banghae hae, nan ajigdo jago sip-eo .., " sahut Nanda ngusir.
Marcell berjalan keluar kelas. Agung dkk pamit, dan pergi menyusul Marcell.
Dinda dkk menghampiri Nanda yang duduk di meja sambil melakukan peregangan tangan.
"Lu ngomong apa barusan?" tanya Dinda.
"Dia bilang gue harus pulang naik angkot, soalnya dia ada acara OSIS gitu, " sahut Nanda.
"Hooh, lu bareng sama gue aja, " sahut Rara.
"Iya gue tau, " sahut Nanda.
"Btw, angkot nya kan sampe perempatan jalan kan?" tanya Putri.
"Iya, kenapa?" tanya balik Nanda.
"Gue juga mau naik angkot, udah lama, " sahut Putri.
"Siipp... " teriak Rara.
"Yah.. gue mah di anterin sama yayank Angga, " sahut Dinda.
"Nanti lagi, " sahut Nanda.
"Mm... gak papa lah, nanti lagi, " sahut Dinda.
"Lu udah lancar yak bahasa Jepang, " sahut Putri kagum.
"Oh iya dong, " sahut Nanda.
"Kalo gue gak salah, tadi lu pake bahasa Korea juga kan?" tanya Rara.
"Yoi, " sahut Nanda.
"Gue kira Marcell gak bisa bahasa Korea/Jepang, eh taunya dia malah nyahut, " sahut Nanda.
"Gue lupa gak nanya, " sahut Putri.
"Iya, padahal kan lu berdua dari tadi sama Angga Ihsan, " sahut Rara.
"Yak maaf, gue juga lupa nanyain, padahal kan di situ pas banget, " sahut Dinda.
"Tadi Ihsan gak percaya kalo lu bisa bahasa negara lain, " sahut Putri.
"Tapi kalo udah tau tadi, yak udah, " sahut Dinda.
"Kayak nya nyerah, " sahut Nanda.
"Yoi, " sahut Putri.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terjemahan bahasa Jerman
"Pacaran terus, jangan liatin gue yang masih jomblo, " sahut Putri.
Terjemahan bahasa Korea/Jepang
"Lu sendiri yang salah, gue gak mau naik angkot sendiri, lu harus anterin gue... titik... " teriak Nanda menggunakan bahasa Jepang.
"Gak bisa Nanda... Gue harus kumpul osis, lu pulang bareng sama Rara sama Putri..." sahut Marcell
"Ahhh lu mah gitu cell, tega banget sama istri sendiri... " sahut Nanda manyun bebek.
"Okelah, awas aja lu kalo tidur gak boleh meluk gue lagi... " sahut Nanda dengan bahasa Korea.
"Jahat banget lu jadi istri, " sahut Marcell
"Bodoamat, udah sana ahh, ganggu aja lu, gue masih pengen tidur.. " sahut Nanda ngusir.