
Hari ini hari dimana bencana besar akan datang di kehidupan Nanda dan Marcell karena sesuai dengan kesepakatan, mereka akan menikah jika adik-adik mereka sudah pulang, maka mereka akan menikah secara resmi.
Mamah dah Ayah Nanda sudah siap untuk pergi ke bandara menjemput putra putri mereka. Ayah menelpon pak budi ayah Marcell untuk ikut bersama mereka ke bandara.
Mereka semua segera berangkat, akan tetapi mereka tak menyadari kalo Nanda dan Marcell memiliki rencana juga, mereka tak ingin bertemu dengan Betly atau pun Firza. Mereka kabut dari rumah dan berangkat bersama menuju sekolah.
Kedua orangtua Nanda dan Marcell sedang menunggu pesawat mendarat dan tak sabar memeluk kedua anak nya tersebut.
"Gimana jeng kamu deg-deg gak ketemu sama anak saya?" tanya bu Patmi.
"Yah pasti degdegan lah jeng... ini pertama kalinya aku ketemu mereka segera langsung, gak videocall, " sahut Shera.
"Udah mah jangan gugup nanti gak enak di liatnya.. " sahut pak budi menenangkan istrinya.
"Nah itu mereka... " tunjuk bu Patmi bahagia.
Shera dengan segera melirik sana sini dan mereka menemukan dua orang yang sedang berjalan menuju mereka semua, siapa lagi kalo bukan yang mereka tunggu-tunggu sejak tadi yaitu Betly dan Firza.
Bu Patmi melambaikan tangannya memberitahu kalau mereka ada di sebelah sini. Firza dan Betly melihat ada yang melambaikan tangan dan mereka segera berlari kesana.
"Mamah!!" teriak Betly bahagia.
"Anak mamah...." sahut bu Patmi memeluk kedua anaknya penuh bahagia.
"Ayah.. " Firza memeluk ayahnya yahh sudah membuka tangannya sejak tadi.
"Mah, mana kakak?!" tanya Betly.
"Ada di rumah masih tidur.." sahut mamah.
"Kebiasaan kakak bukannya ikut sekalian, " sahut Firza.
"Udah gak papa kan dia mau sekolah, oh iya kenalan ini bu Shera bundanya Marcell, " ucap mamah.
Shera segera memeluk Betly, "Udah lama bunda pengen banget ketemu sama kamu... " ucap bunda masih dengan pelukannya.
"Betly juga seneng bisa ketemu sama tante... sama keluarga Betly juga... " sahut Betly melepaskan pelukan.
"Dan ini anak ketiga saya nama Firza.. " sahut pak Endi.
"Oh kamu yang namanya Firza apa kabar... "
Saat tante Shera ingin memeluk Firza tapi dia malah mundur beberapa langkah kebelakang.
"Loh kenapa?" tanya Tante Shera.
"Gak papa kok tante, aku cuma gak terbiasa kalo di peluk sama orang lain.. " sahut Firza canggung.
"Tante Shera kan mau jadi keluarga kita juga bambang, " sahut Betly mencubit tangan Firza.
"Aaaaaww... sakit kak, " sahut Firza menghempas tangan kakaknya.
"Udah kalian ini baru juga nyampe udah mau ribut, gimana di Turki sekolah nya enak?" tanya mamah.
"Yah gitu deh mah... " sahut Betly.
"Ada yang kakak suka di Turki mah... " sahut Firza.
"Firzaa!!" teriak Betly.
"Oh yak siapa?" tanya bunda.
"Namanya.... Ay...mmm, " Firza belum mengatakan namanya tapi mulutnya udah di bungkam lebih dulu oleh tangan Betly.
"Diem kamu... kalo kamu gak mau mati... " ancam Betly.
"Udah yuk pulang, " sahut pak Endi.
Mereka membawa koper-koper mereka dan menaruhnya di bagasi mobil. Dan sekarang mereka sedang menuju rumah keluarga Nusyrandi.
Setelah lama perjalanan di mobil menuju rumah akhirnya mereka semua sampai di rumah. Betly dengan capet masuk ke dalam dan mendobrak pintu kamar Nanda dengan kasar.
BRAKK...
"KAKAK!!!" Teriak Betly terjun ke atas kasur.
"Ya ampun itu anak, gak bisa kalem dikit, " ucap mamah.
"Mungkin karena kangen banget sama Kakaknya jadi gitu.. " sahut bunda duduk di sofa.
"MAMAHH!!" Teriak Betly histeris membuat semua orang berlarian menuju kamar.
"Kenapa dek?!" tanya ayah Endi.
"Kakak kemana?!" tanya Betly.
"Loh, padahal tadi dia ada di rumah waktu kita pergi, masih tidur, " sahut mamah.
"Coba bund, telpon Marcell, " sahut Ayah budi.
Dengan capat bunda menelpon Marcell tapi sayangnya ponsel dia tidak aktif, lalu bunda menelpon ke telepon rumah.
: Hallo?"
🗣️ : Hallo bi, ada Marcell di rumah?"
: Aden Marcell udah berangkat sekolah nyonya dari tadi... katanya udah izin ke bunda...
🗣️ : HAH!! Oh yak udah kalo gitu... makasih yah bi.. "
: Iya nya sama-sama..
Bunda mematikan telpon nya dan berhadap ke Ayah Budi. Mereka semua bingung bagaimana Nanda bisa ilang di kamar nya.
"Gimana bun, apa katanya?" tanya Ayah Budi.
"Katanya Marcell udah berangkat sekolah, ada acara di sekolah jadi dia harus berangkat pagi, " jawab bunda.
"Berarti kakak juga ikut?" tanya Firza.
"Iya, kemungkinan nya ikut... " sahut Bunda.
"Dasarr... kakak gak ada akhlak, adiknya kangen malah kabur, " sahut Betly.
"Awas aja kalo kakak udah pulang, aku bakal langsung loncat aja... " ucap Betly kesal.
"Bentar mamah terpon dulu kakak, takutnya gak sama Marcell, " sahut mamah mengambil ponselnya.
Tapi sayang ponsel Nanda juga tidak aktif, mamah terus mencoba sampai bisa di hubungi. Tak lama panggilan itu berdering.
🗣️ :Nanda kamu dimana sayang? kok gak ada di kamar?
: Aku lagi sama Marcell mah...
🗣️ : Sama Marcell? ngapain?
: Marcell ada latihan basket, jadi aku ikut aja deh...
🗣️ : Oh yak udah, ini Firza sama Betly udah pulang meraka berdua lagi istirahat di kamar...
: Oh iya...
🗣️ : Nanti pulang sekolah ajak Marcell ke rumah yah, biar kenalan dulu sama Firza Betly.
: Hehehe... iya mah siap...
Mamah Patmi mematikan ponselnya dan perasaan sudah lega, kalo Nanda bersama Marcell dan tak di culik.
"Gimana jeng... sama Marcell?" tanya bunda Shera.
"Iya jeng sama Marcell katanya... "
"Ngapain mereka pergi ke sekolah pagi-pagi?"
"Katanya ada latihan basket, "
Ayah yang sudah kesal dengan teriakan Betly yang menggelegar seisi rumah, menggusur Betly masuk ke kamarnya untuk istirahat.
PRANG....
Tak lama setelah ayah menyuruh Betly tidur, datang lagi kembaran nya yang membuat ulah yaitu memecahkan gelas di dapur.
Ayah yang sudah jengkel menyerahkan tugas nya ke pada istrinya yang sedang asik mengobrol.
"Mah... tuh urus satu lagi kembaran Betly tuh... " ucap ayah kelelahan.
"Emang kenapaa sama Firza?" tanya mamah.
"Dia mecahin gelas di dapur, " sahut Ayah.
"Kenapa gak sekalian di beresin?"
"Sama mamah aja, ayah capek... ayok pak kita ke halaman aja... " ajak pak Endi pada pak Budi.
Bu Patmi dan tante Shera segara menuju dapur dan benar saja sudah ada 4 gelas yang pecah berserakan di lantai, kursi terbalik, lemari-lemari di atas terbuka lebar. Sedangkan yang berbuat segara kabur ke kamar dan mengunci pintu.
"Yawloh... siapa yang ngelakuin ini?!!" gumam mamah.
"Udah jeng, mending beresin dulu, dari pada nanti ada yang luka, " sahut tante Shera.
Mereka berdua segera membereskan kekacauan yang di buat oleh Firza, mamah kalo gak ada tante Shera sudah mencubit tangan Firza dan membungkam mulut Betly dengan kain.
"Jeng susah yah kalo punya anak kembar?" tanya tante Shera.
"Lumayan susah... makanya saya ngusir mereka ke Turki... " sahut bu Patmi.
"Terus kalo Nanda?"
"Nanda juga sama, cuma dia gak mau katanya.. gak ada temen.. "
"Mm... "
"Kalo Fauzan kapan ke sini nya jeng?"
"Katanya kalo nanti ada Marcell dia mau nyusul kesini, "
"Fauzan bersekolah di Tasikmalaya itu kemauan nya atau... "
"Itu kemauan nya sendiri, dia gak mau ngerepotin bunda sama ayah ngurus dua anak katanya... "
"Padahal saya lebih suka kalo punya banyak anak... "
"Kenapa gak bikin lagi?"
"Saya nya sudah terlalu tua buat punya anak lagi... "
Mamah hanya tersenyum mendengar nya dan menyapu semua beling/keramik kecil-kecil yang dia lantai.
"Mending ngurus cucu dari pada punya anak lagi.. "
"Iya bener.. "
"Kalo ayah pengen punya cucu perempuan.. " sahut pak budi.
"Udah bosen punya anak laki-laki?" tanya pak Endi.
"Iyalah saya kan udah punya anak laki-laki dua ditambah anak pak Endi jadi tiga.. " sahut pak budi.
"Iya kalo anak perempuan pasti cantik kayak Nanda.. " sahut Bunda.
"Ya ampun bunda... belum juga nikah udah mikir mau punya cucu... "
Suara itu membuat gendang telinga mereka bergetar karena suara yang cempreng dan menggelegar seisi rumah, siapa lagi kalo bukan Betly Nusyrandi anak kedua dan adik yang paling gesrek menurut Nanda.
"Itu mulut bisa diem gak..." Ayah mencubit bibir Betly pelan.
"Aduhh ayah sakit.. " rengek Betly.
"Mampuss... "
"Astagfirullah.... Firza gilaa!!" teriak Betly kesal.
"Apaaa?"
"Awas lu yah... gue hajarr lu.. "
"Kalo bisa yah silahkan... "
Betly mulai mengejar Firza mengelilingi meja makan dan tante Shera, om Budi, ayah dan mamah mereka.
"NAMA PACAR KAK BETLY ADALAH.... "
"JANGAN FIRZA!!"
"AYDAN...... JENG JENG JENG JENG... " Teriak Firza sambil tertawa.
"Oh nama pacar Betly Aydan... nanti kenalin dong ke bunda... " sahut bunda.
Betly semakin malu mendengar bunda berbicara seperti itu, dia semakin kesal dan terus mengejar Firza sampai dapat.
"DASARR... ADIK GILAA!!"
"KALO BUKAN AYDAN... GUNAIDIN.. "
"AAAA!!!"
Firza terus tertawa terbahak-bahak mendengar teriakan Betly yang semakin malu. Mamah udah kesal dan menjewer telinga kedua anaknya.
"Aaaddduuhhh.... sakit... sakit... "
"Aaaaaaaaa.... mamah.... mamah... sakiiiitt... "
"Kalian berdua bisa diam gak sih... malu tau ada tante Shera sama Om budi... "
"Kalo aku mah gak ada rasa malu sih mah, " sahut Firza.
"Urat malunya dah putuss... " sahut Betly tertawa.
"Berani ngejawab kalian berdua... " sahut Ayah Endi.
"Udah jeng lepasin kasian mereka... " sahut Tante Shera.
Mamah pun melepaskan jewerannya, mereka mengusap telinga mereka yang memerah.
"Makanya dong mah, jangan jadi galak terus..."
"Nanti cepet tua loh mah... "
"Kalian mau mamah jewer lagi?!"
"Engga... engga... engga... "
Mereke segara menutupi telinga mereka dengan tangan takut di jewer lagi.
"Mamah harus belajar jadi baik hati kayak tante Shera... " ucap Betly.
"Oh gituu!!" Mamah sudah membawa pisau di tangan nya.
"KABURR!!" Teriak mereka berdua kabur dari dapur.
"Mirip sama siapa sih mereka?!" gumam Ayah Endi kesal.
"Kalo yang pernah aku baca, anak perempuan mirip sama mamah nya... " sahut Betly.
"Kalo anak laki-laki mirip sama ayahnya.. " sahut Firza.
Mamah Patmi dan Ayah Endi semakin malu karena ada Shera dan Budi yang tersenyum melihat kelakuan anak-anak mereka.