My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Ada yang kurang



"jangan dong, bukannya lu mah jadi guru IPS atau jadi hakim, kok malah ganti cita-cita sih... " sahut Putri.


"Emang kenapa?" tanya Nanda.


"Nanti otak lu mati rasa terlalu banyak materi yang di masukin, " sahut Dinda.


"Nah iya, " sahut Rara.


"Iihh padahal gue itu kepo sama kelas IPA, " sahut Nanda.


"Suami lu anak IPA kenapa gak nanya langsung, " sahut Putri.


"Oh iya lupa, " sahut Nanda baru ngeh kalo Marcell itu anak IPA.


"Aduuh anak ini.. Punya suami anak IPA aja sampe lupa, nanti gimana kalo punya anak, " sahut Putri.


"Enak aja, yah gue jaga lah, lagian anak satu-satunya.. " sahut Nanda.


"Waahh cell minta anak satu katanya.. Padahal gue berharap kalian punya anak duabelas, " sahut Agung tertawa. Angga yang sedang sibuk makan ikut tertawa.


"Bentar kayak ada yang kurang tapi siapa?" tanya Putri tampak berpikir.


"Ehh iya juga yah... " sahut Nanda melihat ke sekeliling.


Mereka tampak bingung, seperti ada yang kurang, tapi lupa. Saat Lukman melotot ke depan, mereka ingat siapa yang ilang.


"IHSAN!!!" teriak mereka semua berhasil membuat orang-orang sekitar kantin terkejut.


"Lah anj*rr gue lupa sama sahabat gue sendiri... Otwe nyari.. " sahut Lukman berjalan pergi dari kanti untuk mencari Ihsan.


"Ehh bentar, tungguin gue napa, " sahut Agung ikut menyusul.


"Kalem oi, gue juga ikutt.. " teriak Angga.


Marcell dan Wahyu hanya menarik napas panjang, dan ikut menyusul teman-temannya untuk mencari Ihsan.


"Lah ditinggal, " sahut Rara.


"Gue lupa kalo Ihsan sedari tadi gak ada, " sahut Putri.


"Ciee yang kehilangan suara seseorang, " sahut Rara.


"Apaan sih, gue itu sama dia cuma temen.. " sahut Putri.


"Alahh jual mahal, " sahut Dinda.


"Kenapa sih? Gue kayak gini biar di ada kerjaan, merjuangin gue gitu, masa iya gue langsung terpesona sama dia, kan gak mungkin, " jelas Putri.


"Oh iya juga sih.. Tumben pinter anak mami, " sahut Nanda mengelus rambut Putri.


"Rusak dong nanti rambut gue.. Gue udah nyisir lama eehh dirusakin, " sahut Putri.


"Makanya kalo ribet bawa rambut panjang, mending potong, " sahut Nanda.


"Rambut elu juga panjang kale, " sahut Rara.


"Eeehh tapi rambut gue gak pernah bikin gue ridu, " sahut Nanda.


"Mm.. Iyain, " sahut Dinda.


"Kita kan gak sekolah nih, gimana kalo balek ke kamar, gue mulai gabut kalo gak ada cowok-cowok, " sahut Rara.


"Tau nih nyari Ihsan aja sekampung, " sahut Dinda.


"Lain kali se kelurahan kalo bisa, " sahut Nanda.


"Se-Indonesia biar puas, " sahut Putri kesal.


"Udahh.. Yuk ahh gue udah mulai gabut, " sahut Nanda berdiri.


Rara, Dinda, Putri ikut berdiri, dan membayar makanan tadi. Setelah itu Nanda dkk berniat untuk ikut mencari Ihsan juga, tapi karena lagi males dan pewe ke sana ke sini, mereka memutuskan untuk kembali ke kamar.


Cklekk..


"Hello my kasurr.. " teriak Putri meloncat ke kasur dan guling-guling.


"Gila lu?" tanya Nanda menutup pintu.


"Lu kayak gak pernah liat kasur aja, sampe guling-guling kayak orang gila, " sahut Dinda.


"Kasur adalah tempat dimana gue bisa istirahat, " sahut Putri.


"Heum.. Yang sakit siapa sih? Nanda apa Putri?" tanya Rara.


"Gue juga sakit, " sahut Putri.


"Sakit apaan lu?" tanya Nanda.


"Gue sakit gak ada 'dia', " sahut Putri.


"Aaaww... " sahut Rara.


"Siapa tuh 'dia'?" tanya Dinda.


"Kasih bocoran dikit dong... Gue kepo, " sahut Nanda.


"Si 'dia' itu adalah... "


"Siapa? Siapa?" tanya Rara.


"Ayoo kasii tau... Gue kapo, " sahut Dinda.


"Gila emang yah kalian gila, udah tau Ihsan malah pura-pura gak tau, " sahut Nanda.


"Iihh ganggu aja, " sahut Dinda.


"Biar ada dramatis gitu... Misteri.. " sahut Rara.


"Hemm.. "


Putri hanya diam karena nama yang 'dia' sudah di sebut oleh Nanda.


"Siapa dong put? Kasih tau cepettt.. " sahut Rara.


"Yaelah tuh yang barusan di katain sama Nanda, " sahut Putri.


"Jadi bener... Wahh gue kagum sama lu.. " sahut Rara tepuk tangan.


"Apaan sih.. Pake tepuk tangan segala.. Norak tau.. " sahut Nanda.


Sementara itu disisi lain Marcell dkk masih dengan mencari Ihsan. Angga dan Lukman mencari ke dalam toilet seperti kata Ihsan barusan, tapi kenyataan nya tidak ada siapa-siapa di dalam.


"Gimana ada?" tanya Wahyu.


"Boro-boro.. " sahut Angga.


"Kenapa tuh anak nyasar nya? Masa iya ke toilet perempuan?" tanya Lukman melihat toilet wanita di sebelah kanannya.


"Hahh.. Gak mungkin.. " sahut Agung melihat toilet wanita.


"Tapi bisa jadi.. Mau masuk?" tanya Lukman.


"Ck, kalo dokter Wahyu mau masuk? Demi aku lho, " sahut Lukman dengan wajah imut nya.


"Hoeekk.. Tiba-tiba gue mual sendiri, gue harus balik ke ruangan, bye, " sahut Wahyu berjalan pergi.


"Bilang aja gak mau, " sahut Agung.


Mereka tampak berpikir, mau masuk ke dalam toilet wanita tapi takut di katain cowok mesum, tapi kalo nggak masuk...


Tak lama ada beberapa wanita yang lewat dan mereka terpesona melihat Marcell yang sedang bersender ke dinding.


Lukman yang sadar akan kedatangan mereka, mulai berbisik ke Marcell. "Cell minta cewek itu buat liat ke dalem, " bisik Lukman.


"Ogah, lu aja, " sahut Marcell.


"Yaelah, biar cepet kelar, lagian mereka suka sama elu.. Pliss.. " bisik Lukman.


"Ck. Iya iya.. " sahut Marcell dengan berat hati dia memanggil salah satu wanita di depannya.


"Maaf permisi, " sahut Marcell.


Kedua wanita itu berbalik dan melihat Marcell, "I-iya ada apa?" tanya salah satu wanita itu.


"Boleh minta tolong sebentar?" tanya Marcell.


"Boleh apa pun yang kamu mau aku kasih.. " sahut wanita satu lagi.


Angga dan yang lain menahan tawa melihat Marcell yang kebingungan dengan sikap satu wanita berambut panjang itu, sedangkan yang satu lagi hanya tersenyum dan meminta maaf kepada Marcell akan sikap kakaknya itu.


"Maaf, kak jangan gitu.. " sahut nya.


"Apa sih.., " sahut kakaknya lalu memutar bola mata malas.


"Kalo boleh tau, nama nya siapa?" tanya Agung ikut berbicara, karna tak tega dengan keadaan Marcell.


"Nama saya, dwi andhika, dan yang ini kakak saya namanyaa.. "


"Lerry Merylianti, " potong lerry.


"Oh iya, halo, " sahut Marcell dan Agung barengan.


"Maaf tadi kakak mau minta tolong apa yah?" tanya dwi.


"Dwi bisa tolong lihat ke toilet wanita kalo ada cowok di dalam tolong di bawa keluar, " sahut Agung.


"Ooh boleh, kalo boleh tau siapa yah nama laki-laki nya?" tanya Dwi.


"Nama nya Ihsan, " jawab Marcell.


"Iya, kalo gitu tunggu sebentar, " sahut Dwi berjalan masuk ke dalam toilet wanita.


"Ck, jangan lama-lama, nanti papah nyariin, " sahut lerry kakak dwi.


"Iyah kak, " sahut dwi.


Sementara dwi masuk ke dalam, lerry tampak sedang menggoda Marcell dan Agung yang sedang berdiri di depan pintu toilet wanita.


"Abang jomblo?" tanya lerry merangkul tangan Marcell.


Marcell melepaskan rangkulan tangan Lerry dan berjalan menjauh darinya. Sementara Agung masih terdiam dan tak sadar kalo Marcell sudah tidak ada di samping nya.


Aadduhh jual mahal lagi.. Mantap - batin lerry.


"Kalo Aa.. Jomblo nggak?" tanya lerry kepada Agung.


"Mm? Saya jomblo, tapi saya sudah di jodohin sama ortu, jadi maaf, " sahut Agung sopan.


Dasar.. Di sini gak ada yang jual murah gitu... Jual mahal semua.. Tapi enak siihh.. - batin Lerry.


Lerry lalu berpindah ke Angga yang sedang bermain ponsel. "Lagi apa sih bang? Kok kayak yang seru yah.. " sahut Lerry basa basi.


Angga tersenyum, "Iya gue lagi Chetan sama yayank gue.. " sahut Angga tanpa melirik sedikit pun ke Lerry.


"Tapi saya lebih cantik lho bang, putusin aja, aku lebih seksi lho.. " sahut lerry.


"Hahahaa.. Gue lebih nerima cewek yang sopan, dan gak ngegodangegoda cowok orang, " sahut Angga menyindir.


Lerry hanya terdiam mendengar omongan Angga barusan. Tak lama Dwi keluar dari toilet bersama seorang lelaki.


"Ini kak, laki-laki yang kakak cari, " sahut Dwi.


"Wwoo... Lu kemana aja?" teriak Lukman merangkul puncak Ihsan.


"Gue di air, " sahut Ihsan.


"Jangan ngilang napa, tuh si bidadari nyariin, " sahut Angga.


"Bidadari siapa? Putri?" tanya Ihsan.


"Iyalah siapa lagi, " sahut Agung.


"Ohh, hayuu lahh kita ke para bidadari.. " sahut Ihsan bersemangat.


"Lu salah masuk toilet?" tanya Marcell.


"Hah? Iya gue salah masuk, pas ada cewek itu gue baru sadar, " sahut Ihsan tertawa.


"Makasih Dwi.. " sahut Agung.


"Makasih.. " sahut Marcell.


"Iya sama-sama Kak, saya permisi dulu... " sahut Dwi.


"Iya, eehh bentar boleh minta nomor hapenya dwi?" tanya Lukman.


"Boleh, " sahut Lerry menghalangi Lukman menghampiri Dwi.


"Maaf saya minta nomor dwi bukan lerry, maaf banget, " sahut Lukman berjalan ke arah Dwi.


"Boleh, " sahut Dwi.


"Kak ayoo.. Nanti di cari sama papah, " sahut Dwi.


"Iya, bye bye.. Para cogan... " sahut Lerry.


Setelah lerry dan Dwi berlalu, tiba-tiba mereka semua bergidik geli, dan pengen muntah.


"Najis.. Dasar cewek murahan, " sahut Ihsan.


"Hoeekk.... Kuat banget yah di Dwi hadepin kakaknya, " sahut Agung.


"Pacarin aja Lukman kasian Dwi, " sahut Angga.


"Mm.. Iya juga yah, nanti santai gue pdkt, " sahut Lukman.


"Sip sip.. " sahut Ihsan.


"Hayoo balik, " sahut Marcell.


"Joomm, " sahut Angga.