My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Kamar berantakan



Keesokan harinya, Nanda dkk dan Marcell dkk sudah bangun dari jam empat pagi. Agung dkk dan Rara dkk pun pulang ke rumah mereka masing-masing untuk pergi sekolah.


Setelah lama di tinggal pulang oleh teman-teman nya, Nanda berniat untuk mandi tapi gak jadi karna Marcell menyuruh Nanda untuk membuatkan sarapan.


"Hoaamm.. nyenyak banget gue tidur.. " sahut Nanda sambil meregangkan tangan nya ke atas.


"Enak banget tuh tidur nya.. " sahut Marcell.


"Iyalah.. giman tidur lu? nyenyak?"


"Boro-boro nyenyak gue sama Angga, Agung kagak bisa tidur, "


"Kenapa?"


"Biasalah dua kadal itu ngorok di tengah malem, ujung-ujungnya gue lagiii yang gak bisa tidur sama Agung, Angga, " sahut Marcell.


"Yang sabar, malem ini lu balek ke kamar, tidur sama gue, " sahut Nanda.


Seketika wajah Marcell berubah menjadi merah seperti udang rebus. "Kenapa lu?" tanya Nanda.


"E-ngg-nggak.. " sahut Marcell gagap menjawab pertanyaan dari Nanda.


"Tapi itu. wajah lu merah, lu demam?" tanya Nanda mendekat.


Marcell mengalihkan pandangan, sementara itu Nanda semakin mendekat dan memegang kening Marcell dengan tangan nya.


"Tapi lu gak panas.. " sahut Nanda.


"Iyalah, mau gimana gak panas lu pegang kening gue, tangan satu lagi lu pegang ketek lu, " sahut Marcell.


"Hehehe.. salah.. " sahut Nanda cengengesan.


"Heuuhh.. udah-udah.. buatin sarapan gih, gue mau mandi.. " sahut Nanda.


"Ihh, gue juga mau mandi.. " sahut Nanda.


"Lu buatin sarapan dulu, baru mandi... " sahut Marcell.


"Kagak bisa kagak bisa.. pokonya gue mau mandi dulu, batu buatin lu sarapan, nanti yang ada makanan nya abis lagi, " sahut Nanda.


"Kagak ada kagak ada, pokoknya lu buatin sarapan dulu, udah itu baru boleh mandi, " sahut Marcell.


"Banyak aturan banget yah hidup sama lu, " sahut Nanda.


"Nanti gue kasih uang lebih dehh, " sahut Marcell.


"Nah gitu dong.. oke gue buatin sarapan, lu.. mandi, " sahut Nanda berjalan ke arah dapur.


"Gini nih kalo punya istri yang tau nya harta sama uang, " sahut Marcell.


"Iyalah, uang adalah segalanya.. " sahut Nanda.


"Nyenyenye.. " sahut Marcell mengejek.


Marcell pun segera menaiki tangga untuk mandi di kamar Nanda. Sementara itu Nanda sibuk membuat sarapan untuk mereka berdua.


Cklekk..


"Astagfirullah.. ini kamar atau tempat pembuangan sampah?" gumam Marcell melihat kamar Nanda yang berantakan kacau balau seperti habis di landa badai.


Marcell pikir kamar Nanda sudah bersih, rapih dan wangi karena para gadis yang tidurin. Tak sesuai dengan yang Marcell bayangkan malahan kamar yang sebelumnya rapih menjadi tempat pembuangan sampah seperti ini.


Gitar tergeletak di sembarangan tempat, bungkus-bungkus skincare yang Marcell beli untuk Nanda ada di mana-mana, handuk di atas meja belajar, buku komik berserakan lantai dan kasur besar yang seharusnya tak di kamar masih ada, selimut belum di beresin. Pokoknya ruangan itu sudah tak berbentuk seperti kamar lagi malah menjadi tempat pembuangan sampah dan limbah kosmetik di mana-mana.


"Yawloh.. ini bungkus skincare di mana-mana.. ini lagi.. gitar, kasur sama selimut belum di beresin.. " gumam Marcell melihat sekeliling kamar itu.


"Bisa-bisanya istri gue pemales, " sahut Marcell kesal.


Tampa berpikir panjang, Marcell segera masuk ke kamar mandi, malas memikirkan masalah kamar yang berantakan seperti itu.


"Marcell.. nih sarapan nya.. gue mandii di bawah.. " teriak Nanda setelah membuat nasi goreng dengan telur setengah matang di atas nya.


Tak mendengar jawaban dari Marcell, Nanda segera masuk ke dalam kamar mandi di dekat dapur.


Cklekk...


"Ahhh segerr.. " sahut Nanda keluar dari kamar mandi.


"Udah selesai mandi nya?" tanya Marcell


"Iya udah.. segerrr banget.. " sahut Nanda.


"Mm.. ya udah sana pake baju, sama sekalian beresin semua barang-barang di kamar lu, buat jadi seperti semula, gatel gue liat kamar lu yang berantakan kayak gitu, " sahut Marcell.


"Lu pikir gue ini penyihir apa bisa buat kamar yang berantakan jadi seperti semula, simsalabim, " sahut Nanda.


"Aahh iya iya.. ini otw ini otwe, " sahut Nanda segera berlari ke kamar nya.


"Nasib punya istri yang cuma di otak nya sama di mata nya uang dan uang, " gumam Marcell.


Di kamar Nanda.


Cklekk.


"Astagfirullah.. ini siapa sih yang berantakin kamar gue?!" tanya Nanda kaget melihat kamar nya yang berantakan.


"Oh iya kan gue yang berantakin semalem sama Rara, Dinda, Putri.. haahh.. malesss, " sahut Nanda.


Nanda melihat ke jam dinding, "Masih lama, masih ada dua jam lagi buat berangkat sekolah, udahlah.. pake baju dulu aja, " gumam Nanda.


Setelah selesai memakai baju seragam, Nanda pun terpaksa bersih-bersih walau lagi malas. Tak lama kemudian datang Marcell yang melihat Nanda.


"Mau di bantuin gak?" tanya Marcell menawarkan bantuan.


"Yah maulah masa engga, nih tolong yah lu buang sampah-sampah ini keluar, gue mau bawa nih kasur gede ini ke kamar nya Firza, " sahut Nanda.


"Oke, " sahut Marcell membawa kantung plastik warna hitam itu keluar rumah.


Mereka berdua seperti sepasang kekasih yang sedang bersih-bersih musim semi seperti yang ada di dalam komik atau pun film romantis.


.


.


.


.


.


Di sisi lain.


Setelah lama membujuk Pak Herman untuk bertemu langsung dengan Sofi, akhirnya dia mau bertemu, tak lama mereka mengobrol, Sofi pun dengan cepat menyuntikan obat bius itu ke tangan pak Herman.


Pak Endi dan Pak Budi membawa Pak Herman. menuju mobil dan membawanya segera ke Jakarta.


Di mobil Pak Endi, terdapat Pak Herman. Bagas, Pak Endi dan dua bodyguard Bagas untuk berjaga-jaga.


Sedangkan di mobil Bu Patmi ada Bu Shera, Bu Sella dan beberapa bodyguard Bagas mengikuti dengan menggunakan motor dari belakang.


Bu Patmi seperti sedang memikirkan sesuatu karena sedari tadi dia terus melihat keluar jendela.


"Kenapa jeng?" tanya Shera.


"Eh, gak papa kok jeng, " sahut Patmi.


"Ngomong aja jeng, ada apa?" tanya Shera.


"Saya lagi mikirin Nanda sama Marcell, mereka baik-baik aja yah tinggal berdua di rumah, " sahut Patmi cemas.


"Tenang aja jeng, aku yakin kok mereka baik-baik aja, Nanda sama Marcell pasti ngundang Rara, Dinda sama Putri, Agung, Angga, Lukman sama Ihsan, " sahut Shera yakin.


"Itu masalah nya jeng, Nanda itu paling males beresin kasur sama buatin makanan kecuali kalo di sogok pake uang baru mau.. apalagi ini bawa Rara Dinda nginep..euuhh jeng itu kamar berantakan bukan kamar lagi, tapi kayak tempat pembuangan sampah limbah kosmetik.. " sahut Patmi.


Author : Kenyataan nya memang begitu..


"Udahlah jeng, jangan mikirin yang aneh-aneh, sekarang kita fokus aja sama masalah ini.. sebentar lagi kita sampe di pengadilan, " sahut Shera.


"Aduhhh jadi degdegan ini.. " sahut Sella dari belakang.


"Sabar jeng sabar.. tarik napas dalam-dalam terus keluarin lewat mulut, " sahut Shera.


"Huuhh.. oke bissmillah, " sahut Sella.


"Semoga pengadilan ini berjalan lancar, dan semua orang bisa hidup bahagia selamanya, " sahut Patmi.


"Amiin.. "


"Aminnn.. "


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ditunggu yah gays episode berikut nya..


Nanti di episode berikut jua kita fokus ke pengadilan nya bukan ke Nanda n Marcell.


see you ♡