My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Kita berangkat ke Jawa sekarang



Setelah Bagas memerintah bodyguard nya untuk menelpon Pak Andi, Pak Budi dan yang lain, telpon pribadi nya pun berbunyi.


Drrtt... drrtt... drrtt..


Bagas segera mengangkat telpon nya, ternyata yang menelponnya adalah Pak Endi.


: Hallo?


πŸ—£οΈ : Hallo Bagas, kata bodyguard kamu, kamu sudah tau dimana Pak Herman berada?


: Iya betul Pak, dia berada di Jawa Tengah.


πŸ—£οΈ : Begitu.. jadi bagaimana rencana nya sekarang? untuk membawa Pak Herman kembali ke Jakarta?


: Eee.. saya belum punya rencana sih Pak, tapi tenang saja.. mm... ngomong-ngomong di saja ada Tante Patmi?


πŸ—£οΈ : Iyah ada, sebentar.


Pak Endi pun memberikan telpon itu kepada istri nya Patmi.


πŸ—£οΈ : Iya hallo Bagas? ada apa?


: Tante maaf ganggu, apa tante tau dimana Tante Sofi berada sekarang?


πŸ—£οΈ : Mm.. soal itu Tante kurang tau, tapi setelah pulang dari pengadilan Sofi pamit untuk pulang menggunakan taksi saja katanya, bahkan Sella dan Ryan pun tidak tau ke mana


: Oh begitu yah, maaf bukannya aku menyalahkan Tante Sofi, tapi ini memang kenyataan nya.. Tante Sofi membantu Pak Herman melarikan diri sebelum pengadilan nya di mulai


πŸ—£οΈ : Begitu rupanya, filing kami menunjuk ke arah Sofi yang telah membebaskan Pak. Selanjutnya kami serahkan kepada kamu saja Bagas, kalau kamu butuh bantuan silahkan telpon saja, kami masih ada di hotel,


: Iyah Tante, terimakasih, saya permisi dulu, assalamu'alaikum


πŸ—£οΈ : Waalaikumsalam


Tuutt.. tuutt.. tuutt..


Bagas pun menutup telpon lebih dulu. Bagas berjalan keluar kamar dan melihat di sana sudah hampir semua bodyguard Bagas berkumpul. Entah mereka naik apa sampai cepet banget sampai.


"Boss, semua bodyguard hampir datang ke Hotel ini, "


"Iya, siapkan mobil, kita berangkat ke Jawa sekarang, " perintah Bagas.


"Siap bos, "


Tak butuh waktu lama, sesampainya Bagas di luar hotel di sana mobil warna hitam dan juga supir nya sudah siap.


Salah satu bodyguard nya membukakan pintu untuknya dan Bagas pun masuk ke dalam.


Sambil menaiki mobil yang Fu awasi oleh begitu banyak bodyguard, Bagas hanya memikirkan satu hal yaitu Nanda.


Dalam pikiran terhanyut sebuah nama yang membuat Bagas ingin menangis di saat ini juga.


Nanda, lu sekarang lagi apa? kalo di lihat dari jam lu pasti lagi belajar, gue kangen sama elu ndak, senyuman, lu cara lu bicara semua nya, gue bodoh banget ninggalin elu yang setia menemani gue selama bertahun-tahun, tapi sekarang elu sudah memiliki seseorang yang akan membuat lu bahagia selama-lamanya tanpa ada kesedihan, gue percaya Marcell akan ngebahagiain lu.. - batin Bagas.


.


.


.


.


.


Waktu terus berjalan, setelah menempuh jalan sekira nya 6 jam, Bagas sampai di Jawa Tengah, tapi itu.. masih belum sampai di di kepulauan Karimunjawa atau pun di kabupaten Jepara.


Bagas meminta berhenti untuk beristirahat sebentar dan makan di sebuah restoran, bukan hanya Bagas yang menikmati makanan tetapi juga semua bodyguard makan.


Bagas hanya memesan nasi goreng dan jus buah. Pikirannya masih belum bisa konsentrasi dengan baik hanya melamun saat seorang pelayan membawakan nya sebuah makanan dan juga minumnya itu.


Setelah selesai makan, Bagas masih termenung dalam lamunannya itu. Tak lama kemudian ada seseorang yang menepuk bahunya dari belakang.


Sontak Bagas terkejut dan segera berbalik. "Bagas yah?" tangan seorang wanita itu.


"I-iya.. siapa yah?" tanya Bagas tak mengenali wanita itu karena memakai kacamata hitam.


Wanita itu segera melepaskan kacamata nya dan melihat Bagas dengan senyuman manis nya itu. Bagas terkejut melihat seorang wanita yang sangat ia kenal.


"Ta-Tante Patmi?!" ucap Bagas terkejut.


"Iya?" tanya tante Patmi.


"Tantu nya nyusul Sofi sama Herman lah, buat apa lagi kalo bukan itu masalahnya, " jawab Patmi.


"Yawloh Tante, udah biarin aja, biar aku yang urus semua ini.. " sahut Bagas.


Patmi segera duduk di depan Bagas, "Eeiitt gak bolehh.. kamu udah ngelakuin ini itu, biarkan kami semua membantu kami walau sedikit, " sahut Patmi.


"Kami? tante ke sini gak sendirian?" tanya Bagas.


Tante Patmi hanya mengangguk dan menunjuk ke belakang Bagas. Bagas pun berbalik, ternyata benar Tante Patmi ke Jawa tak sendiri di sana ada Om Endi, Om Budi, Tante Shera, Sella, Ryan, Ikne dan beberapa polisi.


Bagas hanya tertawa di paksa melihat rombongan ini datang untuk membantunya. Padahal sudah cukup dia dan para bodyguard nya untuk mengatasi masalah ini, tapi ini malah semua nya ikut datang.


"Oh iya, Bagas, jadi dimana Sofi sekarang?" tanya Tante Patmi.


"Di hotel bintang lima kabupaten Jepara, kepulauan Karimunjawa, " jawab Bagas.


"Kita baru sampai di Jawa nya aja, belum kabupaten nya.. haduuhh lama-lama di mobil bisa tua ini, " sahut Tante Patmi memegang wajah nya.


"Hehehe.. makanya Tante gak usah datang, malah datang nyusul.. " sahut Bagas.


"Namanya juga kita mau selesaiin masalah ini bareng-bareng, " sahut Tante Patmi.


"Iya deh Tante, " sahut Bagas.


Bagas dan Tante Patmi setuju untuk pergi bersama-sama menjemput Sofi dan juga Pak Herman di sana.


***


Di mobil Pak Endi dan Patmi.


"Kayaknya kita gak sempet deh pulang ke rumah, " ucap Patmi.


"Maksud kamu?" tanya Pak Endi.


"Iyah, besok Nanda sama Marcell ulangan buat kelulusan, kita biasanya nyemangatin Nanda, "


"Mm.. untuk kali ini biarkan dia belajar bersama suami nya, dia sudah punya suami, "


"Tetap saja khawatir, "


"Hahahaha.. biasalah firasat seorang ibu.. "


"Gak udah ketawa, gak ada yang lucu, " sahut Patmi manyun bebek.


"Lucu tau.. nih lucu nihh lucuu.. " sahut Pak Endi mencubit pipi istrinya itu.


"Aaauu.. sakitt.. " sahut Patmi sedikit berteriak dan memukul suami nya dengan pelan.


"Udan tua, jangan suka nyebar ke uwuan di mobil, untung cuma berdua, " sahut Patmi.


"Hahaha.. mau nambah anak?" celetuk Pak Endi.


Mata sang istri melotot mendengar ucapan nya itu. Patmi melihat suami nya yang sedari tadi senyum-senyum tanpa dosa itu semakin kesal dan menonjok tangan nya.


"Aadduuhh.. " ringis sang suami kesakitan karena di tonjok sang istri.


"Jangan asal ngomong, tuh anak dua aja belum nikah, " sahut Patmi sedikit kesal.


"Iyaaa.. maaff, " sahut Pak Endi.


Pak Endi masih memegangi tangan nya yang sakit. Sedangkan Patmi sang istri hanya memainkan ponsel nya karena bosan.


Bener-bener gak ada akhlak, ibu sama anak sama aja, - batin Pak Endi.


Aduh dasar.. gak Firza gak Betly kelakuan nya sama kayak bapak nya.. kalau gini terus tambah tua ini mah - batin Patmi.


Patmi mengeluarkan cermin dari tas yang di bawa nya. "Ngaca tross.. kalo bisa sampe pecahh, " sahut Pak Endi.


"Isshh.. punya masalah hidup apa sih kamu sama aku?" tanya Patmi kesal.


"Gak ada, "


"Ya udah diem, "


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hay leaders, novel My Cool Ketos My Husband hiatus dulu yah, karena kondisi author yang kurang mendukung, do'akan aja semoga author bisa cepet sembuh dan melanjutkan ceritanya πŸ€—πŸ€—πŸ€—


makasih buat pembaca setia My Cool Ketos my HusbandπŸ’™πŸ’›πŸ’™πŸ’›πŸ’™πŸ’›πŸ’™πŸ’›