My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Bertemu



Setelah Dinda pergi untuk menyusul Putri di sana. Di meja hanya ada kesengsaraan bagi Nanda, Rara, Marcell, dan Agung.


"Ini apaan, lu nonton yang beginian? hahah... "


"Engga setan, itu adik gue.."


"Perasaan lu gak punya adik deh san, "


"Mana mana sini, gue pengen liat, dia nonton apaan? haha... "


"Setan kalian semua.."


Dinda akhirnya datang bersamaan dengan nampan berisi makanan. Dan menaruhnya ke masing-masing orang yang memesan.


"Din, mana air putihnya?" tanya Ihsan.


"Ada bentar, " sahut Dinda.


Seorang gadis lewat dan menghampiri meja Nanda dkk membawa beberapa botol air mineral.


"Lu... bukannya cewek tadi?" tanya Marcell.


"Iya, " sahut Putri santai.


Ihsan masih belum melihat gadis itu, dia masih asik dengan ponsel nya.


"Kenalin nama gue Putri Arkuela, " sahut Putri.


Seketika mata Ihsan melotot tak percaya dan segera menengok ke seorang gadis yang bernama Putri.


"Hai Ihsan, udah lama gak ketemu, " sahut Putri dengan senyuman manis di wajahnya.


Ihsan berdiri dan masih melihat Putri dengan ekspresi tak percaya.


"Putri?! ini beneran lu put?" tanya Lukman.


"Iyaa.. " sahut Putri.


"Waahh apa kabar put? dah lama ketemu, kenapa lu gak bilang kalo lu balik ke Indonesia? tau gini kita kasih suprise, " sahut Lukman.


"Lu kenal sama Putri?" tanya Nanda.


"Kenal lah, orang dia temen kita dari kecil, " jawab Lukman.


"Wahh bagus dong, San lu gak mau nyap---a... " ucap Lukman pada Ihsan yang masih melihat Putri.


"Udah kali jangan di liatin mulu, " sahut Rara mengusap wajah Ihsan dengan tangannya.


"Pu-putrii... " gumam Ihsan.


"Jangan banyak drama kayak indosiar mending makan dulu, " sahut Marcell.


"Lu ngerusak pemandangan aja.. iisshh... " sahut Rara kesal.


Angga, Agung, Marcell dan Dinda langsung saja makan dan tan menghiraukan mereka yang masih ngobrol.


"Cieee.. yang udah ditemukan kembali setelah 10 tahun, " sahut Nanda.


"Apa kabar Ihsan?" tanya Putri.


Tapi Ihsan masih belum sadar dari lamunan nya itu, dia masih termenung dalam keheningan di dalam dirinya.


"San, woy! itu ditanya... " teriak Lukman menyadarkan Ihsan.


Agung menepuk pundak Ihsan pelan dan akhirnya Ihsan sadar.


"Ahh? apa?" tanya Ihsan.


Putri hanya tersenyum, "Gimana kabar kamu san?" tanya Putri.


"Oh aku baik, gimana Jerman baik apa engga... eehh maksudnya gimana kabar kamu selama di Jerman? ... nah itu maksudnya... heheh... " sahut Ihsan asal.


Aduh kok jadi canggung gini... apa karna jarang ngobrol juga di WA jadi gini yak... - batin Ihsan


Putri hanya terkekeh kecil, "Iya di sana aku baik tapi kalo menurut aku lebih enakan di Indonesia, " sahut Putri duduk di dekat Rara.


Gue udah lama pengen ketemu sama Ihsan, udah ketemu malah canggung... - batin Putri.


"Iya, enakan negara sendiri di banding negara lain, " sahut Nanda.


"Iya, " sahut Putri.


"Ayok makan, nanti keburu udahan lagi jam istirahat nya, " sahut Dinda yang sudah selesai makan.


"Iya.. enak banget yah dari tadi lu cuma nyimak doang, " sahut Rara.


"Enak lah, " sahut Dinda.


"Mm, ngejawab lagi, " gumam Rara.


Setelah selesai makan di kantin, Nanda dkk kembali ke kelas untuk mengistirahatkan perut mereka yang kekenyangan.


"Adduuuhhh gays, perut gue gede banget yak, kayak apaa... haha... " ucap Lukman tertawa sendiri.


"Hamil mungkin, " sahut Ihsan.


"Gue hamil anak siapa?" tanya Lukman.


"Mana gue tau, mungkin anak dukun... haha... " sahut Ihsan tertawa.


"Haha... g*bl*k anak dukun... " sahut Angga ikut tertawa.


"Cell, anterin gue ke toilet sebentar, yuk, " sahut Agung.


"Ogah, lu kan cowok masa minta di temenin ke toilet sama gue, nggak nggak, " sahut Marcell menolak.


"Plise lah, Nanda.. Marcell gak mau nemenin gue ke toilet... " sahut Agung memberitahu Nanda.


"Terus? gue harus apa?" tanya Nanda tak peduli.


"Suruh dia nemenin gue ke toilet, " sahut Agung.


"Ogah, dia kan punya hak buat nolak, " sahut Nanda.


"Kasian... " sahut Marcell.


Tiba-tiba ada yang merangkul Agung dari belakang dan ternyata itu adalah anak dajjal.


"Kenapa lu gung?" tanya Lukman


"Perlu gue temenin ke toilet?" tanya Angga.


"Kalo mau, gue bisa anterin satu cewek ke toilet cowok, " cibir Ihsan.


"Gila yak kalian semua.. gue masih sehat... " sahut Agung melepaskan rangkulan mereka dan segera menyusul Marcell dkk.


"Lu punya penyakit apa gung?" teriak Lukman.


"Kalian semua yang punya penyakit, " teriak Agung.


Ihsan terdiam sejenak.


"Kenapa lu diam san?" tanya Lukman saat akan menyusul Agung dkk.


"Emangnya kita punya penyakit kelamin?" tanya Ihsan.


Lukman dan Angga menegur kepala Ihsan pelan, karena asal bicara.


Tak...


"Adduuhh... "


"Gue gak punya penyakit maaf, lu aja makasii saya mau pergi, " sahut Angga berjalan pergi.


"Lu punya penyakit kelamin man?" tanya Ihsan.


"Udah gila yak elu, gue masih sehat, " sahut Lukman.


"Oh yak udah kalo gitu, kemon kita cari ciwi, " ajak Ihsan.


"Terus aja nyari ciwi... gue ikut, " sahut Lukman berjalan terlebih dahulu.


Ihsan hanya terkekeh melihat temennya yang satu ini. Ihsan pun berjalan menyusul Lukman.


"Woyy tungguin gue... " teriak Angga.


"Dari man aja lu?" tanya Nanda.


"Gue tadi bareng sama Lukman sama Ihsan, " sahut Angga.


"Sekarang mana Ihsan?" tanya Putri.


"Paling nyari ciwi, " sahut Agung.


"Biasanya elu yang suka nyari ciwi, insaf lu?" tanya Rara pura-pura terkejut.


"Engga ***, gue capek mempermainkan hati cewek mulu, " sahut Agung.


"Tumben, " sahut Nanda.


"Lu gak papa put di tinggal sama Ihsan kayak gini?" tanya Dinda.


"Udah tenang, Ihsan gak pernah berubah kelakuan nya, " sahut Putri sudah terbiasa dengan kelakuan Ihsan sejak masih kecil.


"Lu yakin? kalo lu butuh bantuan buat ngehajar Ihsan bilang ke gue, " sahut Rara.


"Iyah siap bang jago, " sahut Putri.


"Ayok ahh, balik ke kelas, " sahut Nanda.


"Gak mau bareng sama suami?" tanya Rara.


"Apaan si, dia juga punya kaki, " sahut Nanda.


"Dia tuh mau cuma malu, " sahut Agung.


"Iya gak ce?" tanya Agung.


"Gak, " sahut Marcell dingin.


"Iddiiee... sok dingin, " sahut Dinda.


"Udah yank orang ini mah emang dingin, tapi kalo soal cinta ku pada mu gak akan pernah dingin, " sahut Angga bucin.


"Bucin lagi... " sahut Agung membungkam mulut Angga.


"Gue bucin salah, gak bucin salah, gue harus gimana?" tanya Angga.


"Jangan kelewatan bucin nya enek gue, " sahut Marcell.


"Gue tebak lu gak pernah bucin kan sama Nanda? Hayoo ngaku... " sahut Agung.


"Kata siapa gue gak pernah bucin?"


"Jadi lu sering bucinin Nanda di kamar?" tanya Agung semangat 45.


"Udah gila semua ini, jangan di ladenin, yuk balik ke kelas, " ajak Rara membawa kedua sahabat nya yaitu Putri dan Dinda, karena Nanda sudah duluan pergi.


"Kagak, gue pernah bucin sama goggle, " sahut Marcell.


"Kok sama goggle?" tanya Angga bingung.


"Oh iya, kan bisa yak sama goggle bucin hahah, " sahut Agung tertawa.


"Lu tumben mingkem?" tanya Agung pada Angga.


"Emang bisa bucin sama goggle?" tanya Angga.


"Bisalah, makanya semua aplikasi di hp itu di pake, " sahut Marcell.


"Gue mau coba ahh, nanti di kelas, " sahut Angga.


"Yak udah sama, gak ada yang ngelarang lu, " sahut Marcell.


Marcell dkk segera kembali ke kelas. Begitupun dengan Nanda dkk.


Di kelas Marcell.


"Hai goggle, " ucap Angga di ponselnya.


Hai ๐Ÿ‘‹ ada yang bisa saya bantu?


"Gombalin aku dong... "


Aduh aku pikir ada gempa bumi๐Ÿ˜Ÿ


Ternyata hati aku bergetar karena ada kamu๐Ÿ˜Ž


"Eeeaaaa..... haha... " teriak Agung tertawa ketika mendengar suara goggle.


"Nj*rr mentep nih buat gombalin ayank bebeb gue, " sahut Angga.


"Coba lagi lagi, " sahut Agung.


Angga mulai gombalin goggle terus menerus.


"Gombalin aku dong.. "


Sepertinya aku butuh kacamata hitam


Karena senyuman mu lebih terang dari matahari๐Ÿ˜Ž


Asisten goggle


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


^^^Gombalin aku^^^


Semenjak aku bertemu sama kamu aku ingin terus belajar


Belajar mencinta kamu ๐Ÿ’–


^^^Godain aku^^^


Kamu seperti hujan badai...


Kalau kamu datang, dadaku pasti bergemuruh


^^^Lagi^^^


Makanan apa yang jago ngerayu?


Lasagna. Lasagna aku tak bisa jauh dari kamu๐Ÿ’–


^^^Godain aku^^^


Ini semua : ๐Ÿง€๐Ÿซ๐Ÿฉ๐Ÿฏ๐Ÿช๐ŸŽ‚๐Ÿญ๐Ÿฐ๐Ÿฎ


Kalah manis sama kamu


^^^Hai goggle^^^


Hai ๐Ÿ‘‹


Saya bisa bantu apa?


^^^Sebenarnya aku sayang sama kamu^^^


๐Ÿ˜


^^^Kamu mau gak jadi pacar aku?^^^


Kalo kamu nyari yang ganteng dan kaya, aku mundur


Kalo kamu cari yang bisa ngobatin kamu, akupuntur


"Mmm, bisa bisa nya pake emot segala.. " sahut Agung yang sudah terlalu baper mendengar nya.


"Udahan ahh, besok lagi, " sahut Angga mematikan ponsel nya.