My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Di culik?!!



Setalah memberitahu Bunda dan Mamah tentang kebaya yang kekecilan, akhirnya mereka memutuskan untuk membuatnya lagi, sesuai dengan ukuran tubuh Nanda.


Sedangkan Marcell membeli toksedaw yang baru bersama Ayahnya dan Adiknya Fauzan. Para tamu sudah kembali ke hotel menggunakan tranportasi masing-masing.


Sekarang di rumah hanya ada Nanda sendiri di kamar. Tiba-tiba lampu padam dan mendengar suara benda jatuh di lantai bawah


BRAKK...


Nanda terkejut dan segera membuka pintu membawa ponselnya, menuruni tangga dengan perlahan-lahan.


Nanda menyalakan senter ponselnya dan melihat sekeliling rumahnya. Tiba-tiba ada seorang dibelakangnya dan membekap Nanda dari belakang. Nanda memberontak tapi sayang dia sudah pingsan.


Dan orang itu membawa Nanda pergi menggunakan mobil.


Sementara itu Marcell yang baru saja pulang dari mall membeli toksedaw yang baru. Begitu pun dengan Bunda yang juga baru sampai mengantar para tamu ke hotel.


"Assalamu'alaikum... "


Tapi tidak ada yang menjawab nya. Mereka belum sadar kalo Nanda tidak ada. Marcell masuk bersama Betly yang terus menempel padanya.


"Bunda... tolongin aku dong, " ucap Marcell meminta bantuan untuk melepaskan pelukan Betly dari tubuhnya.


Firza menggusur Betly menjauh dari kakak ipar nya itu.


"Lu jangan sentuh suami orang, mau di bunuh lu sama Kak Nanda?!" ucap Firza masih menarik tangan Betly.


"Awass lu... lepasin, gue!!" sahut Betly memberontak.


Tapi Firza terus menarik tangan Betly sampai di lantai atas dan memasukkan nya ke kamar Nanda.


Betly semakin curiga dan merasakan ada yang terlupa, mereka masuk ke dalam kamar Nanda tanpa izin dan melihat sekeliling.


"Bentar deh, Za kayaknya ada yang ganjil deh sama kita berdua.. tapi apa?" tanya Betly sama Firza.


Firza tampak berpikir keras tapi sayang dia tidak peduli, Firza membuka jendela yang tertutup sedari tadi.


Sedangkan Betly melihat-lihat poto kakak nya yang cantik, Betly mengambil satu poto yang menurut dia cantik. Tiba-tiba dia teringat kakaknya hilang, entah di mana sekarang.


Dia segara turun ke bawah dan memberitahu semua keluarga.


"Mamah!!" teriak Betly.


"Apaa?" tanya mamah santai.


"Mah, liat kak Nanda gak?!" tanya Betly khawatir.


"Emang Nanda gak ada di kamar?!" tanya Marcell.


"Gak ada kak, kalo ada mana mungkin aku nanya... " sahut Betly mulai khawatir.


"Mungkin dia lagi di toilet, " sahut Ayah Nanda.


"Masa di toilet lama banget sih yah, " sahut Betly.


"Coba Firza kamu cek di kamar mandi dapur, " sahut Mamah.


Firza segera berjalan ke arah dapur dan mengecek 2 kamar mandi dan kamar di dapur dan membuka pintu-pintu kamar itu.


Firza pun berlari memberitau kalo nanda tidak ada disana


"MAMAH" Firza berteriak


"Ada tidak disana Firza kakak?" tanya mamah Nanda


"Gak ada mahh!!" teriak Firza capek dan duduk di dekat Ayah Marcell.


"Terus kemana?!" tanya Mamah mulai cemas.


"Mana aku tau, mahh... " sahut Firza tak tau apa-apa.


"Kamu itu sebagai adik laki-laki harus bertanggung jawab dong soal masalah ini... bukannya ngejawab gak tau gak tau!!" sahut mamah marah-marah.


Firza semakin bingung mendengar nya, karna sedari tadi dia bersama mamah, tapi malah Firza yang di marahi.


Marcell berdiri dan berlari menuju lantai atas, dan mencari ke sekeliling kamar. Tapi sayang tidak ada satu pun jejak yang tertinggal.


Semua anggota keluarga terus saja berdebat dan adu bacot, sedangkan Ayah Nanda segera melihat cctv di handphone nya dan melihat seseorang berbaju hitam dibelakang anaknya sendang membekap anaknya.


Ayah nanda menarik firza sampai terjatuh


"Ada apa ya?! " kata Firza dengan kesal


"liat ini Firza kakak mu! "kata ayahnya


Semua keluarga mendekat dan melihat rekaman cctv di ponsel Ayah Nanda.


"Nanda di culik?!!" teriak mamah terkejut dan tiba-tiba jatuh pingsan.


Semua orang segera menggendong mamah Nanda menuju kamar dan segera menyadarkan nya.


Marcell keluar dari kamar dan memainkan ponselnya.


**TRASH TALK


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


^^^Marcell**^^^


^^^Woy ada yang liat Nanda gak?!!^^^


Agung


Emang Nanda kemana cell?


Lukman


Kenapa cell?


^^^Marcell^^^


^^^Bantu...^^^


Angga


Apa bantu apa? sini sama angga ganteng bantuu~~


Agung


Alay bett... nj*rr sok. ganteng....


Ihsan


Muka kek elap pel aja di sebut ganteng😏


Angga


Kalian jahat banget sama gue yang paling ganteng ini~🥺🥺


Ihsan


Dasar anak baby


Agung


1 in


Rara


"2"


Dinda


ouh iya cell ada apa tadi,


minta bantu apa? Minyak aja cell... gak seru lu..


^^^Marcell^^^


^^^Gue minta bantu malah ngobrol...^^^


Lukman


Agung


Gara-gara anak baby tadi...


Angga


Anj*r malah nyalahin gue...


Dinda


Sabar ayank


^^^Marcell^^^


^^^Tolong bantu gw cari nanda^^^


Ihsan


Emang Nanda gak main ama Rara sm dinda?


Rara


kagak kalau di main sama gw, dah gw kasih tau sama Marcell


Dinda


trus cell si Nanda kemana?


^^^Marcell^^^


^^^di rekaman cctv Nanda di culik^^^


Ihsan


sama siapa cell


^^^Marcell^^^


^^^kagak tau,^^^


^^^kagak keliatan orangnya pake baju item^^^


^^^ketutup ama masker^^^


Angga


San lu beg0 apa gimana?


Agung


Ckckckck...


Dinda


Iya lu Ihsan, beg0 ke bangetan...


Ihsan


Yak udah maaf, gue hilaf🙏🙏


Rara


Kayak anak baby aja lh beg0 nya, malah lebih dari baby yang sebelum nya...


Agung


Dari pada elu anak monyet, garuk-garuk kepala mulu...


Rara


Diam kau anak baby, emang gak ada adab lu...


Dinda


Kalian bisa diem bentar gak sih, ini lagi serius malah berantem!!


Agung


Dasar anak monyet🐒


Ihsan


Kalian berdua diem!!


...Hanya admin yang dapat mengirim pesan...


Ihsan


Cell kita kumpul sekarang di markas!!


Read by 6


Dengan cepat Marcell mengambil jaket dan kunci motor nya, segera pergi ke markas. Sesampainya mereka di markas, Marcell sudah melihat semua anggota berkumpul. Komplit.


"Cell jadi gimana? Nanda di culik sama siapa?" tanya Dinda.


"Mana gue tau... mending sekarang kiya masuk dulu... " sahut Marcell membuka kunci gerbang.


Mereka semua masuk ke dalam dan duduk di kursi yang sudah di sediakan, Marcell pun ikut duduk dan mulai pembicaraan serius dengan yang lain.


Marcell menceritakan semua kejadian dari awal sampai akhir di rumah Nanda.


"San, coba lu lacak ponsel Nanda... " sahut Marcell.


"Kenapa gak lu aja?" tanya Agung.


"Gue belum kepikiran... " sahut Marcell.


"Oke bentar, " sahut Ihsan segara melacak ponsel Nanda.


Beberapa menit kemudian.


"Ini cell, ketemu!!" teriak Ihsan membuat semua orang di sana kaget.


"Dimana letaknya?!" tanya Marcell tegas.


"Di jalan ***** sama nama gedungnya ****** , " sahut Ihsan.


"Oke kita semua langsung aja berangkat ke jalan itu, " sahut Marcell sudah bersiap.


"Jauh banget cell, sampe-sampe malem, " sahut Angga.


"Terus lu mau biarin Nanda dalam bahaya gitu?!" tanya Marcell.


"Ayank, bantuin dong, ini sahabat aku... " sahut Dinda.


"Perempuan mau ikut akan engga?" tanya Agung.


"Ikut... " sahut Rara bersemangat.


"Engga... " sahut Dinda menolak.


"Ikut!!"


"Engga... "


"Ikutt... gue yang mau ikut!!"


"Gue takut sendiri, yak udah gue ikut deh, " sahut Dinda.


Marcell


oke semua let's Go


mereka pun berangkat ke tempat tersebut


Brum.... Brum...