My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Pulang ke rumah



Setelah sarapan, Nanda kembali ke kamar dan memasukan semua baju-baju nya ke koper, karena nanti sore atau siang, Marcell akan mengajaknya pergi ke rumahnya.


Cklekk...


Pintu terbuka lebar, dan di sana ada Marcell yang sedang melihat Nanda beres-beres.


"Ngapain lu diem di situ, mau jadi satpam kamar gue?" tanya Nanda tanpa menengok.


"Gak, mau kapan pulangnya?" tanya Marcell.


"Terserah elu, mau nanti taun depan juga gak papa, " sahut Nanda cuek.


"Sekarang aja gimana?" tanya Marcell.


"Yak udah bentar, " sahut Nanda.


"Lu juga masukin kek baju lu itu ke koper, jadi nanti tinggal berangkat, " lanjut Nanda.


Marcell mengambil koper hitamnya dan mulai memasukan semua baju.


Tok... tok... tok...


"Iya masuk gak dikunci, " sahut Nanda.


Cklekk...


"Nanda, gimana kalo kamu pulang ke rumah Marcell nya sekarang?" tanya Mamah.


"Iya mah, " sahut Nanda.


"Kalian cepetan beres-beres nya nanti tinggal berangkat, " sahut Mamah.


Iya mah, tadi juga kakak bilang gituu... - batin Nanda.


"Ucapan mamah lu sama kayak yang lu bilang ke gue, ucap Marcell.


"Iya gue tau, eh sebelum pulang, beli nasi goreng dulu kuy, " sahut Nanda.


"Lu masih laper?" tanya Marcell.


"Engga sih, cuma lagi pengen nasi goreng doang, " sahut Nanda.


"Yak udah nanti beli, " sahut Marcell menutup koper nya.


"Kenapa gak kak Marcell aja yang bikin?" tanya Firza baru datang dan langsung ikut nimbrung.


"Ganggu aja, orang lagi ngobrol, " sahut Nanda kesal.


"Kalo lu mau, gue bisa masakin nasi goreng di rumah, " sahut Marcell bermain ponsel.


"Engga, gue takut keracunan, kalo lu yang masak, " sahut Nanda menolak.


"Atau engga, kakak malu yaaaahhh... " goda Firza.


"Gak lucu ******, " sahut Nanda kesal.


Firza pun keluar kamar dan menuju kamarnya untuk bermain mobile legends bang bang, mungkin.


Marcell hanya geleng-geleng pelan, melihat Firza yang tak bosan menggoda kakaknya yang satu ini. Tapi terkadang Marcell kagum pada Nanda karena bisa sabar menghadapi 2 asik sekaligus yang gesrek.


"Assalamu'alaikum.... "


"Waalaikumsalam, "


"Siapa itu?" tanya Marcell.


"Ayah mungkin, tapi kok tumben udah pulang jam segini?" sahut Nanda bingung. Tanpa berpikiran panjang Nanda segera turun ke bawah menghampiri Ayahnya.


"Gue ditinggal, " gumam Marcell.


"Ayah kok udah pulang jam segini?" tanya Nanda.


"Ayah sekarang ambil cuti selama 5 hari, " jawab Ayah.


"Pantesan, emang nya ada apaan yah, ada acara?" tanya Marcell.


"Oh Marcell, belum pulang kalian berdua?" tanya Ayah.


"Belum, " sahut Marcell.


"Nanti juga kalian tau, " sahut Ayah.


.


.


.


.


.


Sekarang sudah menunjukkan pukul 13.50 . Marcell memasukkan koper-koper itu ke dalam mobil.


"Hati-hati kalian berdua, " ucap mamah.


"Iya mah, tenang aja, kalo ada kecelakaan salahin saja Marcell yang bawa mobil nya... " sahut Nanda.


"Gue mulu yang di salahin, " sahut Nanda menghampiri Nanda dan mamah.


"Mana Firza sana Betly? Gak akan mengucapkan selamat tinggal sama kakak nya?" tanya Nanda.


"Kita lagi males turun tangga, " teriak Firza dari balkon.


"Adik s*nt*ng... " teriak Nanda.


"Kakak, selamat tinggal, nanti kalo mau Hannymon ke Turki aja yaa... " teriak Betly dari jendela kamar.


"Awas aja lu kalo masuk ke kamar gue, " sahut Nanda


"Biarin... kan gak di kunci sama mamah nya juga... wheee... " ejek Betly.


"Untung gue udah nikah, kalo belum lu udah gue goreng, " sahut Nanda.


"Udah jangan berantem terus, sana tuh suami kamu udah nungguin, " sahut Ayah.


Marcell pamit pada mertuanya itu, dan masuk ke dalam mobil bersama Nanda. Melajukan mobil nya perlahan.


Di jalan


"Cell, jangan lupa nanti gue minta beliin nasi goreng, " ucap Nanda mengingatkan.


"Iya... sabar kan belum keliatan yang jual nya, " sahut Marcell sabar.


"Awas aja kalo lu lupa, gue gak akan maapin lu, " sahut Nanda.


Marcell hanya diam mendengar semua ocehan Nanda di dalam mobil.


Astagaa... mulutnya gak bisa mingkem sebentar, - batin Marcell mulai jengkel.


Saat melihat ada tukang nasi goreng, dengan cepat Marcell berhenti di depan, dan turun dari mobil, membuka pintu mobil Nanda.


"Turun, " ucap Marcell seraya membuka pintu mobil.


Nanda hanya melihat wajah Marcell yang kesal ples jengkel sedari tadi. Nanda pun akhirnya mengalah dan turun, Marcell menggandeng tangan Nanda menuju penjual nasi goreng.


"Pak nasi goreng nya 2 yah.. " ucap Marcell.


"Iya siap pak, ditunggu ya ini banyak pembeli, "


"Iya gak papa, " sahut Marcell.


"Gimana, gue gak ingkar janji kan, jangan suka ngira gue suka ingkar janji sama elu, " sahut Marcell.


"Iya deh iya, eh nanti gue tidur di kamar Fauzan?" tanya Nanda.


"Suami lu gue atau Fauzan?" tanya Marcell.


"Yak elu, "


"Yak udah, lu tidur di kamar gue, nanti gue tidur di sofa lagi, "


Lagi? emang kemarin dia tidur di sofa? - batin Nanda bertanya.


Mereka bermain ponsel membuat dunia mereka sendiri. Tak lama nasi goreng yang di pesan, akhirnya datang. Mereka makan dengan lahap sampai piring bersih.


"Udah kenyang?" tanya Marcell.


"Udah, sana lu bayar, gue tunggu di mobil, " sahut Nanda berjalan pergi.


"Engga berterimakasih, gak apa, nyelonong aja bisa nya pergi tanpa pamit, " gumam Marcell.


Marcell membayar dan segera pergi ke dalam mobil, dan melajukan mobil nya menuju rumahnya.


Sampai di sana, mereka sudah di sambut meriah oleh para asisten rumah tangga di halaman depan.


"Selamat datang den dan nona~~, "


"Aden langsung saja pergi ke kamar, di sana sudah di siapkan semua nya... "


"Biar saya yang membawa koper nya... "


Nanda menyenggol tangan Marcell, "Ini ada apa?" tanya Nanda berbisik.


"Mana gue tau, emangnya gue ada di rumah dari kemarin?" bisik Marcell.


Nanda hanya berdecak pelan, banyak para asisten menghampiri Nanda dan membawa nya menuju kamar secara paksa.


"Mm? "


"Nona Alfarizky, mari masuk ke dalam, saya akan mempersiapkan baju dan keperluan nona di sana, "


N-nona? Masa iya gue dipanggil nona - batin Nanda.


"Kenapa di panggil nona? " tanya Marcell.


"Kan sekarang Nanda sudah jadi bagian keluarga Alfarizky, " sahut Ayah menghampiri mereka berdua.


"Oh, " sahut Marcell singkat.


"Nanda, ayo masuk, di kamar Marcell udah ada keperluan kamu, " sahut Bunda menggandeng tangan Nanda.


"I-Iya, makasih, Cell gue ke kamar dulu, " ucap Nanda.


Marcell hanya mengangguk menanggapi perkataan Nanda barusan, dan Ayah mengajak Marcell untuk berjalan-jalan sebentar.


Para asisten rumah tangga, membawa masuk koper mereka bersamaan dengan Nanda dan Bunda yang masuk ke dalam rumah.


Tumben banget para asisten mau bawa koper-koper ke dalam rumah, biasanya juga gak pernah tuh - batin Marcell bingung.


"Ada apa yah?" tanya Marcell.


"Ayah mau ngebicarain soal Bagas, " sahut Ayah.


Marcell terdiam mendengar nama Bagas.


"Kamu masih ingat kan, kenapa Nanda di culik sebelum kalian menikah?" tanya Ayah.


"Iya, lalu?"


"Kata orang-orang Ayah, Bagas sekarang pindah rumah, ke perumahan Sukamulya tempat orangtua Nanda tinggal, "


"Aku harus apa?"


"Kalo Bagas sampai tau kalian udah pulang ke rumah ini, dia akan bertekad untuk menghancurkan rumah tangga kalian berdua, "


"Jadi, maksud Ayah, kita berdua harus segera pindah, sebelum Bagas tau gitu?" tanya Marcell.


"Iya... "


"Oke, "


"Mm... oke?"


"Iya, oke, nanti aku bicarin sama Nanda, "


"Oh yak udah, bagus lah kalo begitu, "


Anak Ayah sekarang udah besar, gak mau basa basi lagi, mau langsung ke intinya.... semoga anak kalian juga sama kamu cell, asal jangan dingin aja, - batin Ayah Marcell.