My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Curhat bang?



Beberapa hari kemudian, setelah membagikan undangan kepada teman-teman dan guru-guru di sekolah SMA. Nanda dan Marcell berencana pergi ke butik memilih baju pernikahan.


Tak di sangka, ternyata Fauzan, Firza dan Betly akan pulang minggu depan. Tepat sebelum tiga hari pernikahan mereka.


Di rumah kediaman Alfarizky.


"Nanda.. " panggil Marcell dari bawah.


"Apaan?" tanya Nanda yang sedang rebahan di kamar.


"Ayoo, katanya mau ke butik, keburu malem ini, " sahut Marcell.


"Sepuluh menit lagi lah, lagian panas, " sahut Nanda.


"Aahh, ngapain sih harus ke butik segala? dibikin ribet mulu, padahal kasih tau aja pengumuman kalo kita udah nikah semenjak masuk semester dua, apa susahnya sih!!.. iisshh.. " gerutu Nanda.


BRAKK..


"Eh ******!! biasa aja kali buka pintu nya, brak bruk brak bruk, tuh pintu gak ada dosa lu siksa, " sahut Nanda kesal.


Marcell yang tak kalah kesal nya dari Nanda berjalan menghampiri Nanda yang tengah rebahan itu. "Cepetan bangun!! liat jam udah jam berapa!! keburu kesorean, " sahut Marcell menarik-narik kaki Nanda.


"Aahh!! iya iya!! sabar ngapa, " sahut Nanda bangun dan duduk di pinggir kasur.


"Cepetan!! gue tunggu di garasi, " sahut Marcell berjalan keluar kamar.


Blam...


Pintu tertutup, Nanda melihat jam di ponsel nya, "Jam berapa sih sampe tuh anak ngamuk?" tanya Nanda.


"Oohh, jam sembilan.. masih lama lah ******! dari rumah lu ke butiknya Tante Ikne cuma sepuluh menit, semenjak kapan bakal kesorean?!! bikin emosi aja!" sahut Nanda mengoceh sambil melempar bantal ke lantai.


Setelah lama mengoceh gak jelas di kamar sendirian, Nanda pun turun dan berjalan ke arah garasi tempat di mana Marcell menunggu.


Sesampainya Nanda di garasi. Pintu garasi sudah terbuka lebar, dan tanpa sengaja Nanda melihat seorang lelaki yang sedang memainkan ponsel nya sambil memutar-mutar kan kunci mobil di tangan nya.


"Woi, " panggil Nanda sambil mengenakan sepatu putih.


Marcell menengok ke arah Nanda, "Lama amat lu, pingsan lu di kamar?" tanya Marcell kesal.


"Enggak!" teriak Nanda.


"Nggak usah ngegas juga neng, biasa aja, " sahut Marcell.


"Bodo, " sahut Nanda.


Mereka berdua segera masuk ke dalam mobil. Karena hari ini Bunda dan Ayah sedang tidak ada di rumah, jadi Nanda dan Marcell bisa melakukan apa saja.


Sesampainya mereka di butik Tante Ikne.


Saat mereka keluar dari mobil, mereka melihat ada Rara dan Agung yang sedang uwu di pojok sana.


"Ehem, berduaan mulu, gue yang udah sah biasa aja, " sahut Nanda.


"Eehh, hahaha... nggak kok, " sahut Rara kaget langsung berdiri.


"Kalian ke sini mau milih baju buat pernikahan ye?" tanya Agung.


"Bukan, kita mau tawuran, " jawab Marcell dingin.


"Idihh, ndakk, tuh suami lu kenapa?" tanya Rara.


"Hah? suami? sorry saya masih singel, " jawab Nanda.


Marcell yang mendengar nya kesal. "Pulang-pulang gue mutilasi lu, " sahut Marcell kesal.


"Mutilasi mutilasi, gue gantung lu di pohon bambu, " sahut Nanda.


"Udah oi, kalian udah nikah lama, masih aja.. berantem, " sahut Rara.


"Ini nih yang suka ngajak gelut sama gue, " tunjuk Nanda.


"Eehh, sembarangan, lu juga sama, " sahut Marcell.


"Enggak, enak aja, itu elu doang ya, gue gak pernah nyari masalah sama orang, " sahut Nanda membela diri.


"Halah bacot kale gue punya istri, " sahut Marcell.


"Berisik lu! tidur di luar lu malam ini!" tegas Nanda.


Mendengar tidur di luar seketika Marcell menjadi jinak. "Eehh iya sayang iya, aku yang salah, kamu selalu benar, jangan gitu dong sayang... Nanda cantik istri nya Marcell Alfarizky yang ganteng ini.. tega banget sama suami mu yang udah transfer uang 50 jete kemarin, " sahut Marcell dengan suara imut nya sambil mengelus-elus pundak Nanda.


Nanda yang berasal jijik mendengar suara Marcell yang sok imut itu, Nanda pun memberanikan diri untuk melihat ke arah Marcell. Seketika Nanda ingin sekali memukul sesuatu karena melihat wajah imut Marcell yang sedang berusaha membujuk nya.


Wajah Nanda berubah menjadi merah tomat, "Aahh.. a-a-apaan sih lu, bikin malu aja, udah yuk masuk, " sahut Nanda gagap.


"Malam ini aku masih tidur di luar?" tanya Marcell.


"E-e-enggak.. lagian kan kita mau nikah, ngapain juga gue nyuruh lu tidur di luar, udah yuk masuk, cepetan! keburu kesorean, " sahut Nanda.


"Jangan panggil gue sayang! jangan panggil gue dengan sebutan aku kamu! ilfil gue!"


"Oh oke, tapi kalo udah ini, bahasa yang kita gunakan harus beda lagi dong.. kan kita udah nikah.. ya??" tanya Marcell.


"Serah lu dah, assalamu'alaikum, Tante Ikne.. " sahut Nanda.


"Waalaikumsalam, masuk ndakk, cell, " sahut Tante Ikne dari dalam.


Mereka berjalan ke dalam butik. Saat sampai di dalam, Nanda dan Marcell di kejutkan dengan keberadaan Tante Sella yang sedang duduk bersama Tante Ikne sambil minum teh.


"Tante Ikne?"


"Ehh, Marcell.. apa kabar? udah gede, makin ganteng, " sahut Tante Sella memeluk Marcell.


"Alhamdulillah aku sehat Tante, Tante apa kabar? udah lama gak ketemu yah tante, " sahut Marcell.


"Tante alhamdulillah baik, oh ini siapa? kok cantik banget? mirip sama Patmi ini, " sahut Tante Sella melihat ke arah Nanda yang masih bengong.


"Itu memang anaknya Patmi jeng, namanya Nanda, " sahut Tante Ikne membereskan meja.


"Oalaahh.. makin cantik ya... Marcell sama Nanda mau nikah ya?" tanya Tante Sella.


"Iya tante, " jawab Marcell Nanda barengan.


"Aduuhh.. gak nyangkal kalian udah mau nikah aja, oh iya, Agung sama Rara juga nanti nya mau nikah, dua minggu setelah kalian nikah, mereka juga mau, " sahut Tante Sella.


"WHATT?!!" Teriak Nanda tak percaya.


"Yang bener Tante?!" tanya Marcell kaget.


"Iya bener, kalian belum di kasih tau sama Agung atau Rara?" tanya Tante Sella.


Nanda segera berbalik menuju pintu depan. "Eh lu mau kemana?" tanya Marcell.


Tapi Nanda tak menjawab. Rara yang sedang romantis romantis bersama Agung tiba-tiba di teriaki oleh seseorang dari belakang mereka.


"OI, ANAK GAK ADA AKHLAK!! LU MAU NIKAH, TAPI LU GAK BILANG SAMA GUE!! MAIN NIKAH NIKAH AE LU!! MANA RARA?!" teriak Nanda kehilangan kendali.


"Apa sih ndak? ini butik bukan tempat karokean, " sahut Rara.


"EUUHH, MASIH MAIN-MAIN NIH ANAK!! LU MAU NIKAH KENAPA GAK BILANG SAMA KITA-KITA?!!!" Teriak Nanda.


"Berisik oncom, " sahut Marcell membungkam mulut Nanda dari belakang.


"Mmm.. "


"Gue mau bilang, besok.. wee, " sahut Rara.


Agung yang awalnya santai-santai ikut nimbrung. "Kita mau nikah di Paris bukan di indo, jadi maaf aja kalo kita gak bilang, " sahut Agung dingin.


Nanda menggigit tangan Marcell. "Aahhh!! tega banget lu sama suami sendiri!!! tangan gue digigit nj*m, " teriak Marcell kesakitan.


"Eh, lu! titisan dajjal, jangan sok dingin lu ye! jangan mentang-mentang lu mau nikah sama Rara, lu jadi berani sama gue!!" sahut Nanda.


"Ampun teteh jago, ampun.. " sahut Agung bersujud meminta pengampunan ke Nanda.


"Lu jangan seenaknya sama gue! gue di geng motor masih berkuasa, inget itu!!"


"I-Iya teteh jago iya, "


"Berani sama gue sekali lagi! gue gantung lu di pohon cemara!"


"Ampun teteh ampunn, "


"Mmm.. datang lagi nih tomboy nya, " sahut Rara.


"Haha.. untung aja gue gak jadi ngasih dia bodyguard, kalo engga, mungkin Agung udah mati, " sahut Marcell.


"Istri lu tega banget yah sama calon suami gue, " sahut Rara.


"Au ah, lama-lama juga gue kesel sama dia, suka ngancem gue, malak ATM gue, kunci mobil di ambil tanpa izin, main malem pulang subuh, untuk Bunda sama Ayah kagak tau kelakuan menantu nya yang satu ini, " sahut Marcell.


"Curhat bang?"


"Iya curhat, "


"Tapi lu sayang kan sama Nanda?"


"Iyalah, kalo nggak sayang udah gue tinggalin tuh anak di pelaminan sendirian dari pertama nikah, "


"Kalo sayang, langsung aja bikin anak, " sahut Rara.


"Nah itu masalah nya, setiap kali mau malam pertama tuh anak ngehindar mulu, katanya trauma nya kambuh lagi, ini nyelesain masalah gimana sih?" tanya Marcell.


Rara terdiam sambil memikirkan solusinya, ada sesuatu yang terlintas dalam pikiran nya, dan itu teringat akan curhatan Nanda beberapa tahun yang lalu, dan Bagas.