
Beberapa bulan kemudian, hari ini adalah hari terakhir Nanda dan Marcell berada di Bandung. Sudah saat nya bagi mereka untuk kembali ke Jakarta dan melanjutkan hidup sebagai pasutri.
Kelulusan mereka memang sudah 2 minggu yang lalu. Bunda dan Ayah Budi yang bertugas menghadiri kelulusan mereka di Bandung. Mama Patmi dan Ayah Endi masih ada tugas di luar kota.
Di apartemen Nanda Marcell.
"Gimana udah semua?" tanya Ayah.
"Cek lagi, nanti kalo ada yang ketinggalan susah ngambil nya, " sahut Bunda.
"Iyah Bundaaa, " sahut Nanda kembali membuka koper nya untuk mengecek yang ke-10 kali nya.
Marcell keluar dari kamar sambil membawa koper hitam miliknya keluar. "Udah semua cell?" tanya Ayah.
"Udah kok yah, udah Marcell cek belasan kali, " jawab Marcell.
"Oh ya udah, " sahut Ayah memakai sepatu bersiap untuk pergi.
"Hape? cassa? laptop? perlengkapan mandi? udah?" tanya Bunda.
"Udah bundaa.. kita udah cek belasan kali, " jawab Nanda dan Marcell barengan.
"Bunda cuma takut ada yang ketinggalan aja, " sahut Bunda.
Setelah selesai, mereka semua keluar dari apartemen mereka dan sekarang mereka menuju tempat parkir.
Marcell memasukkan koper-koper itu ke dalam bagasi mobil nya. Bunda kembali menghampiri mereka berdua.
"Gak ada yang ketinggalan kan?" tanya Bunda.
Ini kesejuta kali nya Bunda bertanya. Nanda dan Marcell hanya bisa menghela napas panjang dan hanya menggeleng pelan.
"Eh bentar, " ucap Ayah tiba-tiba.
Mereka bertiga segera melihat ke arah Ayah Budi yang seperti nya kebingungan mencari sesuatu di saluran celananya.
"Kenapa yah?" tanya Bunda.
"Dompet Ayah ketinggalan, " jawab Ayah.
Nanda dan Marcell hanya saling melihat. "Tuh kan, tadi Bunda bilang suruh cek lagii.. ya ampun, ya udah kita kembali lagi ke sana.." sahut Bunda.
"Maaf, ya udah yuk, " sahut Ayah jalan duluan.
"Kalian berdua, tunggu di sini yah, Bunda sama Ayah mau ambil dompet, sebentar, " sahut Bunda.
"Iya bund, " jawab Nanda Marcell bareng lagi.
Setelah kedua orang tua mereka pergi dari tempat parkir menuju kamar mereka, karena ada yang tertinggal katanya. Nanda dan Marcell hanya duduk di dalam mobil sambil menunggu mereka kembali.
"Gak kerasa yah, udah lulus aja, " ucap Nanda melihat keluar jendela.
Marcell melihat Nanda, "Nah kan gue bilang apa, gak kerasa udah lulus aja, lu gak percaya sih sama ucapan suami lu yang ganteng ini, " sahut Marcell.
"Idihh.. jangan ge-er deh lu, mentang-mentang bener sekali, " sahut Nanda.
"Yee, emang omongan cewek trus yang bener,.. kali-kali omongan cowok bener, main rebut aja, " sahut Marcell.
"Serah lu dah, capek gue ngomong sama lu, " sahut Nanda.
"Oke... ehem.. lu gak lupa kan sama perjanjian kita?" tanya Marcell.
"Perjanjian apa?" tanya Nanda tak ingat.
"Masa lupa, gak mungkin lu lupa, "
"Gue beneran lupa beg0, cepetan kasih tau, "sahut Nanda.
"Oh oke, kita pernah sepakat kalo udah lulus kuliah kita akan mulai jadi suami istri yang bener, trusss.... "
Marcell mendekat ke arah Nanda, "Setelah pulang ke Jakarta, bersela satu minggu, gue minta jatah, karna gue udah kasih lu waktu untuk penyembuhan kurang lebih 4 tahun, " bisik Marcell di telinga Nanda.
Mata Nanda tiba-tiba melotot dan wajahnya memerah, semerah udang rebus. "Lu... " Nanda tak bisa berbicara satu kata pun.
"Kenapa? lu belum siap? atau nanti perlu pemanasan dulu?" tanya Marcell sambil tersenyum tipis.
Marcell semakin mendekat. "Heyy!! kalian ayoo pergii!!" teriak Bunda dari luar mobil.
Marcell tersentak kaget, dengan cepat dia menjauh dari hadapan Nanda. Marcell kembali ke tempat duduk nya dan siap untuk menyetir. Saat Marcell akan melihat mobil Ayah nya yang ada di samping. Tiba-tiba ada seorang wanita yang mengintip lewat jendela.
"Astagfirullah!"
Marcell membuka jendela mobil itu, "Bunda ngapain?" tanya Marcell.
"Kalian habis ngapain? hayoo... kalian tadi ngapain??" tanya Bunda menggoda.
"Gak ngapa ngapain.. iya kan ndak, " sahut Marcell.
"Iya, cuma tadi kita lagi liat status Rara sama Agung, " sahut Nanda.
"Mm? emang Rara sama Agung udah pulang?" tanya Bunda.
"Udah, katanya mereka udah pulang 2 minggu lalu, jadi sekarang mereka ada di Jakarta, di rumah Agung, " sahut Nanda.
"Oh gitu, kalian juga ayo pulang, " sahut Bunda.
"Iya Bunda, " sahut Marcell.
Huuhh, untung aja, sebelum pulang, gue nanya dulu sama Rara, untung aja gue bisa jawab kalo Rara sama Agung udah ada di Jakarta, mana punya suami main lempar aja, - batin Nanda lega.
Haahh untung aja istri gue pinter ngomong, kalo engga bisa bahaya ini.. bisa-bisa ada yang ganggu lagi, - batin Marcell.
Mobil milik Ayah Budi sudah mulai berjalan keluar dari tempat parkir yang ramai ini. Mobil Marcell pun ikut berjalan.
.
.
.
.
.
Di mobil Marcell.
Nanda yang sudah capek, tertidur di dalam mobil. Untung nya, Marcell membawa bantal kecil sebagai tempat bersandar nya kepada Nanda.
ting.. ting.. ting...
Marcell hanya melihat dan mendengar suara notifikasi dari ponsel Nanda, mungkin Nanda lupa mematikan data seluler saat dia berhenti bermain ponsel.
ting.. ting.. ting..
"Etdah tuh hape.. berisik amatt, siapa sih yang ngechat?" gumam Marcell kesal karena kehilangan fokus mendengar suara notifikasi itu.
ting.. ting.. ting....
"Lama-lama gue banting tuh hape, " gumam Marcell kesal.
Nanda terbangun dari tidur nya karena suara notifikasi dari ponsel nya yang mengganggu.
"Siapa tuh yang ngirim pesan? ganggu orang aja, " sahut Marcell.
Nanda mengambil ponsel miliknya dari tas. Nanda mulai membuka whatsapp, inti dari berisik nya ponsel.
...Line...
97 jalan berkah
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Lukman
Agung
Mana? gue minta lah
Angga
Bukan cuma lu, gue juga mauuu
Ihsan
Nj*yy oleh-oleh, maauuu
Rara
Datang ke rumah Agung, kita lagi pewe ke rumah lu man
Lukman
Punya kawan gak ada akhlak, gue baru balek dari Surabaya,
Dinda
Oh
Angga
Ayank gueeππ
Dinda
Apa sayang? π
Rara
Jijik ih
Agung
Seketika perut gue jadi mual
Angga
Ayank ada yang iriππ
Dinda
Masaa sih? @Rara lu iri sama ke-uwuan kita?
Rara
Njiss, enggak yah makasih, kita sekarang bulan anak SMA lagi yang sibuk nyari jodoh, gue sekarang udah punya suami jadi buat apa gue iri? gak!
Lukman
Cakeeppp
Putri
Hai Everwatd
Dwi
Hai juga Puttt
Dinda
Lah dwi udah masuk? kapan? kok gue gak tau?
Rara
Iyalah, sekarang gue admin nya.. gue berkuasa.. Ahahahaha!!!
Ihsan
Keluar ah, takutt
Agung
Lu kalo keluar, tauran sama gue
Ihsan
Hayu lah gaskeun
...Ihsan keluar dari grup 97 jalan berkah...
Agung
Nj*mm beneran ini mah ngajak tauran
Lukman
Pinter kali kau san
...Agung menambahkan Ihsan...
Ihsan
Hayuu gung, katanya mau tauran, gaskeunn
...**Ihsan keluar dari grup 97 jalan berkah...
...Agung menambahkan Ihsan**...
Ihsan
Hayu agung
...Ihsan keluar dari grup 97 jalan berkah...
...**Agung menambahkan Ihsan...
...Ihsan keluar dari grup 97 jalan berkah**...
Dinda
Woy, jangan keluar masuk!!
Putri
@Rara, kunci grup nya trus masukin Ihsan.
Rara
Okeh
Hanya admin yang dapat mengirim pesan
...**Rara telah menambahkan Ihsan...
...Agung keluar dari grup...
Rara**
Gblk kok jadi suami gue yang keluar? ini gimana ceritanya sih??
...Rara menambahkan Agung ...