My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Kaget!!



"Mau makan apa? Biar gue yang pesenin.. " sahut Marcell.


"Baso aja deh... " jawab Nanda gercep.


"Tanpa basa basi lu langsung minta yahh.. " sahut Marcell tersenyum.


"Gue males basa basi... "


"Yak udah bentar gue pesenin dulu.. " sahut Marcell sambil berjalan pergi.


Nanda kembali melihat ke arah lapangan, melihat pemandangan indah, para pemain basket berkeringat dan itu sangat mempesona bagi Nanda.


"Woy!! Lu lagi liatin apaan sih sampe terpesona kayak gitu?" tanya Marcell sambil membawa nampan ditangannya.


"Tuh, gue lagi ngeliat anak basket, mereka ganteng-ganteng... " jawab Nanda.


Marcell duduk di depan Nanda, dan memberikan makanannya.


"Kalo nggak salah lu anak basket juga?" tanya Nanda.


Marcell hanya mengangguk pelan, sedang menikmati baso jangan ganggu.


"Lu masuk lomba?" tanya Nanda.


"Iyaaa, emangnya kenapa, mau nyemangatin nanti?" tanya Marcell.


"Nggak siapa juga yang mau nyemangatin anak orang... " sahut Nanda santai.


"Lu bentar lagi kan mau jadi istri gue, yah wajib dong... " sahut Marcell.


"Kita bakal nikah 4 bulan lagi... yah dibawa santai dikit napa sih.. " sahut Nanda.


"Mmm... Sama aja.. " sahut Marcell yang sedang mengelap mulutnya dengan tisu, baru selesai makan.


"Udah ini lu mau kemana?" tanya Marcell.


"Gue mau langsung balek ke kelas, capek gue nungguin lu terus dari tadi... " sahut Nanda yang masih makan.


"Yah.. maaf, lain kali kalo gue nggak dateng ku makan duluan kek apa kek.. " sahut Marcell.


"Iya.. Iya... " sahut Nanda.


"Nanti pulang sekolah gue langsung ke rumah lu aja... "


"Lah napa? Nggak akan langsung pulang?" tanya Nanda.


"Nggak, Bunda sama Ayah kayaknya lagi di rumah lu, ya udah... " jawab Marcell.


Nanda hanya mengangguk pelan, paham.


Marcell masih melihat Nanda yang manis sedang makan baso di depannya, terkadang juga dia tersenyum melihat nya karena gemes sendiri dan manis akan senyuman nya itu.


Bikin greget banget sih nianak... Astagfirullah dasar penggoda kecil... - batin Marcell.


"Napa lu ngeliatin gue kayak gitu? Gue cantik ya... Udah tentu gue mau selalu cantik... " cibir Nanda santai.


"Dihh, sape lu?.. " sahut Marcell.


"Alaahh nggak usah sok... Gue walah lagi makan selalu merhatiin orang sekitar kale.. " sahut Nanda.


"Beres?" tanya Marcell.


"Belum.. "


"Lah terus apa lagi yang lu mau?"


"Yah keliatan nya gue udah beres makan apa belum.. Make nanya lagi... "


"Gue nanya baik-baik, biasa aja kale ngejawabnya, "


"Yuk ahh cabut, pusing gue diliatin mulu sama siswa-siswi lain... Bikin naik darah... " ucap Nanda seraya berdiri.


Marcell pun ikut berdiri dan berjalan berdampingan pergi dari kantin.


"Kenapa sih mereka, kayak yang belum pernah liat orang jalan berduaan aja?" gumam Nanda kesal.


"Mereka ngeluarin gue... Karna gue nggak pernah jalan bareng sama siswi lain selain elu... " sahut Marcell.


Disepanjang koridor banyak siswa-siswi yang melihat Nanda dan Marcell berjalan berdampingan seperti melihat pasangan kekasih.


Setelah sampai di pintu kelas masing-masing, "Nanti pulang sekolah, gue tunggu ku di parkiran... " ucap Marcell.


"Iyaa... Nanti jangan dulu pulang, gue mau ke apotek dulu.. " sahut Nanda berjalan pergi masuk ke dalam kelasnya.


Marcell tak bisa menjawab karena Nanda sudah duluan nyelonong masuk ke kelasnya begitu saja, tanpa menoleh ke belakang sedikit pun.


"Mau jadi istri orang, tapi masih aja kelakuan nya kek gini... " gumam Marcell.


Untung aja tuh anak imut.. kalo nggak imut mau gue lempar dia... - batin Marcell.


Dan dia pun berjalan pergi menuju kelasnya dan melanjutkan belajar.


.


.


.


.


.


DING... DONG... DING... DONG


Bel sekolah telah berbunyi itu artinya ini waktu nya kembali ke habitan mereka masing-masing, begitupun Nanda dan teman-temannya.


"Ndak... Pulang bareng kuy.... " ajak Dinda.


"Nggak makasih, gue sekarang pulang bareng Marcell... Duluan yah bye.. " sahut Nanda pergi menuju parkiran.


"Yak udah kalo gitu... Ra lu ada rencana?" tanya Dinda.


"Nggak ada, emang kenapa?" tanya Rara yang masih mengemas barangnya.


"Ikut gue ke cafe yuk, gue lagi butuh angin segar... " sahut Dinda.


"Yak udah ayok, gue juga lagu butuh angin, apalagi kalo jam sore-sore kek gini... Wah mantapp.. " sahut Rara senang.


Dinda dan Rara pun pergi dari kelas menuju parkiran karena mereka bawa motor masing-masing.


Diparkiran


Marcell masih menunggu Nanda yang tak kunjung datang.


"Kemana sih, udah lama gue nunggu dia lagi.. " gumam Marcell kesal.


Tiba-tiba ada tangan yang memegang pundak Marcell dari belakang, Marcell tersentak kaget dan dia melirik kebelakang pelan-pelan dan...


"Woyy!!"


"Gimana kaget gak?" tanya Nanda.


"Nggak... " jawab Marcell dingin sambil membukakan pintu mobil.


"Lah terus tadi apa dong.." sahut Nanda.


"Udah buruan masuk... " sahut Marcell dingin.


Tanpa bertanya apa pun dia langsung saja masuk ke dalam mobil, dan Marcell pun ikut masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobil nya keluar dari lingkungan sekolah.


"Lu beneran nggak kaget tadi?" tanya Nanda, masih dengan pertanyaan yang sama pless konyol.


"Nggak emangnya kenpa?" tanya Marcell yang fokus dengan jalanan.


"Yak gue mau bikin sesuatu yang bisa bikin lu kaget histeris... " jawab Nanda.


Marcell melihat ke arah Nanda dengan wajah datarnya. "Belum juga jadi istri gue, lu udah mulai macem-macem... " ucap Marcell.


"Yak bagus dong, nanti kalo udah nikah, gue mau bikin lu kaget terus, sampe nggak bisa di lupain seumur hidup.. " jelas Nanda dengan rencana nya.


"Nggak akan pernah terjadi... "sahut Marcell.


"Kenapa nggak akan pernah terjadi, emangnya lu bakal ngapain?" tanya Nanda.


"Nggak jadi.. " sahut Marcell dingin.


Kini mereka hanya bisa hening di dalam mobil tanpa ada yang berbicara sedikit pun setelah perbincangan tadi.


"Marcell berentii.... " teriak Nanda.


Ckiitt...


Marcell pun ikut kaget dengan suara Nanda, dia langsung saja ngerem mendadak, tapi untungnya gak terjadi kecelakaan karna kawasan apotek nggak terlalu banyak kendaraan yang lewat maupun pejalan kaki.


"Kenapa lu minta berenti mendadak sih... " ucap Marcell kesal.


"Yak lagian apoteknya kelewat... " jawab Nanda.


"Oh iya, gue lupa kalo dia mau mampir dulu ke apotek, dasar kenapa bisa lu sendiri sih... Hadeh.. " gumam Marcell.


"Lu mau dibeliin apa di apotek?" tanya Nanda yang sudah ada diluar mobil.


"Nggak usah, " jawab Marcell.


Nanda langsung berjalan pergi ke apotek dan Marcell keluar dari mobil memperhatikan Nanda.


Tak lama Nanda kembali dengan membawa sebuah kantung plastik putih.


"Lu beli apa?" tanya Marcell.


"Kepoo, ini urusan wanita... " jawab Nanda.


Mendengar 'urusan wanita' Marcell tak mau lagi bertanya karena malu, dia langsung saja masuk ke mobil dan mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang agar terhindar dari kecelakaan.


Sesampainya mereka di rumah Nanda. Marcell melihat mobil milik ayahnya terparkir di depan gerbang.


"Itu mobil siapa?" tanya Nanda.


"Itu mobil bunda sama ayah.. " jawab Marcell.


Marcell memarkirkan mobil hitam miliknya di depan mobil ayahnya. Setelah itu mereka langsung saja masuk ke dalam rumah.


"Assalamu'alaikum.. "


"Waalaikumsalam.. "


"Nah datang juga nih, Anak-anak yang kita tunggu-tunggu.... " ucap Tante Shera.


"Iya Tante, " sahut Nanda.


"Bunda... Tante... " sahut Marcell dan duduk di samping bundanya.


"Ndak... Ajak Marcell ke kamar kamu... Mamah mau ngomong sesuatu yang penting sama tante Shera... " suruh mamah Nanda.


"Iya mah.... Cell yuk ke atas, sekalian mabar.. " ajak Nanda. Marcell langsung menghampiri dan menaiki tangga satu persatu menuju kamar Nanda.


Setelah masuk, Marcell melihat kamar Nanda yang bagus, dengan desain yang sempurna untuk anak remaja perempuan.


"Bagus juga yak kamar lu ndak.. " ucap Marcell kagum.


"Iya dongs, pasti... " sahut Nanda.


Bagaimana Marcell tidak kagum, dia melihat kasur besar dengan sarung yang pas dengan warna cat kamar, ada hiasan bintang laut, dan ada meja rias di dekat kasur, lampu tidur yang berwarna putih cocok sekali dengan dengan suasana kamar ABG seperti Nanda.



"Dipuji dikit sombong.. " cibir Marcell.


"Hehe... Udah ahh, sini naek ke kasur.. " ajak Nanda.


"Nggak papa nih, gue naik ke kasur?" tanya Marcell takut.


"Nggak papa kale, ghe udah sering kok ajak laki-laki lain main di kamar gue... Dan hampir setiap kale ketemu gue ajak tidur bareng.. " jelas Nanda.


"hah!! Siapa?" tanya Marcell.


"Adik gue... Heheh... " jawab Nanda cengengesan.


"Dasar... " gumam Marcell.


Marcell langsung saja menghempas tubuhnya di atas kasur yang tampak enak.


"Wahh enak baner yak ini kasur... " ucap Marcell.


"Mm... " jawab Nanda singkat.


"Lu lagi ngapain sih mojok?" tanya Marcell.


"Gue lagi ngecas HP, dari tadi nggak masuk-masuk.. " jawab Nanda.


Marcell langsung menghampiri Nanda untuk membantunya. "Mana sini liat... " ucap Marcell.


Nanda langsung berpindah posisi, "Ini tuh hp gue yang rusak, casan nya yang rusak atau listrik nya mati?" tanya Nanda.


"Kalo HP nya nggak rusak, sama casan nya juga... Ini baru yah?" sahut Marcell.


"Iya ini casan baru kemarin beli.. " jawab Nanda.


"Coba lu nyalain lampu, " ucap Marcell.


Nanda langsung berlari ke arah saklar dan bener saja listrik nya mati.


"Anj*r tau gini gue nggak usah ngamuk-ngamuk... " ucap Nanda kesal.


"Hahahaha... Makanya bos, liat dulu listriknya, " sahut Marcell tertawa.


Tak lama dari kejadian itu kini Marcell dan Nanda sedang bermain mobile legends bam-bam.