
Setelah perjalanan yang panjang, akhirnya Nanda berhasil di bawa ke rumah sakit dengan selamat.
Kini semua keluarga sedang menunggu hasil dari dokter yang sedang memeriksa Nanda di dalam.
Marcell yang sangat khawatir hanya bisa duduk dengan hati yang sangat tidak tenang. Sebenarnya kenapa Nanda bisa sampe sakit perut seperti itu? Padahal cuma jatuh aja? Ya kan? Tapi kenapa dia sampe nangis nahan sakit??? Pertanyaan yang begitu banyak yang ingin Marcell cari jawaban nya secepatnya.
Semua keluarga hanya berharap semoga tak terjadi apa-apa dengan Nanda. Firza dan Fauzan tak bisa berhenti berjalan ke sana kemari karena sangat cemas dengan keadaan kakak perempuan nya itu.
Tak lama pintu terbuka, dan keluar lah sang dokter yang memeriksa Nanda di dalam.
Semua keluarga segera berdiri dari duduk mereka dan menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana dok hasil nya?" tanya Ayah Budi.
"Gak terjadi apa-apa kan sama anak saya?" tanya Mama Patmi.
Semua orang menunggu jawaban dari dokter itu. Dokter itu hanya bisa menghela napas panjang.
Mendengar itu tiba-tiba Bunda sudah nangis histeris, ada apa dengan menantu saya? Apa yang terjadi?
"Bapak ibu... semua nyaa... "
"Kenapa dok?" tanya Betly.
Dokter itu kembali menghela napas panjang. "Pak dokter bisa gak sih langsung aja kasih tau kenapa sama kakak gue? Hah? Lama amatt!" sahut Betly kesal.
Firza segera membawa kakak Betly menjauh sedikit dari kerumunan itu. "Sabar kak sabar, " sahut Firza.
"Yah kesell.. Dari tadi di tanya kenapa kenapa, malah ngehela napas mulu... ngajak ribut!" sahut Betly.
Firza kemudian mendudukkan Betly di kursi. Dokter yang kaget hanya bisa melihat Betly.
"Begini bu... keadaan Nanda sebenarnya nya... Haahh, "
"Tuh kan ngehela napas lagii... euuhh nuh dokter bener-bener ngajak ribut, " sahut Betly kesal.
"Sabar kak sabar kak, zan bantuin zan, " sahut Firza butuh bantuan.
Fauzan datang dan membantu Firza menenangkan kakak Betly.
"Beginii.. keadaan Nanda sebenarnya baik-baik saja.. "
"Alhamdulillah, " sahut semua bersyukur.
"Dan satu lagii... "
"Ada apa dok?" tanya Mama Patmi.
"Selamat, Nanda sedang mengandung, " sahut dokter itu tersenyum lebar.
"Aaahhhhh... "
Semua terkejut dan bersyukur mendengar kabar bahagia ini. Betly yang tadi marah-marah langsung berubah menjadi tangisan bahagia.
"Aahhh, gue jadi autiii, " sahut Betly.
Mamah Patmi dan Bunda menangis bahagia. Ayah Endi dan Ayah Budi saling berpelukan.
Gubrakk
Marcell yang hendak berdiri, tiba-tiba terpeleset mendengar berita kalau Nanda sedang mengandung anaknya.
Semua orang yang bahagia berhenti seketika mendengar suara ada yang jatuh. Betly yang sedang menangis bahagia, air mata nya berhenti mengalir melihat kakak laki-laki tiba-tiba terjatuh.
Firza berjalan menghampiri kakak nya itu. "Biasa aja kak kaget nya, gak usah pake acara jatuh segala, " sahut Firza membantu kakaknya berdiri.
Marcell berdiri dan merapihkan baju nya dan juga rambut nya yang acak-acakan.
"Boleh kami masuk pak?" tanya Bunda.
"Oh iya iya silahkan, tapi jangan berisik, karena Nanda sedang istirahat, " ucap dokter.
"Oh iya iya, " sahut Bunda.
Mereka sekeluarga masuk ke dalam untuk melihat keadaan Nanda dan juga calon debay (dede bayi)
"Ayoo kak masuk, " sahut Firza mengajak kakak nya untuk masuk.
"I-iya iya, ayoo, " sahut Marcell.
Marcell masih kaget setengah mati mendengar kabar bahagia ini.
Saat masuk, Marcell melihat seorang wanita yang sedang tidur di atas ranjang pasien dengan tangan nya yang di infus, matanya masih tertutup rapat, entah apa yang dia mimpikan sampai tak mau bangun dan kembali ke dunia nyata.
Dokter itu masuk dan mengambil berkas penting yang tertinggal di meja. "Oh iya dok, Nanda sudah berapa lama mengandung?" tanya Betly.
"Sekitar 3 minggu, kurang lebih 3 minggu, " jawab dokter itu tersenyum.
"Aahh, hampir satu bulann, " sahut Bunda.
"Kalau begitu saya permisi dulu pak bu, " ucap dokter pamit.
"Iya, " sahut semua orang kecuali Nanda dan Marcell.
Setelah melihat Nanda yang masih belum sadar sadar Ayah Endi membawa semua keluarga nya untuk makan besar di hari yang sangat bahagia ini.
"Ayoo anak-anak, gimana kalo kita sekarang makan-makan? Ayah Budi yang traktir, " sahut Ayah Endi.
"Setuujuuu, " teriak Betly, Firza dan Fauzan.
"Heii, berisik, " sahut Mama.
"Ups, sorry mah, " sahut Betly menutup mulut kedua adik nya itu.
"Bukan mulut gue, mulut lu tuh, " sahut Fauzan menyingkirkan tangan Betly dari mulut nya.
"Tau, malah mulut gue yang lu bungkem, " sahut Firza.
"Hem, anda bener-bener yah... malah saya yang bayar, " sahut Ayah Budi.
"Ahahaha, kali-kali, " sahut Ayah Endi tersenyum lebar sambil menepuk pundak pelan.
"Haahh.. ya udah ayoo.. karena sekarang lagi ada kabar bahagia iniii.. Ayah traktir kalian semua makan-makan, " sahut Ayah Budi.
"Ayoo, " teriak Firza.
"Jangan berisik, " sahut Bunda.
"Eh, maaf bun, " sahut Firza.
Mereka semua pamit kepada Marcell untuk pergi makan di luar, tapi Marcell harus menjaga Nanda.
Blam..
Setelah mereka pergi, Marcell berjalan menghampiri Nanda yang masih tidur. Marcell duduk di kursi yang sudah di siapkan.
"Lu beneran hamil?... masa iya gue jadi papa muda? masih gak percaya gue, " gumam Marcell.
"Haahh,, kenapa sih, setiap gue liat elu, hati gue tiba-tiba tentram, tenang, gak gelisah... padahal tadi gue gelisah, khawatir sama keadaan lu... sama... gue gak masalah mau papa muda kek mau disebut apa sama orang, gue sama sekali gak peduli... asalkan lu tetep ada di sisi gue ndakk, " gumam Marcell.
Saat Marcell akan mencium kening Nanda, tiba-tiba mata Nanda terbuka dan itu berhasil membuat Marcell kaget sampai terjatuh.
"Astagfirullah, "
Bruukk..
"Aduhh, kepala gue sakitt, " sahut Nanda berusaha bangun.
Nanda melihat Marcell yang ada di bawah dengan rambut yang acak-acakan. "Lu ngapain sih? Bukannya bantuin gue bangun, malah tiduran di bawah, " sahut Nanda.
"Kaget guee.., " sahut Marcell berdiri.
"Kaget kenapa lu?"
"Bukan apa-apa, "
Marcell membantu Nanda untuk bangun dari tidur nya dan menyenderkan tubuh Nanda di bantal.
"Aduh ini kenapa sih tangan gue oake di tusuk tusuk segala pake jarum? Emang gue sakit apaan sih cell?" tanya Nanda kepada Marcell.
"Gak inget lu, sama tadi siang?"
"Gue inget kok, tiba-tiba gue sakit perut, trus di bawa ke rumah sakit pake ambulan, nah terus itu... gue lupa, " sahut Nanda.
"Mm, lu--"
"Oh iya cell tadi gue mimpi indaaahhh bangettt, " potong Nanda.
"Mimpi apaan?"
"Gue juga gak ngerti, cuma yah di mimpi gue itu.... gue ketemu sama anak kecil, trus anak itu manggil gue mamah.. lucuu bangettt sumpah, jadi pengen punya anak deh nj*rrt, " sahut Nanda.
"Lu emang bakal punya anak, "
"Maksud lu?"
"Lu lagi hamil ndak, "
"Hah? Apa? kapan gue hamil?" tanya Nanda.
Marcell menghela napas panjang, "lu sekarang lagi hamil ndakk.. Nanda Nusyrandii, " sahut Marcell.
"Oh my god, jadi mimpi gue itu bukan sembarangan mimpii ternyata... " sahut Nanda.
Lah tumben nih anak gak panik - batin Marcell.
"Aahhh... Marcell gue hamil anak siapa sih?" tanya Nanda.
"Anak setann, "
"Aahhh gblk, auto gugurin, "
"Heh heh, sembarangan kalo ngomong... lu lagi hamil anak gue, " sahut Marcell.
"Oh anak elu, wah ganteng dong, "
"Iya atuh, mirip sama bapak nya, "
"Nah iya iya... eh apaan sih lu, " sahut Marcell.
"..... "
"..... "
"Jadii, gue udah hamil berapa lama?" tanya Nanda.
"Kata dokter sih, kurang lebih 3 minggu, " jawab Marcell.
"Haahh, jadi gue hamil udah lama banget yah, haha, sumpah ini buat gue kecepetan, "
"Dan jugaa.. "
"Apa?"
Marcell mendekat ke arah Nanda dan merangkul pundak Nanda. "Gue bahagia, " sahut Marcell sambil tersenyum manis.
Nanda hanya melihat mata Marcell, mata nya beralih ke senyuman Marcell yang terlukis indah.
Arrrggghhh kenapa sih gue punya suami sempurna bangett? sumpaahh tuh senyuman ngajak di halalin, eh kan udah halal, bodo bangett sih gue- batin Nanda salting.
***
Sementara itu di balik pintu kamar.
ckrekk.. ckrekk.. ckrekk..
"Yang bener woi, jangan blur, "
"Iya iya gue tau, "
"Kasih efek yang bagus dikit, kan lumayan buat kenang-kenangan, "
"Iya iya, bacot kalian, berisik tau.. kenapa gak pake hape kalian aja sih? kan hape kalian ada kamera tiga, " tanya Betly.
"Hape nya gak ada efek yang bagus, " sahut Fauzan.
"Pantesan pp whatsapp lu jelek semua.. xixixi, bukan bermaksud nyindir saya yah boss, " sahut Firza
"Lebih bagus gak pake efek, dari pada cantik atau ganteng tapi hasil efek, " sahut Fauzan.
"Trus nanti pas minta ketemuan, ehh malah zonk, " lanjut Betly.
"Kok gue berasa kesindir ya?" tanya Firza.
"Makan toh, " sahut Betly.
Saat mereka sedang fokus mengambil foto kakak mereka yang sedang bermesraan di dalam kamar, tiba-tiba datang seorang perawatan dan meneriaki mereka seperti penguntit.
"Heii! Kalian ngapain?!" teriak perawat itu.
Saat mendengar suara seseorang dari belakang, Betly dan yang lain langsung kabur dari tempat itu sambil membawa hasil poto.
Perawat itu berlari ke arah mereka, tapi sayang, lari mereka begitu sangat cepat, sampai-sampai perawat itu kecapean.
"Waah bener-bener, mereka habis ngapain sih? sama mereka jugaa... kayak poto-poto gitu lagi? siapa sih mereka?" gumam perawat itu sambil melihat ke arah kaca pintu kamar Nanda.
"Oalahh, romantis bangett, aahhh... kapan ku kayak mereka? Mengsedih sekali nasib ku yang tak punya suami, eh boro-boro suami, pacar pun ku tak punyaa.. hiiihh, " ucap nya dengan wajah sedih melihat kemesraan Nanda Marcell di kamar dan berjalan pergi.
End
Ahaha candaa🤣