
"Lah kan gue yang nyanyi kok malah elu yang malu, sangat membingungkan, " sahut Putri dan lanjut menyanyikan lagi perfect.
"Au ahh.. " sahut Nanda merasa bodoamat.
"Gelap.. " sahut Rara.
"Terang.. gak liat lu banyak cahaya sang mentari yang menyinari kamar UKS ini.. " sahut Nanda.
"Gelap bestieh itu mah gelap.. " sahut Dinda.
"Iya-in ajalah.. capek gue debat.. " sahut Nanda.
Sementara itu di sisi lain Marcell tak peduli dengan kebisingan di dalam UKS itu dia terus makan roti sampai kenyang, bahkan bagian Nanga pun dia makan tanpa sepengetahuan Nanda.
Tangan Nanda pun meraba-raba untuk mengambil roti tapi sayang dari tadi tak mendapatkan apa-apa. Nanda pun menengok ke arah kasur.
"Mana roti gue?" tanya Nanda lalu melihat Marcell yang hanya minum air mineral dengan santainya.
Marcell pun kembali melihat Nanda, "Apa?" tanya Marcell.
"Dasarr.. wajah tanpa dosa lu, " sahut Nanda.
"Mamih.. minta duit.. " sahut Lukman menampakan tangannya di paha Nanda.
"Apaan nih tangan.. gue aja gak di kasih uang sama Marcell.. " sahut Nanda.
"Suami apaan nih miskah? istri sendiri gak di kasih yang.. " sahut Ihsan.
"Ckckckck.. " sahut Angga berdecak.
"Parah lu cell.. " sahut Agung.
"Enak aja.. liat tuh di ATM lu gue udah masukin beberapa uang ke ATM lu, " sahut Marcell.
"Hah? kan ATM gue di blokir sama ayah.. " sahut Nanda.
"Udah gak di blokir, sama itu.. gue juga udah isiin, serah lu mau abisin sekarang juga, gak rugi, " sahut Marcell.
"Mm.. orang kaya.. " sahut Putri.
"Biasalah anak Sultan, " sahut Ihsan.
"Enak banget lu hidup, " sahut Rara iri.
"Menyimak obrolan olang kaya, " sahut Lukman.
"Cell minta minum, " sahut Angga.
"Iya sok, " sahut Marcell.
"Berapa yang lu isi di ATM gue?" tanya Nanda.
"Sedikit.. limabelas juta... " sahut Marcell.
"Pfffttt... g*bl*k dikit.. " sahut Angga.
"Iiihh jorok banget lu.. " sahut Rara.
"Basaahh seragam gue.. " sahut Putri.
"Ayank gak papa kan?" tanya Dinda.
"Maaf maaf.. iya yank gak papa, cuma kaget dikit gara-gara anak Sultan yang satu itu bilang limabelas juta.. " sahut Angga.
"Hahaha.. makanya lu kerja di perusahaan bokap nya.. biar ketularan kaya.. " sahut Ihsan tertawa.
"Pala lu kerja di sana.. gue masih sekolah lagian orang yang kerja di sana pinter-pinter semua lulusan S1, sedangkan gue masih SMA.. " sahut Angga.
"Coba aja lamar dulu, " sahut Agung.
"Lamar apa?" tanya Dinda.
"Lamar kamu ayank, aku mau ngelamar kamu.. " sahut Angga.
"Aaahh ayank maahh.. " sahut Dinda malu dan memukul pelan pundak Angga.
"Aww ayank unyuu.. " sahut Angga.
Semua yang ada di dalam UKS diam tak berkutik hanya melihat dua makhluk yang sedang uwu di depan mereka.
"Gelay.. " gumam Nanda.
"Apa sih ndakk.. lu jangan cemburu, lu juga bisa kale uwu sama Marcell.. " sahut Dinda.
"Gelay gue liat kalean berdua.. serasa ingin sekali nabok.. " sahut Nanda.
"Sadiss.. " sahut Agung.
"Gayss.. Dinda unyuu banget kan?" tanya Angga sambil mencubit kedua pipi Dinda.
"Iya.. saking unyu nya gue jadi pengen nabok muka kalea.. " sahut Rara.
"Jangan nj*rr nanti kegantengan gue hancur seketika.. " sahut Angga menegang muka nya sendiri.
"Makanya jangan suka nyebar ke-uwuan.. " sahut Rara.
"Cieee.. cemburu... gung jadian lagi.. " celetuk Lukman.
"Nj*mm.. seremm.. " sahut Lukman.
"Hahaha.. makanya.. jangan suka asal ngomong.. " sahut Putri.
"Eh btw gimana kabar lu sama dwi?" tanya Dinda.
"Oh iya.. gimana lu udah nembak dia?" tanya Nanda.
"Kagak jadi.. gara-gara kalian para kaum adam gak mau bantu gue.. gue harus pdkt dulu sama kunti.. " sahut Lukman.
"Kunti?" tanya Nanda.
"Itu kakaknya.. lerry.. kemarin gue nyamper dwi mau ajak jalan-jalan malam, ehh yang datang malah kakaknya, mana dia pake dress putih, rambut panjang, terus dia lagi pake skincere, " sahut Lukman.
"Truss gimana?"
"Tapi lu jadi kan ajak dwi jalan-jalan?"
"Yah kagak lah.. gue auto lari.. gue pikir itu kunti beneran.. " sahut Lukman.
Semua orang tertawa kecuali Lukman yang manyun bebek. "Sorry kemarin malem gue di ajak sama Putri ke toko kucing.. ya udah, sorry sorry.. " sahut Ihsan merasa bersalah dan terus tertawa.
"Tuh anak nelpon gue malem-malem mana gue lagi ada acara keluarga lagi, bikin malu.. " sahut Agung.
"Ya maaf, gue kan gak tau, " sahut Lukman.
"Salah satu anak setan ini, minta izin sama gue buat ajak Angga suruh nemenin dia nembak dwi.. " sahut Dinda.
"Emm.. bener.. dia juga minta izin sama gue. " sahut Nanda.
"Terus kalian izinin?" tanya Agung.
"Yah kagak lah.. " sahut Nanda dan Dinda barengan.
"Hahahaa... nasib kalean punya pacar deket sama anak setan.. " sahut Rara.
"Udah udah, masuk kelas.. " sahut Angga melihat jam tangan nya.
"Oh iya, udah hampir jam setengah tujuh.. " sahut Rara melihat ponsel nya.
"Tolong untuk kalian berdua.. bawa Marcell ke kelas nya.. sama bawa kantong nya.. " sahut Nanda.
"Oke, " sahut Agung.
"Siap.. " sahut Angga.
Mereka semua berdiri dan berjalan pergi keluar dari UKS. Angga dan Agung membantu Marcell berdiri Sedang kan Ihsan membawakan tas Marcell.
Nanda dkk pergi ke lorong sebelah nya karena kelas IPS ada di lorong sebelah kanan dekat dengan kantin. Sedangkan kelas IPA di lorong kiri.
"Hati-hati sama suami gue.. awas aja kalo dia dapet karma lagi.. gue smakdon kalian berempat.. " sahut Nanda.
"Iya iya tenang aja.. " sahut Agung.
"Nyeremin amat lu jadi bini.. " sahut Ihsan.
"Malahan bagus kayak gitu.. " sahut Lukman.
"Bagus dari mana nya ***.. gue malah kena karma mulu sama bini sendiri.. " sahut Marcell.
"Heh.. jaga ngomongan.. " sahut Nanda melihat Marcell dengan tatapan sinis.
"Ups.. " sahut Angga.
"Ups maaf kan saya istri ku tercinta.. Aa gak sengaja bilang kayak gitu.. awokawok.. " sahut Lukman tertawa.
Nanda melihat Lukman yang seperti nya mulai berani dengan dirinya. Tak perlu berpikir panjang Nanda mulai berjalan ke arah Lukman sambil memegang tas nya.
"Woi woi woi.. kalem ibu bisa kalem.. " sahut Putri menahan tangan Nanda.
"Lepasin.. tuh anak mulai berani sama gue.. " sahut Nanda.
"Sabat sabar.. lu harus maklumi itu manusia titisan neraka.. " sahut Rara memegang tubuh Nanda.
"Marcell tolongin gue.. " sahut Lukman bersembunyi di belakang Marcell.
"Udah ndak berhenti.. " sahut Marcell.
"Oke.. gue sabar karena ada suami gue.. " sahut Nanda.
Nanda berhenti dan menggandeng tas di tangan kirinya. "Oke girls.. ayoo kita pergi.. " sahut Nanda.
"Okay, " sahut Putri.
"Oke, " sahut Dinda.
"Udah sana kalian pergi sebelum Nanda marah.. " sahut Rara.
"Iya ini mau.. gue takut kalo nyonya Alfarizky marah sama gue.. " sahut Lukman.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Gays pengen nanya, menurut kalian Rara sama Agung cocok gak? mereka lagi couple gols nih🤍🖤