
"Jeng, nanti kalo ada apa-apa sama Nanda, kalo nakal atau apa, kabarin yah saya kamu marahin Nanda.... " minta mamah Nanda pada bunda Marcell.
"Heheh... Iya jeng tenang aja... "
"Yak udah kalo gitu, kita berangkat dulu yah, takutnya ke maleman lagi nyampe nya.. " sahut ayah Marcell pamit.
Mobil Marcell, dan mobil orangtuanya langsung pergi dari rumah Nanda. Ayah dan mamahnya Nanda melihat mobil yang dinaiki anaknya perlahan-lahan menghilang dari hadapan mereka.
"Nanda bakal baik-baik aja kan yah?" ucap mamah khwatir.
"Tenang aja, kita jodohin mereka biar kita berdua bisa tenang kalau kerja.. " sahut ayah mengajak istrinya masuk ke dalam.
Sementara itu di mobil Marcell.
"Cell rumah lu kok jauh... " ucap Nanda.
"Sabar... Ini masih di perumahan sukamulya... " sahut Marcell.
"Maxaa.... " sahut Nanda tak percaya.
"Nih liat aja, kita udah mau keluar dari gerbang perumahan sukamulya.. " sahut Marcell.
"Hoky... "
"Dan percakapan pun berakhir... " gumam Marcell.
"Ngomong apa barusan?" tanta Nanda.
"Nggak bukan apa-apa... " sahut Marcell tenang, masih fokus dengan jalanan.
"Rumah lu itu gede apa gimana?" tanya Nanda.
"Lu menghina kekayaan anak sultan?" tanya Marcell.
"Nggak bukan gitu... Gue takut nanti gue nggak bisa salon di rumah lu... Pakai baju sana sini... Apalagi kan gue itu kalo liat baju di mall langsung otw beli... " jelas Nanda, sambil merapikan rambut nya.
"Emangnya lu pikir rumah gue itu tempat apaan... " sahut Marcell.
Nanda hanya diam melihat pemandangan di balik kaca mobil. Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya mereka sampai di depan gerbang rumah Marcell.
"Ini rumah lu?" tanya Nanda.
"Iya, kenapa kagum? Udah biasa... " sahut Marcell PD.
"Iya gue kagum, liat depan rumah lu aja, udah kayak gudang gini anj*r.. " sahut Nanda berjalan keluar.
"Enak aja.... Ntar kalo mau kagum di dalem rumah... atau di taman.. " sahut Marcell.
Nanda tak peduli dengan ucapan Marcell dia sudah berjalan keluar menyusul Bunda Marcell.
"Dasar... Kenapa gue milih istri yang kayak gini... "gumam Marcell di dalam mobil.
Gerbang pun terbuka lebar, mobil-mobil masuk, termasuk Nanda dan Bunda.
"Wahh gede juga nih tempat.... Nggak nyangka gue dapet suami anak Sultan... " gumam Nanda senang.
"Kenapa? Kamu seneng ya, punya calon suami kamu itu kaya... " tebak Bunda benar
"Mm.... Itu... "
"Nggak usah malu... Bunda dulu juga sama kayak gitu..."
"Hah, emangnya Ayah Marcell dari dulu emang kayak gini Bun?" tanya Nanda.
"Iya, jadi dulu Bunda senang banget punya suami kaya... " sahut Bunda tertawa.
Nanda mendengar nya ikut tertawa bersama.
Ayah dan Marcell yang sudah menunggu di depan pintu keheranan melihat tingkah Bunda dan Nanda yang tertawa bersama.
"Yah itu Bunda sama Nanda kenapa?" tanya Marcell.
"Ayah juga nggak tau... Kayaknya mereka kesambet... " sahut Ayah.
"Alhamdulillah... Ehh... "
"Kok alhamdulillah?"
"Salah yah, salah... Maksudnya itu Astagfirullah... " sahut Marcell.
Setelah Nanda dan Bunda sampai di depan pintu. "Kok kalian nggak masuk?" tanya Bunda.
"Ngga papa kok Bunda.. " sahut Marcell.
Mereka masuk bersama-sama ke dalam rumah.
Wahhh.... Gila, gede banget ini rumah... - batin Nanda.
"Gimana, gede nggak?" bisik Marcell lembut di telinga Nanda.
"Biasa aja... " sahut Nanda.
"Nah sekarang Marcell sama Nanda sekamar ya... " sahut Ayah.
"WHAT!!"
"WHAT!!!"
"Kok kalian kaget?" tanya Ayah.
"Yah kan aku sama Nanda balum sah...Masa di suruh sekamar.... " sahut Marcell.
"Iya..Nanti aja kalo kita udah sah, naha baru.... " sahut Nanda.
"Nah iya... "sahut Marcell.
"Oke, kalo gitu Nanda kamu pake kamar sebelah kamar Marcell yah... Nanti sama asisten di sini diberesin.. " sahut Bunda.
"Iya Bund... " sahut Marcell.
Marcell dan Nanda menaiki tangga satu persatu.
"Bi.. Bi.... Bi Ucuy... " teriak Bunda.
"Iya Nyonya... " sahut bi Ucuy.
"Tolong beresin kamar disebelah kamar Marcell yah, mau ditempatin sama calon istri nya.. " pinta Bunda.
"Siap nya.. " sahut Bi Ucuy, pergi membawa beberapa peralatan pembersih.
Sementara itu Nanda sudah naik ke atas, disusul dengan Marcell yang membawa tas-tas milik Nanda.
"Ini lu bawa apaan sih berat amat.. " sahut Marcell kesal.
"Kan lu tadi liat, gue bawa apa aja... " sahut Nanda.
"Yee... " sahut Marcell singkat.
"Btw, kamar gue yang mana?" tanya Nanda.
"Kanan.... Oh yang ini... " gumam Nanda, asal membuka pintu.
Cklek...
"Masa iya, gue tidur di kamar gelap gini... " gumam Nanda.
"Bukan yang ituu, ecee.... Yang kanan ini... " sahut Marcell menunjuk ke arah kamar sebelah.
"Ohh ngomong dong...Emang ini kamar siapa?" tanya Nanda.
"Itu kamar gue... " sahut Marcell.
Nanda pergi ke pintu sebelah.
Cklek..
"Kok kayak kamar laki-laki gitu yah... " ucap Nanda.
"Ini emang kamar laki-laki... Kan adik gue laki-laki.. " sahut Marcell.
"Bilang dong... Emang ini kamar boleh ditempatin sama gue... " sahut Nanda.
"Boleh... Kenapa emangnya?" tanya Marcell.
"Gue takut nanti adik lu nggak suka gue tidurin kasurnya... " sahut Nanda.
"Nggak papa, kale.... Siapa juga yang nggak mau ditidurin sama calon kakak ipar... " sahut Marcell.
"Bener niih... "
"Iya bener, nih gue chat lagi kalo kagak percaan., " sahut Marcell, mengambil ponselnya dan mencari nama.
Adik Gesrek
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
^^^Marcell^^^
^^^Woyyy!!! ^^^
Adik gesrek
Paan
^^^Marcell^^^
Nih calon kakak lu mau tidur di tempat tidur lu boleh apa enggak?
Adik gesrek
Uuuuu.... Boleh bangetttt
Adik gue kok lama-lama jadi makin alay... - batin Marcell
Marcell memberikan ponselnya ke Nanda.
"Tuh liat kan, nggak papa... " sahut Marcell.
"Kualat lu, nama adik sendiri 'adik gesrek' ... " sahut Nanda.
"Dia emang gesrek... " sahut Marcell.
"Loh kalian kok belom masuk?" tanya Bunda.
"Nggak papa kok Bunda... " sahut Marcell.
Bunda hanya tersenyum manis di depan putra putri nya itu. "Nanda nanti kamar kamu di pel dulu yah sama bi Ucuy... " sahut Bunda.
"Iya bundaa... " sahut Nanda lembut.
"Yah udah kalo gitu, Bunda ke bawah dulu yah, mau nyiapin makan malam... Nanti kalo udah beres-beresnya ke bawah ya... " sahut Bunda.
Nanda dan Marcell mengangguk.
Setelah beberapa menit, kamar adik Marcell selesai di beresin. Sekarang Nanda sedang memasukkan baju-baju nya ke lemari dengan rapi.
Tok... tok... tok...
"Masuk... " sahut Nanda.
"Udah belum beres-beresnya?" tanya Marcell.
"Iya bentar lagi, ini tinggal nyimpen celana doang kok.... " sahut Nanda.
"Kalo udah selesai kebawah ditunggu tuh sama ayah sama Bunda, " ucap Marcell.
Nanda keluar dari kamarnya, disusul oleh Marcell dibelakang.
Di meja makan.
Mereka seperti keluarga lengkap yang sedang makan bersama.
"Nanda nama adik kamu siapa?" tanya Bunda.
"Namanya Betly sama Firza bund... " sahut Nanda.
"Mereka kembar?" tanya ayah.
"Iya... " sahut Nanda.
"Sekarang mereka sekolah dimana?" tanya Marcell.
"Di Turki... " sahut Nanda.
"Kan orang tua lu ke Turki besok, apa Jangan-jangan mereka mau ngasih tau adik-adik lu... " sahut Marcell benar.
"Bisa jadi... Gue juga nggak tau apa-apa... Pokonya nanti mereka datang 4 bulan lagi tanggal 24 Oktober... " sahut Nanda.
"Dan nantinya tanggal 5 November kalian nikah... " sambung Bunda dan ayah bersamaan.
Marcell dan Nanda tiba-tiba batuk tersedak mendengar nya.
"Loh kenapa?" tanya Bunda.
"Nggak papa kok bun... " sahut Nanda memberikan minum ke Marcell yang masih tersedak.
"Makasih... " ucap Marcell.
"Udah kalo udah makan, kalian balik gih ke kamar, besok kalian harus ke sekolah... " sahut Ayah yang sudah selesai makan.
"Iya yah... " sahut Marcell.