
Pagi ini Nanda di paksa oleh mamahnya dan adik-adik nya untuk berangkat bersama Marcell. Begitupun sebaliknya Marcell juga di paksa pakai mobil agar berangkat bareng Nanda.
"Kenapa nasib gue selalu jelek, " gumam Nanda.
"Bilang apa tadi?!" tanya Marcell membuat Nanda terkejut.
"Aahh... Lu bikin gue kaget mulu, huuh, bukan apa-apa, " sahut Nanda males melihat wajah dingin Marcell.
"Bonyok lu niat banget bikin anak orang lain kaget, sampe-sampe mereka sendiri datang bareng sama elu ke rumah gue, " sahut Nanda.
"Nyokap lu sendiri juga nelpon gue di jam 03.00 pagi, gue pikir ada apaan, eh tau nya gini... " sahut Marcell.
"Oh iya ngomong-ngomong pernikahan kita kann
di sembunyiin, biarin kalo Putri tau soal ini?" tanya Nanda takut salah.
"Putri siapa?"
"Putri sahabat gue... sekarang dia sekolah di Jerman, " sahut Nanda.
"Kalo dia bisa jaga rahasia yah silahkan aja, " sahut Marcell mengizinkan.
"Nah gitu dong, ssiipp, " sahut Nanda senang.
Sampainya mereka di sekolah, banyak anak-anak yang mulai jengkel dengan Nanda, karena hampir setiap hari dia di antar jemput oleh Marcell sendiri.
"Gue lama-lama jadi benci sama Nanda, "
"Iihhsss, ngapain sih pake bareng terus sama Marcell... "
"Gue benci sama Nanda... dia terus-terusan barang sama Marcell, "
"Kalo dari gosip yang tersebar, katanya mereka bakal nikah... "
Seketika tubuh mereka berdua kaget dan membeku mendengar bisikan salah satu siswi. Marcell dengan cepat membawa siswi itu pergi berlari, Nanda menyusul dari belakang.
"Lu, dapet dari mana gosip itu?!" tanya Marcell tegas.
"I-Itu ada di artikel milik Mila-Bagas, " jawab siswi itu ketakutan.
Dengan cepat Nanda memeriksa artikel milik Mila-Bagas di ponselnya dan benar saja, di sana terdapat poto mereka yang sedang memelihara gaun pengantin dan acara lamaran Marcell bulan lalu.
Dan juga terdapat sebuah video menunjukkan Nyokap Nanda n Marcell sedang ada di butik memilih gaun pengantin untuk Nanda dan Marcell sendiri secara jelas.
Marcell yang melihatnya semakin geram melihat semua Artikel itu.
BRAKK...
Marcell meninggal kan Nanda dan siswi itu di ruang OSIS. Siswi itu tampak murung dan tak berdaya.
"Sekarang jawab, dimana Mila sama Bagas sekarang?" tanya Nanda.
"Mila udah keluar dari sekolah, "
"Terus kalo Bagas dia kelas apa?"
"Dia kelas IPS 5, " jawab siswi itu semakin takut.
Nanda berjalan pergi dan menuju kelas IPS 5 , dan tak sengaja dia bertemu dengan Rara dkk yang sedang mencari Nanda n Marcell.
"Kalian kok disini? tumben udah pada hidup di jam segini... hihihi.. " sahut Nanda.
"Nanti lagi debat nya, lu udah buka-bukaan?" bisik Rara.
"Maksud kalian?" tanya Nanda tak tau apa-apa.
"Lu udah liat Artikel Mila-Bagas?" tanya Dinda.
"Gue liat, gue belum ngasih tau yang lain, gue belum buka-bukaan soal pernikahan ini, belum juga sah udah jadi gosip aja, " jelas Nanda.
Dinda dan Rara mengerti, dan akan membantu Nanda melewati masa ini dengan tenang.
"Tenang ndak, kita bakal bantuin lu kok, " sahut Rara
"Thanks ya buat kalian yang selalu bantuin gue, " sahut Nanda
"Eeiitt tapi ada syaratnya.... " sahut Rara.
"Lu kalo ngebantu gak pernah ikhlas Ra, sellau aja ada syaratnya lah, janji nya lah apa lah itu lah, " sahut Dinda kesal.
"Kan ini penting juga buat kita semua Din... biar kita hidup rukun.. " sahut Rara.
"Emang apa syaratnya?" tanta Nanda.
"Lu harus undang kita ke pernikahan lu, pagi-pagi kalo bisa gue nginep di rumah lu, " sahut Rara.
Nanda mengangguk, dan membawa mereka berdua ke kelas IPS 5 untuk mencari Bagas si biang kerok masalah semua ini.
BRAKK...
Rara dengan kasar nya menendang pintu kelas IPS 5 sampai hancur, dan masuk dengan langkah kasarnya.
"KASIH TAU GUE, MANA YANG NAMANYA BAGAS?!!" teriak Rara marah.
"Bagas hari ini gak sekolah, "
"KENAPA ENGGA?!!" Teriak Rara hilang kendali.
"Sabar raa... "
"Sabarr sabar.... "
"GUE GAK BISA SABAR KALO KAYAK GINI... DIAA BIANG KEROK SEMUA MASALAH YANG TIMBUL DI Nanda.... " sahut Rara semakin geram.
"Lu tau di mana Rumah nya Bagas?" tanya Dinda.
"Tau... di perumahan Sukamulya blok F-06, "
"Sukamulya bukannya itu tempat kita tinggal Ndak? terus bloknya F... " sahut Rara terkejut.
"Berati dia deket sama rumah lu... mau ke rumahnya kapan? Gua udah gak tahan, lagi pengen baku hantam sama orang, " sahut Dinda yang sudah memijit tangannya.
"Gue ikut, gue bawa geng motor yak.... biar dia kapok, " sahut Dinda.
"Eeehhhh..... gue setuju... " sahut Rara.
Gue harus ngasih tau Marcell soal ini.... yah itu juga kalo dia mau dengerin kalo engga yak udah... bodoamat, - batin Nanda.
Baru saja Nanda akan masuk ke kelas Marcell, di sana dia sudah ditunggu oleh Marcell di depan pintu.
"Lu lagi ngapain disini?" tanya Nanda.
"Gue yang harusnya nanya, lu mau apa kesini?" tanya balik Marcell.
"Gue cuma mau ngasih tau lu sesuatu doang, " sahut Nanda.
"Lu mau ke rumah nya Bagas kan? Gue ikut, " sahut Marcell.
Belum juga Nanda menjawab pertanyaan tadi Marcell sudah menjawab nya lebih dulu dan tepat sasaran.
"Lu tau dari mana?" tanya Nanda.
"Dari mana lagi, kalo bukan Agung sama Angga yang ngasih tau, " sahut Marcell.
"Kalian berduaaa.... " gumam Nanda.
Angga menghampiri mereka berdua yang sedang mengobrol dan menyela percakapan mereka.
"Yah gue bakal ke sana kalo lu mau di ajak, kalo lu udah ngejawan yah ud--"
"Mana yayang bebeb gue?" tanya Angga.
"Di sela mulu, orang lagi ngobrol, " sahut Marcell kesal.
"Yayang bebeb lu udah mati... mungkin, " sahut Nanda.
"Wah bener-bener, lu jahat banget sama calon istri gue, " sahut Angga.
"Ca-calon istri?!" tanya Rara terkejut dari belakang Nanda.
"Aaaa.... Yayank kok romantis banget... " sahut Dinda malu.
"Najiss... " gumam Nanda.
Rara pergi ke Nanda dan bersembunyi.
"Kira-kira kota dapet anak ini dari mana sih Ndak? Gue lupa, " tanya Rara.
"Dari pembuangan sampah, " jawab Nanda.
"G*bl*k...Kalo dapet Rara dari mana?" tanya Agung.
"Dari hutan Amazone, " sahut Nanda.
"Hahaha... pantesan kelakuan nya kek monyet asli... Haha, " sahut Agung tertawa.
"Yawloh semoga yang nertawin gue sekarang keselek lalat... Amiinnn... " sahut Rara berdoa.
Dan benar saja, Agung terus tertawa hingga dia tersedak lalat di dalam mulut nya. Dengan cepat dia keluar pergi ke toilet dengan berlari.
"Mampus.. makanya jangan suka macem-macem sama Rara Farisya... Kena kualat kan elu... " sahut Rara tersenyum.
"Sombong... " gumam Marcell.
"Apa?" tanya Rara mendengar.
"Enggak, " sahut Marcell dingin.
"Lu suka dingin sama Nanda?" tanya Rara serius.
"Kalo dia hangat yah otomatis gue juga bakal berubah hangat, " sahut Marcell.
"Nanda selalu hangat, jangan sampe lu kecewain dia, awas aja lu, terus ini masalah gosip sama si biang kerok Bagas mau di apain?" tanya Rara
"Katanya nanti aja di urus sekarang mending urus dulu tuh Artikel haram itu, " sahut Marcell.
"Biar gue aja yang urus, soalnya gue masuk ples gue juga admin, " sahut Dinda.
"Hapus sekarang!!" sahut Marcell tegas.
Dinda dengan cepat segara menghapus semua Artikel milik Mila-Bagas. Maka masalah gosip Nanda dan Marcell sudah selesai sekarang mereka hanya tinggal mengurus satu masalah lagi.
"Mau kapan ke rumah Bagas?" tanya Agung.
"Kalo menurut gue pulang sekolah aja, dari pada dia kabur yakan, " sahut Angga.
"Nah iya bener, " sahut Dinda.
"Kalo dia kabur di pengecut, " sahut Marcell dingin.
Anj*rr dinginnya nyeremin banget.... - batin Nanda.
"Gue setuju, gimana kalo salah satu atau dua orang dari kita awasi Bagas dari jarak aman, " saran Agung.
"Dongo, nanti malah banyak yang curiga, " sahut Rara.
"Iya apalagi kan pernikahan nya bentar lagi, pasti banyak lah gosip, " sahut Dinda.
"Oke kalo gitu gak jadi, pikirin yang lain, " sahut Agung.
"Astagaa siapa sih yang mau gantiin gue... " sahut Rara malu dengan kelakuan Agung.
"Emang lu siapa nya Agung Ra?" tanya Nanda.
"Apa jangan-jangan kalian berdua ada anu any yah... hihihi... " sahut Dinda mulai curiga.
"Perasaan gue mulu yang kena, yang lain napa sih, " sahut Rara.
"Iya deh iya, nanti kalo Putri udah pulang kita bakal bully dia... Hahaha... " sahut Nanda tertawa.