My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Baju seksi



"ASSALAMU'ALAIKUM, " teriak seseorang.


"WA'ALAIKUMUSSALAM, " teriak mereka semua dari dalam menyaut yang berteriak sampai rumah itu bergetar karena gelombang yang sangat kuat.


"KAKAK NANDA MARCELL, ADA DI DALEM GAK?!" teriak nya lagi.


"ADA!!!" sahut mereka semua sama-sama berteriak.


Seketika hening, dan datanglah seorang gadis yang memakai rok di atas lutut, baju yang hanya menutupi dada bahkan itu tak sampai ke perut.


"Hallo gayss, " sahut gadis itu sambil berputar-putar memamerkan baju yang dia kenakan.


Semua orang melihat kecuali Marcell yang sedang enak mendengarkan musik. Rara dan Putri yang sadar kalo itu Betly dengan baju seksi nya, Rara dan Putri langsung menghampiri suami mereka dan menutupi mata.


"Eehh, tutup mata!" teriak Rara.


Dinda, Nanda dan Dwi masih belum ngeh ketika melihat Rara dan Putri sudah menutup mata Agung dan Ihsan.


"Kalian kenapa sih?" tanya Dinda bingung dengan tingkah Rara dan Putri.


"Kak, aku cantik gak?" tanya Betly menunjukkan pose seksi di depan Nanda.


Nanda hanya melihat dari atas sampai bawah. Saat melihat paha Betly yang sangat mulus itu, Nanda tersadar dan langsung berteriak.


"MARCELL!!!" teriak Nanda.


"Mm? Apaa?" tanya Marcell melepaskan headset nya dan berbalik.


Untungnya Nanda dengan cepat menutup mata Marcell dengan tangan nya. Jadi Marcell tak melihat ada anak dajjal yang memamerkan betapa mulus nya kulit putih nya itu.


"Apa sih ndak?" tanya Marcell bingung.


Tak kalah terkejut nya dengan Nanda, Dinda, dan Dwi langsung saja berlari dan menutup mata suami mereka.


Yang lebih mengejutkan adalah, Nanda yang duduk di pangkuan Marcell sambil menutup mata nya. Marcell hanya bisa diam dan memegang pinggang Nanda dengan kedua tangan nya itu. Walau dia tak tau apa yang sebenarnya terjadi.


"Hey emak-emak rempong! Jangan pamer ke-uwuan napa, gue baru aja putus, " sahut Betly kesal melihat teman-teman kakak nya yang uwu di depan nya itu.


"Salah elu ini!! Siapa suruh lu pake baju seksi gitu?" tanya Putri kesal.


"Gue ini mau pamer baju baru yang abis gue beli tadi, " sahut Betly sambil berputar-putar.


"Ganti baju gak lu! Ganti baju!!" sahut Rara melotot ke arah Betly.


"Aisshh, galak amat dah, iya iya ini mau, " sahut Betly berjalan menaiki tangga.


Setelah anak itu sudah masuk ke kamar ke dua, Rara dkk melepaskan tangan mereka dari mata Agung dkk.


Mereka yang sudah bisa melihat masih bingung dengan apa yang terjadi. Nanda pun sama, dia melepaskan tangan nya dari mata Marcell. Saat Marcell membuka mata dia melihat ada Nanda di depan nya. Bahkan tangan nya pun memegang pinggang Nanda.


Saat semua orang sudah kembali ke tempat mereka langsung melihat ke arah dua pasangan yang sedang uwu di pojok.


Rara yang ada di samping mereka hanya melihat Nanda dan Marcell yang saling memandang. Kaget dengan kejadian, apa yang terjadi? Kenapa gue ada di pangkuan Marcell? Kenapa dia ada di sini?


"Ehem, "


Seketika mereka berdua tersadar, Nanda langsung saja berdiri dan merapikan baju nya. Sedangkan Marcell memeluk kaki nya.


"Lu ngapain pegang pegang pinggang gue? Mau apa lu?" tanya Nanda.


"Harus nya gue yang nanya, lu ngapain pake duduk di pangkuan gue segala?" tanya balik Marcell.


"Gue menyelamatkan elu dari bahaya nya cewek sinting tadi, "


"Gue gak liat apa-apa, "


"Yah tetep aja, nanti juga lu liat kalo gue gak nutupin mata lu itu, " sahut Nanda.


"Kan--"


"Woyy, stop, jangan ribut, si cewek gila itu udah gak ada, di lagi ganti baju, " potong Dinda.


"Gila tuh si Betly, " sahut Nanda kesal dengan kelakuan adik nya itu.


"Tau nih, gak liat apa, banyak cowok... pamer keseksian, nih gue juga bisa nih, gue lebih seksi, " sahut Rara sambil memegang baju, hampir di buka.


"Ehem, sayang nanti kamar yah, " sahut Agung.


Rara langsung diem mendengar Agung bilang 'nanti di kamar'. "Ihhh apaan sih, " sahut Rara malu.


"Aaaahhh... " teriak semua orang ketika melihat Rara dengan wajah yang memerah.


"Ini mah yang bakal duluan punya debay Rara sama Agung, " sahut Dinda.


"Jiaaakkkhh, "


"Semangat, " sahut Ihsan.


"Gue juga gak mau kalah, sayang gas lah pulang dari sini langsung masukk, " sahut Angga.


"Pemanasan dulu lah, " sahut Dinda.


"Nj*rrr... "


"Pemanasan dulu ngga jangan langsung masuk, " sahut Lukman tersenyum lebar.


"Siap siap, " sahut Angga sambil merapikan rambu nya.


"Nah buat kalian pasangan yang humoris, sesudah kita pulang silahkan lanjutkan, " sahut Putri.


"Kayak nya gak bisa deh, " sahut Nanda.


"Lah kok gitu?" tanya Rara.


"Iyah, soalnya ada Betly nanti dia ngeganggu lagi, " sahut Nanda.


"Tenang ndak, nanti gue basa Betly keluar, trus lu kunci pintu depan sama belakang biar gak ada yang ganggu kalian, " sahut Rara.


"... yuk cell, " ajak Nanda.


Marcell yang mendengar tiba-tiba tersedak ludah sendiri, Marcell langsung saja berdiri dan berlari ke dapur.


"Eh, eh, Woy, itu di ajak sama Nanda, hayu kata nya... malah kabur, " sahut Dinda.


"Etdah di ajak malah kabur, " sahut Putri.


"Gue sama yang lain, mau nyusul Marcell ke dapur, lagian di deket dapur kan ada kolam sama tempat duduk ini, " sahut Agung berdiri.


"Gue tebak kalian mau ngegosip ya?" tanya Putri.


"Jangan lama-lama, kasian tuh Nanda pengen cepet-cepet berduaan sama Marcell, " sahut Rara.


"Siap siap, " sahut Agung.


Agung dkk pergi menuju dapur dan membicarakan soal nanti malam.


Dan untuk sekarang, Rara dkk sedang menunggu anak kurang ajar keluar dari kamar nya.


"Lama amat si Betly, ngapain sih?" tanya Putri.


"Mungkin dia lagi nyari baju, " sahut Dwi.


"Mana mungkin... dia sama sekali gak memikirkan soal gaya, " sahut Nanda.


"Bener banget tuh, dia pake rompi tukang parkir aja bangga, " sahut Dinda.


"Sampe-sampe dia di suruh jadi juru parkir sama salah satu pegawai alfamart, " sahut Nanda.


Dwi yang merasa aneh dengan adik Nanda hanya tersenyum dan menampilkan ekspresi aneh.


"Nih gue udah ganti baju, " sahut Betly turun.


"Nah, datang juga si adik gak ada adab, " sahut Nanda.


"Nah ini nih, contoh-contoh cewek sinting yang gak punya adab, " sahut Rara.


"Sembarangan kalo ngomong, " sahut Betly kesal.


"Oh iya bet, lu mending pergi deh jangan diem di rumah ini, kasian Nanda sama Marcell, " sahut Dinda.


"Lah emang kenapa?" tanya Betly.


"Yah gak papa, lu kalo di sini terlalu sering bisa-bisa keturunan keluarga Alfarizky hancur, " sahut Putri.


".... Oh ya udah, gue ke rumah kak Rara aja yah, kan di rumah kak Rara banyak makanan, " sahut Betly.


"Noo... lu jangan coba-coba ke rumah gue, " sahut Rara.


"Lah emang kenapa?!"


"Yah pokoknya gak boleh!!"


"Iyan kenapa? Apa alasan nya?!"


"Gue sibuk, "


"Sibuk apaan, ini hari sabtu, "


"Yah pokonya sibuk lah, lu jangan coba-coba datang ke rumah gue!! Titik!!"


"Kalo tetep mau bagimane?"


"Gue bunuh lu! kalo gue liat lu ada di rumah gue!"


Begitulah pertengkaran yang gak pernah selesai. Nanda dan yang lain hanya nyimak.


"Lu sibuk apaan sih?" tanya Betly mulai lagi.


"Ya.. ya lu takkan, masalah rumah tangga, " sahut Rara.


"Gue janji gue bakal Nyimak dong, gak akan ngompor, " sahut Betly.


"Etdah nih anak bener-bener susah di kasih tau, "


"... Ya? Ya? Ya? Boleh laahh, "


"Gak!!" jawab Rara tegas.


"Oh ya udah, gue ke rumah kak Putri aja, " sahut Betly.


"No.. apa lagi ke rumah gue, " sahut Putri menolak.


"Emang kenapa sih?" tanya Betly penasaran.


"Iya karena gue udah janji sana Ihsan kita mau.. ma-ma-m-makan bareng di luar... itu.., " sahut Putri tersenyum.


"Gak papa, gue juga pengen ikut, " sahut Betly.


"Aahh, susah banget lu di bilangin, gue sama Ihsan mau bikin anak, mau ikut lu?!" tanya Putri.


"Enggah, gue kan belum nikah, " sahut Betly.


"Susah amat gue kasih lu kode, " gumam Putri kesal.


"Gue ke rumah kak Dinda aja, " sahut Betly.


"Apa lagi ke rumah gue, lu mau di hajar sama Angga hah? gue itu sama Angga sesudah pulang dari sini mau langsung.., " sahut Dinda.


"Bikin anak juga?" tanya Betly.


"Iya, " sahut Dinda.


Betly memanyunkan bibir nya. "Ya udah gue tetep di sini aja, " sahut Betly.


"KAN GUE UDAH BILANG JANGAN DI SINI!! JANGAN NGEGANGGU NANDA MARCELL!!" teriak Rara, Dinda, Putri.


Nanda dan Dwi hanya melihat ke berisikan mereka dari tempat yang aman.


"Emang mereka mau apa sih?" tanya Betly.


"Mereka juga samaaaa mau bikin aannnaakkkk, " sahut Rara greget.


"Oohhh.... bilang kek mau anu gituuu.. biar gue langsung paham, dah ya gue mau keluar, nyari cogan, " sahut Betly berjalan keluar sambil membawa paperback yang ada baju seksi nya itu.


"Tau gini gue akan ngebacot sampe keluar busa kayak tadi, capek gue, " sahut Rara.


"Sabaaar, " sahut Dinda.


"Oh ya, Kak Nanda, nanti kalo mau anu anu sama kak Marcell, tutup pintu depan sama belakang, biar gak ada yang ganggu kaliann, apa lagi si Fauzan, " sahut Betly.


"Mm.. Oke, " sahut Nanda.


"Paham juga kau sama masalah ini, " sahut Putri.


"Iyalah, gue sama kalian tuh cuma beda dua tahun, kalian pikir gue ini masih kecil apa... enggak yah, " sahut Betly.


"Capek gue ngebacot trus sama lu, " teriak Rara kesal.