
Lukman terus berteriak memeriahkan pernikahan Nanda dengan suara nya yang cempreng level 10 . Pernikahan yang awalnya biasa-biasa menjadi sangat meriah bagaikan club malam.
Pemusik DJ yang Marcell sewa akhirnya bermanfaat di mainkan oleh Lukman. "Ayoo.. Bapak main kan, " sahut Lukman kepada pemain DJ itu.
Jdakk.. Jdukk..
Jdakk... Jdukk.
Duk.. Duk.. Duk...
Jdakk.. Jdukk...
"Wwwoohhh...Lukman the beast!!" teriak para ciwi-ciwi yang mengerumuni panggung tempat artis dan pemusik berada begitu pun dengan Lukman.
"Din, put, ayoo ikutann.. " sahut Rara berlari menuruni pelaminan dengan sepatu hak tinggi nya itu.
"Eehh, tungguin.. " teriak Putri menyusul.
"Oi, sayang jangan aneh-aneh, woy!!" teriak Agung segera berlari mengejar Rara dan Putri bersama Ihsan.
"Emang udah gila ye si Lukman, masa iya pernikahan orang di jadiin tempat DJ, " sahut Dinda.
"Tau nih, emang gak ada akhlak, " sahut Nanda.
"Eh, eh, lu mau kemana?" tanya Nanda melihat Dinda turun.
"Mau ikutan joget lahh, masa iya ratu bohay gak ikutan!! Ayoo ndakk turun!! Wooww!!!" teriak Dinda.
"Woy, Dinda.. Jangan nyebar aurat!!" teriak Angga mengejar.
Nanda melihat ke sana ke mari mencari Mama Patmi dan Bunda Shera. Nanda menganga tak percaya melihat kedua wanita yang sedang joget-joget santai di sana, bahkan di depan panggung.
Itu membuat Nanda geleng-geleng kepala. "Lu liat apaan?" tanya Marcell.
"Itu.. " tunjuk Nanda ke arah dua wanita yang tampa dosa ikutan joget bagaikan anak muda.
Marcell mengikuti tangan Nanda, tak kalah kaget dengan Nanda Marcell bahkan tak tau kalau Bunda nya bisa joget seperti itu.
"Woi, panganten! Jangan diem mulu.. Seru nih.. Wohooii, "
"Mau turun?" tanya Marcell.
"Mm.. Ya mau lah masa enggak, ayoo.. " sahut Nanda menarik tangan Marcell turun dari pelaminan.
"Eh eh, Hati-hati nanti jatoh, " sahut Marcell.
Setelah ada di bawah, Nanda dengan santai nya sudah joget terlebih dahulu tapi dia harus berhati-hati karena di masih memaki sepatu hak tinggi, makanya dia hanya menggerakkan tangan nye ke atas dan berputar-putar.
"Ayoo buat pengantin.. maju!!" teriak Lukman memanggil Nanda Marcell.
Tanpa malu-malu Nanda Marcell pun naik ke atas panggung, sorakan yang memenuhi GOR itu membuat pesta semakin meriah.
Setelah itu datang lah youtuber yang bernama Denisa dan pacar nya yaitu Mike ikut naik ke atas panggung.
"Yow, gays sekarang kita ada di atas panggung, kalian liat kan pengantin nya aja bar-bar apalagi mempelai wanita nya!!" teriak Denisa karena tak terdengar suara musik yang semakin kencang.
"Hallo my bos, selamat udah jadi suami nya Nanda, " sahut Mike mengucapkan selamat kepada Marcell.
"Hah? Lu barusan ngomong apa?" tanya Marcell tak terdengar.
"Iya.. Nanti insyaallah gue nyusul sama Denisa, lu jangan lupa dateng ya, "
"Hah? Lu mau nikah sama Rara?! Jangan nj*rr udah punya Agung, "
Mereka mengobrol ngelantur karena musiknya semakin keras dan membuat GOR itu menggelegar di setiap ruangan yang kosong, bahkan satpam pun ikut joget karena terdengar sampai keluar.
"DJ di pernikahan orang chek, " teriak Rara sambil merekam.
"Wwooow... Jangan lupa chek chek chek in.. Chek in, " teriak Putri.
"Chek nj*rr gak usah pake in... Lanjut!!" teriak Rara.
"Wouuhh seruu broo.. " teriak Putri di samping Rara.
"Kena telinga nj*rr, "
"Apaan?!"
"Kena telinga donge jangan teriak-teriak, "
"Lu ngomong apaan sih?"
Jdakk... Jdukk...
Jdakk... Jdukk...
Lukman yang sudah capek akhirnya menyerah dan turun dari atas panggung dan memberikan mice nya itu ke orang lain.
"Haahh, capek juga yah, " gumam Lukman mengusap keringat di wajahnya.
Tiba-tiba ada yang memberikan sapu tangan ke arah Lukman. Lukman pun mengambil sapu tangan itu dan berdiri.
"Hai, " sahuy seorang gadis yang memakai pakaian mewah di tambah lagi suara nya yang lembut menyapa Lukman.
Deg.. Deg.. Deg.. Deg..
Duh nih jantung kenapa harus sekarang sih?! Nanti kalo dia denger gimana!! Bisa bahaya ini, - batin Lukman.
Lukman hanya menatap gadis itu dari atas sampai bawah. Tak lama gadis itu menyapa Lukman lagi.
"Hai, Lukman.. "
"Hah? Oh iya Hai juga, " sahut Lukman canggung.
"Kamu gak inget sama aku?" tanya gadis itu.
"Mm... Inget.. "
"Siapa?"
"Ehehe.. Lupa, "
"Mm.. Ini aku man, dwi andhika yang waktu itu di rumah sakit, kalian minta tolong cariin temen kalian yang namanya Ihsan, " sahut dwi.
Mata Lukman melotot tak percaya ternyata ada juga seorang cewek cantik masih mengingat kejadian itu.
"Ohh dwi.. Oh iya Hai.. Udah lama yah kita gak ketemu.. Gimana kabar kamu sehat? Pasti sehat lah masa engga, " sahut Lukman.
"Alhamdulillah sehat kok, kamu sehat juga kan?"
"Oh iya atuh pasti.. Lukman yang ganteng ini harus sehat selalu agar bisa mendampingi kamu ke pelaminan.. Eh.. Pelaminan.. Hehehe kebiasaan nih mulut gak bisa di kontrol, " sahut Lukman.
Dwi hanya tersenyum. "Di sini berisik gimana kalo kita keluar sambil ngobrol ngobrol, " sahut Lukman.
"Boleh, " sahut Dwi.
Mereka berdua pergi dari tempat berisik itu. "Woy!! Gays... Itu siapa?!!" teriak Mike menunjuk ke arah Lukman dan Dwi yang akan keluar GOR.
"Siapa? Siapa?" tanya Angga yang berada di sisi nya.
"Ituu... Bukannya itu Lukman?!" teriak Mike.
"Mana mana?"
"Ooh iya, paling mau nembak cowok, eh cowok maksud nya ciwi, " sahut Angga.
"Udah jangan di bahas yang begituan mah, mending sekarang nikmati aja syaayy, " sahut Ihsan.
"Wooww... "
"Yoo, "
"Yo.. Yo.. Ayoo... Yo.. Ayo.. Yo.. Ayoo.. "
Jdakk..
Jdukk..
.
.
.
.
.
Setelah berhasil keluar dari GOR yang seperti sudah di rasuki setan. Lukman dan Dwi hanya diem-dieman. Sementara di belakang mereka sangatlah berisi sampai terdengar ke keluar.
Dwi menengok kebelakang. "Jangan liat kebelakang, nanti telinga kamu sakit eh kamu, maksud nya nanti telinga lu sakit, " sahut Lukman.
"Ahaha, iya, " jawab Dwi menundukkan kepalanya.
"Dwi.. " panggil Lukman.
Dwi melihat ke arah Lukman. Sial! kontak mata mereka secara tidak sengaja bertemu, di saat seperti ini!!
"Dwii.. Adik ku yang paling cuantik... Kakak bawakan kamu--, "
Mendengar ada yang memanggil Dwi, mereka dengan cepat mengalihkan tatapan mereka ke arah lain.
"Ka-kakak?"
"Tunggu, kecanggungan macam apa ini? Kok kalian jadi jaga jarak? Perasaan tadi engga deh, " sahut Lerry kakak Dwi.
"..... "
"..... "
"Kakak ngapain di sini, bukannya aku udah bilang gak usah repot-repot datang ke pernikahan Nanda Marcell, udah biar aku aja yang menjadi perwakilan nya, " sahut Dwi.
"Eeiittss... No no no no.. Sebagai seorang kakak, kakak kamu ini wajib memperhatikan adiknya yang masih jomblo, makanya kakak udah nyari cowok di seluruh dunia ini dan kakak nemu seseorang yang pas buat kamu, setelah acara ini selesai, kamu langsung pulang yah.. Ada seseorang cogan yang mau dateng, "
"Kakak jangan bahas itu sekarang yah Kak, nanti aja soal perjodohan aku yah Kak, pliss, " sahut Dwi meminta Lerry untuk berhenti membicarakan soal kejombloan nya dan juga perjodohan.
Mendengar kata perjodohan, hati Lukman tiba-tiba sakit. Lukman memberanikan diri untuk bicara kepada Lerry.
"Maaf menganggu, apa benar Dwi akak di jodohkan?" tanya Lukman.
"Enggak enggak itu gak bener kok, kamu salah denger, " sahut Dwi.
"Iya, emang nya kenapa? Kamu siapa?" tanya Lerry.
"Kalo boleh memperkenalkan diri, saya Lukman, saya adalah pacar nya Dwi, dan kamu ini kakak nya Dwi kan?"
"Hah?!" Lerry dan Dwi kaget mendengar ucapan Lukman pura-pura menjadi pacar nya Dwi.
"Lho kok kamu kaget?" tanya Lerry.
"Sebenarnya... Dwi takut ngasih tau kakak nya kalo dia udah punya pacar, iya kan dwi, " jelas Lukman sambil mengedipkan salah satu matanya ke arah Dwi untuk bermain dengan nya.
"Mm.. Masa?" tanya Lerry menghadap ke arah Dwi.
"I-itu... Haahh.. Iya, aku punya pacar dan ini saat nya aku ngasih kakak kalo Lukman ini adalah pacar aku, " sahut Dwi memberanikan mengikuti permainan Lukman.
Lerry yang menatap mereka berdua dengan mata coklat nya membuat Dwi dan Lukman tak berdaya, bagaimana kalo ketahuan?
"Ahahahaha.. Seru juga yah mempermainkan kalian berdua, " sahut Lerry tertawa.
"Hah? Maksudnya?" tanya Lukman.
"Maksud kakak apa?" tanya Dwi.
"Gini gini, kakak masih inget sama anak ini.. Dia ini kan cowok yang waktu di rumah sakit itu kan? Yang nyari temennya, " sahut Lerry.
"I-iya benar, " jawab Dwi.
"Kakak tau kok kalo kalian berdua itu saling suka awal ketemu di rumah sakit juga udah mulai curiga sama tatapan kalian, " jelas Lerry.
"Ooh, " sahut Lukman Dwi barengan.
"Iya, oh iya man, kok di sini berisi banget yah? Emang ada apaan? Sampe sampe satpam yang markirin motor joget joget gak jelas, " tanya Lerry.
"Sebenarnya di dalam GOR itu ada pernikahan, eh malah ngeDJ, kan aneh, " sahut Lukman.
"Lho bukannya yang mulai itu kamu yah man, kamu kan yang ngeDJ pertama kalo terus jadi kacau balau kayak gini, " sahut Dwi.
"Syuutt, " sahut Lukman.
"Terserah kalian aja dah, bye yah kakak mau ikutan joget, bye bye adik ku sayang dan pacar nya Dwi, " sahut Lerry pergi masuk ke dalam GOR.
"Hah? Pacar?! Kak kita gak pacaran, " sahut Dwi menaikan nada nya sedikit lebih tinggi.
"Kata siapa kita gak pacaran?" tanya Lukman.
"Mm? Maksud?" tanya Dwi.
"Iyah sejak kapan kita gak pacaran? Bukan nya kita ini baru jadian, " sahut Lukman.
"Bukannya itu cuma main-main mana mungkin kan kamu suka sama orang yang kayak aku gini.. Gak mungkin, "
"Itu mungkin aja, gue suka sama lu Dwi andhika, "
"Kapan kita pacaran nya?"
"Barusan waktu main-main sama kakak kamu, aku bilang kan kita pacaran turus kamu jawab dengan jelas kalau kita ini memang pacaran, "
"Soal itu... Aku cuma bercanda kok kan kamu yang ngedipin mata, "
"Kata kamu bercanda, tapi aku serius, " sahut Lukman menatap Dwi.
"Apaan sih.. Engga, "
"Kamu mau kan jadi pacar aku?"
"Gak tau, "
"Jawab aja, iya apa enggak?"
"Ya udah iya, "
"Yess, "
Akhirnya gayss si jomblo kadal titisan buaya darat kita punya pacar juga. Nah setelah ini jangan lupa like, comen dan vote nya yah, sama jangan lupa juga favoritin kalo engga, aku gigit kalian. Candaaa, bye, see you^^