
Sudah beberapa bulan yang kami lewati untuk sampai di masa-masa saat ini. Yah, walau kami sudah menikah tapi kami harus tetap sekolah.
Nanda dan Marcell memutuskan kuliah di UIN di Bandung. Jadi rumah di Jakarta di tempati oleh Firza, Fauzan dan juga Betly adik Nanda Marcell.
Mereka tinggal di apartemen yang dekat dengan kampus mereka. Mendapat kan teman-teman baru, belajar hal baru sebelum mereka memulai rumah tangga yang benar-benar serius.
Di apartemen Nanda Marcell, yang ada di Bandung.
"Nanda, " panggil Marcell.
"Apa cell?" sahut Nanda di dalam kamar.
Cklekk.
Marcell membuka pintu kamar. "Lu mau makan apa? Gue mau keluar sekalian mau ke fotocopy, " sahut Marcell.
"Apa aja, "
"Yang bener, nanti salah lagi, " sahut Marcell.
"Terserah lu aja dah, gue nah ngikut, "
"Lu lagi apa sih?" tanya Marcell menghampiri Nanda yang fokus dengan laptop nya.
"Gue lagi ngerjain deskripsi, " jawab Nanda sambil menunjukkan isi laptopnya.
"Ooh, jadi ini terserah gue? Lu jangan marah yah, "
"Iya iya, "
"Gue pergi dulu, bye, assalamu'alaikum, "
"Waalaikumsalam, eh, Marcell ikutt, " sahut Nanda segera berlari menyusul Marcell yang sudah turun.
Di mobil.
"Katanya gak mau ikut, " sahut Marcell sambil memasang sabuk pengaman.
"Gak jadi, bosen gue ngerjain deskripsi mulu, kali-kali kita main keluar berdua, " sahut Nanda.
Marcell hanya mengangguk. "Kita mau kemana dulu?" tanya Nanda.
"Makan dulu aja, lu pasti laper kan?"
"Mm.. Boleh, makannya yang enak yah jangan kayak kemarin, ngajak makan bubur ayam doang, siang nya makan di kantin, terus malem nya gak makan apa-apa, tersiksa gue, " sahut Nanda.
"Iya iya maaf, masa lalu jangan lah kau ungkit kembali, " sahut Marcell.
"Masa lalu mata mu, itu kejadian nya kemarin, " sahut Nanda.
"Hemm iya deh maaf, " sahut Marcell menjalankan mobilnya keluar dari lingkungan apartemen mereka.
Mereka terus berkeliling sambil mencari tempat yang bagus untuk makan siang. Sebenarnya banyak yah cafe, mie ayam dan pedagang yang lain di jalan. Tapi karena kemauan sang istri yaitu Nanda dia gak mau. Jadi yah apa boleh buat sebagai suami.
Sesampainya mereka di KFC dekat dengan mall di sebrang nya. Mereka turun bersamaan dan masuk ke dalam.
Sambil menunggu nomor antrian mereka di panggil, Nanda Marcell ikut berfoto-foto seperti anak muda yang lain nya.
Setelah nomor antrian mereka di panggil, dan Marcell membawa makanan di ke meja yang mereka tempati dengan santai nya ada seorang pria genit yang duduk di depan mereka yang dengan penampilan yang aneh.
"Hai apa kabar cantik? Boleh minta nomor hape nya gak?" ucap pria itu sambil mengedipkan salah satu matanya kepada Nanda.
Nanda tak memedulikan nya dia hanya makan dengan lahap sambil memberi kode kepada Marcell agar mengusir orang itu.
"Maaf Pak, bapak siapa yah? Jangan suka menggoda pacar orang, " sahut Marcell.
"Heh! Lu gak mau siapa gue!? Gue di sini adalah preman, lu siapa?! Hah!! Jawab!!"
"Saya hanya mahasiswa pak, tadi maksud bapak apa yah? Ngegoda pacar orang, bapak gak mau saya ini pacar nya?" tanya Marcell masih sabar.
"Gue gak peduli, kalo gue pengen cewek lu, lu harus kasih dia ke gue.. Kalo engga!! Lu bakal tau apa akibatnya, "
"Saya gak peduli, mau saya di pukul, di rampok, silahkan aja, tapi saya gak mau sampai pacar saya ini di sambil orang, " sahut Marcell.
"Berani banget lu sama gue!!, " sahut pria itu.
Dengan lemas nya tangan pria itu berhasil mendarat dengan mulus di pipi kanan Marcell.
Bukk..
Nanda yang kaget segera berdiri dan menampar pria itu dengan tangan nya. "Apa-apaan lu? Gak sopan banget!! Mana ini satpam nya!!" teriak Nanda.
"Widiiwww.. Galak amat neng, minta nomor hapenya dong, " sahut pria itu semakin menjadi-jadi.
"Enggak, gue gak mau kasih nomor hape gue ke orang sinting kayak lu!!" sahut Nanda dengan Nanda tegas.
"Udah ndak, mending kita cabut aja, " sahut Marcell mengambil tangan Nanda berjalan keluar.
"Heh! Heh! Lu jangan suka main ambil tangan pacar orang lu!! Mau gue hajar lagi lu!!"
Bukk
"Maksudnya?" tanya Nanda.
"Iya jadi orang ini sakit jiwa, "
"Kenapa gak di bawa ke rumah sakit jiwa aja sih?"
"Maaf Bu, atas kelalaian kami terhadap menjaga keamanan di sini, " sahut pemilihan KFC.
"Pokoknya saya gak mau, masa iya preman kayak dia berhasil masuk ke dalam terus main tonjok pacar orang, ini keamanan nya payah bangett, " sahut Nanda.
"Kami minta maaf, "
"Terserah, pokoknya saya akan memberikan ranting satu di KFC ini, " sahut Nanda tegas.
Tring..
"Mana ini? Pemilik KFC ini mana?" teriak seorang wanita yang memakai helm dan berjalan ke arah mereka yang sedang berkumpul itu.
"Pak saya mau protes, katanya di sini banyak satpam, motor saya ilang! Ini gimana ceritanya sih pak!!" teriak wanita itu sambil menunjuk-nunjuk keluar.
"Maaf Bu, kami hanya melayani tempat parkir yang datang ke restoran kami saja, "
"Hah?! Gak bisa gitu dong!" teriak wanita itu lagi dengan ekspresi kesal, marah.
"Cih, yang benar aja, " sahut Nanda.
"Itu namanya gak adil pak!!"
Teriak seseorang dari belakang. Sontak mereka semua berbalik kebelakang dan di sana ada seorang anak lelaki yang berdiri dari meja nya sambil menatap sinis.
"Masa iya cuma melayani tempat parkir sendiri, gak adil banget itu namanya. " sahut anak lelaki itu dengan tegas.
"Nah denger kan? Anak SD aja udah tau ini gak adil, " sahut wanita
"Gak bener ini, "
"Ini tempat makan atau tempat kesempatan preman buat nyuri? Masa iya gak dari sana sampai sini terus aja si preman itu ngincer, " sahut Nanda.
"Udah ndak, mending sekarang kita pergi ada aja dari sini, gak guna juga debat sama orang yang gak tau apa-apa soal keamanan, " sahut Marcell menarik tubuh Nanda.
"Gak bisa gitu dong, dari tadi preman itu nonjok kamu, masa iya aku diem aja! Gak bisa, pokonya gak mau tau, ini restoran harus di kasih ranting satu, " sahut Nanda.
"Bener banget tuh mbak, walau makanan nya enak, murah, tapi kalau keamanan nya kurang kita tetep aja khawatir sama kendaraan, dompet, headphone, takut di curi, di jambret, "
"Sekali lagi, kami minta maaf, "
"Percuma bapak mau minta maaf juga, ini gimana motor saya!! Mana saya harus jemput anak saya lagi!!"
"Woi!! Jambret!!" teriak seorang lelaki kepada salah satu satpam yang lewat di depan meja nya.
Satpam itu segera berlari ke pintu keluar dan tak bisa di kejar karena lari nya begitu sangat cepat.
Pria yang habis di jambret itu segera menghampiri semua orang dan memukul-mukul meja.
"Bapak memperkerjakan jambret di sini? Kalo mau memperkerjakan mereka.. Suruh tobat dulu pak, saya sama keluarga saya selama-lama nya gak akan pernah makan di restoran yang buruk ini lagi, " sahut pria itu sambil menggandeng tangan istri dan anaknya keluar dari restoran KFC itu.
"Di mana-mana jambret di mana-mana jambret, ada banyak jambret di sini, oke pak saya akan memafkan bapak kali ini, saya akan pergi dari restoran ini dan memberikan ranting satu, permisi, " sahut wanita itu tegas dan pergi menggunakan taksi yang baru saja di pesan.
Setelah semua orang bubar dari tempat yang aneh itu. Nanda Marcell segera pergi ke mobil dengan cepat dan tak lupa membawa barang-barang mereka.
Untungnya kunci mobil Marcell tak di ambil, mereka hanya membawa kunci mobil, kartu ATM, hape ketinggalan. Udah cuma itu.
Di dalam mobil.
Nanda berhenti sebentar di depan apotek dan membeli beberapa obat untuk mengobati luka Marcell yang habis di tonjok habis-habisan oleh preman barusan.
Setelah Nanda kembali, Nanda dengan segera menempelkan es batu yang baru dia beli di warung ke pipi kanan Marcell dengan hati-hati.
"Aahh,, "
"Ehh maaf, "
"Pelan-pelan ndak, auu, "
"Maaf, "
"Lu masih kesel sama kejadian tadi?"
"Iyalah, orang gak tau diri, memperkerjakan preman di restoran, mana gak di suruh tobat dulu lagi.. Datang ke meja orang terus genit ke gue, yang paling gak bisa gue lupain itu main nonjok pacar orang, " sahut Nanda kesal.
"Ciee udah nganggap gue pacar, " sahut Marcell.
"Diem lu!!" sahut Nanda sambil menekan es batu itu ke luka lebam Marcell.
"Aduuhhh.. Sakitt, "
"Makanya jangan suka ngomong yang aneh-aneh lu!! Sini.. "
"Aduh ampun, " sahut Marcell.