
"Kakak, " panggil Fauzan yang smaa baru keluar kamar nya.
"Mau kemana lu?" tanya Marcell.
"Yah kemana lagi kalo bukannya nyari ciwi, " sahut Fauzan sambil mengangkat alis nya.
"Njiss, " gumam Marcell.
Setelah selesai sarapan mereka segera berjalan menuju mobil. Nanda dan Marcell menumpang di mobil Mama dan Ayah sedangkan Fauzan di mobil Bunda dan Ayah. Tak butuh waktu lama mobil pun sudah melaju meninggalkan kediaman Alfarizky yang tengah sibuk menyiapkan ini itu.
Dalam perjalanan menuju taman tempat akan di poto nya Nanda Marcell untuk poto prewedding.
Entah di bawa kemana mereka bertiga dengan Bunda Ayah, Mama Ayah. Sejak tadi tak sampai-sampai.
"Bun, ini masih lama nyampe nya?" tanya Fauzan.
Ini adalah pertanyaan yang ke sejuta Fauzan bertanya seperti itu.
"Sebentar lagi kok sabar yah, " jawab Bunda.
Begitupun dengan ini, ini juga jawaban bunda yang ke sejuta untuk menjawab pertanyaan Fauzan.
Nanda dan Marcell hanya bisa diam tak berdaya. Entah mereka akan di bawa kemana sampai sekarang masih belum sampai. Dan yang lebih parah lagi, mereka masih ada di jalan raya!!
.
.
.
.
.
Setelah menempuh perjalanan sekitar kurang lebih empat jam. Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan dengan selamat.
Sebelum mereka turun dari mobil. Ayah hendak memakir kan mobil di tempat parkir. Nanda hanya bisa melihat semua persiapan yang sudah lengkap di sana.
Semua pakaian yang akan di pakai oleh Nanda dan Marcell pun sudah ada. Bahkan fotografer pun sudah, kemungkinan besar lebih dari 12 fotografer di taman itu.
Orang tua mereka menyuruh Nanda, Marcell dan Fauzan untuk turun dan segera pergi ke sebelah sana, tempat semua orang berkumpul.
Mereka berjalan berdampingan dengan istri masing-masing... Mm, kecuali Fauzan yang jomblo seorang xixixi.
"Author pilih kasih!!" teriak Fauzan.
"Lu ngomong sama siapa sih?" tanya Marcell menengok kebelakang.
"Ini sama author, masa iya gua seorang yang jomblo, kan gak adil ini, " sahut Fauzan.
"Mending lu tutup mulut deh, kalo gak mau cerita tiba-tiba berubah, tau-tau lu udah di Tasik aja, mau lu?" tanya Nanda.
"Yah enggak lah, masa iya gua gak ngehadiri pernikahan kakak gua, kan sebelum kalian suami istri gua ada di tasik, " sahut Fauzan.
"Ya udah makanya diem, " sahut Nanda.
"Iya kak, " sahut Fauzan akhirnya mingkem.
Mereka di sambut hangat oleh semua orang yang ada di taman itu. Sudah tertata rapih semua pakaian, seluruh peralatan make up, bahkan tempat untuk mereka makan siang pun sudah tersedia di tambah dengan meja dan kursi yang lengkap dengan peralatan makan.
Mungkin peralatan dan makanan yang di siapkan itu sudah pas untuk para fotografer dan cru yang lain nya.
"Oke, kalo gitu gimana kalo kita mulai aja yah, " sahut Ayah Endi.
"Iyah boleh pak, silahkan bagi pengantin wanita nya untuk mengganti pakaian dan merias diri di bantu oleh mbak ice, "
Nanda hanya bisa mengangguk dan berjalan menghampiri mbak ice yang sudah menunggu nya di sana. Bahkan para asisten nya sudah memegang pakaian yang akan di gunakan Nanda untuk foto pertama.
Marcell tak perlu ganti baju karena dia udah memakai jas warna hitam beserta dasi nya, pokonya Marcell terlihat sudah rapih.
Tak lama kemudian tirai yang di gunakan Nanda untuk make up terbuka.
Sreett..
Semua orang yang sedang mengobrol mengalihkan pandangan mereka ke arah tirai tersebut dan mereka tiba-tiba tak bisa berkata apa pun setelah melihat Nanda keluar dari tirai tersebut.
"Gimana pak? Apa cocok dengan kepribadian Nanda yang feminim?" tanya mbak ice.
Tapi Ayah Endi dan Ayah Budi hanya bisa diam tak dapat berkata sepatah kata pun melihat putri maupun menantu nya yang begitu cantik.
"Maaf Pak, jadi bagaimana gaunnya? Bagus?" tanya mbak ice sekali lagi.
"Oh iya... Bagus, " sahut Ayah Endi tersadar dari lamunan nya.
"Syukur lah kalo begitu, silahkan Nanda, jalan pelan-pelan kalo kamu belum terbiasa sama sepatu tinggi, " sahut mbak ice.
Etdah, nih mbak-mbak kayak yang gak tau aja, kalo pergi kemana-mana gue mah hampir setiap hari pake.. , yaelah ini tinggi nya mana cuma 10 cm pula, kalo mbak liat yah ke rumah gue pasti mbak bakal menganga deh - batin Nanda.
Wah bisa-bisa nya tuh mbak ice ngomong pelan-pelan kalo belum terbiasa, kalo ke rumah kayak nya tuh mbak ice bakalan pingsan liat semua koleksi sepatu Nanda, mana ada yang 15,20,25, cm semua.. Parah ini, meremehkan keluarga Nusyrandi sama Alfarizky ini namanya - batin Bunda Shera
Yaahh, cuma 10 cm.. kecil itu mah - batin Mama Patmi.
Setelah sampai di tempat, Nanga duduk terlebih dahulu sebelum melakukan poto bersama Marcell.
Ckrekk...
Ckrekk..
Ckrekk..
"Oke sekarang kita akan ambil poto kalian berdua sekali lagi yah.. silahkan Nanda ganti pakaian, "
What!! Tapi ini udah lebih dari 10 kali Nanda terus berganti pakaian, mengganti make up, sepatu, dan lain-lain. Dan sekarang mereka nyuruh ganti pakaian lagi!! Yang bener aja!!
Ini Nanda memakai gaun berwarna putih polos persis seperti pengantin wanita. Mbak ice memberikan buket bunga. Tanpa berpikir panjang Nanda pun menerima nya.
"Oke sekarang kita ganti konsep nya ya, selamat kita akan menggunakan konsep ruangan, sekarang pengantin wanita silahkan duduk di tangga, anak tangga yang ke 6,oke.. Terus pengantin laki-laki.. Eh mana ini pengantin laki-laki nya?"
"Tunggu sebentar pak, sedang pakai dasi, "
"Oh iya, cepetan yah, "
"Iya Pak, "
Tak memedulikan mereka yang ngobrol apa, Nanda hanya menurut tanpa banyak bicara dan duduk di anak tangga 6.
Nanda yang tanpa sudah bosan hanya bisa diam tak berdaya.
Ini yang dari tadi make up gak beres-beres ngapain sih? Emang dia artis? Bikin kesel aja, - batin Nanda.
"Haahh, "
"Kenapa lu, buang napas kayak gitu?"
"Apaan sih.. Lu ka--n, "
"Kenapa?"
"E-enggak papa, btw lu siapa yah?"
Lelaki itu hanya bisa tersenyum manis di hadapan Nanda secara langsung. Ini pertama kali nya Nanda melihat seseorang tersenyum manis di depan nya seperti ini.
Tiba-tiba jantung berdetak kencang seperti ingin meledak, tangan nya tiba-tiba saja berkeringat dingin tanpa Nanda sadari.
"Masa lu lupa sama suami sendiri, "
Mendengar nya Nanda tentu saja kaget bukan kepalang. Seseorang yang sedang berdiri di hadapan nya ini ternyata adalah Marcell. Suami Nanda sendiri.
"Oke, stop liat-liatnya.. Mohon jangan sebar ke-uwuan yah, karna saya masih singgel.. ayo Marcell duduk di paling atas, dan siaapp.. senyumm, "
Ckrekk..
"Oke mantap, sekali lagi... Satu.. Dua... Tiigaa.. "
Ckrekk..
"Oke pak Endi dan Pak Budi nanti tinggal di pilih mana yang bagus, karena saya mengambil banyak poto, "
"Iya, itu nanti saja yah pak, yang terpenting mereka sekarang di poto dulu berdua, " sahut Pak Budi.
"Iya Pak, "
Poto prewedding mereka berdua berjalan sangat lancar tak ada gangguan sedikit pun. Ini sudah waktunya makan siang, para fotografer dan cru yang lain meninggalkan tempat dan duduk di meja mereka masing-masing dan menyantap makanan.
Tak kalah dari cru yang lain. Kini keluarga Nusyrandi dan Alfarizky sedang menyantap makanan yang sudah ada di meja.
"Gimana di poto nya seru?" tanya Ayah Endi.
"Yah gitu deh yah, panas, haus, gak bisa gerak, harus diem buat poto nya bagus.. Malahan yah yang salah tuh bukan kita, itu mah mereka aja yang lama ambil poto nya, " sahut Nanda ngoceh.
"Ahaha.. Sabar yah, " sahut Ayah Endi.
"Udah beres makan kalian lanjut poto lagi, " sahut Bunda.
"Ehh, aku juga gak mau kalah jeng, aku sama suami aku juga mau kali poto prewedding, " sahut Mama Patmi.
"Aduh Mama, " gumam Nanda.
"Mah, bun, kita gak sekalian ambil poto keluarga gitu?" tanya Marcell.
"Mau nya sih gitu, tapi kan kamu tau Firza sama Betly masih ada di Turki kan.. kita bakal poto keluarga nanti kalo udah lengkap semua, " jelas Bunda.
"Oh iya bun, " sahut Marcell paham.
Setelah selesai makan siang, seperti yang dikatakan Bunda, Nanda dan Marcell melanjutkan poto prewedding mereka berdua. Sampai-sampai mereka kelelahan karna harus berdiri terus dan bulak balik mengganti pakaian.
Nanda sudah tak tahan lagi, ingin rasanya membuang sepatu hak tinggi ini dan melempar nya ke sejauh mungkin. Nanda memang sering memakai sepatu hak tinggi tapi tak selama ini.
Tak kalah dengan Nanda, Marcell pun ingin segera berhenti. Dari tadi dua terus berdiri dan di suruh pake bedak, lipstik dan lain-lain. Kalo bisa kenapa gak dijadiin cewek aja sih.