
Setelah percakapan yang panjang di hape. Marcell memutuskan untuk menghampiri Nanda di dapur karena dari tadi gak balik-balik. Malahan di chat katanya lagi otwe tapi sampai sekarang belum muncul.
"Nanda, " panggil Marcell berjalan ke arah dapur.
"Nandaaa.. " panggil sekali lagi.
Tapi sayang tak ada yang menyahut. Sesampainya di dapur ternyata anak yang di panggil-panggil sedang tidur.
"Etdah, nih anak... pantesan gak datang-datang, " gumam Marcell.
Kalau kalian pengen tau, mereka ada di rumah baru. Masih ada Bunda, ayah, Mama Patmi, Ayah Endi, Betly dan si duo F.
"Marcell.. "
seseorang memanggilnya namanya. Tanpa memedulikan siapa yang memanggil Marcell hanya peduli kepada Nanda yang tertidur lelap di atas meja makan itu.
"Iya, " sahut Marcell.
"Cell, Bunda sama yang lain mau pergi makan siang di restoran kamu, kamu mau ikut apa engga?" tanya Bunda.
"Enggak bun, aku sama Nanda di rumah aja, kasian kayaknya dia kecapean kemarin bawa barang, " sahut Marcell sambil mengelus rambut Nanda lembut.
"Oh ya udah, mau nitip makanan?" tanya Bunda.
"Enggak usah deh, kan di kulkas masih ada makanan, nanti aku yang masakin kalo Nanda udah bangun, " sahut Marcell.
"Oh ya udah, kalo gitu kita berangkat yah, assalamu'alaikum, " sahut Bunda.
"Waalaikumsalam, " jawab Marcell pelan takut membangunkan Nanda.
Setelah memberitahu anaknya, Bunda segera berjalan menuju ruang tamu di mana semua orang sedang duduk menunggu.
"Gimana? Marcell sama Nanda mau ikut?" tanya Ayah Budi
"Enggak katanya yah, Nanda lagi tidur, jadi Marcell juga gak mau ikut, " jawab Bunda.
"Yaahh padahal kita mau ngerayain rumah baru nya mereka, ya udah kalo gitu, " sahut Ayah Budi sedikit kecewa.
"Gak papa yah, kan ada Fauzan sama Firza terus ada kak Betly pula, " sahut Fauzan.
"Hemm, iya iya.. Yuk berangkat, " sahut Ayah Budi.
Mereka semua segera pergi dari rumah Nanda Marcell itu. Dan naik ke mobil masing-masing.
"Eh eh itu bukan mobil mamah sama Ayah.. Ini yang warna hitam, " sahut Mama Patmi memberitahu Firza yang salah membuka pintu mobil.
"Oh.. Oh iya ini mobil Bunda yah.. Heheh.. Maaf salah, " sahut Firza.
"Gak papa, " sahut Bunda.
"Maen buka pintu mobil orang aje lu, mentang-mentang dah lama gak naik mobil Mama sama Ayah, " sahut Betly.
"Lah elu.. Ngapain di mobil kak Marcell sama kak Nanda?" tanya Firza melihat Betly yang sedang bersandar di depan pintu belakang mobil Marcell.
"Gak papa kok, cuma mau nyender aja, " jawab Betly.
"Hemm, udah udah yuk berangkat, keburu kemaleman, " sahut Mama.
Setelah permasalahan yang terjadi antara Betly dan Firza akhirnya mereka bisa berangkat dari rumah itu dengan mobil yang tepat.
.
.
.
.
.
Sementara itu di dalam dapur. Marcell masih memperhatikan Nanda yang sedia tertidur lelap. Marcell ikut duduk di samping Nanda dengan senyuman tipis yang terlukis di wajahnya.
"Lu cantik banget ndakk, " gumam Marcell sambil membenarkan rambut Nanda yang jatuh ke depan.
"Mm, "
Mendengar Nanda bergumam Marcell kaget dengan segera menjauhkan tangan nya dari rambut Nanda yang hitam indah itu.
"Hoaammm.. "
Masih dengan mengumpulkan nyawa Nanda hanya melihat ke sekeliling dan beralih ke sebelah kanan melihat Marcell.
"Apa?" tanya Marcell masih dengan ekspresi kaget nya.
"Kemana yang lain?" tanya Nanda.
"Gak ada, mereka pergi makan di restoran gue, " jawab Marcell.
"Lu gak ikut?" tanya Nanda.
"Enggak lah, "
"Kenapa?"
"Gak papa, "
"Aauuu atau jangan-jangan lu takut yah gue di culik kalo di tinggal sendiri di rumah?" tebak Nanda tepat sasaran.
"Enggak, gue gak peduli lu mau di culik sama siapa aja, " sahut Marcell.
"Mm.. Yang benar?"
"Iya bener, "
"Mm... Bener?"
"..... Ah ahh, "
Marcell berdiri dan berjalan pergi karang di goda terus sama istri nya. "Eh mau kemana?" tanya Nanda.
"Pergi, " sahut Marcell.
"... Kemana aja, jangan ikut lu, " sahut Marcell.
"Iisshh, Marcell gituu.. Cell buatin makanan dong.. Gue laper, " sahut Nanda.
"Yah masak sana, " sahut Marcell.
"Mana makanan nya?"
"Ya itu cari di kulkas kan banyak makanan, "
"Sayuran itu.. Gue mau yang siap saji, "
"Pesen sana lewat gofood, " sahut Marcell.
"Yah lu pesenin kek, jahat banget lu jadi suami, " sahut Nanda memanyunkan bibirnya ke depan.
Marcell yang gemes melihat bibir Nanda yang imut dan pink merona itu berhasil menaklukkan hati Marcell yang tadinya kaku.
Marcell menggigit bibir bawahnya kuat-kuat sambil memukul-mukul tembok.
"Woy, kenapa lu?" tanya Nanda yang bingung dengan sikap Marcell.
"Gak papa, lu mau pesen apa? Biar gue yang pesenin, " sahut Marcell lagi baik.
"Pizza aja deh, "
"Oke, "
"5 meter, "
"Gila lu, 1 meter aja belum tentu abis ini minta 5 meter, " sahut Marcell geleng-geleng kepala.
"Ayoollaaahhh... Dak baik, " sahut Nanda.
"Gak... Mana ada pizza 5 meter, " sahut Marcell.
"Ada, lu pesen sebanyak 5 kali.. Nah ada deh pizza 5 meter nya, "
"Pinter banget yah otak lu... gak ada kerjaan banget nj*rr pesen pizza sampe lima kali, " sahut Marcell.
"Eh, kan gue mau 5 meter, " sahut Nanda.
"Kagak kagak, " sahut Marcell.
"Aahh.. Marcell gituu.. " sahut Nanda memanyunkan kembali bibinya ke depan.
Astagfirullah.. Itu bibir lama-lama gue cium juga nih - batin Marcell greget.
"Ya udah gak usah, mending pesen KFC aja, " sahut Marcell.
"Eh jangan! Ya udah deh 1 meter aja, " sahut Nanda.
"Nah gitu kek dari tadi, " sahut Marcell.
"Ish, nanti gimana kalo gue ngidam nj*rt tega lu, " sahut Nanda.
"Ngidam? Emang lu hamil anak siapa?" tanya Marcell meletakkan hapenya di atas meja setelah memesan makanan.
"Anak orang, " sahut Nanda.
"Oh.. Alhamdulillah bukan anak gue, " sahut Marcell.
"Eh beg0 t0l0l... Yah anak elu lah... Kan cuma elu yang berani nyentuh gue, " sahut Nanda kesal.
"Kapan juga gue nyentuh lu, kagak pernah yah sorry, "
"Bac0t.. Lu udah hampir 6 bulan lho kita tidur bareng, " sahut Nanda.
"Kagak pernah.. Gue kagak pernah tidur sama lu.. Yak kali gue tidur sama cewek yang bukan istri gue, "
"Yawloh.. Gue punya suami gini-gini amat, lu emang beg0 atau pura-pura lupa?"
"Pura-pura lupa, " jawab Marcell.
"Eeuuhh.. Gue gigit lu lama-lama, bikin darting aja kerjaan nya, " sahut Nanda kesel.
"Darting?" tanya Marcell.
"Darah tinggi, " sahut Nanda.
"Oh darah tinggi.. Gue pikir asam urat, " sahut Marcell.
Brakk...
"Apa hubungannya... Antara darah tinggi sama asam urat? Mereka bersaudara? Lu anak IPA gue anak IPS tapi kenapa? Kenapa? Lu anak IPA yang suka juara umum.. Begitu keluar dari sekolah begitu beg0 sekaliii.. " sahut Nanda.
"Ahahaha.. Gue bercanda ndak, " sahut Marcell tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Nanda yang kesel+mau nangis+capek ngejelasin.
"Ngajak ribut lu setan!" teriak Nanda.
"Udah udah duduk, ngapain juga lu berdiri di atas kursi mau jatuh lu? Mana ini kursi nya bisa muter sendiri lagi, nanti jatuh gue lagi yang repot, " sahut Marcell memegang kursi itu segan kedua tangannya.
"Masa bodo, lagian gue hamil anak orang bukan anak elu, " sahut Nanda.
"Eh.. Sembarangan kalo ngomong.. Lu pernah ngelakuin itu sama laki-laki lain lu? Atau sama Bagas yang pernah masuk?"
"Iya pernah... Gue lagi hamil anak bagas bukan anak elu!! Jadi lu gak usah khawatir anak ini mau mati mau enggak juga, "
"Bentar... Lu lagi hamil?"
"Yah kali hamil, gue lagi halangan, " sahut Nanda.
"Gagal dong, "
"Mampusss... Eh, gagal apanya?" tanya Nanda tak paham.
"Gak jadi, " jawab Marcell.