
3 tahun kemudian. Tinggal dua tahun lagi Nanda dan Marcell lulus dari kuliahan mereka dan kembali ke Jakarta.
Sudah lama sekali Nanda tak berjumpa dengan teman-teman nya di Jakarta. Ada diyang sudah mempunyai anak seperti Denisa & Mike, Caca dan Melodi dengan pasangan mereka masing-masing.
Walau setahun yang lalu pernah di adakan reunian SMA tahun 202* , sayang nya Nanda, Marcell, Rara Agung, dan yang lain yang jauh dari Jakarta tak bisa datang. Mereka hanya melihat wajah teman-teman nya dengan menggunakan aplikasi Zoom. Mengsedih sekali yah kawan.
Kali ini kita membicarakan Rara dan Agung yang kuliah di Korea Selatan. Rata dan Agung awalnya kesulitan menemukan apartemen atau pun kostan di Korea, karena ini pertama kali nya bagi mereka keluar negeri berdua tanpa di temani orang tua. Awalnya sebelum mereka pergi ke luar negeri bang Thoriq sempat ingin ikut dan melanjutkan kuliah S2 bersama mereka. Tapi sayang Bunda dan juga Mama Sella melarang nya, alasan nya agar mereka hidup mandiri di luar sana tanpa bantuan siapa pun.
Tapi karena waktu terus berlalu. Mereka berdua sudah mulai terbiasa dengan lingkungan baru di negara orang itu.
Di sebuah apartemen mewah di Seoul Korea Selatan.
"Deskripsi lu udah selesai belum?" tanya Rara menghampiri Agung di ruang tamu.
"Belum, dikit lagi, " jawab Agung.
"Mau makan apa?" tanya Rara duduk di sebelah Agung.
"Apa aja... oh iya, kali-kali makan makanan indo lah, gue kangen, " sahut Agung.
"Yah lagian di sini masak makanan indo bahan-bahan nya mahal, memang banyak sih bahan makanan yang sama, tapi kan.. lu suka protes kalo gue masak, " sahut Rara mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu.
"Itu kan masa lalu, sekarang terserah lu mau pake bahan apa aja, " sahut Agung kembali fokus.
"Oh berarti gue kalo masak pake bahan makanan busuk lu tetep mau makan?"
"Yah gak gitu juga sayang, "
"Ahaha, iya iya bercanda kok, okeh kalo gitu gue pergi dulu ke pasar, kali aja ada bahan makanan indo, " sahut Rara berdiri dan mengambil jaket tebal nya.
"Mm, Hati-hati... mau naik apa?" tanya Agung.
"Mobill, " jawab Rara keluar apartemen.
Hati Agung seketika khawatir, cemas, bagaimana kalo Rara kecelakaan saat membawa mobil? walau Rara sudah ahli, ya tetep aja, perasaan suami jangan suka dianggap main-main.
"Ra.. tungguin gue, gue ikutt, " teriak Agung menutup laptop nya dan mengambil jaket tebal nya dan setelah itu memakai sepatu karena di luar dingin.
Di tempat parkiran mobil.
"Bukannya deskripsi lu belum beres, kenapa malah ikut?" tanya Rara.
"Gue khawatir sama lu, " sahut Agung.
"Ouh, gue kan bisa ngendarain mobil sendiri, " sahut Rara.
"Yah tetep aja gue khawatir, " sahut Agung.
Mereka masuk ke dalam mobil Agung yang baru di beli lima hari lalu di Korea. Di dalam mobil, Rara mematikan Ac mobil karena sudah terlalu dingin.
Tak lama kemudian, Agung menjalankan mobil tersebut sampai jalan raya. Ini pertama kali nya jalanan di Seoul jangan ramai. Bagaikan ada sebuah acara.
"Tumben banget yah, sekarang rame banget jalan nya, " ucap Agung melihat ke sekeliling dari balik jendela mobil.
"Iya, " jawab Rara mengangguk pelan.
"Emang sekarang tanggal berapa?"
"Tanggal 14, "
"Paling mereka mau beli bahan makanan, " sahut Rara.
"Bisa jadii, kita ini mau kemana dulu?" tanya Agung.
"Ke pasar aja, banyak sayur-sayur yang seger di sana, "
"Oke, "
Agung mempercepat laju mobil nya, tapi tetap hati-hati, banyak mobil yang selap-selip di mana-mana.
Sesampainya di pasar.
"Yah, penuh, " ucap Agung melihat tempat parkir tak ada yang kosong sama sekali. Penuh dengan kendaraan bermotor mau pun mobil di mana-mana.
"Yaahhh.. sekarang mau kemana?" tanya Rara.
"Ke supermarket aja, " sahut Agung.
"Oke.. padahal gue mau beli banyak tadii.. tapi ya udah lah.. " sahut Rara hanya tersenyum tipis.
Agung memutar balik kan mobil nya menuju tempat belanja selanjutnya. Sesampainya di Supermarket selanjutnya. Tak di sangka di sini pun sama ramai nya dengan yang di pasar, malah lebih ramai dari dari pasar.
Karena ada satu atau dua tempat parkir yang tersisa. Agung terpaksa harus menemani istri nya berbelanja di tengah keramaian ini.
Setelah mereka masuk dengan membawa troli belanjaan. Rara dan Agung menghampiri satu persatu tempat untuk mengambil keperluan mereka.
Agung menolak panggilan itu dan menchat Nanda untuk memberitahu nya untuk menelpon Rara saja, karena di sedang sibuk mencari makanan ringan.
Rara yang sudah mendapatkan semua bahan makanan selama sebulan, menghampiri Agung yang sibuk memilih makanan ringan.
"Oy udah belum? lama amat, " sahut Rara menepuk pundak Agung pelan.
"Sabarr.. lagi milih ini, " sahut Agung tak kaget.
"Lama... "
"Sabarr.. ini gue lagi milih, mau kripik pedes level 5 atau level 6, ini edisi terbatas di Korea, " sahut Agung.
"Bodoamat, mau itu edisi terakhir kek apa kek, cepetan!"
"Iya iya sabar... mm.. yang mana yah??"
"Astagaa.. kalo lu pusing, beli aja dua-duanya, " sahut Rara kesal.
"Okeh, " sahut Agung, akhirnya dia memilih kedua kripik itu dan memasukan nya ke dalam troli yang hampir menyerupai gunung itu
Untungnya mereka menggunakan bahasa Indonesia jadi tak ada yang mengerti mereka sedang mengobrol apa.
Drrtt... drrtt.. drrtt..
Ada seseorang yang menelpon Rara saat ini. Dengan cepat Rara mencari ponsel nya yang terselip selip di tas nya yang penuh dengan barang make up.
Ternyata itu Nanda. Dengan sekali tekan Rara sudah bisa mendengar suara sahabat nya yang paling dia rindukan itu.
🗣️ : Hallo cantikkk... apa kabar??
: Alhamdulillah baekk.. lu gimana di Indonesia?
🗣️ : Sama gue juga baik, tadi gue nelpon suami lu, tapi gak di angkat malah di suruh nelpon lu
: Oh ya?
Mendengar ucapan Nanda barusan Rara melihat Agung dengan tatapan sinis nya.
🗣️ : Ra.. lagi di mana lu? kapan balek ke indo?
: Gue lagi ada di supermarket, lagi belanja bulanan sama suami tersayang
🗣️ : Jijik ihh, gue denger nya
: Ahahaha.. eh, mana suami lu?
🗣️ : Ada lagi masak
: Nj*rr tumben masak, biasanya juga kagak pernah masak. Hati-hati lu ndak nanti lu keracunan Hahahaha
🗣️ : Bacot lu! masih mending gue bisa masak bantuin Nanda, dari pada elu beban... kasian sekali anda bebaann
: Ngajak berantem lu! nanti kalo gue udah balik ke Indonesia, kita tauran lah
🗣️ : Hayuu gaskeun
: Udah dong... ini cewek mau ngobrol
🗣️ : Udah sana lu, pergi ahh.. nanti tuh ikan nya gosong lagi
: Ndakk... vc grup kuy
🗣️ : Kuy aja, tapi batre hape gue bentar lagi abis
: Berapa lagi?
🗣️ : 2 persen
: Itu mah bukan bentar lagi, tapi sekarang juga bisa langsung matii
🗣️ : Ahahaha..
Rara dan Nanda terus mengobrol sampai Agung membayar belanjaan mereka. Saat sampai di mobil Rara mematikan telpon itu dan kembali fokus dengan keadaan sekitar.
"Udah nelpon nya?" tanya Agung sedang memasangkan sabuk pengaman kepada Rara.
"Udah.. batre dia abis, " jawab Rara sambil terkekeh pelan.
"Pulang sekarang?"
Rara mengangguk, "Let's Go, "