My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Kesiangan!!!



Sehabis dari cafe, Nanda dan Marcell segera pulang ke rumah karena malu. Kini Nanda ada di kamar dan mengoceh di kamar sendirian.


Sedangkan Marcell masih mengobrol dengan Bunda dan Ayah. Walau mereka mengobrol di lantai bawah, tapi obrolan mereka terdengar sampai ke telinga Nanda.


"Cuma tadi pas di cafe sama temen aku cium bibir Nanda, "


"Terus gimana boy? Nanda nya nerima ciuman kamu apa engga?"


"Yak.. awalnya dia kaget terus nerima... cuma pas yang kedua kalinya dia nolak, "


"Pelan tapi pasti... "


"Aaahh.. Ayah bentar lagi bakal. kita dapet cucu... "


"Cucu apaan sii?? Gue aja masih belum nerima first kiss tadi... " gumam Nanda semakin malu di dalam kamar.


"Udah punya rencana buat anak belum boy?"


"Belum... belum saatnya... "


"Astagaa... belum saat nya apaa cobaa.. minta di hajar... " gumam Nanda kesal.


"Kita masih nunggu yah boy, kalo mau Hannymon ke luar negeri terus jangan lupa bilang dulu ke Bunda atau sama mamah mertua kamu.. "


"Iya, gimana nanti aja Bunda, Aku ke atas dulu yak bun, "


"Iya.. "


Nanda menghempas tubuh ke kasur dan menarik napas panjang. Dan tiba-tiba pintu terbuka pelan.


Cklekk...


"Nanda.. " panggil Marcell.


Nanda menengok ke arah Marcell, "Apa?" tanya Nanda.


"Gak, gue cuma mau liat lu udah tidur atau belum, " sahut Marcell duduk di samping Nanda.


"Lu... lu kenapa bilang ke Ayah sama Bunda? Gue kan malu, " sahut Nanda.


"Yak maaf, gue gak sengaja... " sahut Marcell.


"Udah lah, gue mau tidur duluan, " sahut Nanda menarik selimut.


"Jangan tidur dulu.. " sahut Marcell menarik selimut.


"Aaa... apa lagiii?" tanya Nanda kesal.


"Ganti baju dulu, baru tidur... " sahut Marcell.


"Pewe... gue udah kebiasaan langsung tidur kalo udah main... " sahut Nanda menguap.


"Kalo lu gak mau ganti baju, poto dulu sama gue.. " sahut Marcell.


"Buat apa foto-foto di jam segini... mending bobo.. " sahut Nanda malas.


"Bentar napa si... " sahut Marcell menarik tangan Nanda untuk bangun.


Nanda yang sudah pasrah, akhirnya menurut dan menghadap kaca bersama Marcell.


Marcell memegang pundak Nanda dan mendekatkan nya ke tubuh nya sambil memegang ponsel. Nanda menutupi wajahnya dengan tangannya sendiri.



Cekrek...


"Udah kan.. kalo udah mari kita bobo.. " sahut Nanda menarik tangan Marcell mendekati kasur.


"Ehh... bentar gue mau pamer dulu poto di ig... ganggu aja lu... " sahut Marcell.


Brukk...


Kini Marcell ada di atas Nanda. Sedangkan Nanda sudah tertidur lelap di bawah Marcell tanpa peduli ada siapa di atasnya.


"Astagaa anak ini... " gumam Marcell gemesh.


Dan terkadang Marcell mencubit pipi dan hidung Nanda yang mungil. Dan Marcell berbaring di samping Nanda dan ikut tertidur sambil memeluk Nanda.


.


.


.


.


.


Jam sudah menunjukkan pukul 08.30 tapi Nanda dan Marcell masih tidur di atas ranjang.


pib.. pib... pib...


Tangan Nanda meraih jam alarm itu dan mematikan.


"Hoaaammm... " Nanda meregangkan tangannya ke atas dan mulai membuka matanya melihat ke sekeliling ruangan.


Saat melirik jam di sampai nya, Nanda terkejut ternyata sudah jam set 9.


"MARCELL!!!" Teriak Nanda menarik selimut dari tubuh Marcell.


"Apa? Pagi-pagi udah ribut... " sahut Marcell membuka mata.


"Pagi pala lu peang... ini udah jam set 9 , sekolah!!" teriak Nanda mengambil handuk dan berlari menuju kamar mandi.


"HAH?!! JAM SET 9!!" Teriak Marcell terkejut dan melompat dari atas kasur ke depan meja belajar nya dan dengan cepat memasukkan buku-buku ke tas.


Cklekk.


Pintu terbuka terlihat seorang gadis memakai handuk dari dada sampai atas lutut sedang berlari menuju lemari.


"Lu ngapain liatin gue mulu... udah sana lu cepetan mandi... " teriak Nanda.


Marcell tersadar dari lamunan nya dan segera mengambil handuk.


"Aduuh kenapa sampe bisa kesiangan!!!" teriak Nanda sambil memakai seragam sekolah.


Cklekk.


"Kok udah beres lagi?" tanya Nanda.


"Yang penting basah, " sahut Marcell mengambil baju seragamnya dari dalam lemari dan membawanya ke dalam toilet.


"Jangan lama-lama, naik motor aja cell... " teriak Nanda memakai sepatu.


"Iya iya... " sahut Marcell mengambil tasnya dan asal pakai sepatu.


"Cepetan... " teriak Nanda terburu-buru.


"Sabarr... ayok... " sahut Marcell menarik tangan Nanda keluar kamar.


"BUNDA... AYAH... KITA BERANGKAT!!!" Teriak Marcell dari dalam rumah sambil berlari menuju garasi.


Tapi anehnya tak ada yang menjawab di dalam rumah, hanya pada asisten rumah tangga yang menyahut mereka berdua.


"Iya iya iya... makasih.. cepet naik... " teriak Marcell.


"Sabar kek, lu gak liat gue pake rok... " sahut Nanda naik ke atas motor.


Motor Marcell melaju keluar dari halaman rumah nya dan dengan kecepatan tinggi Marcell berhasil menerobos semua kendaraan yang menghalangi.


"Cell pelan-pelan gue takut jatuh!!" teriak Nanda.


Marcell sedikit menurunkan kecepatan nya, Nanda yang tadi memegang erat pinggang Marcell kini sudah mulai memegang seperti biasa.


"Cell, mending bolos aja deh... " sahut Nanda.


"Gak bisa walaupun telat harus tetap sekolah, " sahut Marcell.


"Kan nanti di hukum, " sahut Nanda.


"Kan gue ketos nya.. " sahut Marcell.


"Terus kalo lu ketos emang nya kenapa?" tanya Nanda.


"Kan gue yang megang aturan, lu gak usah khawatir sans, " sahut Marcell.


"Yakin, " sahut Nanda merasa tak yakin dengan ucapan Marcell barusan.


"Lu mau di hukum?"


"Yak gak mau lah... "


"Yak udah diem, turutin aja semua perkataan gue.. ngerti gak lu.. "


"Iya.... santai kali ngomong nya... "


Sampai disekolah gerbang sudah di tutup, dan kebetulan sekali di sana ada pak satpam yang sedang berjaga.


"Pak... " panggil Marcell.


Kenapa pake di panggil si... kan nanti di hukum... - batin Nanda.


"Ehh Marcell... " sahut pak satpam berjalan menghampiri Marcell dan Nanda.


"Kenapa bisa telat gini... adduuhh... " sahut pak satpam membuka pintu gerbang.


"Iya Pak, kesiangan... soalnya Bunda gak ngebangunin... " sahut Marcell masuk bersama motor nya dan di susuk Nanda dari belakang.


Pak satpam hanya geleng-geleng kepala melihat Marcell dan Nanda yang masuk gerbang begitu saja. Dan segera menutup gerbang.


"Loh kok kita bisa lewat begitu aja?" tanya Nanda bingung.


"Udah biasa.. kan Bunda sering datang ke sini, terus bilang Marcell kesiangan nanti buka aja gerbang nya.. " sahut Marcell.


"Oh pantesan aja... " sahut Nanda mengerti.


Marcell memarkirkan motornya dan berjalan bersama Nanda ke kelas. Lorong sekolah mungkin sudah sepi tapi kebanyakan anak-anak yang bolos pelajaran yang sering berjalan-jalan ke sana kemari tanpa tujuan.


"Sana lu masuk kelas, " sahut Marcell.


"Kan ada guru... " sahut Nanda.


"Sekarang lu pelajaran IPS kan?


"Iya, lalu?"


"Guru-guru lagi pada rapat, jadi cuma tadi pelajaran pertama doang, udah sana masuk, gue duluan, " sahut Marcell berjalan menuju kelasnya.


"Ehh... cell... iih malah duluan... " ucap Nanda kesal.


Dengan berat hati, Nanda berjalan menuju kelasnya, lorong kelas nya sepi tak ada murid yang keluar atau guru-guru yang datang. Tapi kalau melihat ke dalam kelas, rusuh.


Sampai di depan kelasnya sendiri, Nanda melihat lampu yang kedap-kedip seperti di sengaja. Saat membuka pintu ternyata seluruh siswa dengan DJ hampir seluruh murid di dalam kelas naik ke atas meja.


Jdak... Jduk.... Jdak.. Jduk....


"Apa ini?" gumam Nanda terkejut.


"Yooowww... Kencengin bang.... " teriak Putri di atas meja.


Mike terus mengeraskan suara DJ itu, semakin keras maka semakin rusuh, Salsa yang terus memainkan saklar lampu. Rara dan Dinda yang terus mengangkat tangan menikmati DJ.


"Ehem... ehem.. ehem... " Nanda yang sedang bersiap mengeluarkan suara oktafnya.


"....... BERHENTI!!!" Teriak Nanda.


Dan ajaibnya semua berhenti dan segera mematikan musik DJ itu.


"Yaaa... si eneng ganggu aja... "


"Tau nih... lagi seru...."


"...... Ganggu aja lu... "


"Seru tau... bentar lagi masuk ke intinya.... "


"Gak ada akhlak lu, ganggu kesenengan kita aja... "


Seluruh siswa berkomentar kepada Nanda yang mengganggu kesenangan mereka.


"Gue bukannya ganggu kesenangan kalian, cuma gue mau tau kalian lagi ngapain ngeDJ di jam segini?" tanya Nanda.


"Kan guru-guru lagi pada rapat... yak jadi jamkos, "


"Enak DJ di kelas dari pada ke kantin... "


"Iya... "


"Iya tuh bener... "


"Iya bener-bener... "


"Udah udah, kalian yang masih di atas meja turun... " sahut Nanda.


"Gak mau... "


"Oh gak mau, " sahut Nanda mengambil sapu.


"Pukul aja kita tetep gak mau turun, "


Nanda memukul meja terus menerus sampai mereka turun dari atas meja.


Buk.... buk... buk...


"I-Iya iya ini turun... "


"Cepetan... " teriak Nanda semakin geram.


"Sabar... "


"Sabar sabar ini lagi otw... "


"Otw otw pala lu peang... " sahut Nanda kesal.


Para siswa-siswi yang sudah turun dari meja mulai di ceramahi oleh Nanda sampai semua guru-guru kembali ke kelas dan mulai pelajaran sampai jam istirahat.