My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Pingsan



Marcell mengambil minuman Nanda tanpa sepengetahuan istri nya yang sedang fokus membalas semua comen.


Saat Nanda akan mengambil minum nya seperti ada yang kosong sejak tadi. Nanda pun beralih dan mencari-cari minuman nya itu, saat melihat Marcell yang terus minum tanpa henti sambil nulis.


Nanda kesal dan mengambil minuman Marcell dan menghabiskan nya sampai habis. Meraka berdua menikmati waktu bersama di cafe, tak hanya di cafe Marcell pun mengajak Nanda keliling taman dan ke berbagai tempat.


Setelah melihat-lihat ke sana dan kemari, Nanda capek, dia duduk di trotoar menunggu Marcell yang sedang membeli minum untuknya.


Sambil menunggu Marcell datang, Nanda melihat ke sekitar, jalan yang begitu sepi hanya ada mereka berdua, dan sebuah warung di belakang Nanda.


Tak lama Marcell kembali membawa dua minuman untuk mereka masing-masing satu.


tuk..


"Aahh... dingin!!" teriak Nanda berdiri sambil memegang pipinya.


Marcell tertawa, "Nih katanya haus, minum, " sahut Marcell menyerahkan floridina itu ke Nanda.


"Udah ini kemana?" tanya Nanda kembali duduk di samping Marcell.


"Lu sendiri mau kemana? Gue mah sih ikut-ikut aja, " sahut Marcell.


"Ohh, jadi kalo gue ke pelaminan lu mau ikut juga?" tanya Nanda.


Marcell berhenti minum dan menatap Nanda, "Lu mau ke pelaminan sama siapa?"


"Sama seseorang yang paling spesial, "


"Siapa?"


"Yah elu lah siapa lagi, kan elu suami gue, "


"Kan udah ke pelaminan nya juga, masa iya dua kali, "


"Kata mamah, kalo udah lulus SMA kita umumin pernikahan, terus nikah untuk yang kedua kalinya, teman-teman sekolah juga bakal diundang, " jelas Nanda.


"Oh, " sahut Marcell singkat.


"Oh doang?" tanya Nanda.


"Terus gue harus bilang apa?"


"Bilang apa kek, selain oh, "


"Waww.... estetis, "


Nanda yang mendengar geli, lalu membungkam mulut Marcell dengan botol minuman yang sudah habis, dan segera kembali ke dalam mobil.


"Woi, sakit.. " sahut Marcell.


"Masa bodo, " sahut Nanda.


Marcell segera menghabiskan minumannya dan segera kembali ke mobil. Di mobil, Marcell melihat Nanda yang sedang memainkan ponselnya.


"Ngapain lu? Minjem hpe orang tanpa izin, " tanya Marcell.


"Gimana gue dong, gue kan istri lu, hal sebagai istri itu liat-liat isi hpe suami, " sahut Nanda.


"Serah lu deh, " sahut Marcell.


Saat Nanda menuju whatsapp Marcell, dia melihat ada 17 pesan masuk dari bagas, tapi Marcell tak memedulikan nya.


Bagas? - batin Nanda.


Tanpa sepengetahuan Marcell, Nanda membuka dan membaca nya dengan seksama.


Bagas


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bagas


Marcell, sve no gue Bagas kelas IPS 5


^^^Marcell^^^


^^^Mau apa lu chat gue?^^^


Bagas


Gue cuma mau ngasih tau, Mila Jesika Ryan mau hancurin rumah tangga lu sama Nanda, lu harus jaga Nanda


^^^Marcell^^^


Gue selalu jaga Nanda, gue gak yakin Mila mau hancurin rumah tangga gue... Ini pasti elu kan, yang mau ancurin dengan alasan pakai nama Mila.


Bagas


Nggak cell, ini benaran, sumpah ✌


^^^Marcell^^^


Apa yang lu tau, soal rencana Mila? kasih tau gue semuanya


Bagas


Okeh kalo gitu kita telpon aja, biar jelas.


^^^Marcell^^^


^^^note^^^


^^^Read by Bagas^^^


Voice note


___________________________


Voice note


___________________________


Bagas


^^^Marcell^^^


^^^Iya, kapan dia dateng?^^^


Bagas


Sekitar jam 09.00 , lu bawa Nanda jalan-jalan sejauh mungkin yang lu bisa, dan jangan lupa matiin hpe lu, biar Mila gak bisa lacak keberadaan lu..


^^^Marcell^^^


Iya thanks, tapi bentar, kenapa lu mau bantuin gue? sedangkan elu kan suka sama Nanda


Bagas


Selama gue di penjara, gue sadar kalo kebahagiaan seseorang yang kita sayang adalah hadiah yang paling istimewa... ini adalah kebahagiaan Nanda dan elu adalah alasan Nanda bahagia cell... jadi gue gak mau lu pisah sama Nanda...


Bagas


Sama jangan lupa, gue deketin Nanda, biar Mila gak bisa berbuat apa-apa... inget itu!!!


^^^Marcell^^^


Apa yang lu mau, sebagai imbalan?


Bagas


Gue mau lu bebasin gue saat rencana ini berhasil, dan jangan bilang ke Nanda, kalo ke temen-temennya gak papa biar tambah banyak yang nolongin...


^^^Marcell^^^


Iya, gue sepakat... gue akan bebasin lu dari penjara, kalo soal temen-temen nya Nanda, gue masih belum yakin, mereka bakal nolongin


Bagas


Itu hal yang gampang, mending sekarang lu ajak Nanda jalan-jalan... Saat lu sampai di taman temuin gue di air mancur, kita bicara detail rencana nya...


^^^Marcell^^^


Gue tunggu lu di jam 14.00 di air mancur


Bagas


Okey


Bagas


Woy, jangan lupa apa yang kita bicarain barusan, lu harus sekuat tenaga lindungi Nanda biar gue yang ngehasut Mila.


Read by Marcell


Voice note


_________________________


Voice note


_________________________


Bagas


Pergi ke jalan melati di sana sepi, Mila mau samperin lu di taman bareng sama gue


Bagas


Bawa Nanda pergi liat pemandangan


Voice note


_________________________


Bagas


Woy!! kenpa lu gak matiin hape lu? Mila berhasil ngelacak keberadaan lu!!! Sekarang lu pergi ke mana aja yang penting jangan sampai berpapasan sama mobil warna merah.


Setelah membaca semua chatan Marcell dengan Bagas, Nanda terdiam sejenak, dia seperti pernah mendengar nama Bagas.


Memang dia pernah bertemu tapi bukan hanya orang nya saja, sikapnya dan juga gaya bicara nya seperti pernah dengar.


Gue berasa pernah denger suara ini, tapi dimana? - batin Nanda.


Marcell melirik ke arah Nanda yang melamun. "Liatin apa lu?" tanya Marcell.


Nanda sontak kaget dan tersadar dari lamunan nya itu, "Eng-engga ini gue merasa lu sosweet banget namain kontak gue 'Ndakk Kitty' hahaha,, " sahut Nanda tersenyum di paksa.


Kok berasa pusing banget... terus gue liat ada bayangan-bayangan gitu di kepala gue... adduuhh sakiitt... - batin Nanda.


Gak mungkin kan kalo gue tiba-tiba trauma gak jelas kayak gini?!! - batin Nanda semakin khawatir.


Nanda memegang kepalanya, keringat dingin mulai bermunculan, kakinya gemetar hebat dibawah sana begitupun dengan tubuh Nanda. Untung saja dia sedang ada di mobil jadi dia bisa pingsan dengan tenang.


Marcell yang merasa bosan, ingin menyalakan musik favorit nya, pandangan teralihkan pada seorang gadis yang tertidur lelap di kursi.


Saat Marcell menyentuh dahi Nanda untuk memindahkan rambut yang menghalangi, dia merasakan panas di seluruh tubuh istrinya itu, dan memegang tangan yang penuh dengan keringat.


"Nanda!!! Lu kenapa?!!" teriak Marcell khawatir. Dengan kecepatan penuh, Marcell mengantar Nanda ke rumah sakit terdekat.


Sambil menyetir dia menelpon ibu mertuanya dan juga orang tuanya untuk segera datang ke rumah sakit yang di tuju oleh Marcell.


Setelah berhasil menelpon ibu mertua nya, kini giliran orangtua Marcell yang tak mengangkat telpon nya sejak tadi. Marcell semakin khawatir pada keadaan Nanda, dia tak pernah melihat Nanda yang demam secara tiba-tiba, padahal mereka hampir setiap jam minum air.


"Kenapa lu bisa sampe kayak gini sih ndak?! Apa jangan-jangan gara-gara coklat silverqueen lagi!!" gumam Marcell semakin merasa bersalah.


"Nggak mungkin... tapi kalo ini emang bener salah coklat itu, gue bajak tutup perusahaan yang bikin coklat silverqueen itu!!" ucap Marcell mempercepat mobil nya.