
Sesampainya di rumah mereka berdua. Terlihat di sana ada banyak mobil yang terparkir di depan rumah mereka.
"Ada acara apa ini kok rame banget?" gumam Nanda penasaran.
Mobil Bunda masuk ke garasi mobil. Mobil Marcell pun ikut. Mereka semua keluar dan berjalan masuk ke rumah.
Marcell yang akan mengeluarkan koper tiba-tiba tangan Nanda memegang baju Marcell. "Cell, ini ada acara apa yah? kok banyak mobil? sama sepatu?" tanya Nanda.
"Gue juga gak tau, mending lu bantuin gue bawa nih semua koper, " sahut Marcell.
"Okeh, tapi masuk nya bareng yah, " sahut Nanda.
"Iya iya, nih bawa koper coklat lu, " sahut Marcell.
Nanda membawa koper nya masuk bersamaan dengan Marcell. Saat masuk, ruang tamu sepi, entah kemana Bunda dan Ayah yang sudah duluan masuk.
"Assalamu'alaikum, " ucap Nanda.
Tak ada yang menjawab. Nanda melihat ke sekeliling, sudah banyak yang berubah semenjak mereka pergi dari rumah ini 4 tahun yang lalu.
Marcell menekan saklar lampu, dan semua nya kembali terang. Tapi sayang, rumah itu menjadi sedikit angker. Ada ada orang tapi banyak mobil dan sepatu di depan.
"Ih kok serem yah?" tanya Nanda melihat Marcell di belakang.
"Gak ah, biasa aja, " sahut Marcell.
"Ish, " desis Nanda sambil menatap sinis ke arah Marcell.
"Udah yuk masuk, " sahut Marcell jalan duluan.
"Serah lu dah, " sahut Nanda.
"DAAARRR!!"
"SUPRISE!!"
"Astagfirullah.. " teriak Marcell kaget.
brukk..
Saking kaget nya Marcell sampai jatuh.
"Aaaahhh monyet monyet monyet monyet.. "
"Welcome to home Nanda and Marcell!!"
"Haaaiii, "
"Helloo.. "
Marcell kembali bangun dan merapikan rambut nya yang acak-acak. Nanda hanya melihat ke arah mereka semua yang memberi suprise.
"Kakak ku sayang, " teriak seorang gadis yang berlari kecil ke arah Nanda dan memeluk nya sampai Nanda tak bisa napas.
"Uhukk, udah woi, gue susah napas, " sahut Nanda.
Gadis itu melepaskan pelukan nya yang kuat dan melihat kakak nya yang sangat cantik dengan jaket coklat.
"Kak, gak kangen sama gue?" tanya gadis itu.
"Emang lu siapa?" tanya Nanda.
"Geblek, punya kakak gak ada akhlak, "
"Iya iya, lumayan kangen gue, " sahut Nanda.
"Nah gitu dong, " sahut Betly.
"Mana Fauzan sama Firza?" tanya Nanda.
"Ada, " jawab Betly.
"Kakak kuuu yang paling cuantiikkkk.. " teriak Firza sambil berlari ke arah Nanda sekencang nya.
Nanda yang sadar, langsung menghindar dari hadapan Firza. Dan...
Gedubrakkk..
Firza jatuh ke lantai sampai terdengar suara. Yang menghindari berasa gak ada dosan-_-
"Hai kak, " sapa Fauzan.
"Hai juga, " sahut Nanda sambil melambaikan tangan ke arah Fauzan.
"Kakak gak ada akhlak, nanti nih hidung pesek lagi, " sahut Firza berusaha bangun sambil memegang hidung nya yang sakit.
"Alahh, alsan.. hidung lu dari lahir juga emang udah pesek, " sahut Nanda.
Firza hanya manyun bebek ke arah Nanda dan kembali berdiri. "Udah udah, jangan banyak tingkah, kakak-kakak kalian kan baru pulang, mungkin capek, Ayo kalian masuk.. Bunda mau bikin teh hangat buat kalian, " sahut Bunda.
"Iya bund, " sahut Betly dan Firza barengan.
"Iya makasih Bunda, " sahut Nanda.
"Iya, " sahut Marcell.
.
.
.
.
.
Di kamar utama/ kamar Nanda Marcell.
cklekk..
"Aaaahhhh... akhirnya nyampe jugaaa.. " teriak Nanda langsung rebahan dan meregangkan semua otot-otot nya.
Marcell menyalakan lampu dan ikut rebahan di samping Nanda. Nanda sudah terbiasa dengan keberadaan Marcell yang suka ikut rebahan di samping nya.
Mereka melihat langit-langit kamar dengan pikiran kosong. Marcell lupa dengan apa yang akan dilakukan saat sudah istirahat selama seminggu.
Marcell melihat ke arah kanan nya. Melihat Nanda yang masih menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong.
"Oh iya Bunda terimakasih, " sahut Nanda bangun.
"Iya, silahkan kalian istirahat aja dulu, Bunda mau ke bawah yah.. banyak kegaduhan heheh.. mohon maklumi, " sahut Bunda.
"Iya Bunda, " sahut Marcell.
"Gak papa kok bund, telinga aku udah biasa denger yang ribut, " sahut Nanda.
Bunda menutup pintu kamar dengan perlahan dan berjalan menuruni tangga.
Malam hari.
Nanda dan Marcell yang sudah puas dengan tidur mereka, kembali ke bawah dengan pakaian tidur couple mereka yang berwarna biru.
"Ini punya gue.. lu ambil sana.. "
"Mana roti gue yang udah di kasih selai?"
"Is there strawberry jam?"
(Apakah ada selai stroberi?)
"Here's toast.."
(Ini roti bakar..)
"thank you very much, "
(Terima kasih banyak)
Nanda bejalan ke arah keluarga Marcell yang tengah berkumpul sambil menikmati roti bakar yang Bunda buat. Untungnya roti bakar itu sangat banyak jadi Nanda dan Marcell tak usah khawatir.
Marcell duduk di sofa di samping Ayah nya yang fokus nonton bola. Sedangkan Bunda mengobrol dengan Betly. Nanda datang dan langsung mengambil roti bakar itu.
Saat Nanda melihat Firza yang senyum-senyum gak jelas. Nanda akhirnya tersadar kalo ada gadis cantik di samping adik laki-laki nya itu. Bahkan tangan Firza dengan santainya merangkul gadis itu.
"Lah nj*rr ada bule? mana satu cowok, dua cewek.. mereka siapa?!!" tanya Nanda kaget.
"Ututututututuuuuuttttt.. "
Betly datang menghampiri Nanda dan duduk di sampai lelaki tampan yang sedang minum susu.
"Gue lupaa.. kenalin, ini calon suami gue, " ucap Betly santai.
"Whatt?!! gue gak salah denger?? ca-ca-calon suami?!!" sahut Nanda sambil menunjuk ke arah lelaki itu.
"Oh iya, sayang kenalin ini kakak aku, namanya Nanda, " sahut Firza mengenalkan Nanda kepada seorang gadis yang sedang Firza rangkul itu.
"Oh hi brother-in-law, " sapa gadis itu.
(Oh hai kakak ipar)
"what? brother-in-law? what does this mean?"
(apa? kakak ipar? ini maksud nya apa sih?)
"Iya, jadii yah Kak, Olivia ini calon istri aku kak.. gituu.. " sahut Firza.
"Nah kalo jheremi ini calon suami akuu.. " sahut Betly.
Etdah ganteng bangett, Marcell mah kalah kalo sama yang beginian... kalo model yang beginian mah gue mah hayuu lah punya anak, eh astagfirullah..inget Nanda ingett lu udah punya suami, mana nanti malem harus 'itu' lagii - batin Nanda.
Sedangkan Marcell hanya diam dan menikmati roti bakar dengan santai. Ayah yang sudah tau hanya fokus menonton bola di TV.
Bunda datang membawa susu coklat untuk Nanda dan Marcell yang baru datang.
"Oke, sebentar, trus cewek ini siapa?" tanya Nanda kepada seorang gadis yang sedang makan.
"Mm.. itu pacar gue, " sahut Fauzan dari belakang habis kembali dari toilet.
"Uhukk.. uhukk.. uhukk.. apa? pacarr??" tanya Marcell kaget.
"Oh iya Ayah lupa, Fauzan juga udah punya pacar, dia dari
"Namanya... Ericha, " lanjut Fauzan.
"Bet, sini lu, " panggil Nanda.
"Apa?" tanya Betly.
"Sinii.. sebentar, " sahut Nanda.
Betly berdiri dan menghampiri Nanda. Nanda membawa Betly agak menjauh dari kerumunan.
"Apa sih kak?" tanya Betly.
"Lu pake santetan apaan? sampe bisa dapetin cowok yang ganteng itu?" tanya Nanda.
"Ahahaha.. gblk, lu pikir gue ini ke dukun dulu apa? yah kagak lah, gue dapetin dia murnii.. " sahut Betly.
"Masaa, "
"Iyaaa.. "
Nanda masih tak percaya dengan ucapan Betly, Nanda hanya melihat Betly dengan tatapan anehnya.
"Ya yaa.. gitu dehh.. pernah sekali di santet cewek nya.. " sahut Betly jujur.
Nanda hanya mengangguk. "Terus?"
"Yah sekarang dia jadi milik gue, "
"Mm..baguss..ini baru Betly yang gue kenall.." sahut Nanda memberikan jempol kepada adik nya itu dan berjalan pergi.
"Huuhh, "
Di sisi lain. Fauzan yang tak memberitahu kalo dia punya pacar, dia mendapatkan ceramah satu kali dua puluh empat jam dari Marcell kakaknya.