
5 bulan kemudian
Perut Nanda sudah semakin besar dan kini sudah menginjak usia 6 bulan. Marcell dan Nanda akan pergi ke rumah sakit untuk mengetahui jenis kelamin anak mereka.
Di rumah Nanda dan Marcell.
"Nanda.. Ayoo, " panggil Marcell sudah siap dan sedang menunggu di halaman bersama dengan mobil hitam nya.
"Iya sebentar, " sahut Nanda keluar dan mengunci pintu agar tak ada pencuri yang masuk saat mereka pergi.
"Gimana aman kan?" tanya Marcell sambil mengelus perut Nanda yang buncit itu.
"Amann kok, ayoo, " sahut Nanda.
Marcell membukakan pintu untuk istrinya itu dan Nanda pun masuk. setelah itu Marcell juga ikut masuk dan menyalakan mesin.
Setelah beberapa lama memanaskan mesin mobil, Marcell melajukan mobil nya itu sampai ke rumah sakit.
Di rumah sakit.
Setelah memarkir kan mobil. Nanda dan Marcell segera turun dan berjalan berdampingan masuk ke dalam.
Banyak orang yang mengantri untuk mengecek kehamilan sama seperti Nanda, ada yang bersama suami dan ada juga yang enggak.
Satu persatu bumil itu di panggil oleh suster ke dalam dan di periksa. Saat sedang duduk santai-santai tiba-tiba ada yang memegang bahu nya dari belakang. Saat Nanda berbalik bersamaan dengan Marcell.
"Nanda.. Tuh kan bener Nanda, " sahut seorang wanita itu bersama suami nya yang memakai topi hitam. Sedangkan wanita itu memakai kemeja warna hitam dengan perutnya yang besar. Sekiranya delapan bulan.
"Putrii, " sahut Nanda.
"Haaii.. Udah lama juga... Lu kemana aja?" tanya Putri.
"Harusnya gue yang nanya gitu.. Lu kemana aja, gak pernah ada kabar sama sekali... Di WA lu gak aktif, di ig apa lagi, " sahut Nanda.
"Maklum lah, kalo udah besar perut, seketika males megang hape, " sahut Putri.
"Tunggu, kalo lu Putri berarti ini Angga, " tebak Nanda salah.
"Heh.. Sembarangan kalo ngomong... Suami gue Ihsan bukan Angga, Angga mah Dinda.. " sahut Putri.
"Hah? Masa sih? Perasaan seinget gue lu itu nikah sama Angga deh bukan Ihsan, " sahut Nanda.
"Pala mu... Dari dulu juga gue nikah sama Ihsan bukan Angga, cell istri lu kenapa sih? Pikun?" tanya Putri kepada Marcell yang sedang mengobrol dengan Ihsan.
"Gak fau, mungkin ke bawaan, " jawab Marcell.
"Ke bawaan dari mana nya? Ini mah Nanda nya aja yang lupa... Apa jangan-jangan nanti lu lupa lagi sama reuni SMA kita, "
"Reuni SMA? kapan?"
"Tuh kan bener... Nanti sekitar 5 bulan lagi, "
"Kalo sekitar 5 bulan lagi... Gue sama Marcell bawa anak dong, "
"Iya emang itu tujuan dari reuni kitaa bestai, "
"Oohh iya iya, " sahut Nanda.
Mereka berempat duduk di kursi. "Lu ke sini mau periksa kandungan?" tanya Putri.
"Iya, gue mau tau anak gue ini sehat apa engga? Soalnya bulan depan udah masuk sembilan bulan, siap-siap buat lahiran, " sahut Putri.
"Oalahh.. Udah mau lahiran ajee.. Lu kalo hamil kasih tau kek, ini malah tiba-tiba ilang gak jelas.. Untung aja gue masih sekontak sama suami lu kalo engga.... gue gak tau kalo lu sama lagi ngandung juga, " sahut Nanda.
"Ahaha.. Iya iya maaf... btw, lu ke sini mau periksa juga?"
"Iya, gue sama Marcell mau tau jenis kelamin debay, " sahut Nanda.
"Oh my god... Lu sama Marcell mau anak cewek apa cowok?"
"Kalo gue sih cewek, lucu.. Marcell juga cewek katanya biar cantik sama kayak ibunya, " sahut Nanda.
"Mm.. Dapet dari mana tuh kata-katanya.. "
"Biasalah dari si kadal sama duo buaya darat, " jelas Nanda sambil melihat ke arah Ihsan.
Ihsan yang merasa ada yang memperhatikan nya melihat ke arah Nanda. "Eh, sorry saja yah... Gue udah pensiun jadi buaya darat, sekarang gue lagi fokus ke istri anak gue... Itu tuh Lukman sama si Agung yang belum pensiun, masih dengan menggoda cewek-cewek... " sahut Ihsan.
"Kata siapa nj*m? Gue juga udah pensiun, " sahut seseorang.
Mereka berempat melihat ke arah kiri di samping Marcell. Itu Agung dan Rara yang akan melakukan pemeriksaan sama seperti Nanda dan Putri.
"Haii.. Putri, " sahut Rara melambaikan tangan.
"Hai jugaa.. Lu gak mau teriak-teriak? Lari? Meluk gue sambil loncat-loncat? sampai pinggang sama leher belakang gue encok?" tanya Putri.
"Kalo gue lagi gak hamil, udah gue lakuin.. Jadi untuk sekarang maklum gak bisa... " sahut Rara.
"Oohh.. Iya iya, " sahut Putri paham.
Nanda hanya mengangguk pelan di tambah dengan senyuman nya yang begitu sangat manis. Sampai sampai gula aja mundur.
"Ndak, apa kabar?" tanya Rara.
"Lu gak nanyain kabar gue? jahat banget lu jadi temen, " sahut Putri manyun bebek.
"Gue dendam sama lu sama Dinda... " sahut Rara.
"Lah, apa salah gue?" tanya Putri.
"Ada deh, " sahut Rara.
"Kagak bener emang, " sahut Putri.
"Ibu Nanda Nusyrandi, "
Nama Nanda sudah di panggil, Marcell segera menghampiri Nanda dan membantunya berdiri setelah itu berjalan masuk ke dalam ruangan dokter untuk memeriksa.
Sementara itu di luar.
"Awas lu, jangan deket-deket sama gue, " sahut Rara.
"Apa sih? salah gue apa? perasaan yang punya banyak dosa elu, malah elu yang ngambek sama gue, " sahut Putri.
Putri bergeser sedikit demi sedikit ke arah Rara. Karena semakin kesal Putri terus berusaha mendekati nya. Rara berdiri dan bersembunyi di belakang suami nya itu (Agung)
"Apa sayang?" tanya Agung.
"Tolongin... tuh anak gak bisa diem, " sahut Rara menarik-narik baju Agung.
"Heh... lu bener-bener yah ngajak berantem, " sahut Putri.
"Sana.. lu lahirin dulu, baru kita tauran kayak dulu, " sahut Rara.
"Hayuu lah, tunggu dua sampe tiga bulan, " sahut Putri.
"Okeehh siapa takut, "
*skip, kalo ngedengerin mereka berantem sampe jaman lebaran monyet pun gak akan beres-beres.
Di dalam ruangan dokter.
Dokter yang memeriksa Nanda kali ini adalah dokter Raisa, dokter yang dulunya membantu Bunda Marcell melahirkan dan sampai sekarang masih bekerja.
"Hallo, " sahut dokter Raisa itu.
"Iya hallo, " sahut Nanda tersenyum ke arah dokternya cantik itu dan duduk di kursi.
Dokter berjalan ke arah meja nya dan melihat surat. "Nama ibu Nanda, berat badan sudah mencapai 67 kg, dan sudah mengandung selama 6 bulan.. benar?" tanya dokter Raisa.
"Iya, " jawab Nanda singkat.
"Dan.. ini suami nya?" tanya dokter itu.
"Iya benar, " jawab Nanda.
"Mm.. mari bu.. silahkan ibu tiduran, kita akan mulai, " sahut dokter itu mempersilahkan.
Nanda pun tiduran di tempat tidur pasien dan menunggu dokter. Tak lama baju Nanda di buka hanya sampai atas perut, setelah itu dokternya seperti mengoleskan sesuatu ke perut Nanda.
Nanda yang awal nya santai-santai tak lama mendengar suara detak jantung. Awalnya Marcell dan Nanda mengira itu detak jantung dari Nanda sendiri, tapi saat dokter Raisa itu bilang kalo itu detak jantung dari debay, mereka tersenyum terharu.
"Waahh.. alhamdulillah calon anak nya sehat-sehat... detak jantung nya normal.. kalo bapak ibu sudah tau jenis kelamin nya?" tanya dokter Raisa.
"Belum dok, " jawab Marcell.
"Oalahh.. mau lihat?" tanya dokter Raisa tersenyum.
"Boleh dok, saya juga penasaran, " sahut Nanda tak sabar.
"Okeh sebentar yah... dek, jangan membelakangi layar yaahh, " sahut dokter Raisa.
"Ahaha.. dede nya membelakangi layarr.. maluu " sahut Nanda.
"Iyaahh... nah iniii.. " sahut dokter setelah menemukan jenis kelamin debay itu.
Marcell dengan cepat melihat di bagian depan, "Apa itu?" tanya Marcell tak tahu.
"Ahahaha... maaf, anak kalian perempuan, " sahut dokter Raisa tertawa.
"Hah? perempuan dok? yang bener?serius?" tanya Marcell tak percaya.
"Iyaa.. "
"Kacang yah dok?" tanya Nanda tersenyum lebar.
"Iya, ini kacang nyaa... eh di tutupin lagi sama kaki nyaa... ahaha, " sahut dokter Raisa tertawa.
"Mungkin malu, di liat sama ayah, " sahut Nanda ikut tertawa.
Marcell menelan ludah nya dalam-dalam. Karena dia telah melihat yang seharusnya di tidak lihat seumur hidup.
Astagfirullah, gue berdosa.. harusnya gak pernah liat yang begituan... yawloh tolong hapus memori ini sekarang... - batin Marcell.
author : mon maaf cell, kau sudah sering kali melihat itu😊 masa di anak sendiri gak mau lihat😅