
Mereka berdua sudah berada di dalam mobil yang akan dikemudikan oleh Bayu. Rinjani duduk dengan tenang di sana. Bayu sama sekali tidak akan membantah atau menyalahkan apa yang sedang dikerjakan oleh Rinjani saat ini.
Bayu yang sadar kalau Rinjani memang masih dalam keadaan marah kepada dirinya berusaha hanya diam saja. Bayu sama sekali tidak mau mengganggu Rinjani. Bayu hanya sekali sekali menatap ke arah kekasihnya yang sedang dalam mode marah tersebut.
Rinjani sibuk memainkan jari jarinya. Dia sebenarnya ingin memulai percakapan dengan Bayu. Tetapi Rinjani sama sekali tidak ada keberanian untuk memulai percakapannya dengan Bayu saat ini. Hal yang sama juga terjadi kepada Bayu. Dia juga tidak berani untuk memulai percakapan dengan Rinjani.
Bayu mengemudikan mobilnya menuju tempat mereka akan menyelesaikan permasalahan itu berdua. Bayu mengemudikan mobil dalam kecepatan sedang. Dia sama sekali tidak berusaha untuk menginjak pedal gasnya lebih dalam lagi. Rinjani yang tahu kalau Bayu sedang berusaha mengulur waktu, menatap ke arah Bayu.
"Bisa lebih dipercepat jalan mobilnya tidak bang?" tanya Rinjani kepada Bayu.
Bayu kaget dipanggil dengan sapaan Bang. Dia sampai berkata dalam hatinya. 'Emang gue abang abang tukang ojek di panggil abang'.
Tapi bayu sama sekali tidak ingin memperkeruh suasana sehingga dia menambah kecepatan laju mobilnya dengan sedikit lebih dalam menginjak pedal gas. Rinjani yang melihat kalau laju mobil sudah bertambah kemudian kembali mengarahkan pandangannya untuk melihat jauh ke depan Dia sudah tidak tahu lagi harus berkata apa kepada Bayu saat ini.
Setelah menempuh perjalanan lebih kurang empat puluh lima menit dari tempat kost Rinjani. Mereka akhirnya sampai juga di sebuah rumah yang cukup besar dan Bayu menghentikan mobilnya di sana. Rinjani menatap ke arah rumah tersebut dia tidak tahu siapa pemilik rumah besar itu.
Bayu kemudian membuka pintu pagar rumah besar tersebut. Rinjani menjadi semakin heran melihat apa yang dilakukan oleh Bayu. Tetapi Rinjani sama sekali tidak ingin membuat masalah. Sudah cukup masalah yang sedang dihadapi oleh sepasang kekasih itu, sehingga Rinjani lebih memilih untuk diam saja dan melihat apa yang akan dilakukan oleh Bayu berikutnya.
Bayu kemudian mengemudikan mobilnya untuk masuk ke dalam pekarangan rumah yang berdiri sangat besar di depan Rinjani. Saat ini Rinjani tentu semakin heran dengan apa yang dilakukan oleh Bayu. Bayu sama sekali tidak pernah membawa Rinjani ke rumah besar tersebut. Ini adalah kali pertama Bayu membawa dirinya ke rumah besar ini. Biasanya Bayu hanya membawa Rinjani ke rumah dinas Bayu yang terletak di komplek kesatuan di tempat Bayu berdinas.
Bayu sebenarnya tahu kalau Rinjani sekarang sedang bertanya tanya di dalam hatinya tentang rumah siapa yang sekarang ini sedang mereka kunjungi berdua. Tetapi sampai saat ini Bayu masih belum berminat untuk mengatakan kepada Rinjani rumah siapa yang sekarang sedang berdiri megah di depan mereka berdua.
Bayu memberhentikan mobil milik dia tepat di depan pintu masuk rumah yang berdiri megah di depan rinjani saat ini.
" Ayo turun" ujar Bayu mengajak Rinjani untuk turun dan masuk ke rumah yang berada di depan mereka saat ini
Rinjani kemudian turun dari dalam mobil. Fia membuka pintu mobil tersebut dan melangkahkan kakinya keluar dari dalam mobil. Rinjani kemudian menutup kembali pintu mobil tempat dia keluar tadi. Rinjani menunggu Bayu yang sedang berjalan ke arahnya saat ini.
" Ayo masuk" ujar Bayu sambil mengajak Rinjani untuk masuk ke dalam rumah besar tersebut.
Rinjani terdiam dan hanya berdiri di tempatnya berdiri, dari tadi dia sama sekali tidak mengangkat kakinya untuk melangkah menuju rumah besar tersebut. Rinjani bukan tipe seseorang yang bisa langsung masuk ke rumah orang yang tidak dikenalnya. Makanya Rinjani memilih untuk tetap berdiri di dekat mobil milik Bayu.
" Ini rumah siapa?" akhirnya Rinjani membuka mulutnya bertanya kepada Bayu tentang Siapa pemilik rumah besar yang sekarang akan dimasuki oleh Rinjani dan Bayu
" aku nggak mau sembarang masuk rumah orang aja. aku harus tahu Ini rumah siapa terlebih dahulu baru aku akan masuk ke dalam" gue cari nyanyi berkata kepada Bayu.
Rinjani ingin mengetahui itu rumah siapa sebelum dirinya berani untuk masuk ke dalam rumah besar itu.
" masuk dulu aja nanti kamu akan tahu Ini rumah siapa" kata Bayu mengajak orang berani untuk masuk ke dalam rumah besar itu terlebih dahulu sebelum Bayu memberitahukan siapa pemilik rumah besar tersebut.
" kasih tahu dulu baru masuk" baja Rinjani berkeras kepada Bayu untuk memberitahukan Siapa pemilik rumah besar yang berada di depan mereka saat ini
" masuk dulu baru dikasih tahu siapa pemilik rumah ini" ujar Bayu yang tetap keras untuk mengajak Rinjani masuk ke dalam rumah besar tersebut.
" kasih tahu dulu baru masuk" jawab Rinjani yang tetap keras ingin mengetahui Siapa pemilik rumah besar tersebut.
" masuk dulu baru dikasih tahu" ja Bayu yang tidak mau kalah dengan Rinjani yang tetap ingin mengetahui Siapa pemilik rumah tersebut
" Serah kalau nggak mau ngasih tahu ya udah nggak usah masuk susah bener" jawab Rinjani dengan nada yang ketus dan tetap ingin mengetahui siapa pemilik rumah yang sekarang mereka sedang berdiri di depannya
" Oke kita berdiri di sini aja nggak usah aja masuk" Jawa Bayu yang juga keras tidak ingin memberitahukan kepada Rinjani Siapa pemilik rumah tersebut sebelum mereka berdua masuk ke dalam rumah besar itu
" Ya udah kita di sini aja ngapain susah susah" ujar Rinjani yang tetap dengan pendiriannya untuk mengetahui terlebih dahulu siapa pemilik rumah besar itu baru dia akan mau masuk ke dalam rumah tersebut.
Rinjani kemudian menyandarkan badannya di pintu mobil. hal yang sama juga dilakukan oleh Bayu. Bayu ikut-ikut bersandar di dinding mobil. Mereka berdua sama-sama menetap ke rumah besar yang berada di depan mereka saat ini.
mereka berdua sama-sama keras kepala itu tidak mau mengalah antara satu dengan yang lainnya. padahal sebenarnya permasalahan antara Bayu dan Rinjani untuk memberitahukan Siapa pemilik rumah tersebut sebenarnya sangat gampang sekali. mereka berdua harus sama-sama menurunkan ego mereka atau salah satu dari mereka harus mengalah untuk memberitahukan siapa pemilik rumah tersebut sekarang juga atau setelah mereka berada di dalam.
tetapi sayangnya Bayu dan rinjani sama-sama tidak mau mengalah untuk memberikan kesepakatan antara mereka berdua Apakah memberitahu siapa pemilik rumah ini di dalam atau saat mereka belum masuk atau masih berada di luar seperti ini.
Tiba tiba pintu rumah besar itu terbuka lebar