
"Sana tidur. Gue juga mengantuk, tugas gue juga udah siap" ujar Ranti yang ternyata tugasnya lebih cepat selesai dari pada yang diperkirakan.
"oke" jawab Rinjani.
Rinjani memeluk guling miliknya. Dia akan menuju dunia alam mimpi. Sedangkan Ranti menutup laptopnya, dan pergi mencuci muka, setelah itu baru Ranti akan menyusul Rinjani untuk beristirahat malam.
Pagi harinya Rinjani sudah bangun. Dia sudah mengambil antrian yang kali ini berada tepat di belakang Ranti. Ranti ntah bermimpi apa semalam bisa bangun paling pagi. Padahal biasanya Ranti adalah makhluk paling akhir bangun, walaupun dia ada perkuliahan pagi. Tapi itulah hebatnya Ranti, matanya bisa menyesuaikan dengan keadaan perkuliahan. Kalau dirasa dosennya lumayan killer maka Ranti berusaha untuk bisa bangun pagi dan bersiap siap paling dahulu.
Rinjani memanaskan air untuk membuat susu. Sedangkan untuk sarapan, dia berencana makan di kantin kampus saja nanti saat baru sampai di kampus. Rinjani membuat dua gelas susu dan dua roti tawar yang telah dioleh dengan coklat di dalamnya.
Ranti sudah selesai mandi, Rinjani kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Dia akan gantian dengan Ranti. Rinjani ada perkuliahan pagi tapi hanya dua sks saja. dan itupun Rinjani ragu untuk kuliah, karena biasanya dosennya masuk minggu kemaren tidak minggu ini.
"Jani, ponsel loe kayaknya bunyi tadi." ujar Ranti memberitahukan kepada Rinjani kalau ponselnya tadi berbunyi ada pesan yang masuk.
"Telpon atau apa?" tanya Rinjani sambil meletakkan ember mandinya di tempat biasa.
"Pesan chat" jawab Ranti sambil tetap memakai pakaiannya.
Rinjani melihat ponselnya. Dia membaca pesan chat di grub kelas hari ini.
"Yah" ujar Rinjani saat membaca pesan chat di grub kuliah itu.
"Kenapa?" tanya Ranti penasaran dengan keluhan Rinjani tadi.
"Gue nggak jadi kuliah. Dosennya pergi keluar" ujar Rinjani memberitahukan kepada Ranti. Apa yang ada di dalam pikiran Rinjani ternyata benar. Dosen itu kembali tidak masuk.
"Baguslah, jadi loe bisa cepat bertemu dengan Bayu, loe juga bisa masak terlebih dahulu. Jadi Bayu dan loe bisa sarapan bareng" ujar Ranti memberikan ide kepada Rinjani.
"Ide loe keren. Gue bisa masak nasi goreng dulu untuk sarapan berdua. Kapan lagi gue bisa masakin pak tentara idola gue. " ujar Ranti sambil senyum senyum sendiri membayangkan dia memasak terus makan berdua dengan Bayu sambil becanda ria.
"Woi gesrek. Sana masak, mana ada makanannya bisa jadi kalau loe ngelamun sambil senyam senyum penuh arti kayak gitu. Sarap loe" ujar Ranti yang melihat Rinjani senyum senyum sendiri setelah selesai mengucapkan kalimat penuh khayalan tingkat dewa itu.
"Hahahahaha. Lupa gue" ujar Rinjani.
Rinjani memakai kembali daster yang dipakainya tadi malam. Dia akan memasak sarapan untuk dirinya dan Bayu. Tapi sebelum itu Rinjani harus memastikan kalau Bayu tidak dinas pagi hari.
Rinjani mengambil ponsel miliknya. Dia kemudian menghubungi nomor Bayu. Bayu yang baru selesai mandi mengangkat panggilan dari Rinjani itu.
"Hallo sayang, apa kamu ikut apel pagi?" tanya Rinjani kepada Bayu.
"Nggak sayang kenapa?" tanya balik Bayu.
"Aku nggak jadi kuliah. Aku ke sana pagi ya. Tapi bikin sarapan bentar" ujar Rinjani mengutarakan rencananya kepada Bayu.
"Oke sip. Setuju aku juga belum sarapan." jawab Bayu yang sangat senang Rinjani mau membuatkan dia sarapan.
Oke. Aku masak bentar ya" ujar Rinjani.
Rinjani memutuskan panggilannya dengan Bayu. Dia kemudian mengambil bahan bahan untuk membuat nasi goreng serta mie goreng.
"Semangat" ujar Ranti yang telah siap untuk menuju kampus.
"Ye. Sana kampus, duluan mas bro masuk baru tau rasa loe" ujar Rinjani membuat takut Ranti.
"Dasar tu anak, nggak berubah berubah" ujar Rinjani melihat Ranti yang bergegas pergi ke kampus.
Rinjani kemudian menuju dapur. Dia mulai memasak nasi goreng dan mie goreng untuk modal sarapan mereka berdua nanti di asrama tempat Bayu tinggal.
Rinjani mengolah dua masakan itu dengan sangat lihai. Harum dari tumisan bumbu membuat perut siapa saja yang mencium baunya menjadi kelaperan.
"Ini bener bener lezat Kak" ujar Diyan yang baru selesai mandi.
"Mau loe?" tanya Rinjani menawarkan Diyan nasi goreng yang lumayan banyak dibuat oleh dirinya.
"Emang ada lebihnya?" tanya balik Diyan.
"Ada untuk elo. Ambil sana piring" ujar Rinjani meminta Diyan untuk pergi mengambil piring ke kamarnya.
Diyan pergi mengambil piring. Setelah itu dia kembali ke dapur. Rinjani menaruh nasi goreng itu di atas piring Diyan.
"Makasi kak" ujar Diyan yang pagi pagi udah dapat sarapan gratis dari Rinjani.
"Sama sama" jawab Rinjani.
Rinjani kemudian memindahkan nasi gorengnya ke dalam tiga kotak Streofom. Dua kotak untuk nasi goreng dan satu kotak untuk mie goreng.
Setelah selesai dengan masakannya, Rinjani menukar daster dengan celana jins dan kemeja warna baby pink. Rinjani melengkapi tampilannya dengan jilbab warna pink bermotif. Setelah yakin dengan pilihan pakaiannya, Rinjani mulai memakai makeup ke wajahnya dengan tipis saja. Rinjani sangat tidak suka make-up yang terlihat sangat berlebihan.
"Oke sip. Udah keren. Ye muji diri sendiri" ujar Rinjani sambil tertawa pelan.
Rinjani kemudian mengambil tas ransel kecil miliknya. Dia memakai tersebut dan telah memasukkan tiga kotak bekal ke dalam sebuah paperback.
Rinjani kemudian mengunci kamarnya. Dia menaruh kunci di bawah alas kaki. Ranti dan Rinjani sepakat meletakkan kunci di bawah alas kaki itu.
Setelah selesai memakai sepatu ke tanya, Rinjani kemudian berjalan keluar. Dia sudah menelpon ojek langganan nya tadi. Ojek ternyata sudah menunggu Rinjani di depan pintu pagar kos.
"Maaf Pak lama" ujar Rinjani kepada tukang ojek langganan nya itu.
"Nggak apa apa Non. Saya baru juga datang" ujar tukang ojek yang memang barusan datang setelah mengantarkan salah satu anak kos ke kampus.
"Ke asrama depan kan Nona?" tanya tukang ojek.
"Yupi Pak" jawab Rinjani.
Tukang ojek mengantarkan Rinjani menuju asrama tempat Bayu tinggal yang berada di depan kampus terkenal di kota Padang itu. Sesampainya di pos jaga, Rinjani turun dari atas ojek. Rinjani membayar ojek tersebut.
"Permisi Pak, saya mau ke asrama Bayu" ujar Rinjani menyebutkan nama Bayu.
"Oh Letda Bayu. Silahkan tulis nama Nona di sini, dan keperluan" ujar penjaga pos.
Rinjani menuliskan nama dan keperluannya di buku tamu itu. Setelah selesai barulah Rinjani di perbolehkan masuk ke dalam asrama oleh penjaga pos.
"Huf banyak kali aturannya" ujar Rinjani menghela nafas. Dia terpaksa harus berjalan agak jauh menuju asrama tempat Bayu tinggal