Its My Dream

Its My Dream
10



"Males Mbak. Nanti saya dibilang manusia ajaib, karena tadi sudah dikatakan sebagai manusia langka" ujar Bayu memukul telak mbak mbak yang tadi mengatakan dia sebagai manusia langka.


Mbak mbak SPG hanya bisa terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu. Mereka memang salah telah menggosip kan pembeli mereka. Apalagi dengan mengatakan Bayu sebagai manusia langka.


Setelah mengatakan hal itu, Bayu dan Rinjani pergi meninggalkan mbak mbak SPG yang terlihat menahan malu tersebut. Rinjani hanya bisa tersenyum saja melihat kelakuan Bayu yang dengan gampangnya membalikkan keadaan melawan seseorang dengan caranya yang halus.


Mereka berdua bergandengan tangan menuju foodcourt seperti yang diinginkan oleh Rinjani.


"Serius sayang mau maka di sini?" tanya Bayu yang sedikit ragu dengan keadaan tempat mereka akan makan siang.


"Kenapa sayang? Kamu ragu?" Rinjani balik bertanya kepada Bayu.


"Ragu sih ndak sayang, tapi agak gimana gitu" ujar Bayu menyuarakan apa yang ada di dalam pikirannya.


"Kalau sayang ragu kita masuk restoran aja. Nggak apa apa kok" ujar Rinjani yang maklum dengan keraguan Bayu.


Biasa Bayu akan langsung mau saat dia tidak memakai pakaian seragam, tapi kali ini Bayu memakai pakaian seragam lengkapnya, makanya dia jadi agak ragu untuk makan di sana.


Tiba tiba, Bayu di sapa oleh seseorang dari belakang.


"Bayu" ujar orang itu.


"Hay bro, loe mau kemana?" tanya Bayu yang berharap teman satu letingnya ini makan di sana juga.


"Mau makan. Gue janjian sama seseorang di sini" ujar rekan Bayu.


"Loe sama siapa?" tanya rekan Bayu sambil melirik ke arah Rinjani.


"Sama kekasih gue, kenalin namanya Rinjani." ujar Bayu menyebutkan nama Rinjani.


"Rinjani" ujar Rinjani memperkenalkan dirinya.


"Teguh" ujar Teguh menyebutkan namanya.


"Gue duluan Bayu" ujar Teguh masuk ke dalam foodcourt.


Rinjani memandang Bayu.


"Jadi bagaimana?" tanya Rinjani menunggu kepastian dari Bayu apakah akan tetap makan di sini atau akan pindah ke restoran yang ada di lantai satu.


"Di sini aja" ujar Bayu sambil melangkah masuk ke dalam foodcourt dan menggenggam tangan Rinjani.


Mereka berdua langsung menuju deretan prasmanan menu makanan yang disajikan. Rinjani memilih makan mie goreng lengkap dengan isiannya yang lain. Sedangkan Bayu memilih untuk makan nasi goreng, pakai cumi goreng tepung dan acara.


Setelah selesai mengambil menu makanan mereka berdua. Bayu dan Rinjani menuju kasir untuk membayar tagihan makan mereka. Bayu membayar jumlah tagihan makan siang mereka berdua.


Setelah selesai melakukan pembayaran, Bayu dan Rinjani memilih tempat duduk mereka berdua.


"Duduk dimana?" tanya Rinjani kepada Bayu.


Bayu melihat sebuah kursi kosong yang berada tidak jauh dari pintu masuk area foodcourt.


"Situ aja" ujar Bayu.


Bayu dan Rinjani menuju kursi yang hanya untuk berdua saja. Mereka duduk di sana saling berharap hadapan.


Mereka berdua mulai menyuap makanan ke dalam mulutnya.


"Enak" ujar Rinjani sambil menatap Bayu.


"Sayang sayang, sama kamu semua makanan akan terasa enak, walaupun itu tidak enak" ujar Bayu sambil tersenyum kepada Rinjani.


"Hahahahahaha, mau bagaimana lagi, memang kenyataannya enak sayang" jawab Rinjani sambil tersenyum kepada Bayu.


Mereka berdua kemudian melanjutkan makan siangnya. Tak terasa makanan yang ada di dalam piring mereka masing masing sudah berpindah ke dalam perut mereka.


"Kemana lagi?" tanya Bayu kepada Ranti.


"Nggak ada ide sayang. Kemana lagi bagusnya ya?" ujar Rinjani sambil melihat ke arah mall yang sekarang sudah mulai rami kembali.


"Ntahlah lah sayang, aku juga nggak ada ide, gimana kalau kita jalan jalan nggak jelas aja di mall ini?" ujar Bayu memberikan saran kepada Rinjani.


"Setuju sayang, cuci mata, mana tau nanti ada yang kita mau kan ya" ujar Rinjani yang setuju untuk berkeliling mall saja menghabiskan hari berdua dengan Bayu.


"Siap keliling mall, kita ke pantai gimana? Duduk duduk di sana aja? Tapi aku beli pakaian biasa dulu." ujar Bayu yang memang sudah lama tidak merasakan duduk di pantai dengan Rinjani.


"Wah setuju banget sayang, aku pengen makan kerupuk kuah sate, terus udang goreng, sama jagung rebus." kata Rinjani menyebut apa yang mau dimakan oleh dirinya di sana nanti.


"Sayang, boleh tanya sesuatu?" ujar Bayu dengan nada serius.


"Aku udah tau apa yang mau kamu tanyain sayang. Ini perut kenapa besar banget, jawabannya satu aja. Aku butuh energi untuk berpikir sayang, makanya makan aku luar biasa banyak" ujar Rinjani menjawab pertanyaan yang belum diajukan oleh Bayu.


"Hahahahaha. Tapi ada hebatnya juga sayang, kamu nggak gemuk. Aku suka" ujar Bayu sambil mengacungkan dua jarinya.


"Sukalah, masak ndak. Kalau aku nggak suka kamu, nanti kamu akan mutusin aku sayang. Aku nggak bisa hidup tanpa kamu" ujar Bayu menjawab pertanyaan Rinjani dengan lebaynya.


"Hahahahaha lebay kamu sayang. Emang kamu aja yang cinta, aku nggak? Aku juga cinta kali sayang" jawab Rinjani sambil memberikan lambang sarang heyo kepada Bayu.


"Hahahahahaha. Ada ada aja" Bayu mengusap lembut kepala kekasihnya itu.


Mereka kemudian menatap begitu banyak mahasiswa yang masuk ke dalam foodcourt. Beberapa dari mereka saat melihat Rinjani menyapa.


"Buk"


"Buk"


Rinjani hanya menjawab sambil menundukkan kepalanya sedikit atau tersenyum saja.


"Wah susah ini kalau pergi dengan orang terkenal, banyak yang nyapa" ujar Bayu menggoda Rinjani.


"Jangan salah sayang, ini aku belum jadi dosen beneran loh. Coba kalau udah dijamin kamu akan makin seteres sayang saat jalan sama aku" ujar Rinjani sambil kembali menyombong sedikit.


"Mulai sombong" ujar Bayu.


"Hahahahaha. Udah ah ayuk jalan. Ini mata udah pengen nengok nengok sesuatu yang menarik" ujar Rinjani mengajak Bayu untuk pergi jalan jalan memutari mall itu.


Mereka berdua kemudian berdiri dari kursi. Mereka bergandengan tangan keluar dari foodcourt. Rombongan mahasiswi yang menyapa Rinjani tadi langsung ribut tak terkira.


"Pantesan asdos Rinjani nggak nerima pernyataan cinta ketua BEM. Pasangannya aja tengok itu. Pangkatnya di pundak" ujar salah satu mahasiswi.


"Bener pangkatnya di pundak" jawab yang lain.


"Yang satu cantik, smart, yang satu tampan belum itu yang dipundak bikin jiwa jiwa gur berontak" ujar salah satu mahasiswi memakai kata kata yang luar biasa.


Mereka terus saja membicarakan Rinjani dan Bayu. Mereka melihat sepasang kekasih itu sampai habis.


"Udah, udah ilang juga dari pandangan"


Rombongan mahasiswi akhirnya berhenti membicarakan Rinjani dan Bayu, mereka mulai mengobrol hal lainnya. Kebiasaan mahasiswi akhir bulan beli nasi tiga piring, makan rame rame. Nanti nongkrong lama lama.


Bayu dan Rinjani masuk ke dalam sebuah toko pakaian khusus laki laki. Bayu akan menukar pakaian dinasnya dengan pakaian biasa saja. Dia tidak mungkin memakai pakaian dinas saat duduk duduk di tepi pantai nanti.


Batu memilih milih kemeja produk dari luar yang biasa dipakainya.


"Sayang ini gimana?" ujar Rinjani sambil mengangkat sebuah kemeja warna hijau.


"Nggak ada yang lain kah sayang?" tanya Bayu kepada Rinjani.


"Hahahahaha. Sayang tengok motifnya sayang, kan bagus itu daun daun. Keren sayang, apalagi di pakai ke pantai, uwow jadinya" ujar Rinjani mengompori Bayu.


"Ogah sayang. Mana mau" jawab Bayu yang sama sekali nggak mau makai pakaian yang dipilih Rinjani.


Rinjani tersenyum kepada Bayu. Dia sangat hobby menggoda Bayu saat membeli pakaian. Rinjani akan selalu menawarkan kepada Bayu pakaian yang bertolak belakang dengan keinginan Bayu.


Akhirnya setelah melihat lihat beberapa kemeja, piliha Bayu jatuh kepada kemeja hitam bermotif putih. Salah satu kemeja dengan merk ternama yang dari dulu di cari cari oleh Bayu. Bayu juga mengambil satu celana untuk langsung di pakainya.


Bayu melakukan pembayaran. Dia kemudian menuju kamar ganti. Bayu menukar semua pakaian dinasnya dengan pakaian yang baru saja di belinya.


"Sayang tolong lipetin" ujar Bayu sambil memberikan pakaian dinasnya tadi kepada Rinjani.


Rinjani kemudian melipat pakaian dinas Bayu. Dia melipat dengan rapi dan memasukkan pakaian itu ke dalam paperbag yang diberikan oleh kasir.


"Sendal gimana sayang?" tanya Rinjani.


"Iya ya sayang. Kamu nggak ingetin" ujar Bayu saat melihat dia masih memakai sepatu dinasnya.


"Di toko satu lagi aja. Lagian kita nggak pernah beli sendal di toko itu" ujar Rinjani mengajak Bayu ke toko tempat mereka biasa membeli sendal untuk Bayu.


Mereka berdua kemudian masuk ke dalam toko yang dimaksud oleh Rinjani. Bayu kemudian mengambil sepasang sendal keluaran terbaru dari merk tersebut. Bayu langsung memakai sendal barunya. Sedangkan sepatu dimasukkan ke dalam paperbag.


"Wow kamu keren sayang" ujar Rinjani memuji Bayu yang sudah mengubah penampilannya.


"Hahahaha. Ada ada aja. Emang kalau aku pakai pakaian dinas nggak keren?" tanya Bayu kepada Rinjani.


"Nggak. Kalau kamu pakai pakaian dinas kamu nggak keren tapi ganteng plus gagah sayang" jawab Rinjani sambil menatap ke arah Bayu dan mengerjap ngerjakan matanya.


Mereka kemudian berkeliling mall, mereka akan membeli pakian untuk Rinjani. Rinjani memilih satu stel baju yang akan dipakainya untuk kuliah.


Setelah mendapatkan apa yang diinginkan olehnya, Rinjani dan Bayu meninggalkan mall. Mereka akan menuju pantai. Mereka akan melihat sunset yang sudah sangat lama tidak mereka nikmati berdua.


Bayu mengambil helm di tempat penyimpanan. Setelah itu Bayu memakaikan helm ke kepala Rinjani. Rinjani memberikan senyumnya kepada Bayu.


"Gimana siap berangkat?" tanya Bayu kepada Rinjani


"Siap selalu" jawab Rinjani yang memang sudah siap untuk perjalanan berikutnya.