Its My Dream

Its My Dream
86



"Ada apa?" tanya Ranti kepada Bram dengan nada yang terlihat sangat kurang bersahabat sekali.


Ranti masih terlihat sedikit kesal karena tidak bisa duduk di bagian depan saat perkuliahan dengan dosen Bram tersebut. Sehingga dia dengan sengaja mengeluarkan kekesalannya itu kepada dosen Bram dengan memberikan dosen Bram jawaban yang terlihat sangat kesal sekali.


Rinjani berusaha menahan tawanya saat melihat kelakuan Ranti yang seperti anak kecil tersebut. Ranti sangat nyata sekali terlihat sangat kesal terhadap apa yang diterimanya tadi pagi, karena tidak bisa duduk di bagian depan saat perkuliahan dengan dosen Bram.


Dosen Bram menatap ke arah Rinjani. Rinjani yang tidak mau ikut serta dalam permasalahan yang disebabkan hanya karena persoalan bangku tersebut, membuat Rinjani hanya mengangkat pundaknya saja. Rinjani memberitahukan kepada dosen Bram kalau dia sama sekali tidak tahu apa yang menyebabkan Ranti bersikap seperti itu sekarang ini.


"Tanya sendiri aja lah Pak. Saya tidak tahu apa yang menyebabkan ranti bisa menjadi seperti anak kecil" ujar Rinjani menjawab pertanyaan tersirat yang diberikan oleh Bram kepada dirinya.


Bram kemudian melihat ke arah Ranti. Ranti kemudian membalas tatapan Bram tersebut dengan tatapan yang tidak bisa dimengerti oleh siapapun termasuk oleh Ranti sendiri.


"Woi bray. Natap biasa aja. Dosen Bram juga nggak ada salah sama kamu juga. Kenapa kamu marah sama dia" ujar Rinjani berkata kepada Ranti, kalau Ranti tidak diizinkan bersikap seperti itu.


"Bener apa yang dibilang Rinjani itu. Aku kan nggak tahu dan rasanya tidak ada salah apa-apa. Kenapa kamu tiba-tiba menjadi bete kepada aku seperti ini" ujar Bram mengatakan kepada Ranti supaya Ranti tidak marah-marah lagi kepada dirinya, karena dia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi saat sekarang ini.


"Aku kesal" ujar Ranti sambil menatap ke arah Bram.


Rinjani melihat kalau dia tidak bisa lagi duduk di dekat Bram dan Ranti. Rinjani memilih untuk pergi dari hadapan mereka berdua.


"Gue jalan duluan ya. Gue tunggu di kantin tempat biasa aja." kata Rinjani sambil menyandang tasnya dan langsung berjalan menuju kantin tempat biasa mereka makan.


"Ngapain duluan?" ujar Ranti yang heran dengan keinginan Rinjani untuk berjalan duluan ke kantin tempat mereka akan makan siang


"Iyalah masa iya gue sama lo berdua. Terus nanti gue dibilang obat nyamuk lagi sama orang-orang." ujar Rinjani menjawab dan tidak ingin dia dikatakan sebagai obat nyamuk oleh orang-orang yang nanti melihat mereka berjalan bertiga.


"Haha haha haha, ya udah silahkan aja kamu duluan. Gue dan Bayu akan mengikuti nanti dari belakang" kata Ranti yang setuju dengan Rinjani untuk membiarkan Rinjani pergi duluan ke kantin.


"Oke gua jalan duluan ya" ujar Rinjani yang langsung berjalan menuju kantin tempat mereka akan makan siang bersama.


Rinjani kemudian berjalan menuju kantin, tempat mereka akan makan siang bersama. Sedangkan Ranti dan Bram akan menyusul Rinjani sekitar tiga puluh menit lagi. Mereka akan makan siang di tempat biasa mereka menikmati makan siang itu.


"Jadi, sayang tadi kamu kenapa?" ujar Bram menanyakan kepada Ranti kenapa Ranti tadi terlihat emosi kepada dirinya.


"Itu karena aku tidak bisa duduk di depan saat belajar dengan kamu sayang" ujar Ranti jawab pertanyaan yang diberikan oleh Bram kepada dirinya.


"Kamu ada-ada aja sayang, kalau kamu mau duduk di depan saat jam pelajaran aku, maka Seharusnya kamu datang lebih cepat" kata Bayu menjelaskan kepada Ranti bagaimana caranya dia bisa duduk di depan.


"Kalian yang lama kalau pengen cepat besok datang lebih cepat lagi. Berangkat dari rumah jam setengah tujuh pagi, kalau ada pakai acara berhenti membeli burger dan makan burger" Bram mengajarkan Ranti untuk tidak datang terlambat lagi ke kampus.


"Oke oke. Nanti aku akan berbicara kepada Rinjani untuk pergi lebih cepat ke kampus saat jam pelajaran kamu. Khusus untuk jam pelajaran kamu. Biar aku bisa duduk di bagian depan."kata Ranti yang tidak ingin di bagian belakang lagi duduk saat pembelajaran Bram berlangsung.


"Sayang kita jalan lagi. Aku tidak mau Rinjani kelamaan nanti menunggu kita. aku tidak ingin dia terlihat kesal saat menunggu kita berdua." ujar Ranti berkata sambil berjalan mendahului Bram.


"Kamu kenapa jalan duluan seperti tidak rela aja jalan berdampingan dengan aku" kata Bram sambil memegang tangan Ranti dan membawa Ranti berjalan di sebelah Bram.


"Aku kira kamu malu berjalan dengan aku. Karena aku adalah mahasiswa kamu" ujar Ranti sambil menatap ke arah Bram yang sekarang berjalan di sebelah dirinya.


"Ngapain pula aku harus malu. Kalau aku malu, aku tidak akan menjadikan kamu kekasih aku" lanjut Bram menjawab apa yang dikatakan oleh Ranti sebentar ini.


"Benar juga ya sayang, kalau kamu malu menjadikan aku sebagai kekasih kamu tentu kamu tidak akan mau sama aku" ujar Ranti sambil melirik ke arah Bram yang berada di sebelahnya.


"Nah itu kamu tahu sendiri jawabannya. Jadi mulai hari ini ke atas jangan pernah berjalan di depan aku atau di belakang aku, kamu harus berjalan bersisian dengan aku" kata Bram meminta Ranti untuk berjalan bersisian dengan dirinya.


"Iya Sayang, aku akan berjalan bersisian dengan dirimu. Maafkan aku ya karena tadi sudah berjalan di depan kamu" Ranti akhirnya meminta maaf kepada Bram karena kesalahan yang telah dibuatnya tadi.


Ranti kemudian berjanji kepada Bram akan selalu berjalan bersisian dengan Bram. Ranti tidak lagi berjalan di belakang atau di depan Bram.


Mereka berdua akhirnya sampai juga di kantin tempat Rinjani telah menunggu mereka berdua. Rinjani telah memesan tiga makanan yang biasa mereka makan saat makan siang di kantin itu. Rinjani melakukan hal itu supaya mereka bertiga tidak terlambat untuk masuk di jam pelajaran berikutnya.


Rinjani menatap dengan intatapan yang tidak bisa dimengerti oleh Ranti dan Bram saat mereka sampai di depan Rinjani saat ini.


Ranti dan Bram kemudian duduk di depan Rinjani . Mereka berdua kemudian melihat ke arah Rinjani yang menatap kosong ke arah luar Rinjani seperti sedang memikirkan sesuatu.


"apa yang lo pikirkan?" tanya Ranti kepada Rinjani.


"nggak ada gue memikirkan apa-apa" jawab Rinjani sambil menatap ke arah Ranti dengan tatapan mengatakan kalau dia sama sekali tidak ada memikirkan hal apapun saat ini


" hahaha haha haha haha. lo gak bisa bohongin gue" ujar Ranti gue sangat tahu bagaimana lo sebenarnya kata Ranti kepada Rinjani sambil menatap ke arah Rinjani.


"males gue bahas sekarang nanti saja kita bahas saat kita udah sampai di kos" Kok jadi gini yang tidak mau membahas tentang masalah itu saat ini