Its My Dream

Its My Dream
Malam H - 29



Bayu yang telah sampai kembali di kesatuan memarkir mobilnya di parkiran tempat Ivan memarkir mobil miliknya. Bayu tidak lupa pula mengisi bahan bakar mobil Ivan yang ternyata sudah tinggal satu kotak lagi. Bagi Bayu berbagi dengan Ivan adalah sebuah hal yang biasa saja, karena Bayu sudah menganggap Ivan sebagai saudaranya.


"Van, ini kunci mobil loe. Makasi ya udah minjamin ke gue" ujar Bayu saat dirinya bertemu dengan Ivan yang mau meninggalkan kesatuan dengan salah seorang anggota yang tadi di minta oleh Ivan untuk mengantarkan dirinya ke rumah.


"Loh udah gue bilang juga, besok pagi aja. Masih aja loe anter sekarang" kata Ivan yang tidak menyangka kalau Bayu akan mengantarkan mobil yang dipinjamnya dari Ivan itu sekarang juga.


"Udah nggak masalah. Lagian gue pulang nggak akan naik ojek juga." kata Bayu sambil menyerahkan kunci mobil kepada Ivan


"Terus loe mau pulang dengan gue. Ayuk gue antar ke rumah" ujar Ivan yang siap kalau harus mengantarkan Bayu menuju rumah dinas komandannya.


"Nggak usah aja. gue pulang sama Papap. Tadi udah gue chat." ujar Bayu mengatakan kepada Ivan kalau dirinya akan pulang ke rumah bersama dengan Papap.


"Oh baiklah. Kalau gitu gue jalan duluan ya" ujar Ivan meninggalkan Bayu.


Bayu kemudian berjalan menuju kantor Papap yang letaknya berjarak sekitar tiga ratus meter dari tempat Bayu berada sekarang.


"Kalau harus berjalan kaki ke ruangan Papap lumayan juga jauhnya itu." ujar Bayu sambil melihat ke sekelilingnya.


Tiba tiba mata Bayu terpusat ke salah satu kendaraan yang ada di parkiran.


"Yes ada sepeda. Gue pakai itu ajalah" ujar Bayu saat melihat ada sepeda yang diparkir di sana.


Sepeda yang memang biasa dipakai oleh Anggota kompi C untuk menuju tempat manapun. Bayu kemudian mengambil sepeda tersebut. Dia kemudian menggoes sepedanya itu menuju kantor Papap. Sepanjang jalan menuju kantor Papap, Bayu melihat banyak tentara yang sedang lari lari dan latihan. Ada juga kegiatan pramuka yang memang sedang digalakan oleh Papap.


Bayu yang tertarik dengan kegiatan pramuka memberhentikan sepedanya di dekat situ. Dia kemudian berjalan menuju anak anak pramuka yang sedang latihan dengan lima orang tentara yang menjadi pembina mereka.


Tentara yang pangkatnya ternyata lebih rendah dari Bayu memberikan hormatnya kepada Bayu saat melihat Bayu ada di dekat mereka.


"Udah sampai mana mereka?" tanya Bayu kepada kakak pelatih tersebut.


"Siap sudah hafal semua morse dan juga jenis jenis ikatan Komandan" jawab salah seorang kakak pelatih.


"Apa bela diri yang diajarkan?" lanjut Bayu bertanya kepada kakak pelatih tersebut.


"Siap, jujitsu, tekwondo dan silat komandan" jawab kakak pelatih.


"Oke sip. Lanjutkan. Jangan lupa minum. Mintak saja dikantin, katakan kegiatan kepramukaan. Nanti biar saya yang bayar." ujar Bayu memberikan perintah kepada kakak pembina kegiatan pramuka untuk mengambil air minum di kantin dan membuat bon atas nama pramuka yang nanti akan dibayar oleh Bayu.


"Siap komandan"


"Terimakasih banyak" lanjut kakak pembina pramuka.


Bayu kemudian kembali menggoes sepedanya untuk menuju kantor Papap. Saat Bayu sampai di sana, Papap juga baru keluar dari ruangannya.


"Siap pulang Bay?" tanya Papap kepada Bayu.


"Siap Pap" jawab Bayu.


Papap dan Bayu kemudian masuk ke dalam mobil di bagian penumpang. Di depan akan duduk Ryan yang bertindak sebagai sopir dan Josua yang merupakan ajudan dari Papap.


"Apa Rinjani sudah sampai di rumah Bay?" tanya Papap sambil melihat ke arah anaknya itu.


"Bener Mamah, Siapa lagi coba yang akan kasih tahu Papap semua aktifitas kamu kalau bukan Mamah kamu itu" lanjut Papap sambil tersenyum dan mengatakan hal itu dengan nada bangga karena istrinya sudah bisa dikatakan sebagai seorang ibu yang sangat luar biasa perhatian kepada anaknya. Apapun yang dilakukan oleh Bayu di luar sana, Mamah pasti tahu dan akan menyampaikan kepada Papap.


Mobil yang dikemudikan oleh Ryan melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah dinas Papap. Papap sama seklai tidak memakai mobil patwal di depan mobilnya. Papap hanya membawa satu ajudan dan satu sopir saja. Hal yang berbeda dari para pejabat biasanya yang selalu memakai dua mobil untuk ajudan atau yang lainnya.


"Oh ya Pap apa hasil rapat dengan panglima tadi Pap?" tanya Bayu yang sebenarnya sudah tahu apa isi rapat tersebut.


"Seperti yang Papap katakan kepada kamu semalam." jawab Papap


"Tapi gimana langkah langkahnya besok akan papap rapatkan dengan semua pasi. Jadi setelah rapat dengan semua pasi, baru Papap akan memberitahukan kepada kamu, kapan kamu akan masuk karantina" ujar Papap memberitahukan kepada Bayu apa rencana yang akan dilakukan oleh Papap besok


"Oke sip Pap" jawab Bayu dengan santai.


Bayu kemudian terdiam, dia sedang berpikir keras bagaimana cara memberitahukan kepada Rinjani kalau keberangkatan dirinya menuju daerah perbatasan negara itu akan dalam waktu yang tidak lama lagi.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Papap kepada Bayu


"Rinjani Pap" jawab Bayu


"Katakan saja apa yang sebenarnya. Kalau dia mencintai kamu, maka dia akan paham dengan tanggung jawab kamu sebagai seorang prajurit" ujar Papap memberikan wajangannya kepada Bayu.


"Bener juga ya Pap. Menurut Papap, apa Rinjani akan mengerti?" tanya Bayu kepada Papap.


"Ya, dia akan mengerti" jawab Papap dengan pasti


"Oke nanti setelah selesai makan malam, akan aku katakan kepada Rinjani semuanya" ujar Bayu yang sudah memutuskan akan mengatakan semuanya kepada Rinjani nanti saat mereka selesai makan malam bersama.


Tak terasa, mobil yang dikendarai oleh ryan sudah masuk ke dalam pekarangan rumah dinas. Ryan memarkir mobil yang dikemudikannya di depan pintu masuk rumah dinas di bagian belakang. Ryan dan Josua kemudian turun dari dalam mobil. Mereka berdua kemudian membukakan pintu untuk Papap dan juga Bayu.


Papap dan Bayu kemudian turun dari dalam mobil. Mereka berdua kemudian masuk ke dalam rumah. Saat itu mereka melihat Mamah dan Rinjani yang sedang berkutat di dapur membuat menu makan malam yang akan mereka makan pada saat makan malam nanti.


"Selamat sore Mamah dan Jani" ujar Papap sambil duduk di kursi yang ada di dekat mini bar.


"Selamat sore Papap" jawab Rinjani.


Mamah kemudian menuang teh yang sudah disiapkan untuk Papap dan Bayu saat mereka pulang dari kesatuan. Mamah menghidangkan dua cangkir teh di meja mini bar. Papap dan Bayu kemudian menyeruput teh yang dibuat oleh Mamah.


"Masak apa Mah?" ujar Bayu bertanya kepada Mamah.


"Bukan mamah yang masak, tapi Rinjani. Mamah hanya jadi asisten doang" ujar Mamah menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Bayu kepada dirinya.


"Masak apa kamu sayang?" ujar Bayu yang sekarang bertanya kepada Rinjani.


"Makanan kesukaan kamulah. Apa lagi sayang" jawab Rinjani yang memang memasak makanan kesukaan Bayu yang sering diminta oleh Bayu untuk dibuatkan oleh Rinjani.


"Wah keren, Kalau begitu aku mau bersih bersih dulu" ujar Bayu yang langsung berdiri dari posisi duduknya untuk masuk ke dalam kamar dan membersihkan badannya serta berganti pakaian.


"papap jugalah, mah tolong pakaian papap ya" ujar Papap yang juga memilih untuk langsung membersihkan badannya.


Mereka berdua sudah sangat penasaran dengan rasa masakan yang dibuat oleh Rinjani untuk menu makan malam mereka malam ini.