
"Jani, loe ngajar atau kuliah hari ini?"
Ranti berkata kepada Rinjani sambil menatap ke wajah sahabatnya itu sambil memasukkan beberapa tugas kuliah yang baru selesai di kerjakan oleh Ranti subuh hari tadi. Tugas kuliah yang disadari oleh Ranti harus dikumpulkan hari ini juga, dosen yang satu ini terkenal sangat kejam dan luar biasa konsisten dengna apa yang dikatakan oleh dirinya.
"Ngajar. Gue rencananya mau ujian tengah semester hari ini tiga kelas. Gue gabung jadi satu aja, karena gue ada keperluan yang lainnya." jawab Rinjani yang telah selesai bersiap siap.
Rinjani pada hari ini memakai jins biru dan memakai kemeja warna senada serta dilengkapi dengan sepatu kets andalan Rinjani. Rinjani terlihat sangat cantik dengan stelan pakaian seperti itu.
"Gue rencananya nanti siang mau ke rumah Bayu. Mamah juga mengundang kamu untuk hadir nanti ke rumah dinas papap setelah sholat ashar" ujar Rinjani memberitahukan pesan yang disampaikan oleh Mamah kepada dirinya tadi malam saat Rinjani pulang menikmati hari harinya dengan Bayu.
"Emang ada acara apa Jani?" ujar Ranti yang tidak mengetahui acara apa yang diadakan di rumah Bayu.
"Selametan Bayu mau berangkat dinas" jawab Rinjani.
"Oh Oke sip. Nanti gue akan pergi dengan Bram ke rumah dinas Papap" ujar Ranti yang bersedia memenuhi undangan yang diberikan oleh Mamah kepada dirinya melalui Rinjani.
"Gue jalan dulu ya" ujar Rinjani yang telah selesai bersiap siap.
"Sip, hati hati di jalan"
Rinjani berjalan ke luar dari dalam kamarnya. Dia hari ini akan membawa mobilnya sendiri untuk ke kampus karena akan langsung menuju rumah dinas papap. Tetapi Rinjani akan singgah untuk menjemput kue kue basah yang sudah di pesan oleh Rinjani ke salah satu dosen jurusan tata boga.
Rinjani memarkir mobilnya di parkiran khusus dosen. Satpam yang biasanya mengobrol ringan dengan Rinjani kaget saat melihat siapa yang turun dari dalam mobil yang datang pagi sekali.
"Wow bukdos cantik ternyata yang bawa mobil sendiri. Tumben buk dosen?" ujar satpam bertanya kepada Rinjani yang sudah berdiri di dekat pos satpam.
"Sekali sekali pak. Udah bosen juga naik ojek." jawab Rinjani dengan gaya khasnya menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh satpam kepada dirinya.
"Wah buk dosen cantik tumben pagi sekali?" ujar salah satu satpam yang lainnya yang baru saja selesai menikmati kopi paginya di dalam ruang kerja satpam.
"Hehe hehe hehe. Laper judulnya pak. Rencana mau makan nasi goreng itu" ujar Rinjani sambil menunjuk penjual nasi goreng gerobakan yang ada di depan pagar gedung kampus kuliah umum itu.
"Oh pantesan buk dosen cantik datang pagi pagi sekali karena ada yang diinginkannya. Dikira tadi buk dosen salah mandi" jawab Satpam sambil menahan senyumannya saat dirinya mulai menggoda Rinjani kembali.
"Salah mandi salah Pak satpam itu. Aku tadi nggak mandi Pak" jawab Rinjani yang dikatakan kesal tetapi tidak kesal mendengar apa yang dikatakan oleh satpam yang memang sudah biasa beradu argumen dan berbicara dengan Rinjani.
"Saya ke sana dulu Pak." ujar Rinjani pamit kepada kedua satpam yang ramah itu untuk berjalan menuju tempat penjual nasi goreng.
Rinjani memesan satu piring nasi goreng lengkap dengan telur mata sapi yang digoreng putih tetapi masak. Abang abang tukang jual nasi goreng sudah mengetahui seperti apa mata sapi goreng yang diminta oleh Rinjani. Rinjani juga meminta abang penjual nasi goreng untuk membuatkan dua orang satpam nasi goreng yang sama dengan apa yang dimakan oleh Rinjani.
'Bangun sayang' bunyi pesan chat yang dikirim oleh Rinjani kepada Bayu saat Bayu masih belum menyapa Rinjani di pagi hari.
'Ini udah mau apel sayang. Kamu udah dimana?' bunyi pesan chat yang dikirimkan oleh Bayu kepada Rinjani.
Rinjani mengambil gambar fhoto abang abang tukang jual nasi goreng yang sedang sibuk mengaduk nasi goreng pesanan para mahasiswa dan mahasiswi.
'Haha haha, kamu curang sayang' balas Bayu saat melihat fhoto apa yang dikirim oleh Rinjani kepada dirinya.
'Kok curang?' balas Rinjani yang tidak mengerti kenapa Bayu mengatakan kalau dirinya curang.
'Iyalah curang, aku kan juga mau makan nasi goreng itu' jawab Bayu dengan menambahkan imoticon gambar menangis sejadi jadinya.
'Haha haha haha, kamu aneh sayang.'
'Gini ajalah nanti kamu akan aku bawakan nasi goreng ini saat pulang ke rumah Papap' balas pesan chat lanjutan yang dikirimkan oleh Rinjani kepada Bayu.
'Wuis keren. Aku tunggu. Kalau bisa jangan ke rumah Papap. Kamu ada kuliah sampai jam berapa?' Bayu sudah tidak sabaran lagi untuk menikmati nasi goreng yang dijanjikan oleh Rinjani kepada dirinya.
Bayu memang sangat tergila gila dengan nasi goreng itu. Nasi goreng yang akan sangat memikat hatinya dengan segala pesonanya. Rasa nasi goreng yang ibuat abang abang penjual nasi goreng memang jauh berbeda dengan yang dibuat di rumah oleh mamah maupun Rinjani serta restoran mahal ataupun kafe kafe yang viral yang menjamur di kota Padang.
'Hanya dua jam aja sayang. Aku gabung tiga kelas jadi satu. Tapi mau ke rumah papap cepat' balas Rinjani sambil menyendok nasi goreng lezat yang sudah ada di depannya saat ini.
"Bang boleh nambah acar nggak neh?" ujar Rinjani yang memang sangat suka acar yang dibuat oleh abang abang nasi goreng itu.
"Wah tentu boleh buk dosen cantik. Kenapa tidak." ujar abang abang penjual nasi goreng mengambil piring kecil untuk tempat acar timun, bengkoang, dan wortel favorit Rinjani.
"Wah makasi abang abang baik hati" kata Rinjani saat melihat sepiring kecil acar dan juga sepiring kerupuk sudah terhidang di depan Rinjani.
Rinjani mulai menyantap nasi goreng lezat itu. Rinjani sama sekali tidak perduli dengan tatapan dosen dosen yang melihat Rinjani dengan tatapan bermakna negatif karena Rinjani menikmati sarapan paginya di warung gerobak pinggir jalan itu.
'Aku antar ke kantor kamu saja sayang' ujar Rinjani yang akan mengantarkan nasi goreng pesanan Bayu kepada dirinya.
"Akhirnya selesai juga" ujar Rinjani menatap ketiga piring yang ada di hadapannya habis tak bersisa sedikitpun.
"Selamat juga dia akhirnya" ujar Rinjani sambil mengusap perutnya yang sekarang sudah terisi full dengan sepiring nasi goreng dan juga sepiring acar tak lupa timun yang menjadi pelengkap hidangan sarapan pagi Rinjani.
Rinjani melihat jam tangannya. Ternyata jarum jam sudah menunjukkan pukul tujuh lewat seperempat sudah saatnya Rinjani untuk naik ke lantai tiga gedung tersebut.
"Buk dosen cantik, pakai lift aja. Lift khusus dosen sudah baik lagi" ujar satpam yang tua.
"Serius Pak?" ujar Rinjani yang matanya langsung berbinar bahagia saat mendengar apa yang dikatakan oleh pak satpam kepada dirinya.
"Serius buk dosen cantik. Ngapain harus bercanda dengan dosen cantik. Lebih baik saya bercanda dengan istri saya dokter cantik" ujar satpam berbicara kepada Rinjani dengan nada bercanda.
"Haha haha haha."
Tawa Rinjani langsung meledak saat mendengar jawaban yang diberikan oleh satpam kepada dirinya. Rinjani tidak menyangka sama sekali kalau jawaban seperti itu yang akan disampaikan oleh satpam kepada dirinya.
"Saya duluan Pak. Bisa bisa kalau mendengar Bapak lagi saya nggak jadi juga ke kelas." ujar Rinjani sambil melanjutkan perjalanannya menuju lift yang ada untuk lanjut menuju ruang kelas di lantai tiga.
Rinjani berjalan melanjutkan perjalanannya menuju ruang kelas di lantai tiga.
"Waw kenapa sudah terlalu rame?" ujar Rinjani saat dirinya masuk ke dalam ruang kelas dan melihat kalau mahasiswanya sudah duduk dengan rapi di dalam.
"Kami sedang semangat mau ujian Buk" ujar salah satu mahasiswa sambil menatap ke arah Rinjani.
"Wow tumben" jawab Rinjani.
Rinjani kemudian duduk di kursinya. Dia menatap ke arah semua mahasiswanya yang sudah duduk di kursi mereka masing masing.
"Aku benar benar salut dengan rekan rekan semuanya. Sangat bersemangat untuk mengikuti ujian" kata Rinjani memberikan pujian kepada seluruh mahasiswanya kalau mereka sudah melakukan hal yang terbaik.
Rinjani mempersiapkan semua perlengkapan untuk memulai ujian. Dia hanya membuka laptopnya saja tanpa menyambungkan laptop itu ke proyektor seperti biasanya. Semua mahasiswa menatap heran kepada Rinjani. Mereka heran melihat kelakuan dan gaya Rinjani mengajar hari ini.
"Siap untuk ujian hari ini?" tanya Rinjani.
"Siap buk dosen" jawab mereka dengan kompak.
"Baiklah, ujian hari ini pakai sistem ujian melalui perangkat ponsel masing masing" ujar Rinjani menjelaskan bagaimana sistem ujian yang akan mereka pakai untuk ujian tengah semester yang sebentar lagi akan mereka kerjakan.
"Hah?"
"Terus pakai paket?"
"Aduh gue nggak ada paket"
"Ponsel gue law"
terdengar pekikan pekikan dan suara suara gaduh dari para mahasiswa yang ada di dalam ruangan Rinjani. Mereka benar benar tidak menyangka kalau dosen cantik mereka itu akan memberikan mereka ujian secara online. Sehingga semua mahasiswa yang tidak memiliki paket menjadi gaduh.
Plok plok plok, terdengar Rinjani menepuk tangannya. Dia melihat ke arah semua mahasiswa yang heboh tersebut.
"kenapa ribut?" ujar Rinjani menyapa semua rekan rekan mahasiswa dan mahasiswi yang mendadak menjadi ribut karena suatu hal itu.
"Kami tidak punya paket buk dosen" jawab salah seorang mahasiswi menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap ujian tengah semester yang akan mereka jalani pada saat ini.
"Waduah mahasiswa zaman sekarang nggak ada paket. Serius tuh?" ujar Rinjani yang tidak menyangka kalau mahasiswanya yang keren keren ini tidak memiliki paket data untuk melaksanakan kegiatan ujian tengah semester yang akan mereka lakukan.
"Serius ibuk, baru habis tadi malam karena mabar" ujar mahasiswa itu sambil menatap ke arah Rinjani yang tercengang dengan pose yang sangat sangat tidak menarik untuk di lihat karena melongo tidak percaya mendengar apa yang dikatakan oleh para mahasiswa dan mahasiswi nya itu.
"Ya udahlah, kita pakai wifi kampus saja bagaimana?" ujar Rinjani menebak kemungkinan dengan menggunakan wifi kampus saja.
"Janganlah pakai wifi kampus buk. Nggak akan dapat sinyal" ujar salah seorang mahasiswi sambil memainkan ponselnya.
"Ya udah dari pada ribet pake wifi saya saja" ujar Rinjani.
Rinjani menuliskan password wifinya di papan tulis, semua mahasiswa mengetikkan password masuk ke dalam jaringan wifi yang disediakan oleh Rinjani.
"Link sudah dimasukkan ke dalam grub kelas jadi kalian bisa menjawab ujian tengah semester genap sekarang juga" ujar Rinjani memberitahukan kepada semua mahasiswi kalau mereka akan ujian secara online.
"Selamat menikmati menu sarapan pagi Bahasa Indonesia" ujar Rinjani sambil tersenyum.
Semua mahasiswi dan mahasiswa mulai sibuk dengan ujian tengah semester yang diberikan oleh Rinjani kepada mereka semua. Rinjani duduk dengan santai di kursinya sambil memperhatikan semua mahasiswa dan mahasiswi yang sedang mengikuti ujian tengah semester tersebut.
Semua mahasiswa yang sedang ujian terlihat sangat tekun mengikuti ujian yang sedang berlangsung. Rinjani hanya bisa menatap ke arah semua mahasiswi sambil memainkan ponselnya. Dia benar benar menikmati proses mengawas ujian tengah semester yang sedang berlangsung. Tepat pukul setengah sembilan, ujian tengah semester yang diberikan oleh Rinjani sudah selesai.
"Oke selesai, Silahkan subnit semuanya, supaya langsung terkirim ke file saya" ujar Rinjani meminta semua mahasiswa dan mahasiswi berhenti mengerjakan ujian mereka.
Semua mahasiswa dan mahasiswi heboh untuk mengirimkan hasil ujian mereka.
"Sampai bertemu minggu depan, nanti hasil akan langsung di kirim ke pesan grub kelas, jadi rekan rekan semua bisa melihat sendiri nilai yang di raih dalam ujian tengah semester hari ini" ujar Rinjani.
Semua mahasiswi dan mahasiswa berjalan keluar dari dalam kelas. Sedangkan Rinjani mengemasi semua barang barangnya, dia akan pergi mengantarkan nasi goreng yang dipesan oleh Rinjani untuk Bayu. Rinjani akan mengantarkan nasi goreng itu, setelah itu dia rencananya akan langsung ke rumah dinas Papap untuk bertemu dengan Mamah dan Papap.