
"Jadi sayang, kamu memang sengaja memilih warna itu, supaya pakaian kita berdua senada, dan terlihat couple gitu?"
Bayu melihat ke arah kekasih hatinya itu sekilas. Rinjani duduk dengan anggunnya di kursi sebelah pengemudi. Rinjani benar benar berusaha menentramkan jantungnya yang sekarang sudah mulai berdisko. Rinjani takut membuat kesalahan seperti yang dipesankan oleh Ranti kepada dirinya tadi, sesaat sebelum Rinjani turun menunggu Bayu di teras kos kosan.
Bayu melihat kalau Rinjani sedang tidak konsentrasi. Hal itu terlihat dari cara duduk Rinjani yang sama sekali tidak rileks. Cara duduk Rinjani kali ini seperti seseorang yang sedang memiliki pemikiran tentang sesuatu yang sangat penting.
Bayu kemudian menaruh tangannya di atas tangan Rinjani. Bayu meremas tangan Rinjani dengan sangat lembut. Bayu sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh Rinjani saat ini. Sehingga apa yang dipikirkan oleh Rinjani membuat dirinya menjadi tidak konsentrasi seperti ini. Padahal Rinjani yang di kenal oleh Bayu adalah sesososk perempuan yang memiliki pengendalian diri yang sangat luar biasa dalam kondisi seperti apapun.
"Ada apa sayang?" kata Bayu yang pada akhirnya memutuskan untuk bertanya kepada Rinjani tentang apa yang sekarang sedang dipikirkan oleh Rinjani.
Masalah yang membuat Rinjani sama sekali tidak bisa rileks dan seperti tertekan.
"Aku takut untuk menghadiri acara itu sayang"
"Aku takut membuat malu diri aku sendiri" lanjut Rinjani yang pada akhirnya menyuarakan rasa takutnya kepada Bayu.
"Ketakutan seperti apa yang membuat kamu menjadi tidak rileks seperti ini?" tanya Bayu yang menginginkan Rinjani bisa menjelaskan lebih terperinci lagi ketakutan seperti apa yang sedang menghantui dirinya saat sekarang ini.
"Mana tau dengan kamu menjelaskan kepada aku dengan lebih spesifik, aku bisa membantu kamu untuk menghindari kamu dari rasa takut itu" lanjut Bayu yang menawarkan bantuan dari dirinya untuk bisa membantu Rinjani supaya terbebas dari rasa takut dan rasa yang membuat dirinya menjadi sangat cemas untuk melakukan sebuah kesalahan dalam acara penting tersebut.
"Aku takut terjatuh nanti"
Kata Rinjani mulai menjelaskan kepada Bayu tentang apa apa saja ketakutan yang ada dalam dirinya saat ini.
"Aku takut nanti tersandung"
"Takut memakan cabe merah dan meninggalkan irisannya di gigi aku"
Bayu mendengar semua jenis permaslaahan yang menyebabkan Rinjani menjadi sangat ketakutan dan khawatir, serta membuat dirinya menjadi tidak nyaman untuk melakukan suatu hal.
"Sayang sayang, itu hanya perasaan kamu saja sayang. Aku sangat yakin kalau kamu pasti akan bisa melakukannya dengan sangat baik sayang." kata Bayu memberikan semangat dan pujian kepada Rinjani kalau Rinjani pasti akan bisa melakukan semuanya dengan baik tanpa ada kesalahan sedikit pun.
"Tapi sayang" ujar Rinjani yang masih ragu dengan apa yang dikatakan oleh Bayu.
Ketakutan untuk bisa saja melakukan kesalahan itu masih tetap mengantui Rinjani pada saat ini.
"Kamu pasti bisa sayang. Aku mengenal kamu dengan sangat baik. Kamu adalah wanita yang memiliki kemampuan mengendalikan diri yang sangat baik sayang" lanjut Bayu meyakinkan Rinjani bahwasanya Rinjani bisa melakukan sesuatu dengan sangat baik tanpa melakukan kesalahan yang berarti.
"Kamu janji bantu aku ya?" kata Rinjani yang berharap Bayu benar benar mau membantu dirinya supaya terhindar dari kesalahan yang bisa membuat dirinya dan juga Bayu serta keluarga Bayu menjadi sangat malu.
"Iya sayang, aku akan bantu kamu supaya kamu tidak melakukan kesalahan yang menurut kamu, bisa kamu lakukan" kata Bayu meyakinkan Rinjani kalau dirinya pasti akan membantu Rinjani untuk mencegah Rinjani bisa melakukan kesalahan yang ditakuti oleh Rinjani tersebut.
"Apa syaratnya?" ujar Rinjani menatap Bayu dengan tatapan ayo katakan saja apa syaratnya, yang penting aku bisa terhindar dari ketakutan aku ini.
"syaratnya gampang, kamu tidak boleh lagi terlihat tidak nyaman."
Bayu mengatakan syaratnya kepada Rinjani. Rinjani menatap ke arah Bayu dengan tatapan mengatakan bagaimana caranya, dia sendiri sekarang dalam keadaan tidak nyaman sama sekali.
"Kalau kamu terlihat tidak nyaman di sebelah aku, bisa bisa orang menganggap kalau kamu aku paksa untuk berada di sebelah aku" kata Bayu mengucapkan kata kata yang sebenarnya hanya digunakan oleh Bayu untuk memulihkan perasaan Rinjani kembali.
Bayu bermaksud membawa Rinjani bercanda dengan guyonan ala kadarnya versi Bayu.
"sayang mana ada aku terpaksa mendampingi kamu. aku sangat sangat ikhlas dan bangga bisa mendampingi kamu" lanjut Rinjani yang nggak mau orang lain beranggapan kalau Bayu memaksa dirinya untuk mendampingi Bayu dalam acara ini.
"Wajah kamu itu tegang sayang, Seperti seseorang yang dipaksa untuk mengikuti suatu acara" lanjut Bayu mengatakan kepada Rinjani kenapa dirinya bisa mengatakan hal seperti itu.
"Jadi aku berharap wajah kamu di kembalikan seperti Rinjani hari hari sebelum hari ini"
Bayu meminta dan mengatakan suatu hal yang memang sedang terjadi pada saat ini. Rinjani memang bermuka tegang sekali sekarang. Suatu hal yang nggak pernah terjadi sebelumnya, Tetapi pada saat ini harus terjadi.
Rinjani kemudian berusaha menetralkan kembali wajah cantiknya itu. Dia nggak mau semua orang menyangka akalu dirinya berada diacara itu karena hasil paksaan oleh Bayu.
"Gimana sayang?" ujar Rinjani saat dirinya sudah merasakan kalau rasa takut dan cemas itu sudah pergi dan berganti dengan perasaan nyaman karena ada kekasihnya di sebelahnya yang bisa menjaga dirinya untuk melakukan sesuatu yang buruk.
Bayu menatap ke wajah cantik kekasihnya itu. Wajah yang sudah kembali seperti semula. Wajah cantik yang tidak ada menyiratkan ketakutan atau keterpaksaan seperti tadi. Wajah cantik yang ditemui oleh Bayu saat dia baru sampai di depan kos kosan Rinjani.
"Kamu cantik sekali sayang. Sudah tidak telihat lagi wajah kamu yang menyimpan rasa tegang itu lagi."
"ini baru wajah kekasih aku. Bukan wajah orang lain yang terperangkap dalam wajah kekasih aku"
Bayu berkata sambil memandang ke wajah Rinjani. Bayu benar benar yakin sekarang kalau Rinjani sudah kembali menjadi Rinjani sebelumnya. Bukan Rinjani yang memiliki rasa takut dan tertekan seperti Rinjani beberapa menit yang lalu.
"Kamu ada ada saja sayang" kata Rinjani yang bahagia Bayu bisa membuat dirinya menjadi bahagia seperti sekarang ini. Bayu bisa mengembalikan mood Rinjani yang sudah terjun bebas ke dasar jurang karena rasa takutnya yang akan bisa membuat malu keluarga besar Bayu.
"Ya kamu sih yang pake hilang mood segala bikin aku jadi pusing aja. Ntah kenapa bisa ilang mood" kata Bayu yang memang kurang bisa memahami penyebab Rinjani bisa kehilangan mood baiknya tadi saat mereka sudah separo jalan menuju tempat acara Papap akan dilakukan.
"Apa sekarang mood kamu sudah kembali lagi sayang?"
Bayu akhirnya menanyakan hal itu kepada Rinjani. Bayu tidak ingin Rinjani masih memikirkan hal yang tidak perlu itu lagi. Hal yang sebenarnya hanya sampah yang hanya akan membuat Rinjani semakin pusing dengan dirinya sendiri.