Its My Dream

Its My Dream
45



Mereka berdua kemudian mandi dengan begitu cepat. Aleza terpaksa harus mandi pakai air kran yang ada di toilet. Sedangkan Rinjani memakai kamar mandi. Mereka berdua terpaksa mandi seperti kucing mandi. Singkat padat dan jelas nanti di tambah parfum akan tetap menjadi wangi.


Mereka berdua keluar dari dalam kamar mandi bersamaan. Rinjani dan Aleza mengeringkan badannya dengan cara yang luar biasa ekstrem. Mereka tidak ingin membuang buang waktu dengan percuma. Biasanya mereka berdua akan memakai handbody di sekujur tubuhnya, sekarang mereka hanya memberinya di bagian kaki dan tangan saja. Mereka berdua benar benar gerak cepat.


"Gilak, ini hari yang panas atau gimana cobak. Masak iya gue habis mandi udah keringatan aja" ujar Alexa yang merasa tubuhnya sudah kembali berkeringat padahal baru selesai mandi.


"Karena kita terburu buru Za. Makanya keluar keringat lagi" ujar Rinjani menjawab pertanyaan Aleza.


"Huft emang bener bener. Turunin lagi AC nya Jani. Mana tau makin dingin keringet gue nggak makin banjir" ujar Aleza meminta Rinjani untuk menurunkan suhu AC kamar mereka.


Rinjani menurunkan suhu AC. Sebenarnya dia juga kepanasan, tapi tadi Rinjani berpikir kalau suhu ruangan sudah pas menurut Aleza. Ternyata Aleza memiliki pemikiran yang sama dengan Rinjani.


Mereka berdua telah selesai memakai pakaian masing masing. Rinjani dan Aleza kemudian memoles sedikit wajah mereka dengan make up. Setelah itu, mereka menyemprotkan parfum ke bagian bagian tertentu dari tubuh mereka.


"Oke siap?" tanya Rinjani kepada Aleza.


"Siap.Mari kita gedor kamar ke dua tentara itu yang seenaknya ngomong ngasih kita waktu tiga puluh menit. Mereka kira kita anggota mereka yang bisa melakukan semuanya dalam gerakan cepat" ujar Aleza yang ngedumel akibat permintaan Aris tadi.


"pacar elo yang minta" ujar Rinjani kepada Aleza.


"Iya. Awas aja nanti minta gandeng. Gue bilang aja. Boleh gandengan tapi cuma tiga puluh menit" ujar Aleza yang terlihat sangat jengkel sekarang ini.


"udah nggak usah ngedumel sendirian. Ayuk jalan. Tinggal lima menit lagi" ujar Rinjani sambil menarik tangan Aleza untuk pergi dari kamar mereka menuju kamar Bayu dan Aris.


"Loe mau tu dia tentara ngasih kita waktu sarapan lima belas menit aja" ujar Rinjani menakut nakuti Aleza.


"Kalau sempat dia ngomong gitu. Gue milih pulang naik bus aja ke Padang Panjang. Emang gue tentara dikasih waktu waktu gitu untuk melakukan sesuatu" ujar Aleza yang memang kesal diperlakukan seperti itu oleh Aris.


"Udah nanti loe marahin aja dia. Nggak usah marah marah sendiri. Dia juga nggak denger, cuma bikin capek loe aja" ujar Rinjani sambil menutup pintu kamar mereka berdua.


Rinjani kemudian menggedor pintu kamar Bayu. Dia akan melampiaskan kekesalannya kali ini kepada Aris yang memiliki ide untuk memberi waktu Rinjani dan Aleza bersiap siap hanya tiga puluh menit.


Bayu dan Aris yang mendengar pintu kamar mereka di gedor dari luar. Langsung berjalan ke arah pintu kamar. Bayu membuka pintu untuk Rinjani dan Aleza.


"Masuk Sayang, Aleza" ujar Bayu mempersilahkan kedua perempuan itu untuk masuk ke dalam kamar mereka.


"Langsung jalan aja sayang" ujar Rinjani yang langsung berbalik dan menarik Aleza untuk mengikuti mereka.


Rinjani mengambil kesempatan ini karena melihat Bayu yang hanya keluar memakai singlet saja.


"Kami tunggu di bawah" ujar Rinjani berkata sambil berlalu dari depan Bayu.


Bayu menganga melihat kelakuan Rinjani. Bayu sangat tahu kalau Rinjani marah karena Aris memberikan batas waktu untuk mereka mandi tadi.


Bayu kembali masuk ke dalam kamar. Dia membangunkan Aris yang ternyata tertidur itu.


"Bang bangun bang. Tadi Rinjani dan Aleza mengatakan mereka hanya menunggu kita lima belas menit di restoran. Gue nggak mau mereka merajuk Bang." ujar Bayu membangunkan Aris.


"Hah? Mereka membalasnya!" tanya Aris tidak percaya Rinjani bisa melakukan hal itu.


"bisa lah Bang. Kamu kayak nggak tau Rinjani aja. Mana mau di kalah, podo aja dia nggak mau" ujar Bayu kepad Aris.


Rinjani dan Aleza sudah mengambil menu sarapan mereka. Mereka memilih duduk di balkon restoran. Mereka melihat ke arah gunung singgalang yang terlihat dari balkon itu.


Aris dan Bayu mengambil sarapan untuk mereka sendiri sendiri. Setelah itu mereka mencari keberadaan Rinjani dan Aleza.


"Bang itu mereka" ujar Bayu yang sudah tahu dimana Rinjani akan memilih untuk menikmati sarapannya.


Bayu dan Aris kemudian menuju ke tempat Rinjani dan Aleza berada. Mereka kemudian duduk di samping kekasih mereka masing masing. Rinjani melihat jam di tangannya.


"Telat semenit" jawab Rinjani kepada Bayu dan Aris.


"Ya elo juga, seenak nya aja ngasih waktu cuma lima belas menit. Elo nggak taukan tadi gue sedang ngapain" ujar Aris yang tidak sadar kalau kata katanya akan memancing kemarahan dari Aleza sendiri.


"Hebat Anda, Tuan Aris. Saat kami memberi anda waktu lima belas menit untuk menuju restoran, Anda mengatakan kami seenaknya saja memberi Anda waktu, dengan tidak melihat keadaan Anda seperti apa" ujar Aleza dengan nada sinis nya.


"Sedangkan kami, belum mandi belum ngapa ngapain Anda kasih tiga puluh menit. Kami wanita, pas tampil tidak cantik kalian pria akan marah. Sedangkan kami harus selesai dalam waktu tiga puluh menit" ujar Aleza menyuarakan kemarahannya kepada Aris.


"Anda kira kami adalah anggota Anda. Maaf, kami bukan anggota Anda yang bisa Anda suruh suruh atau Anda kasih batas waktu untuk melakukan suatu kegiatan." lanjut Aleza mengeluarkan semua kekesalannya kepada Aris.


Aleza kemudian menghentikan sarapannya. Dia kemudian berdiri dari posisi duduknya.


"Sepertinya saya harus berpikir ulang untuk tetap jalan dengan Anda. Saya tidak sanggup kalau setiap melakukan suatu pekerjaan diberikan batas waktu" ujar Aleza berbicara sambil berdiri.


"Saya permisi dulu." ujar Aleza.


Aris memegang tangan Aleza. Dia mau membicarakan hal itu dengan Aleza.


"Maaf, saya harus pergi. Saya akan memikirkan kembali hubungan ini." ujar Aleza melepaskan pegangan tangan Aris dari tangannya sendiri.


Aleza berjalan meninggalkan restoran. Dia sudah memutuskan untuk kembali ke kota Padang Panjang. Dia tidak bisa berhubungan dengan seseorang yang memberi dia batas waktu seperti itu.


Rinjani menatap ke arah Aris.


"Gue cuma mau bilang. Aleza bukan dari kalangan seperti kita. Dia seniman, perasaannya sangat halus" ujar Rinjani kepada Aris.


"Maaf, gue nggak bisa bela elo untuk saat ini. Karena loe memang salah" jawab Rinjani.


"Sayang, aku akan ikut dengan Aleza. Nanti aku hubungi kemana kamu harus jemput aku ya" ujar Rinjani kepada Bayu.


Rinjani kemudian menciun pipi Bayu.


"Aku nggak marah sama kamu. Tetapi sahabat aku membutuhkan aku sekarang" ujar Rinjani kepada Bayu.


"iya sayang. Aku paham. Kasih dia pengertian ya" ujar Bayu yang berharap Rinjani bisa memberikan pengertian kepada Aleza.


"Aku akan berusaha sayang. Aku juga salah sudah menjodohkan seseorang yang aku kita pantas untuk sahabat aku yang baik. Ternyata tidak" ujar Rinjani menyindir Aris dengan telak.


Rinjani kemudian berjalan menuju kamarnya. Dia akan pergi ke kota Padang Panjang bersama dengan Aleza. Rinjani tidak mungkin membiarkan sahabatnya itu pulang sendirian ke sana. Dia akan menemani. Rinjani sangat tahu bagaimana kerasnua Aleza.