
Negara U
" Bunda kue, Deli laper Bunda kue" kata Deli sambil memegang perutnya yang terasa lapar dan sudah berbunyi itu
" cacing-cacing dalam perut Deli sudah berkelahi Bunda kue" lanjut Deli menjelaskan kepada Vina bagaimana keadaan perutnya pada saat ini.
" haha haha haha haha, kamu ada-ada aja sayang, mana ada cacing yang berkelahi dalam perut" kata Vina sambil geleng-geleng kepala memberikan tanggapan atas perkataan yang dikatakan oleh Deli kepada dirinya sebagai alasan untuk minta dibuatkan makanan
" beneran Bunda kue, kalau Bunda nggak percaya, bunda dengar sendiri aja bunyi perut Deli yang di dalam usus Deli ini para cacing sudah berkelahi sampai melakukan adegan tembak-tembak seperti di film Star Wars" kata Deli sambil merengkuh leher Vina menuju parutnya supaya Vina bisa mendengar bunyi cacing-cacing yang sedang berkelahi itu.
Vina geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak gadisnya itu. Vina benar-benar tidak menyangka kalau imajinasi Deli bisa sejauh itu
" Oke siap Nona kecil, Bunda kue akan membuat makan pagi yang lezat untuk mama kecil Bunda kue ini" kata Vina sambil bangun dari posisi tidurnya
" Hore Bunda kue mau buat makan pagi" kata Deli sedikit berteriak dengan girangnya karena Vina mau membuatkan dirinya sarapan pagi
" Tapi ada syaratnya"
Vina langsung saja memberikan pengajuan syarat kepada Deli. Hal ini sontak membuat Deli kaget dan langsung menatap ke arah Vina.
"Masak iya pake syarat Bun. Tega banget" lanjut Deli yang kaget saat Vina mengatakan kalau ada syarat yang aka diajukan oleh dirinya kepada Deli.
"Syaratnya gampang sayang ku. Kamu harus mandi sebelum kamu sarapan" kata Vina memberikan syarat kepada Deli.
"Kalau itu syaratnya gampang Bun. Ini aku mau pergi mandi" Jawab Deli sambil bangun dan duduk dari posisi tidurnya.
"Oke. Kamu pergi mandi. Bunda akan pergi memasak sarapan. Semoga saja tante maya tidak mendahului bunda"
Vina kemudian berjalan keluar dari kamar menuju dapur bersih yang ada di lantai satu rumah mereka. Sedangkan Deli pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum menikmati sarapan yang dibuat oleh Vina atau Maya.
"Pagi Maya, loe udah siap masak aja?" ujar Vina saat melihat Maya telah menyelesaikan kegiatannya di dapur.
"Udah Vin. Gue masak nasi goreng kampung lengkap dengan telor dadar"
"Gue bangun kepagian, terus nengok lampu kamar kamu masih mati, ya udah gue langsung ke dapur, eksekusi masak sarapan untuk kita"
Maya menjelaskan kepada Vina kenapa bisa dia sudah selesai memasak menu makan pagi untuk mereka semua sepagi ini.
"Oke sip. Gue ke kamar dulu, mau cuci muka dulu. Gue belum sempat bersih bersih karena mau ngejer masak sarapan untuk kita"
"Yup. Gue juga mau mandi. Ivan mintak di antar ke bandara."
Maya memberitahukan kepada Vina agenda kegiatannya pagi ini. Sekaligus memberitahukan kalau dirinya tidak bisa ke kafe pagi.
"Oh Ivan balik hari ini ke negara I?" tanya Vina kepada Maya sambil berjalan berdua menuju kamar mereka yang berada di lantai dua rumah tersebut.
"Yup. Dia balik sekarang ke negara I" jawab Maya.
Vina mengambil pakaian milik Deli di dalam travel bag tersebut. Vina mengambil sehelai gaun berwarna ungu muda dan juga bando kecil dengan warna yang sama.
Setelah selesai mengambil gaun untuk Deli. Vina kemudian beralih menuju almari tempat dirinya menyimpan pakaian. Vina mengambil gaun yang sewarna dengan gaun yang dipilihkan Vina untuk Deli.
"Loh bunda kue kok udah ada di kamar lagi?" ujar Deli kaget saat melihat Vina sudah berada kembali di dalam kamar saat Deli baru selesai membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi
" Maaf ya Sayang untuk sarapan kali ini, semua menu sarapan dibuat oleh Tante Maya. Bunda telat bangun sehingga Tante Maya sudah menyelesaikan sarapan untuk kita semua" kata Vina menjawab pertanyaan yang diajukan oleh anak angkatnya itu
" Oke Bunda tidak masalah. Bagi Deli Tante Maya juga merupakan Bunda Dewi. Jadi apapun masakan yang dibuat oleh tante Maya pasti akan Deli makan"
Deli memberikan jawaban yang sangat luar biasa kepada Vina. Jawaban yang diberikan oleh Deli benar-benar di luar pemikiran Vina. Vina sama sekali tidak bisa membayangkan kalau Deli bisa menjawab seperti itu.
" Terima kasih sayang atas pengertiannya."
Vina Berkata sambil mengusap kepala Deli
" Kamu pakai baju dulu ya bunda akan mandi sebentar"
" pakaian yang harus dipakai Sudah Bunda siapkan di atas kasur. Putri Bunda ini hanya tinggal memakainya saja lagi" kata Vina sambil melihat ke arah kasur di mana di atas kasur itu sudah ada gaun milik Deli dan juga milik Vina
" Makasih Bunda cantik sekarang Bunda cantik boleh mandi setelah itu bunda cantik harus mengepang dua rambut Deli ya" kata Deli sambil tersenyum kepada Vina
" siap tuan putri cantik. Bunda akan mandi dulu setelah itu bunda akan mengepang dua rambut tuan putri cantik Bunda ini"
Vina kemudian mengambil handuk yang berada di almari yang letaknya tepat di pintu masuk kamar mandi. Vina melanjutkan aktivitasnya pagi itu dengan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Sedangkan Deli sudah memakai gaun cantiknya saat ini.
" Bunda aku benar-benar bahagia saat sekarang ini. aku benar-benar merasa memiliki seorang bunda. Baru kali ini aku merasakan pakaian aku diambilkan oleh seorang bunda." kata Deli dengan menatap ke arah gaun ungu muda yang dipilihkan oleh Vina untuk dipakai Deli saat ini.
" Deli benar-benar sayang dengan Bunda gue. Deli ingin Bunda gue cepat-cepat menjadi Bunda Deli. "
" Delia akan memaksa Ayah untuk cepat-cepat melamar Bunda gue"
" Deli sudah tidak mau lagi berpisah dengan ayah dan juga berpisah dengan Bunda kue"
"Deli ingin kita bertiga berkumpul bersama membentuk sebuah keluarga yang benar-benar seperti sebuah keluarga"
" Deli juga mau merasakan seperti yang dirasakan oleh sama sahabat-sahabat Deli. dulu juga ingin setiap hari diantar oleh Bunda gue untuk ke sekolah. Deli juga ingin saat pulang sekolah langsung Ditunggu oleh masakan Bunda. Deli juga ingin saat malam tiba Bunda mengajarkan Deli membuat tugas-tugas sekolah"
" pokoknya Deli banyak ingin untuk semuanya. Ayah benar-benar harus menikah dengan Bunda gue"
Deli meluapkan apa yang ada di pikirannya saat ini. dia benar-benar sudah sangat ingin memiliki seorang ibu. selama ini dia memang punya ibu tetapi merasa tidak punya ibu.
Vina yang mendengar apa yang dikatakan oleh Deli, merasakan kesedihan yang dirasakan oleh anak tersebut. seharusnya pada usia seperti ini Dewi belum mengalami hal yang merumitkan seperti itu. tetapi karena keegoisan seorang wanita atau seorang ibu membuat seorang anak harus menanggung akibatnya.