Its My Dream

Its My Dream
15



"Emang ada, aku kok dari tadi nggak nampak pohon buah buahan, di pekarangan ini ya sayang? " ujar Rinjani sambil mengarahkan matanya ke setiap sudut halaman. Rinjani sama sekali tidak ada melihat pohon buah buahan satupun berada di sana.


"Di belakang. Ayuk masuk, kamu akan kaget melihat ada berapa pot tanaman buah buahan yang aku punya sayang. Kalau yang di belakang itu, nggak ada yang bisa ngambil, tapi kalau di depan terserah saja, siapa yang butuh silahkan mereka ambil. Asalkan mereka tidak merusak tanaman yang lainnya" kata Bayu yang memang sangat suka berbagi dengan tetangganya yang lain. Makanya tanaman Bayu tidak ada yang mati.


Bayu sengaja membawa Rinjani masuk ke dalam rumah karena dia sudah bisa membaca sebentar lagi ibuk ibuk asrama akan banyak lewat depan rumahnya. Mereka akan melihat lihat Rinjani. Bayu juga mengerti kalau Rinjani tidak ingin diperhatikan oleh ibu ibu itu nantinya. Ibu ibu asrama yang kepo dengan wajah Rinjani dan siapa kekasih Bayu sebenarnya. Bayu bukan tidak ingin memperkenalkan Ibuk Ibuk asrama kepada Rinjani atau sebaliknya. Cuma Bayu menunggu waktu yang tepat saja untuk memperkenalkan mereka.


Bayu dan Rinjani masuk ke dalam rumah. Pas bertepatan dengan Bayu dan Rinjani masuk, ibu ibu asrama pura pura lewat di depan rumah Bayu. Bayu melihat pergerakan ibu ibu itu.


"Loh kok udah nggak di luar lagi?" ujar salah seorang Ibuk Ibuk itu.


"Kayaknya Nyonya Handoko pas memberitahu kepada kita ketahuan sama suaminya, jadi suaminya ngasih tau Om Bayu" kata Ibuk Ibuk yang lain.


"Sepertinya memang begitu. Ayuk lah bubar, om Bayu sangat pinter menyembunyikan kekasihnya dari kita." ujar Ibuk Ibuk yang lain.


"Tapi sangat senang Ibuk Ibuk Bintara bisa nengok kekasih Om Bayi karena tadi Adit ngajak kekasih Om Bayu lewat sana" kata Ibuk Ibuk yang lainnya.


"Huft untung saja nggak telat." ujar Bayu saat dia sampai di dalam rumah dan melihat ibuk Ibuk yang berkumpul di depan pagar rumahnya.


Bayu mengetahui kalau ibu ibu asrama akan lewat depan rumahnya, dari salah seorang rekan satu leting Bayu yang memberitahukan kalau ibu ibu akan lewat depan rumah Bayu karena mereka mengetahui kalau Rinjani datang ke asrama


"Ada apa sayang?" tanya Rinjani yang melihat Bayu berhenti di tengah rumah dan melihat ke arah luar rumah


"Nggak ada sayang. Ayuk kita lanjut ke belakang" ujar Bayu yang nggak ingin Rinjani melihat ke luar rumah dan menyaksikan ibuk Ibuk rumpi sedang berdiri di depan pagar yang sedang asik berdiskusi.


"Sayang, ini banyak banget pohon buah dalam drum nya." ujar Rinjani yang langsung melihat ada enam drum pohon buah ada yang sedang berbuah, berbuah kecil dan ada yang berbunga malahan ada yang hanya daunnya saja.


"Ini serius kamu yang nanam dari kecil sayang?" tanya Rinjani yang sedang melihat pohon buah jambu kristal yang sedang berbuah itu. Rinjani menghitung ada sepuluh buah jambu kristal, mulai dari yang besar sampai yang kecil.


"Nggaklah, beli udah besar juga." jawab Bayu sambil memberikan gunting untuk mengambil buah jambu kristal kepada Rinjani.


"Kalau nanam dari kecil, kapan nunggu dia berbuah sayang. Aku nggak lagi menjalani pelajaran biologi sayang." ujar Bayu melanjutkan jawabannya.


"Ye" ujar Rinjani yang separo kesal mendengar jawaban dari Bayu tadi.


Rinjani memetik satu buah jambu kristal yang dianggapnya sudah cukup matang dan manis saat dimakan.


"Di situ ada kran air Sayang" ujar Bayu menunjuk kran air yang ada di sudut taman.


Rinjani melangkahkan kakinya menuju kran yang ditunjukkan oleh Bayu. Rinjani mencuci jambu kristal miliknya di sana. Sedangkan Bayu sedang memunguti daun daun yang sudah jatuh ke tanah. Bayu kemudian memotong daun daun itu menjadi kecil kecil dan menimbunnya di drum tempat pohon buah itu di tanam.


"Sayang mau?" tanya Rinjani sambil memberikan sepotong jambu kristal kepada Bayu.


Bayu mengambil sepotong jambu kristal tersebut.


"Sayang, ini buah keberapa?" tanya Rinjani kepada Bayu.


"Pertama sayang. Buah pertama yang masak dan manis karena dipetik oleh perempuan yang manis" ujar Bayu memuji Rinjani.


"Mulai ngegombal. Jadi, ini buah jambu kristal yang masak pertama sayang?"


Rinjani mengulang pertanyaannya tadi kepada Bayu.


"Bener sayang. Ini adalah buah jambu kristal yang masak pertama." ujar Bayu meyakinkan kembali Rinjani kalau memang benar jambu itu adalah jambu kristal yang pertama kali masak.


"Itu batang jambu kristal yang kamu makan, sebelahnya jambu *** jamaika baru berbunga dan juga belum pernah berbuah" ujar Bayu mulai memberitahukan kepada Rinjani pohon apa saja yang ada di dalam drum drum besar itu.


"Kalau yang itu durian montong, pendatang baru yang datang bulan kemaren. Tu sedang berbunga,, semoga jadi bunganya ya."


"Itu berbuah harus kasih aku." ujar Rinjani menuntut Bayu untuk memberinya buah durian montong kalau sudah masak.


"Tenang aja sayang, kekasih kamu ini sangat tau kalau kamu sangat menggilai durian" ujar Bayu sambil menggenggam tangan Rinjani.


Rinjani memberikan Bayu senyum terbaiknya karena mengingat hobbynya yang sangat gila kepada durian.


"Sedangkan yang itu mangga, buahnya besar besar, baru berbuah dua buah, satu yang makan aku sedangkan yang satu lagi dandiyon aku. Saat itu kenapa aku tidak ngasih kamu satu, karena kita belum kenal sayang." ujar Bayu menujuk ke batang mangga yang sedang berbuah tapi masih kecil, buahnya cukup banyak dan sudah di tupang oleh Bayu dengan orang sebuah reng.


"Nah yang itu buah belimbing, buahnya manis dan besar besar. Apa kamu suka?" tanya Bayu kepada Rinjani.


"Nggak. Aku nggak suka belimbing" jawab Rinjani.


Membayangkan belimbing membuat bulu kuduk Rinjani berdiri. Dia sangat tidak suka buah yang kalau di belah membentuk bintang itu.


"Batang terakhir pohon apa sayang?" tanya Rinjani sambil menunjuk pohon terakhir milik Bayu.


"Lengkeng sayang. Tapi belum berbuah. Ntah kapan berbuah nya, semoga pas aku pulang dari Padang Panjang dia udah berbunga, karena baru aku kasih pupuk buah lagi" ujar Bayu, selesai menjelaskan macam macam pohon buah yang ditanam nya di belakang rumah asrama.


"Sayang bulan besok kalau mau beli lagi, alpukat beli ya. Aku suka alpukat" ujar Rinjani yang benar benar menggilai buah berdaging tebal dan manis itu.


"Sip. Besok saat pulang dari Padang Panjang akan aku beli di toko tanaman langganan." Bayu menyetujui keinginan Rinjani untuk membeli tanaman alpukat.


Mereka duduk berlama lama di sana. Bayu melihat jarum jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Saatnya dia berkemas kemas, dia harus memasukkan pakaian dan kebutuhannya yang lain ke dalam ransel miliknya.


"Sayang, kamu mau nggak bantu aku masukin pakaian aku ke dalam ransel?" tanya Bayu kepada Rinjani yang katanya ke asrama Bayu untuk membantu Bayu mengepak barang barangnya.


"Aku kan ke sini memang untuk itu sayang. Ayuk kita rapikan" ujar Rinjani.


Mereka berdua kembali masuk ke dalam rumah. Rinjani duduk di bantal bantal besar yang ada di ruang tamu. Sedangkan Bayu masuk ke dalam kamar untuk mengambil pakaian yang akan dimasukkan ke dalam ransel miliknya.


*********************************************


** Bagaimana melanjutkan perjalanan cinta antara Pak Tentara dengan Rinjani.


Nantikan episode berikutnya kakak.


singgah di


My Affair


Suamiku Bukan Milikku


Kepahitan Sebuah Cinta


Kesetiaan Seorang Istri**