
"Permisi Pak, saya mau ke asrama Bayu" ujar Rinjani menyebutkan nama Bayu.
"Oh Letda Bayu. Silahkan tulis nama Nona di sini, dan keperluan" ujar penjaga pos.
Rinjani menuliskan nama dan keperluannya di buku tamu itu. Setelah selesai barulah Rinjani di perbolehkan masuk ke dalam asrama oleh penjaga pos.
"Huf banyak kali aturannya" ujar Rinjani menghela nafas. Dia terpaksa harus berjalan agak jauh menuju asrama tempat Bayu tinggal.
Bayu sudah menunggu Rinjani di depan rumahnya. Tadi penjaga pos sudah memberitahukan kepada Bayu kalau tamunya sudah masuk ke dalam area asrama.
Rinjani yang baru kali ini menginjakkan kakinya ke asrama cukup heran dan merasa tidak tahu harus menuju ke asrama yang bagian mana asrama Bayu.
"Yah asramanya banyak banget. Rumah Bayu yang mana coba" ujar Rinjani.
Rinjani meraih ponsel miliknya. Saat itulah seorang anak kecil yang berusia sekitar empat tahun, menarik baju Rinjani.
"Nte ai om Yu" (Tante cari om Bayu) ujar anak itu dengan cadel nya.
"Om Bayu maksud kamu sayang?" ujar Rinjani sambil jongkok berbicara dengan anak kecil itu.
Anak kecil itu mengangguk. Dia kemudian meraih tangan Rinjani. Rinjani berdiri dan berjalan mengikuti anak tersebut.
"Kemana arah rumah om Bayu sayang?" Rinjani membawa anak itu mengobrol ringan.
"Cana" (Sana) ujar anak kecil menunjuk arah rumah asrama tempat Bayu tinggal.
Rinjani terus mengikuti anak kecil itu.
"Adit, siapa wanita cantik yang berjalan dengan kamu?" Tanya seorang ibu ibu asrama yang sedang berkumpul dan mengobrol.
"Acak Om Yu" (Pacar Om Bayu) jawab Adit dengan polosnya.
"Mau kemana dek?" tanya ibu ibu yang lainnya.
"Mau ke rumah Bayu Bu" jawab Rinjani menyetujui apa ucapan anak kecil itu.
"Oooo. Rumah Bayu tu di gang itu dek, pas tepat paling ujung yang banyak tanaman di depan rumahnya." ujar Ibu ibu memberitahukan kepada Rinjani di mana rumah Bayu.
"Terimakasih Bu" ujar Rinjani.
Rinjani dan Adit terkejut saat akan melanjutkan perjalanan mereka ke rumah Bayu.
"Adit kok lama kali ngantar pacar om Bayu ke rumah?" tanya Bayu yang ntah sejak kapan ada di dekat Rinjani dan Adit.
"Buk buk blol" (Ibu ibu ngajak ngobrol) jawab Adit melaporkan kepada Bayu, kalau bukan salah dia, tapi salah ibu ibu yang mengajak ngobrol Rinjani.
Mereka bertiga kemudian berjalan menuju rumah Bayu. Tepat pada gang yang dikatakan ibu ibu tadi, Bayu berbelok seditit. Sampai pada satu rumah yang terlihat asri, Bayu dan adit menghentikan langkah kaki mereka.
"Umah Om Yu" (Rumah Om Bayu) ujar anak tersebut menunjuk rumah yang asri itu.
Bayu dan Rinjani tersenyum mendengar apa yang diucapkan oleh Adit.
"Om Yu, Adit ulang, u gas ecai" (Om Bayu, Adit pulang, tugas selesai) ujar Adit membuat laporan kepada Bayu kalau kerjanya telah selesai.
"Makasih anak keren" ujar Rinjani sambil mengacak rambut Adit.
"Oh no, ugak ambut" (Oh no, rusak rambut) ujar Adit protes saat Rinjani mengusap rambutnya.
"Hahahahahaha, banyak gaya loe bro" ujar Bayu melihat Adit kembali merapikan rambutnya.
Setelah itu Bayu dan Adit melakukan tos ala mereka mereka. Setelah melihat Adit menghilang di mulut gank. Bayu mengajak Rinjani untuk masuk.
"Mau duduk di mana di teras sambil bisa memandang tanaman yang hijau hijau atau di dalam rumah?" tanya Bayu kepada Rinjani.
"Teras aja sayang. Kelihatannya sangat asik sarapan sambil lihat lihat tanaman" ujar Rinjani yang menjatuhkan pilihannya untuk sarapan di teras saja.
"Aku ambil piring dulu ke dalam ya, tunggu bentar" ujar Bayu.
Bayu masuk ke dalam rumah mengambil peralatan makan dan dua botol air mineral. Sedangkan Rinjani melihat tanaman yang ada di depan rumah Bayu yang terlihat sangat terawat sekali.
Bayu kembali ke teras dengan membawa peralatan makan. Rinjani yang melihat Bayu sudah keluar kembali, berjalan menuju teras.
"Aku sayang, siapa lagi. Rumah rumah aku, masak tetangga yang pergi nanam ke sini" ujar Bayu menjawab pertanyaan Rinjani.
"Serius sayang?" tanya balik Rinjani.
"Kamu meragukan kehebatan aku sayang?" tanya balik Bayu yang tidak suka diragukan oleh siapapun.
"Nggak gitu juga sayang. Tapi yang aku ragukan itu, kapan waktu kamu untuk nanam semua ini. Gitu maksudnya" ujar Rinjani menjelaskan keraguannya kepada Bayu.
"Bisa lanjutin setelah sarapan? Aku lapar sayang, terakhir aku makan, makan sama kamu di Foodcourt" ujar Bayu yang memang dalam kondisi sangat lapar.
Rinjani kemudian membuka bekal yang disusunnya di dalam tas ranselnya yang lumayan besar itu.
"Kamu yang masak sayang semua ini pagi tadi?" tanya Bayu dengan tatapan kagum kepada Rinjani.
"Iya sayang, kan udah aku bilang aku akan masak bekal sarapan untuk kita berdua. Ni udah aku masak. Soal rasa, nanti kita bahas setelah makan" ujar Rinjani menjawab sambil tersenyum kepada Bayu.
Rinjani mengambilkan nasi goreng, mie goreng serta timun, tomat dan kerupuk yang telah dimasak Rinjani. Setelah mengisi piring Bayu, Rinjani kemudian mengisi piringnya sendiri dengan makanan yang dibuatnya.
Bayu menyuap sesendok nasi goreng tanpa tambahan toping yang lainnya. Dia mengunyah dengan sangat pelan. Rinjani yang melihat gaya makan Bayu tersenyum senyum sendiri.
"Kayak chef aja gayanya Om Bayu" ujar Rinjani menggoda Bayu.
"Rasa nasi goreng nya tanpa diberi toping apapun sangat enak, apalagi kalau di kasih toping makin sadis dia ni" ujar Bayu memuji masakan Rinjani yang memang terkenal enak itu, tetapi Rinjani sangat jarang mau masak karena kesibukannya di kampus dan sebagai asisten dosen.
Mereka berdua melanjutkan acara sarapan sambil berbincang bincang tentang berbagai hal. Rinjani tersenyum melihat Bayu yang sudah dua kali nambah nasi goreng nya. Untung saja Rinjani membuat banyak, padahal tadi dia berencana untuk membuat dua porsi saja, Rinjani takut Bayu tidak menyukai masakannya.
"Ini sangat luar biasa enaknya sayang. Aku beneran sangat suka masakan kamu. Kalau kamu tiap hari masak di sini, wah bisa gendut aku sayang" ujar Bayu memuji muji masakan Rinjani.
"Kamu kepinteran muji sayang" jawab Rinjani sambil membereskan kotak kotak bekal yang rencananya akan dicuci nya di sini.
Mereka berdua terdiam sesaat sambil melihat tanaman yang ada di halaman rumah Bayu. Beberapa tentara terlihat lewat di depan rumah Bayu dengan memakai pakaian dinas lapangan mereka.
"Sayang, mereka dinas, kamu kenapa nggak sayang?" tanya Rinjani sambil menunjuk tentara yang baru saja lewat.
"Tapi mau ke Padang Panjang sayang. Kalau mereka tu yang tadi lewat berkelompok, sedang memperhatikan asrama sayang." jawab Bayu menjelaskan kepada Rinjani apa yang dilakukan oleh tentara yang bergerombol itu.
"Sayang, kamu pergikan seminggu ya, terus ini tanaman siapa yang nyiram?" tanya Rinjani yang nggak mau tanaman tanaman itu menjadi mati karena tidak disiram selama seminggu, akibat Tuannya yang pergi dinas ke luar kota.
"Tenang sayang, ada anggota aku yang akan menyiramnya. Kadang saat aku harus kerja sampe malam, mereka yang nyiram." ujar Bayu menjawab kekhawatiran Rinjani.
"Lagian ni ya sayang, mereka nyiram nanti mereka juga ngambil untuk dimasak sendiri. Kamu tau sendirilah ya makan di kantin rasanya seperti apa" ujar Bayu sambil tersenyum.
Rinjani berdiri dari duduknya, dia penasaran dengan drum durm warna biru yang ada di tepi dinding pagar pemisah rumah Bayu dengan rumah tetangga.
"Sayang, drum biru itu apa isinya?" tanya Rinjani penasaran dengan empat buah drum biru yang di atasnya di tanam kangkung dalam tempat tempat seperti minuman gelasan.
"Ooo. Itu isinya lele sayang, tapi belum bisa di goreng. Baru seminggu yang lewat aku bongkar" ujar Bayu sambil berjalan menuju Rinjani.
"Kamu kasih ke anggota kamu?" tanya Rinjani.
"Nggak, aku jual ke penjual pical lele depan. Anggota aku udah bosan sayang. Setiap mereka ke sini pasti ngambil lele sama yang lainnya" Bayu menjelaskan kepada Rinjani ke mana dia menjual lele yang dipelihara Bayu.
Rinjani melihat ke rumah sebelah dan depan, Rinjani memandang ke semua tempat yang bisa di lihatnya. Rinjani juga bisa melihat ada tiga orang ibu ibu memakai baju olahraga sedang ngobrol di bawah batang jambu air.
"Sayang rumah yang lainnya kok gersang gitu. Apa istri mereka nggak menanam seperti kamu ya? Atau istri mereka sangat sibu?" tanya Rinjani kepada Bayu
"Yah mulai deh ngegosip" ujar Bayu sambil tersenyum melihat ke Rinjani.
"Mana ada gosip, nanyak doang pun" jawab Rinjani sambil menatap ke arah Bayu.
"Nanti di jawab ya. Kamu mau jambu kristal?' tanya Bayu kepada Rinjani.
" Emang ada, aku kok dari tadi nggak nampak pohon buah buahan" ujar Rinjani sambil mengarahkan matanya ke setiap sudut halaman.
"Di belakang. Ayuk masuk"
Ujar Bayu yang sudah bisa membaca sebentar lagi ibuk ibuk asrama akan banyak lewat depan rumahnya. Mereka akan melihat lihat Rinjani. Bayu juga mengerti kalau Rinjani tidak ingin diperhatikan oleh ibu ibu itu nantinya.