
Bayu yang telah menyelesaikan menikmati sarapan nasi goreng yang dibuat oleh Rinjani, langsung berdiri dari duduknya saat melihat Dosen Bram yang datang ke kos kosan Rinjani.
Bayu tau kalau itu adalah dosen Bram, saat Rinjani menunjukkan kepada Bayu yang mana kekasih hati Ranti.
"Hay" sapa Bayu kepada dosen Bram.
"Hay" balas dosen Bram kepada Bayu.
Mereka kemudian duduk berdampingan. Mereka sama sama belum saling kenal mengenal, padahal kekasih mereka bersahabat sangat baik di kampus da di kos.
"Perkenalkan nama saya Bayu. Nama anda?" ujar Bayu yang pada akhirnya membuka percakapan untuk melakukan perkenalan antara dia dengan Bram.
"Bram" jawab Bram dengan singkat.
'Ow dia sepertinya sombong. Okelah kalau begitu, gue juga nggak akan ngomong lagi' ujar Bayu yang memilih untuk diam setelah Bram menjawab perkenalan dari Bayu hanya dengan satu kata saja.
Bayu berjalan menuju mobilnya. Dia mencari ponsel miliknya yang tidak ada di dalam saku celana maupun saku baju yang dipakai Bayu.
Akhirnya setelah mencari selama lima belas menit, ponsel yang dicari oleh Bayu akhirnya ketemu juga. Ternyata ponselnya jatuh ke kursi di bagian penumpang sebelah kursi sopir.
Bayu kembali ke tempat duduknya tadi. Ternyata Bram di sana sedang memainkan ponsel miliknya. Bayu duduk kembali di kursinya tadi. Dia juga bermain ponsel untuk menghilangkan kejenuhan nya.
Rinjani dan Ranti turun berbarengan. Mereka juga terlihat sudah siap untuk pergi dengan Bayu dan Bram.
"Sayang, apa kamu udah kenal dengan dosen Bram?" tanya Rinjani kepada Bayu.
"Sudah sayang. Tadi aku berkenalan dengan Pak Bram" ujar Bayu menatap Bram dengan pandangan yang sangat tidak suka karena Bram sudah mencuekin Bayu saat Bayu mengajak dirinya berkenalan.
'Nah sekarang loe tau kan gue kekasih siapa' ujar Bayu dalam hatinya.
'Huft ternyata dia kekasih Rinjani. Mana tadi gue udah cuek sama dia. Dia pasti mengatakan gue sombong' ujar Bram dalam hatinya dan melihat ke arah Bayu.
"Oh ya Bayu, kamu dengan Rinjani mau kemana?" ujar Bram yang mendadak tiba tiba menjadi seperti sangat akrab dengan Bayu.
"Ke pantai aia manih rencana Pak" ujar Bayu yang tetap memanggil Bram dengan sebutan Bapak.
Bram sebenarnya ingin mengatakan jangan panggil dia dengan sebutan Pak cukup dengan memanggail nama Bram saja. Tetapi Bram tahu kalau dia tadi sudah menyinggung perasaan dari Bayu. Makanya Bayu dengan santainya sampai sekarang masih memanggil dengan sapaan Pak.
"Oh baiklah hati hati di jalan" ujar Bram kepada Bayu.
Rinjani melihat ada sesuatu yang aneh antara Bayu dengan Bram. Tapi Rinjani tidak tau apa yang terjadi sebenarnya. Rinjani berniat untuk bertanya nanti kepada Bayu saat mereka sedang dalam perjalanan menuju tempat yang dikatakan oleh Rinjani.
"Loe mau kemana Ranti?" tanya Rinjani kepada Ranti.
"Rencana ke Bukittinggi aja Jani. Kami mau jalan jalan di sana" ujar Ranti memberitahukan kemana tujuan mereka berdua akan jalan hari ini.
"Oh oke. Hati hati ya" ujar Rinjani.
"Yuk sayang jalan" ujar Rinjani mengajak Bayu untuk langsung jalan menuju tempat yang sudah di reservasi oleh Riniani kemaren sore.
Bayu dan Rinjani serta Bram dan Ranti masuk ke dalam mobil mereka masing masing. Bayu dan Bram mengemudikan mobil menuju tujuan mereka yang sangat jauh berbeda. Rinjani memilih untuk berwisata ke laut, sedangkan Ranti memilih untuk ke daerah dingin berbukit.
Bayu menatap ke arah Rinjani. Bayu tidak menyangka kalau Rinjani bisa membaca keadaan tersebut.
"Jadi, tadi kan aku memperkenalkan diri aku dengan dia. Eee eee jawabnya cuma Bram. Itu doang." kata Bayu menjelaskan kepada Rinjani apa yang membuat dia seperti kesal kepada Bram.
"Terus?" ujar Rinjani yang penasaran dengan kelanjutan cerita antara Bayu dengan Bram.
"Terus, aku udah duduk ne di sebelah dia. Ee ee ee tu dosen malah asik main ponsel. Ya udah aku berdiri aja dan masuk ke mobil mencari ponsel aku" lanjut Bayu menceritakan apa yang terjadi kepada Rinjani.
"Jadi, setelah itu kalian berdua tidak ada saling mengobrol lagi?" tanya Rinjani kepada Bayu.
"Nggak ada. Untung aja kamu dan Ranti cepat turun. Ish kalau lama lama aku sama dia bisa dibayangkan apa yang akan terjadi" ujar Bayu yang baru kali ini berkenalan dengan seseorang yang dicuekin oleh orang itu.
"Sabar sayang" ujar Rinjani kepada Bayu.
"Sabar banget sayang" jawab Bayu sambil tersenyum kepada Rinjani.
Bayu mengemudikan mobilnya dalam kecepatan biasa saja menuju tempat bermain baru di tepi pantai aia manih.
"Emang tempat yang mau kita tuju sekarang itu kerennya kayak apa sayang?" tanya Bayu kepada Rinjani.
"Keren kayak di bali kata orang orang yang pernah ke sana sayang" ujar Rinjani menjawab pertanyaan dari Bayu.
"Hah Bali? Serius kamu sayang?" ujar Bayu yang kurang yakin saat mendengar perkataan dari Rinjani.
"Serius itu kata mereka. Tapi saat aku lihat sosial medianya memang seperti di Bali" ujar Rinjani menjawab pertanyaan dari Bayu.
"Kalau gitu, seandainya ada kawan kawan aku minta ke Bali jalan jalan. Maka bawa aja ke tempat itukan ya. Kan sama juga ke Bali" ujar Bayu sambil melihat ke arah Rinjani yang hari ini memakai midi dress dan sepatu kets.
"Kamu cantik banget hari ini sayang" ujar Bayu kepada Rinjani.
"Emang biasanya jelek gitu?" tanya Rinjani kepada Bayu.
"Nggak. Tapi hari ini sepertinya gaya kamu berbeda dari pada biasanya" ujar Bayu memberikan alasan kepada Rinjani.
"Haha haha aku baru beli baju ini. Terus tadi aku coba, ternyata keren juga di pakai dengan kets. Makanya aku pake aja lagi" ujar Rinjani mengatakan alasan dia memakai pakaian seperti itu kepada Bayu.
"Mending besok beli lagi yang kayak gini ya sayang. Kamu kelihatan cantik banget pakai pakaian seperti ini" ujar Bayu memuji kecantikan Rinjani saat dia memakai pakaian itu.
Rinjani membuka telapak tangannya kepada Bayu.
"Aman, pulang dari sini kita ke butik mencari pakaian yang seperti kamu pakai sekarang ini" ujar Bayu yang langsung setuju untuk membelikan Rinjani pakaian seperti yang dipakai oleh Rinjani saat ini.
"makasi sayang, kamu memang yang terbaik" ujar Rinjani memuji Bayu.
"Kalau ada maunya ya aku dibilang baik. Coba kalau nggak ngambek aja dia sepanjang hari" kata Bayu sambil melirik ke arah Rinjani.
"Mana ada pernah ngambek sayang. Kamunya aja yang tukang ngambek" jawab Rinjani yang memang akan selalu ngambek kalau keinginannya tidak dipenuhi oleh Bayu.
Bayu kemudian mengemudikan mobilnya menuju tempat yang dikatakan oleh Bayu. Perjalanan mereka masih sangat jauh. Sehingga mau tak mau Bayu harus mempercepat laju kendaraannya. Rinjani menikmati setiap perjalanan yang dilakukannya dengan Bayu. Rinjani tipe kekasih yang tidak banyak cerita saat diajak pergi main kemanapun.