
"baiklah sayang aku akan mengatakan kepada kamu apa yang telah aku pikirkan selama dua minggu ini" kata Bayu yang tidak ingin Rinjani berpikiran buruk lagi kepada dirinya.
" tapi ada yang harus aku katakan kepada kamu sayang, kalau semua ini tidak ada hubungannya dengan aku yang memiliki kekasih baru, cinta dan rasa sayangku sepenuhnya hanya untuk kamu seorang. Tidak ada wanita lain yang bisa menggantikan kamu dalam kehidupan aku" ujar Bayu berkata kepada Rinjani sambil meremas Tengah Rinjani dengan begitu mesranya.
Bayu menatap mata indah milik kekasihnya itu. Mata yang pertama kali membuat Bayu menginginkan Rinjani sebagai kekasihnya, sebagai pendamping hidupnya dalam mengarungi kehidupan ke masa depan.
" sayang, Aku berharap kamu tidak memikirkan atau tidak pernah terlintas di kepala kamu, kalau aku akan memiliki kekasih selain diri kamu sendiri. Aku tidak pernah ingin menduakan kamu sayang" kata Bayu meyakinkan Rinjani kalau cinta dan kasih sayangnya hanya untuk Rinjani seorang dan tidak akan pernah dibagi Bayu kepada orang lain.
Rinjani mengangguk kepada Bayu Dia sangat senang mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu sekarang Rinjani semakin yakin kalau cinta dan sayang Bayu hanya untuk dirinya sendiri tidak ada untuk wanita lain.
Rinjani semakin yakin kalau yang dipikirkan oleh Bayu dua minggu ke belakang adalah sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan Bayu sendiri. Bukan berkaitan dengan perasaan dan cinta Bayu kepada dirinya.
" jadi Ada apa sebenarnya sayang apa yang kamu sembunyikan dari aku selama dua minggu ini" ujar Rinjani kembali bertanya kepada Bayu.
" Sayang aku ingin kamu berkata jujur kepada aku. Aku Sudah Bosan menebak-nebak apa yang terjadi selama dua minggu ini. Perubahan sikap kamu, perubahan cara kamu memandang aku, perubahan cara kamu menyikapi semua kelakuan aku, itu sangat berbeda daripada biasa-biasanya. Makanya aku berpikiran buruk terhadap kamu dalam beberapa hari ini" ujar Rinjani yang sudah lelah dan capek memikirkan apa yang terjadi dengan Bayu selama dua minggu ini, karena Bayu begitu berubah dalam hal apapun kepada Rinjani.
" Sayang maafkan aku ya, karena gara-gara aku, gara-gara aku tidak bisa mengambil sikap, kamu memiliki pemikiran yang aneh kepada aku" ujar Bayu sambil menatap ke lautan yang sangat gelap itu.
Rinjani mengangguk, dia memang sudah memaafkan Bayu jauh sebelum Bayu meminta maaf kepada dirinya.
Sekarang yang ada di dalam otak Rinjani adalah, apa yang membuat Bayu menjadi berubah seperti ini dalam dua minggu terakhir.
"Jadi sayang sekarang tolong jawab pertanyaan aku yang tadi Apa yang membuat kamu berubahberubah?" kata Rinjani dengan nada memohon kepada Bayu supaya Bayu menjelaskan dan mengatakan apa yang terjadi sebenarnya.
" jadi begini sayang" kata Bayu mulai membuka apa yang ada dalam pikirannya udah mulai mengatakan kepada Rinjani apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Rinjani mulai serius mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu. Sepertinya masalah ini cukup berat, sehingga Rinjani yang biasanya terkadang menganggap sesuatu yang dikatakan Bayu seperti angin lalu saja tetapi kali ini tidak, Rinjani berusaha mendengar apa yang dikatakan Bayu dengan serius.
" sekitar dua minggu yang lalu entah sepuluh hari entah berapa hari yang lalu aku lupa tanggal pastinya, hari pastinya, aku menerima surat dari pusat" ujar Bayu berkata dengan sangat pelan dan memilih setiap kata-kata yang akan diungkapkannya kepada Rinjani.
"Surat dari pusat!! Maksudnya gimana Sayang aku kurang mengerti?" ujar Rinjani yang tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Bayu sebentar ini kepada dirinya.
" ya Sayang aku mendapatkan surat dari pusat yang isinya," ujar Bayu dengan nada pelan dan terlihat sangat frustasi dengan apa yang dipikirkan oleh Bayu.
"itu yang membuat aku tidak bisa mengatakan kepada kamu apa isi surat tersebut" lanjut Bayu mengatakan apa yang ingin dikatakannya kepada Rinjani.
"Jadi karena isi surat itu yang membuat kamu menjadi uring-uringan dan memilih untuk diam daripada mengatakannya kepada aku" kata Rinjani menebak-nabak apa yang ada di dalam pikiran Bayu selama beberapa hari ini.
"Jadi karena hal itu kamu nggak mau memberitahukannya kepada aku. Kamu memikirkan bagaimana ekspresi aku saat mendengar berita tersebut" kata Rinjani sambil geleng-geleng kepala melihat ke arah Bayu.
Bayu mengangguk seperti orang bodoh saja kepada Rinjani. Hal itu adalah benar, Bayu memang memikirkan ekspresi Rinjani saat mendengar apa isi dari surat yang diterima Bayu dua minggu yang lalu.
"Sayang sayang, aku heran sama kamu. Kenapa kamu menjadi bodoh seperti ini. Kamu sudah kalah sebelum kamu pergi berperang" kata Rinjani sambil melirik ke arah Bayu dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Rinjani tidak menyangka Bayu akan mengambil kesimpulan seperti itu sebelum Bayu mengatakan kepada Rinjani Apa isi surat tersebut
"Jadi, sekarang katakan saja apa isi surat tersebut. Aku sangat penasaran sehingga membuat kamu, memikirkan seperti apa ekspresi aku saat aku mendengar apa isi surat yang membuat kamu menjadi galau itu" lanjut Rinjani menuntut Bayu untuk mengatakan apa isi dari surat tersebut.
"Isi surat itu adalah aku harus pergi menjadi pasukan perdamaian di daerah perbatasan. Kamu tahu sendirilah daerah perbatasan yang dimaksud adalah daerah yang sedang terjadi konflik" kata Bayu yang berhasil mengatakan apa isi surat tersebut kepada Rinjani
Bayu menatap ke wajah Rinjani. Wajah cantik kekasihnya itu, mendadak menjadi tegang seperti karet gelang yang mau putus. Hal inilah yang paling ditakuti oleh Bayu, makanya Bayu tidak mengatakan apa isi surat itu kepada Rinjani saat mereka sedang pergi jalan-jalan.
Rinjani terdiam cukup lama, dia tidak menyangka kalau isi surat itu memerintahkan Bayu untuk pergi ke daerah konflik. Dalam pikiran Rinjani, surat itu berisi tentang Bayu yang harus pindah ke bagian lain di kesatuannya. Tidak terbayangkan oleh Rinjani, kalau surat itu berisi perintah Bayu untuk berdinas di daerah konflik.
Hal yang ditakutkan Bayu ternyata terjadi juga. Rinjani terdiam cukup lama setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu.
"Sayang, ekspresi kamu seperti inilah, yang membuat aku tidak sanggup untuk mengatakan isi surat tersebut kepada dirimu" kata Bayu saat melihat ekspresi wajah Rinjani yang tegang.
Rinjani masih tetap terdiam. Diaa sama sekali tidak tahu harus mengatakan apa kepada Bayu. Isi surat itu telah membuat dirinya tidak bisa berpikir apa-apa lagi.
"Sayang, tolong katakan sesuatu. Kenapa kamu diam saja. Hal inilah yang membuat aku tidak ingin menceritakan isi surat itu kepada kamu" kata Bayu yang tidak ingin Rinjani hanya diam saja setelah mendengar isi surat itu
"Sayang sejujurnya, inilah hal yang paling aku takutkan. Bukan apa-apa, bukan masalah suratnya, yang jadi masalah adalah, aku tidak bisa melihat kamu seperti ini, hanya terdiam dan tidak mengatakan apa-apa kepada aku?" Lanjut Bayu mengatakan apa yang ada dalam pikirannya hal yang membuat Bayu tidak bisa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Rinjani beberapa minggu yang lewat.
"Kita pulang Sayang. Aku akan memberikan komentar besok hari kepada kamu. Kamu silakan datang ke kosan aku setelah pukul lima sore aku sudah ada di rumah sekitar jam segitu" ujar Rinjani sambil berdiri dari duduknya.
Bayu tidak berusaha mengejar Rinjani. Bayu Paham bagaimana perasaan Rinjani sekarang. Perasaan seorang wanita yang mendengar kekasihnya akan berangkat ke daerah konflik.
Mereka berdua kemudian masuk ke dalam mobil. Bayu mengemudikan mobil dalam kecepatan sedang menuju kosan Rinjani. Dalam perjalanan pulang, mereka hanya terdiam saja. Tidak ada yang saling mengucapkan kata-kata apapun. Rinjani dan Bayu seperti orang sedang sakit gigi saja.
Perjalanan tiga puluh menit itu terasa sangat sebentar sekali. Mereka sekarang telah sampai di kosan Rinjani. Rinjani langsung turun dan berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua kos kosan besar itu.
Bayu yang melihat Rinjani langsung masuk ke dalam kosnya, Bayu juga memilih untuk pulang ke rumah dinas miliknya. Apa yang ditakutkan Bayu terjadi hari ini. Rinjani marah, kecewa mendengar isi surat yang diterima oleh Bayu.