
Aleza pergi menuju kamarnya kembali. Dia sudah memutuskan untuk tidak ikut dengan Rinjani dan lainnya ke Payakumbuh. Aleza lebih memilih untuk pulang saja ke kontrakannya. Aleza ingin menenangkan hati dan pikirannya kembali ke kontrakannya itu.
"Gue sudah salah memilih loe untuk menjadi kekasih gue. Kita berdua memang tidak sesuaisesuai dan memang jauh berbeda" ujar Aleza sambil terus berjalan menuju kamarnya yang terletak di lantai lima hotel itu.
"Gue udah salah jodohin Aleza dengan elo. Pecundang banget loe jadi orang" ujar Rinjani sambil berlalu dari hadapan Bayu dan Aris.
Rinjani berjalan menyusul Aleza yang sedang dalam keadaan marah itu. Rinjani tidak mau sahabatnya itu berbuat sesuatu yang tidak masuk akal Rinjani.
Aleza yang telah sampai di kamarnya kemudian menutup pintu kamar dengan sangat keras. Dia tidak perduli orang mau marah atau mau berbuat apapun. Bagi Aleza yang terpenting adalah hatinya puas setelah marah marah kepada Aris tadi.
Rinjani kemudian masuk ke dalam kamar. Dia melihat Aleza sudah memasukkan semua barang barangnya ke dalam tas ransel miliknya. Rinjani melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh Aleza.
Aleza menatap Rinjani. Aleza meminta Rinjani untuk menjelaskan apa yang dilakukan oleh Rinjani dengan ikut ikutan mengepak barang barangnya.
"Jani, loe kenapa ikut ikutan dengan yang gue lakuin" ujar Aleza sambil menatap ke arah Rinjani.
"Gue akan ikut dengan loe pulang ke Padang Panjang. " ujar Rinjani dengan mantap.
"Tapi Bayu bagaimana?" tanya Aleza yang tida ingin merusak acara Rinjani dengan Bayu hanya karena keegoisan dirinya saat ini.
"Udah biarkan saja. Gue udah ngomong sama dia kalau gue akan pergi sama loe" ujar Rinjani yang telah selesai mengepak kembali pakaian yang sudah di hangernya itu.
"Mari kita pulang" ujar Rinjani kepada Aleza.
Aleza kemudian mengambil dua botol air mineral yang ada di atas meja. Rinjani melihat apa yang dilakukan oleh Aleza.
"untuk apa?" tanya Rinjani menatap kelakuan Aleza yang mengambil dua botol air mineral untuk mereka minum.
"Kita jalan kaki aja kok kemana gitu. Sore baru ke Padang Panjang." ujar Aleza yang sudah kembali menjadi Aleza yang dikenal oleh Rinjani.
"Haha haha haha, gue suka gaya loe. Mari kita pergi dengan berjalan kaki kemanapun kita mau" ujar Rinjani setuju dengan ide gila yang diberikan oleh Aleza kepada dirinya sebentar ini.
Mereka berdua kemudian keluar dari kamar sambil menyandang tas ransel yang tidak banyak isinya. Rinjani sudah membagi dua pakaiannya dengan memasukkan yang kotor ke dalam kantong kresek dan sudah berada di dalam mobil Bayu. Jadi, Rinjani tidak merasakan betapa beratnya menyandang tas ransel tersebut.
Mereka berdua kemudian melakukan chekout. Rinjani mendapat kembalian uang dari cuekin yang dilakukan oleh Bayu.
"Asik juga ini, gue suka kayak gini. Sudahlah kita yang kabur, kita yang dapat uang" ujar Rinjani sambil memperlihatkan kepada Aleza uang yang diperoleh oleh Rinjani.
"Ada modal untuk makan ayam goreng krispi." lanjut Rinjani sambil menggoyang goyangkan uangnya di depan wajah Aleza.
"Haha haha haha. Loe emang nggak pernah mau rugi bro" ujar Aleza geleng geleng kepala dengan yang dilakukan oleh Rinjani.
"Iyalah." jawab Rinjani.
"Mari jalan jalan. Kita malam aja sampai ke kontrakan elo. Biar mampus tu Aris nggak menemukan kita di kontrakan" ujar Rinjani sambil menatap ke arah Aleza.
"Loe ngakunya sahabat masa kecil Aris. Aris loe kerjai juga baru" ujar Aleza sambil melirik sekilas ke arah Rinjani
"Biarin aja. Biar dia tau rasa gimana sakitnya digituin" jawab Rinjani.
"Za, gue beneran buta sama kota ini Za" ujar Rinjani kepada Aleza.
"Tenang aja, ada gue. Gue hafal setiap sudut kota ini" jawab Aleza sambil mengacungkan dua jempolnya kepada Rinjani.
"oke kalau gitu. Mari kita jalan jalan" ujar Rinjani dengan semangat.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju pusat kota Bukittinggi. Beberapa ojek online sudah berkali kali menawarkan jasa mereka kepada kedua wanita cantik itu Tapi mereka sama sekali tidak mau menggunakan jasa tukang ojek online. Mereka berdua masih tetap ingin jalan kaki saja menuju tempat tersebut.
"kita kemana Jani?" tanya Aleza kepada Rinjani sambil menatap ke arah Rinjani meminta ide dari Rinjani.
"Serah loe aja, mau kemana. Tapi saran gue kita mending makan dulu yuk. Gue laper" ujar Rinjani yang merasakan perutnya bener bener udah lapar sekali.
Tadi saat sarapan, dia tidak bisa dengan sempurna memakan makanan yang telah diambilnya, karena tiba tiba saja Aleza mengamuk kepada Aris dan memilih untuk pergi dari depan Aris. Rinjani yang setia kawan akhirnya juga menyelesaikan sarapannya yang baru dimakan seperempat bagiannya itu
"Mau makan apa?" tanya Rinjani kepada Aleza.
"Lontong, sup, soto juga boleh. Kita cari cari aja. Rasanya banyak orang makan di sana, maka kita berhenti di sana. Mana tau enak kan ya" ujar Aleza yang mulai bertaruh dengan rasa masakan.
"Oke mari kita cari sambil jalan jalan." ujar Rinjani setuju dengan keinginan Aleza
Mereka berdua kemudian berjalan menuju pusat kota. Mereka berdua melihat lihat tempat sarapan yang ramai pengunjungnya itu.
Setelah lelah berjalan, yang mereka kira dekat, ternyata cukup jauh itu, akhirnya Aleza melihat sebuah tempat yang menyediakan sarapan cukup banyak jenisnya itu.
"Jani, disitu saja bagaimana?" tanya Aleza kepada Rinjani yang berjalan di depan Aleza.
"Setuju, mari kita ke sana. Aku juga penasaran dengan rasanya. Terlihat sangat enak dengan ramainya pengunjung" ujar Rinjani setuju dengan tempat yang dipilih oleh Aleza.
Mereka berdua kemudian berjalan menuju warung penjual sarapan tersebut. Aleza dan Rinjani memesan nasi sup untuk mereka makan berdua dan juga dua gelas es teh. Mereka benar benar haus setelah berjalan cukup jauh itu.
"Gue kira dekat Za. Ternyata jauh banget. Gue kalau tau sejauh itu tadi mending naik taksi online aja Za. Ini kita kegaya gayaan menolak untuk naik ojek online. Jadinya ya gini, kaki gue jadi kempor" ujar Rinjani sambil memperlihatkan kakinya yang sudah sakit karena berjalan cukup jauh kepada Aleza.
"Sama, gue juga nyesel kali Jani. Tapi, ya mau gimana lagi. Kita pejuang seribu langkah satu hari" jawab Aleza sambil mengucapkan tagline kesehatan.
"ini lebih dari seribu. Itungan nggak hari Za. Malahan jam" jawab Rinjani sambil mengurut urut kakinya yang terasa sedikit sakit itu.
Setelah menunggu selama tiga puluh menit, pesanan mereka akhirnya datang juga. Rinjani dan Aleza kemudian menyuap nasi sup yang supaya masih mengepul itu.
"Wow rasanya keren" ujar Aleza dengan semangat karena sudah berhasil menemukan tempat makan yang sangat lezat.
"Hilang sudah rasa sakit kaki gue terobati dengan menikmati makanan yang lezat ini" ujar Rinjani sambil tersenyum bahagia.
Mereka berdua kemudian menikmati makan pagi mereka dengan sangat lahap. Rinjani dan Aleza dalam sekejap sudah memindahkan sarapan itu ke dalam perut mereka masing masing.
"Wah bener lezat" ujar Rinjani dan Aleza dengan kompak.