Its My Dream

Its My Dream
Makan keluarga



"Jadi nak, apa kamu mengerti dengan apa yang mamam katakan sebentar ini?" tanya mamam kepada Rinjani.


Rinjani dari tadi memang memerhatikan apa yang dikatakan oleh mamam kepada dirinya. Dia sekarang sangat mengerti apa yang harus dilakukan oleh dirinya sebagai seorang kekasih prajurit. Rinjani sama sekali tidak boleh egois, dia harus mendukung apa yang dilakukan oleh Bayu selama ini. Rinjani tidak boleh membuat Bayu merasa tertekan dengan apa yang dilakukan oleh Rinjani kepada dirinya.


"Paham mamam" jawab Rinjani sambil mengangguk.


"Rinjani sudah paham dengan apa yang harus Rinjani lakukan ke depannya. Rinjani tidak boleh egois" jawab Rinjani sambil menatap ke arah mamam dan papap.


Rinjani kemudian mengalihkan pandangannya kepada Bayu.


"Sayang, maafkan aku ya. Karena sudah marah marah dan kesal kepada kamu." ujar Rinjani meminta maaf kepada Bayu atas apa yang telah dilakukan oleh Rinjani kepada Bayu.


"Maaf karena aku dalam beberapa hari ini telah egois kepada kamu, terlalu memaksakan kehendak aku kepada kamu, tanpa memperdulikan kalau yang aku lakukan itu adalah salah" lanjut Rinjani mengungkapkan semuanya kepada Bayu.


"Padahal seharusnya sebagai seorang kekasih yang sudah memilih untuk menjalin hubungan dengan kamu, seharusnya aku mengerti dan paham apa yang harus aku lakukan." lanjut Rinjani yang tidak bisa menghentikan apa yang harus dikatakannya kepada Bayu.


"Aku harus mendukung kamu. Maafkan aku ya sayang. Aku janji, aku akan selalu mendukung kamu mulai hari ini dan seterusnya. Aku akan menjadi kekasih terbaik untuk kamu" lanjut Rinjani sambil memegang tangan Bayu dengan lembut.


Bayu tersenyum bahagia mendengar apa yang diungkapkan oleh Rinjani sebentar ini kepada dirinya. Bayu tidak menyangka kalau Rinjani akan berbuat seperti itu kepada dirinya.


"Makasih sayang, kamu sudah mau memahami pekerjaan yang harus aku lakukan." jawab Bayu sambil menatap mesra ke arah Rinjani.


"Tapi kamu harus janji pulang dengan selamat" ujar Rinjani meminta Bayu untuk berjanji pulang dalam keadaan selamat.


"Aku berjanji sayang. Aku akan pulang dalam keadaan selamat" jawab Bayu.


Papa menatap ke arah Bayu, Papap tidak menyangka kalau Bayu akan mengatakan dan berjanji untuk pulang dalam keadaan baik-baik saja. padahal seharusnya Bayu tidak melakukan hal itu. karena tidak ada seorangpun yang bisa berjanji atau mengetahui apa yang akan terjadi di daerah perbatasan itu saat terjadi sebuah konflik bersenjata, antara angkatan dengan para pemberontak.


tetapi Papap berusaha untuk paham kenapa Bayu berjanji untuk pulang dalam keadaan baik-baik saja. Bayu hanya berusaha membuat Rinjani kembali menjadi tenang. bagaimanapun jumlah rencana memang berasal dari keluarga angkatan, Tetapi dia sama sekali belum pernah melihat ayahnya secara langsung pergi ke Medan konflik seperti yang akan dilakukan oleh Bayu saat ini.


" baiklah kalau semuanya sudah selesai Bagaimana kalau kita makan?" kata Mama mengajak semua anggota keluarganya untuk makan malam bersama.


mamam tadi sebelum bertemu dengan Rinjani menyempatkan diri untuk membuat masakan sebagai menu makan malam keluarga besar tersebut untuk malam ini.


" Mamam yang masak semua ini?" tanya Bayu sambil melihat ke arah mana yang sedang mengambil makanan untuk Papap


" Ya siapa lagi. di sini belum ada pelayan untuk membantu mamam" jawab mamam sambil memberikan sepiring nasi dan lauk untuk dimakan oleh Papap


" Wow sayang kalau kamu nggak makan banyak kalau makan rugi sendiri nanti" ujar Bayu berkata kepada Rinjani supaya Rinjani mengambil porsi makan malam yang cukup besar karena Bayu sangat tahu olahan masakan mamam sangat lezat.


" kok gitu?" tanya Rinjani yang tidak mengerti apa maksud dari perkataan Bayu sebentar ini


" ya karena masakan yang dibuat oleh mamam terkenal sangat lezat sayang" pacar Bayu mengatakan dengan sangat bangga Bagaimana rasa masakan yang dibuat oleh mamam selama ini.


selama ini memang sangat terkenal kalau makanan yang dibuat mamam sangatlah lezat. siapapun yang makan kalau hanya mengambil sedikit aku merasa rugi, Karena rasa masakannya di Pak Maman memang sangat begitu lezatnya. sangat sulit untuk dikatakan dengan kata-kata.


" Oke Sayang aku akan ambil porsi yang sedikit agak banyak daripada biasanya" kata Rinjani Yang penasaran Bagaimana rasa dari masakan Mamam yang kata Bayu sangat enak tersebut


mereka semua kemudian menikmati makan malam yang dibuat oleh mamam tadi sore. mereka makan tanpa ada yang saling berbicara antara satu dengan yang lainnya. Rinjani teringat waktu dirinya makan malam bersama keluarga di Sijunjung dulu. keluarga Rinjani juga makan dalam keadaan diam seperti ini. mereka sama sekali tidak akan mengobrol antara satu dengan yang lainnya sampai makanan di atas piringnya mereka ambil sudah habis.


Rinjani merasakan makanannya begitu lezat. dia sebenarnya ingin menambah mengambil bihun goreng yang terasa sangat lezat tersebut. tetapi Rinjani malu untuk melakukannya. dia akhirnya menyenggol kaki Bayu yang berada di bawah meja. Bayu yang merasa kakinya disenggol oleh Rinjani, langsung menatap ke arah Rinjani, meminta penjelasan, kenapa Rinjani menendang kakinya.


" Aku pengen nambah bihun goreng itu sayang!" kata Rinjani menjawab pertanyaan yang tidak diucapkan oleh Bayu kepada dirinya.


" Ya udah ambil aja saya nggak apa-apa kok" Jawa Bayu sambil mengambil piring bihun dan menyerahkannya kepada Rinjani.


Rinjani kemudian mengambil piring yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya. dia memindahkan 2 sendok bihun goreng ke dalam piring makannya yang masih ada nasi putih di atasnya.


" Rinjani nggak usah malu-malu ambil aja apa yang kamu mau sayang. anggap ini adalah rumah kamu, jangan setan-setan untuk mengambil apa yang kamu mau" kata mamam sambil tersenyum ke arah Rinjani.


mamam tahu kalau Rinjani sangat segan untuk mengambil makanan. makanya akhirnya Mama mengatakan hal tersebut kepada Rinjani. Mama pengen Rinjani tidak merasa berada di tempat asing saat dirinya berada di rumah milik Bayu.


" Iya mamam Rinjani paham. cuma tadi udah jadi memang sedikit malu untuk menambah bihun goreng tersebut. bihun goreng buatan mamam sangat lezat sekali" kata Rinjani menjawab perkataan yang diajukan oleh mamam kepada dirinya.


Papap yang telah selesai makan menatap ke arah Rinjani dan ke arah mamam. Papa sangat senang kalau mamam dan Rinjani bisa bersahabat seperti sekarang ini. Rinjani dan mamam sama-sama saling menerima keadaan mereka masing-masing. Bapak menjadi sangat lega karena kalau Papa pergi keluar daerah maka mamam akan ada temannya yaitu Rinjani.