Its My Dream

Its My Dream
70



"Sayang, kamu mau coba steak punya aku?"


Rinjani menawarkan steak miliknya kepada Bayu. Tadi Rinjani sudah mencoba nasi goreng punya Bayu dan rasanya sangatlah enak. Sekarang giliran Rinjani meminta Bayu untuk mencoba steak miliknya. Rinjani sudah memotong motong steak tersebut. Bayu tinggal mengambilnya satu potong menggunakan garpu yang ada di piring Bayu yang sudah kosong. Semua nasi goreng di atas piring sudah berpindah satu sendok ke perut Rinjani, sedangkan sisanya yang ntah berapa sendok itu pendah ke dalam perut Bayu.


Bayu mengambil satu potong steak yang sudah dipotong potong oleh Rinjani. Bayu mencelupkan potongan steak itu ke dalam sebuah saos yang diberikan oleh pelayan. Bayu kemudian mencoba steak tersebut, Bayu menikmati setiap kunyahannya terhadap daging steak yang sudah masak dalam kondisi medium rer itu.


"Sayang ini bener bener lezat. Kalau ada bintangnya maka aku akan memberikan bintang sepuluh setengah untuk steak ini" ujar Bayu yang sangat memuji kalau steak yang dipesan oleh Rinjani adalah makanan yang sangat lezat dan layak untuk diberi nilai sempurna akibat rasanya yang sangat lezat itu.


"Wow sepuluh setengah, kalau aku ngasih nilai untuk nasi goreng tadi adalah sebelas. Karena eunak banget nggak ada lawan. Bener bener enak dan membuat mata aku terbalik balik saat memakan satu sendok nasi goreng milik kamu itu" ujar Rinjani yang mengatakan hal itu lebih lebay lagi dibandingkan apa yang dikatakan oleh Bayu.


Mereka berdua telah sukses menghabiskan semua makanan dan minuman yang dipesan oleh Bayu tadi. Sekarang Rinjani dan Bayu hanya duduk duduk saja di bawah payung payung yang tersebar cukup banyak di tempat objek wisata itu. Objek wisata yang sedang sangat viral karena arsitektur dan suasananya dibuat seperti sedang di Bali. Sedangkan efek nggak enaknya, siapapun yang merasa kalau makanan di sana mahal mahal akan langsung membuat status dan story tentang apa yang mereka rasakan di tempat yang baru itu.


"Sayang, kamu tahu siapa pemilik dari tempat ini?" tanya Rinjani kepada Bayu sambil tetap menatap lurus ke arah pantai.


"Nggak sayang. Emang siapa pemilik tempat seindah ini?" ujar Bayu yang sama sekali tidak update sosial media sehingga mengakibatkan Bayu tidak tahu siapa pemilik tempat seindah itu dan membuat para pengunjung berasa di Bali saja.


"artis sayang. Rans" ujar Rinjani mengatakan siapa pemilik tempat objek wisata yang sedang viral itu.


"Oooo Ooo pantesan tempatnya semewah ini. Dia nggak akan tanggung tanggung untuk melakukan investasi. Uangnya aja nggak ada serinya saking banyaknya" kata Bayu saat tahu siapa pemilik tempat tersebut. Bayu sudah bisa membayangkan berapa uang yang harus diinvestasikan untuk membuat sebuah objek wisata dengan standar yang wow seperti ini.


Rinjani kemudian menceritakan kepada Bayu tentang grand opening tempat tersebut. Rinjani menceritakan dengan menggebu gebu. Bayu yang melihat bagaimana Rinjani menceritakan semua itu membuat Bayu tersenyum senyum penuh makna. Rinjani benar benar sudah seperti seorang penulis naskah yang sedang membuat naskahnya menjadi seperti seolah ah terjadi di dunia nyata. Walaupun sebenarnya apa yang diceritakan oleh Rinjani memang benar semuanya. Cara Rinjani bercerita yang membuat Bayu menjadi kagum. Rinjani seperti berada di sana. Padahal Rinjani sama sekali tidak pernah kesana pada saat pembukaan tempat itu.


Beberapa orang terlihat sedang mandi mandi di laut. Beberapa penjaga pantai sudah siap dengan segala kemungkinan yang ada. Makanya dari tadi mereka hanya berdiri saja di sana. Mereka selalu mengamati setiap pengunjung yang hendak menuju laut lepas.


"Sayang gelombangnya makin tinggi bukan ya?" tanya Rinjani saat melihat gelombang yang sudah mulai tinggi dan membuat siapaun yang berada tidak jauh dari payung payung sudah berlarian menuju tempat yang aman.


"Iya sepertinya angin sedang bertiup kencang di lautan. Gimana, apa kita mau pulang?" tanya Bayu menggoda Rinjani yang sama seklai tidak akan mau pulang kalau dia sama sekali belum melihat sunset.


"Aku mau nengok sunset dulu." jawab Rinjani yang menolak ajakan pulang Bayu.


Bayu sebenarnya juga tidak serius membawa Rinjani pulang. Bayu ingin menghabiskan hari harinya dengan Rinjani. Mereka berdua tidak akan bertemu selama dua tahun. Maka sebelum pergi ke medan perbatasan itu, Bayu akan menuruti semua keinginan dari Rinjani.


"Oke sip. Lagian ngapain juga kita pulang cepat cepat, kamu tidak ada kawan di kamar. Rantikan pergi kencan dengan kekasihnya yang sombong itu. Mentang mentang dosen, sedangkan aku pakai pakaian biasa aja." ujar Bayu yang masih belum bisa menghilangkan dari ingtannya bagaimana sikap Bram kepada dirinya tadi di teras mansion sesaat sebelum mereka berempat pergi dari kos dengan tujuan yang berbeda beda.


Rinjani menatap ke arah kekasihnya itu. Bayu benar benar tidak bisa melupakan apa yang dialaminya tadi saat mengajak berbicara Bram yang sama sama menunggu kekasih mereka masing masing di teras kos kosan perempuan tadi pagi.


"Susah sayang. Ternyata bener ya, orang dilihat dari pakaiannya" ujar Bayu sambil tersenyum licik kepada Rinjani.


"Mana ada kayak gitu. Nggak semua orang juga kali. Kalau mantan kamu bisa jadi. Haha haha haha haha" Rinjani puas membalikkan ucapan Bayu untuk dirinya dan dikembalikan dengan tunai dan kontan kepada Bayu.


"Makanya sayang kalau cari kekasih itu yang nggak neko neko. Jelas pengangguran milih kekasih yang gaya wow. Ya nggak diterimalah" ujar Rinjani mengingatkan Bayu kepada masa masa suramnya sewaktu katakan cinta kepada seorang mahasiswi yang akhirnya ditolak saat Bayu mengatakan kalau pekerjaannya adalah seorang penjaga keamanan.


"Dia aja yang gobelok sayang. Aku kan ngomong kalau pekerjaan aku adalah penjaga keamanan. Emangnya aku salah menjawab dengan jawaban itu?" tanya Bayu yang memang tidak salah saat menjawab pertanyaan dari mahasiswi itu dengan jawaban penjaga keamanan. Tentara bukannya kerjanya untuk menjaga keamanan negara mereka.


"Bener sayang kamu jawab itu memang bener. Tetapi konteksnya yang salah. Tu anak otaknya cetek, jadi nggak sampe kesana pola pemikirannya. Kamunya yang salah, ngapain menjawab dengan kata seperti itu. Jawab aja tentara, kan langsung jadian" ujar Rinjani yang mulai menggoda Bayu dengan pilihan kata kata yang kadang tanpa sadar membuat Bayu berpikir Rinjani adalah sosok kekasih ajaib dan mengejutkan dengan semua tingkah dan ucapannya.


"Ah sayang, untung nggak jadian sama dia. Bisa bisa gaji aku hanya cukup untuk sepuluh hari. Aku malahan sangat bersyukur mendapatkan kamu, yang paham berapalah gaji orang seperti aku. Kamu sama sekali tidak menuntut banyak kepada Aku, walaupun sebenarnya aku mampu untuk mewujudkannya" ujar Bayu memuji Rinjani yang memang sama sekali tidak pernah merepotkan Bayu sekalipun.


"Mungkin karena aku dibesarkan dilingkungna itu kali sayang, makanya aku bisa paham dan mengerti bagaimana keadaan sebenarnya orang orang yang berada di sana" jawab Rinjani sambil tersenyum dan meremas tangan kekasihnya Bayu.


Rinjani adalah anak kolong, sehingga dia tahu berapalah gaji seorang tentara. Bisa untuk membawa Rinjani kemana saja, bisa mentraktir Rinjani barang barang yang bermerk. Tetapi apa gunanya, Rinjani bukanlah tipe wanita seperti itu. Bagi Rinjani yang paling penting adalah, sekali dalam lima belas hari mereka pergi raun keluar kota, udah itu saja. Untuk tuntutan yang lain, Rinjani tidak pernah memintanya kepada Bayu. Malahan Bayu yang sering memaksa Rinjani untuk membeli sesuatu dengan uang milik Bayu.


"Karena itu makanya aku bersyukur banget mandapatkan kamu sebagai kekasih aku sayag" jawab Bayu sambil menatap ke wajah kekasih hatinya itu.


Bayu dan Rinjani kemudian memandang ke arah laut lepas. Matahari sudah mulai tergelincir dan akan kembali keperaduannya. Suasana semakin terlihat sangat keren. Rinjani dan Bayu mengambil gambar moment moment itu. Mereka menjadikan latar matahari terbenam sebagai latar belakang fhoto dengan tema siluet. Rinjani mengambil beberapa pose untuk dijadikan sebagai dokumen pribadi. Mereka juga sempat berpose sambil berciuuumaan di tepi pantai.


"Sayang, ayuk pulang. Capek" ujar Rinjani mengajak Bayu untuk pulang ke kos Rinjani.


Mereka berdua sudah terlalu lama keluar rumah. Rinjani merasakan dirinya sudah capek walaupun dari tadi hanya duduk saja dan makan. Tetapi karena seharian terkena sinar matahari, membuat Rinjani cepat merasakan capek ditubuh indahnya itu.


"Sip. Tapi aku melakukan pembayaran dulu ya" ujar Bayu.


Mereka berdua kemudian menuju kasir. Bayu akan melakukan pembayaran untuk semua yang telah mereka makan dan minum selama mereka berada di sana. Setelah melakukan pembayaran, Rinjani dan Bayu berjalan menuju mobil. Satpam yang tadi sudah menunggu dan menyapa Bayu dan Rinjani dengan ramah.


Mereka berdua kemudian masuk ke dalam mobil. Bayu mengemudikan mobil untuk kembali ke kota Padang. Sekali lagi Bayu telah gagal kembali untuk mengatakan apa maksud dan tujuannya membawa Rinjani ke tempat itu. Bayu sama sekali tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kepada Rinjani apa yang seharusnya sudah diketahui oleh Rinjani dari Bayu.