
"Maaf saya mau bertanya, apa boleh?" ujar Bayu meminta izin kepada house keeping untuk mau menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya.
"Oh silahkan Bang. Mau tanya apa? Kalau saya tahu pasti akan saya jawab" ujar house keeping menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Bayu kepda dirinya.
"Sya mau tanya, Nona yang ada di dalam kamar ini kemana ya?" ujar Bayu bertanya kepada house keeping yang sedang membersihkan kamar yang dipakai Rinjani.
"Sudah chek out Tuan" jawab house keeping dengan ramah.
"Hah sudah chek out? Serius?" kata Bayu yang bener bener tidak percaya kalau ini terjadi lagi.
*Serius Bang. Saya tidak bercanda. Kalau saya bercanda nggak mungkin saya bisa bertahan di hotel ini"ujar house keeping yang sedikit kesal saat mendengar komentar yang dikatakan oleh Bayu.
"Oh makasi" jawab Bayu
"Tunggu sebentar Bang, abang siapa?" ujar house keeping bertanya kepada Bayu
"Apalagi tuan membawa troli room service" ujar house keeping bertanya kepada Bayu tentang siapa Bayu dan apa keperluannya. House keeping mulai curiga dengan Bayu, tetapi melihat Bayu memakai seragam seperti sekarang ini, House keeping mulai percaya dengan Bayu
"Saya adalah kakak wanita yang menginap di sini semalam. Ternyata dia sudah chek out. Kalau begitu saya ke bawah dulu" ujar Bayu memutuskan untuk sarapan bersama dengan Josua di restoran hotel.
"Terus apa hubungannya Tuan membawa troli room service ke sini?" lanjut pria housekeeping bertanya kepada Bayu sambil menatap troli room service yang dipegang oleh Bayu.
"Oooo ini, saya rencana mau ngasih kejutan ke dia. Tetapi ternyata saya yang terkejut jadinya dengan keadaan seperti ini" ujar Bayu menjelaskan kepada housekeeping.
"Tris sudah memberi informasi. Saya tinggal dulu" ujar Bayu.
Bayu kembali terlihat akan mendorong troli berisi menu sarapan tersebut.
"Tuan biar saya saja yang mendorongnya nanti" ujar house keeping berkata kepada Bayu.
"Terimakasih. Maaf merepotkan" ujar Bayu berkata kepada house keeping.
Bayu kemudian meninggalkan housekeeping yang sedang membersihkan kamar yang semalam ditempati oleh Rinjani.
Bayu kembali menuju restoran. Dia akan sarapan bersama dengan Josua.
"Huft" ujar Bayu sambil duduk di sebuah kursi yang berada di depan Josua.
"Kenapa? Udah jadi drama kor kor nya Bang? Berhasil?" ujar Josua bertanya panjang lebar kepada Bayu yang sudah duduk di sebuah kursi yang ada di depan Josua dengan menghembuskan nafasnya karena kesal.
"Mana ada. Gagal semua. Kita cepat aja sarapan langsung chek out pulang ke Padang" ujar Bayu yang main langsung siap nasi goreng menu sarapan mereka pagi ini.
"Hah? Serius?" ujar Josua yang tidak jadi menikmati kopinya saat mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu kepada dirinya.
"Ya serius. Memang nggak ketemu" ujar Bayu meyakinkan Josua kalau memang dia tidak bertemu dengan Rinjani di kamarnya.
"Kemana ngilangnya Bang?" ujar Josua yang kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu kepada dirinya.
"Jadi penasaran gue"
"Bener bener lah tu Nona Rinjani. Masih aja bikin ulah baru lagi" lanjut Josua mengomel sendirian
Bayu memikirkan apa yang dikatakan oleh Josua. Kemungkinan yang dikatakan oleh Josua yang terakhir bisa jadi memang terjadi
"Bisa jadi dia sudah tahu, kalau gue sudah tahu dia berada di sini Jo" ujar Bayu yang menyetujui pendapat dari Josua.
"Nah kan itu Bang. Nggak mungkin juga dia main pergi aja kan ya" lanjut Josua meyakinkan pendapat yang dikatakan oleh dirinya tadi.
"Bener kamu Jo. Gue yakin kalau Rinjani memang mengetahui kalau kita sudah tahu dia berada di sini. Makanya dia berusaha untuk main kabur kuburan." ujar Bayu yang setuju dengan analisa dari Josua tentang apa yang terjadi sebenarnya.
"Makanya semalam aku maksa abang untuk langsung aja. Tapi abang nunda" ujar Josua yang merasa kesal dengan Bayu kali ini.
"Mau gimana lagi Jo" jawab Bayu.
"ya mau gimana lagi" kata Josua yang setuju dengan apa yang dikatakan Bayu
Mereka menyelesaikan sarapan dalam waktu yang sangat singkat. Bayu dan Josua tidak mau membuang buang waktu lagi. Mereka harus segera menyelesaikan sarapan pagi ini dengan segera.
"Ayok Bang chek out, langsung go aja sekali" ujar Josua mengajak Bayu untuk langsung pergi dan chek out dari hotel tersebut.
Mereka kemudian berjalan menuju kamar untuk mengambil barang barang yang tidak seberapa itu. Setelah selesai mereka langsung chek out dari hotel dan kembali menuju kota Padang.
"Loe bawa mobil Jo" ujar Bayu sambil melempar kunci mobil kepada Josua saat mereka sampai di parkiran hotel.
Josua dan Bayu kemudian menuju kota Padang dengan sopir kali ini adalah Josua. Sepanjang perjalanan mereka berdua hanya diam saja. Tidak terlibat percakapan yang berarti antara satu dengan yang lainnya. Kali ini Bayu terlihat sangat kesal dengan kelakuan Rinjani yang kembali main kabut saja tanpa menunggu penjelasan dari Bayu kepada dirinya.
"Kita kemana duluan Bang?" ujar Josua bertanya kepada Bayu yang tidak tahu mau mengarahkan kemana laju mobil yang sedang dikemudikan oleh dirinya itu.
"Langsung ke rumah dinas papap saja" ujar Bayu menjawab pertanyaan yang diajukan ulah Josua kepada dirinya.
Josua mengarahkan mobil yang dikemudikan oleh dirinya ke rumah dinas Papap yang berada di pusat kota Padang. Selama perjalanan menuju rumah dinas, antara Bayu dan Josua sama sekali tidak ada percakapan yang berarti. Mereka berdua hanya diam saja seperti tidak terjadi apa apa.
"Saya berhenti di sini saja Jo. Kamu silahkan ke kesatuan. Kasihan Ryan yang harus sendirian bekerja" ujar Bayu yang terlihat kehilangan moodnya yang sempat membaik saat sudah menemukan Rinjani di kota Bukittinggi.
"Siap Bang" jawab Josua yang juga berkata satu satu menjawab pertanyaan dari Bayu.
Bayu turun dari dalam mobil yang diberhentikan oleh Josua tepat di depan pagar masuk rumah dinas Papap.
"Makasi Jo" ujar Bayu sesaat sebelum menutup pintu mobil.
"Siap Bang" jawab Josua yang kembali bersikap dingin dan sesuai dengan tupoksi pekerjaannya.
Bayu masuk ke dalam rumah dinas. Para anggota yang sedang piket memberikan hormat kepada Bayu. Bayu membalas hormat mereka.
"Saya masuk dulu" ujar Bayu
"Siap komandan" jawab mereka semua dengan kompak.
Bayu masuk ke dalam rumah dinas. Dia langsung menuju kamarnya untuk beristirahat. Kali ini Bayu sangat kesal dengan tingkah Rinjani. Dia benar benar muak dengan gaya Rinjani
Sesaat setelah sampai di kamarnya, Bayu masuk ke dalam kamar mandi. Dia membersihkan tubuhnya sebelum memilih untuk langsung tidur menikmati hidupnya. Bayu yang sedang kesal tidak ingin bertindak gegabah dengan melakukan sesuatu yang akan berakibat fatal nantinya. Bayu tidak menginginkan hal itu terjadi.