Its My Dream

Its My Dream
PAGI H - 23



'Sayang, aku ada latihan persiapan keberangkatan hari ini sampai jam lima sore. Jadi yang jemput kamu berkemungkinan Josua' bunyi pesan chat yang dikirimkan oleh Bayu kepada Rinjani saat Rinjani mau berangkat ke kampus.


'Aku ke rumah Mamah sendirian saja sayang, pake taksi online aja. Nggak apa apa kok sayang. Santai aja' balas Rinjani sambil menambahkan imoticon ciuman jarak jauh kepada Bayu.


'Oke kalau begitu, kamu harus hati hati' balas Bayu.


'Aku latihan dulu ya Sayang. Hati hati di kampus. Jangan lupa makan dan sholat' pesan chat Bayu yang mengakhiri berbalas pesan chat pagi ini.


'Siap sayang. Kamu harus hati hati latihan, jangan banyak gaya' balas Rinjani.


Bayu tidak membalas pesan Rinjani lagi. Bayu sudah memasukkan ponselnya ke dalam tas ransel. Bayu akan mulai latihan intensif sebelum keberangkatan menuju daerah perbatasan yang sedang mengalami konflik dengan masyarakat asli daerah itu yang menamakan mereka kelompok sparatis.


KAMPUS


"Selamat pagi" ujar Rinjani menyapa kelasnya yang sudah selama dua minggu Rinjani tidak bertatap muka dengan para mahasiswa dan mahasiswinya itu.


Dua minggu ini Rinjani sibuk dengan urusan pribadinya dan juga skripsi yang sebentar lagi akan sidang proposal. Rinjani benar benar sibuk, sehingga untuk mengajar di kelas yang diberikan oleh dosen kepada dirinya menjadi sedikit terbengkalai. Tetapi hari ini Rinjani sedang tidak ada kegiatan yang harus dilakukannya saat itu juga, sehingga membuat Rinjani bisa masuk ke dalam kelas untuk memberikan kuliah kepada para mahasiswa dan mahasiswinya.


"Pagi Buk" jawab semua mahasiswa dalam ruangan itu dengan kompak.


"Wow Buk Rinjani setelah dua minggu tidak masuk semakin cantik saja" ujar salah seorang mahasiswa dari jurusan teknik mulai menggoda Rinjani.


"Terimakasih Bro. Tapi sayangnya saya sudah ada yang punya. Jadi, usaha lagi ya bro" jawab Rinjani sambil tersenyum kepada mahasiswa yang bisa bisanya menggoda Rinjani dengan kata kata yang luar biasa tidak jelas tersebut.


"Hahaha hahaha haha haha" semua mahasiswa yang lain langsung tertawa mendengar jawaban yang diberikan oleh Rinjani kepada mahasiswanya itu.


Rinjani tersenyum melihat suasana kelas yang tidak berubah dari awal Rinjani masuk ke dalam kelas tersebut. Kelas yang begitu hangat dan penuh tawa, tetapi saat ada yang sakit di dalam kelas itu, maka mereka semua akan ikut merasakan sakit yang di derita teman sekelas.


"Sudah mari kita mulai diskusi hari ini. Minggu depan kalau tidak ada halangan yang berarti kita akan ujian tengah semester jadi saya minta semua tugas sudah dikumpulkan" ujar Rinjani memberikan pengumuman kepada semua mahasiswanya kalau mereka akan ujian tengah semester minggu depan.


"Yah, tugas di rumah kan buk?" ujar salah seorang mahasiswa


"Rencana tadinya. Tapi karena kamu bertanya sehingga saya berubah pikiran" ujar Rinjani sambil tersenyum kepada semua mahasiswa di dalam kelas itu.


"Huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu" ujar semua mahasiswa di dalam kelas menyoraki kawannya yang sudah membuat mereka harus ujian di dalam kelas.


Rinjani yang kembali melihat kelas yang sudah kembali riuh itu kembali menenangkan suasana kelasnya. Rinjani sedikit memukul tangannya kepada meja. Semua mahasiswa kembali terdiam. Mereka menatap ke arah Rinjani.


"Semuanya boleh ujian dimana saja, karena memakai form saja. Jadi bisa dikerjakan di sini, di rumah, bahkan sambil ngedate, semua bisa dimana saja dan kapan saja" jawab Rinjani.


Jawaban yang diberikan oleh Rinjani berhasil membuat suasana kelas kembali hening. Kalau tidak semua mahasiswa akan berkomentar riuh rendah, sehingga membuat kelas kembali bising dan bisa mengganggu kelas lain yang berada di sekitar kelas mereka.


Rinjani memulai pembelajarannya kali ini dengan meminta kelompok berikutnya untuk menampilkan hasil diskusi mereka dengan tema pemakaian huruf kapital. Para mahasiswa dan mahasiswi serius mengikuti perkuliahan mata kuliah umum Bahasa Indonesia itu. Diskusi hangat langsung terjadi, berbagai pertanyaan di ajukan oleh semua mahasiswa dan mahasiswi secara bergantian. Rinjani sangat senang dengan suasana diskusi yang hangat seperti itu. Akhir kegiatan Rinjani memberikan penguatan materi terkait. Rinjani memang selalu memakai pola diskusi dalam proses pembelajarannya, setelah itu barulah Rinjani memakai pola pemecahan masalah setelah semua mahasiswa dan mahasiswi sudah mengerti dengan konsep materi yang diajarkan.


"Baiklah apa semuanya sudah paham dan mengerti dengan materi pada hari ini?" ujar Rinjani yang akan mengakhiri kelas pertamanya pada pagi hari ini.


"Sudah buk" jawab semua mahasiswa dengan kompak.


"Oke, kalau sudah mengerti, saya akhiri perkuliahan kali ini dengan menucapkan aamiin" ujar Rinjani yang mengetahui kalau di dalam kelasnya ini ada agama yang berbeda.


Semua mahasiswa dan mahasiswi meninggalkan kelas Rinjani. Rinjani mengemasi semua barang barangnya, dia masih ada dua kelas lagi, tetapi sebelum masuk kelas kedua Rinjani ada waktu senggang satu jam pelajaran, waktu yang bisa digunakan oleh Rinjani untuk pergi ke kantin sebentar. Rinjani dari pagi memang sama sekali belum sempat menikmati atau memakan apapun untuk mengganjal perutnya yang kosog. Rinjani terakhir makan saat dirinya dan Bayu pergi jalan jalan kemaren.


Rinjani melangkahkan kakinya menuju kantin yang ada di lantai bawah gedung bertingkat lima tersebut. Kantin yang menyediakan masakan yang lezat lezat dengan harga yang terjangkau oleh mahasiswa yang kuliah di sana. Rinjani memesan nasi goreng lengkap dengan ayam geprek dan segelas jeruk peras. Sambil menunggu pesanannya Rinjani mengambil ponsel miliknya, Dia berharap ada pesan yang dikirim oleh Bayu kepada dirinya.


Rinjani menaruh ponsel miliknya di atas meja tersebut. Rinjani kemudian mengambil sebuah novel yang sudah satu bulan di belinya tetapi sama sekali belum sempat dibaca oleh Rinjani karena kesibukan yang harus dijalani oleh Rinjani. Rinjani membaca novel kesukaannya itu sambil menunggu pesanan yang sedang diambilkan oleh pelayan.


Beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang masuk dan keluar dari dalam kafe tersenyum ke arah Rinjani. Rinjani membalas sapaan mereka dengan memberikan senyumannya pula kepada setiap mahasiswa dan mahasiswi yang menyapa dirinya itu.


Setelah menunggu sekitar lima belas menit, akhirnya pesanan Rinjani datang juga. Rinjani melihat jam tangannya hadiah ulang tahun yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya tahun kemaren.


"Tinggal tiga puluh menit lagi, belum lagi jalan ke kelas" ujar Rinjani sedikit menggerutu karena pesanannya cukup lama datang padahal dia lebih dahulu memesan makanan dari pada orang yang berada di meja sebelah dirinya itu.


Rinjani kemudian menikmati sarapan sekaligus bisa dikatakan sebagai menu makan siangnya. Rinjani melahap dengan lumayan cepat nasi goreng yang ada di hadapannya. Rinjani sama sekali tidak mengunyah sebanyak tiga puluh tiga kali, melainkan hanya lima kali saja. Hal itu dilakukan oleh Rinjani karena takut terlambat sampai di kelas.


Rinjani hanya membutuhkan waktu selama lima belas menit saja untuk menghabiskan sepiring nasi goreng dan segelas jus jeruk tersebut. Jangan pernah tanya kepada Rinjani apa rasa nasi goreng yang dimakan oleh dirinya tadi. Rinjani sama sekali tidak bisa menggambarkan bagaimana rasa nasi goreng itu. Rinjani sama sekali tidak bisa menikmati nasi goreng tersebut karena waktu yang terlalu mepet.


Setelah selesai menikmati makanan yang tadi di pesan oleh Rinjani. Rinjani kemudian berjalan menuju kasir untuk melakukan pembayaran, setelah itu Rinjani berjalan menuju kelasnya kembali yang berada di lantai lima


"Ini lift pakai rusak lagi" ujar Rinjani yang menggerutu karena lift yang biasanya di pakai untuk menuju lantai lantai ruangan yang ada berada dalam keadaan rusak sehingga membuat Rinjani harus berjalan kaki menuju lantai lima tempat dia akan memberikan perkuliahan kepada mahasiswanya.


"Mana nanti di selingi waktu istirahat siang lagi. Turun capek, nggak turun nggak ada teman di atas" ujar Rinjani yang dibuat galau sendiri dengan keadaan lift yang rusak.


"Ah nanti ajalah dipikirkan" ujar Rinjani


Akhirnya dengan tenaga dan tekad yang kuad, akhirnya Rinjani berhasil sampai di ruangan kelasnya. Beberapa mahasiswa dan mahasiswi sudah duduk di tempat duduk yang mereka pilih masing masing. Untung saja karena Rinjani mengajar dengan cara yang menarik membuat para mahasiswa dan mahasiswi duduk di kursi yang bagian depan terlebih dahulu, sehingga bagi yang datang terlambat akan duduk di kursi bagian belakang.


Rinjani memulai kelas keduanya pada pagi ini. Pekerjaan yang paling di cintai oleh Rinjani. Rinjani lebih memilih untuk mengajar sehari sepuluh jam dibandingkan di suruh untuk kuliah sepuluh jam. Pilihan yang paling membuat Rinjani bisa merasakan keajaiban dari sebuah kehidupan. Berbagi pikiran dengan orang orang hebat lainnya, suatu hal yang sangat dinanti nantikan oleh Rinjani.


Tepat pukul dua belas lewat seperempat kelas ke dua Rinjani akhirnya selesai juga. Kelas berikutnya adalah pukul tiga belas tepat. Rinjani ada waktu istirhat sebanyak empat puluh lima menit, waktu yang tidak akan panjang karena di sebabkan oleh lift yang rusak sehingga membuat Rinjani harus menaiki anak tangga yang lumayan banyak itu. Hal ini menyebabkan Rinjani malas untuk pergi pergi kemana mana.


'Sedang ngapain sayang? Aku baru siap latihan' bunyi pesan chat yang dikirimkan oleh Bayu kepada Rinjani lima belas menit yang lalu.


'Baru selesai mengajar di kelas yang ke dua sayang, masih ada satu kelas lagi' jawab Rinjani membalas pesan chat kepada Bayu kekasihnya itu.


'Jam berapa selesai kelas ketiga?' balas Bayu yang sedang menikmati makan siangnya.


'Jam setengah tiga sayang, kenapa?' ujar Rinjani bertanya kepada Bayu


'Nggak ada sayang. Kamu udah makan siang?' tanya Bayu yang tidak tahu lagi mau menanyakan hal apa kepada Rinjani.


'Ini mau pergi ke bawah sayang' jawab Rinjani yang memang sedang dalam perjalanan menuju kantin yang ada di bawah.


Rinjani berencana untuk makan di tempat yang lain bukan di tempat yang tadi. Kali ini Rinjani hendak memakan cemilan saja, karena nasi goreng ayam tadi masih membuat dirinya kekenyangan sehingga untuk makan makanan yang berat lagi, Rinjani merasa tidak akan sanggup untuk menampungnya ke dalam perut.


'Oh oke. Aku ke mesjid dulu ya sayang. Kamu hati hati nanti ke rumah ya' ujar Bayu yang sudah berjalan menuju mesjid yang ada di kesatuan.


'Oke sayang. Nanti kalau aku udah siap ngajar aku kabari lagi' ujar Rinjani.


Rinjani yang sudah sampai kembali di kafe yang berbeda dengan kafe tempat dia sarapan tadi, memesan beberapa cemilan yang akan dinikmati oleh dirinya sebelum dia kembali mengajar satu kelas lagi. Rinjani juga memesan teh es untuk penghilang rasa hausnya.


Rinjani menikmati pesanannya kali ini yang datang lebih cepat dibandingkan dengan pesanannya di kafe yang tadi pagi. Rinjani menikmati semua pesanannya itu sambil membaca novel yang masih belum tamat tamat juga. Rinjani benar benar menikmati waktu istirahatnya itu. Tepat pukul satu kurang seperempat, Rinjani kembali menuju kelasnya. Dia tidak ingin mahasiswanya datang lebih dahulu dari pada dirinya. Rinjani berprinsip harus datang terlebih dahulu dari pada mahasiswanya karena dia ingin memberikan pelayanan prima kepada semua mahasiswanya itu.


Rinjani memulai perkuliahannya tepat pukul satu siang. Rinjani mengajar dengan cara seperti tadi. Rinjani benar benar menikmati proses perkuliahannya hari ini, dia sudah sangat lama tidak mengajar di kelas itu. Sudah empat pertemuan tidak dilakukan oleh Rinjani sehingga Rinjani harus mengejar materi yang tertinggal dari kelas kelas yang lainnya. Tak terasa hari sudah pukul setengah tiga, Rinjani menyelesaikan perkuliahannya dengan kelas itu, kelas terakhir pada hari ini yang harus diajarnya.


Rinjani menyusun semua barang barangnya. Dia akan memesan taksi online saat sudah berada di parkiran. Rinjani berencana untuk memberli batagor yang ada di depan parkiran. Dia ntah kenapa merasakan lapar terus sehabis memberikan perkuliahan, mungkin energi yang digunakan oleh Rinjani saat mengelola kelas luar biasa banyak, sehingga membuat dia merasa lapar setiap selesai melaksanakan proses pembelajaran.