Its My Dream

Its My Dream
61



"Sayang, kita besok jadi ke tempat main yang baru di pantai aia manih itu?" tanya Bayu kepada Rinjani.


Bayu berencana di sana dia akan membicarakan hal itu kepada Rinjani. Bayu sudah mendapatkan surat keputusan yang sudah lama ditunggu tunggu oleh Bayu.


"Nanti batal lagi sayang. Aku nggak mau nanti udah siap siap kiranya batal lagi" ujar Rinjani menjawab sambil menatap Bayu dan memonyongkan bibirnya kepada Bayu.


"Nggak akan batal lagi yang kali ini. Kalau kemaren kemaren iyalah bisa batal. Kali ini nggak akan batal lagi. Aku janji kita pasti akan berangkat hari sabtu" ujar Bayu memastikan kepada Rinjani kapan mereka akan pergi ke objek wisata yang baru itu.


Bayu sudah empat kali membatalkan rencana untuk ke tempat main yang dikatakan oleh Rinjani. Keempat kali itu semua dengan alasan pekerjaan. Padahal sebenarnya Bayu memang bekerja yaitu latihan untuk menjadi tentara yang akan dikirim ke daerah konflik. Tetapi sayangnya Rinjani sampai hari ini masih belum mengetahui kalau Bayu akan pergi ke daerah konflik.


"Oke sip jam berapa kita pergi?" tanya Rinjani kepada Bayu.


"Jam sembilan lah dari sini. Tapi kamu reversasi dulu ya. Nanti kita nggak pula bisa masuk kayak kawan aku. Kemaren nggak bisa masuk karena belum reservasi" ujar Bayu kepada Rinjani.


"Masalah reservasi itu masalah gampang sayang. Aku akan langsung telpon orangnya untuk reservasi kita hari sabtu. Tapi pastikan dulu, iya atau ndak kita hari sabtu itu." ujar Rinjani yang masih ragu dengan janji yang dibuat Bayu.


Rinjani sangat takut kalau harus batal lagi. Dia nggak mungkin membatalkan reservasinya nanti.


"Yakin sayang, kita akan berangkat sabtu" ujar Bayu meyakinkan Rinjani kalau mereka memang akan berangkat Sabtu.


"Oke. Awas kalau ndak ya" ujar Rinjani kepada Bayu.


"Iya iya, kita berangkat jam sembilan" ujar Bayu kepada Rinjani.


"Oke aku akan reservasi" ujar Rinjani kepada Bayu.


Rinjani di hadapan Bayu langsung menghubungi orang bagian reservasi tempat mereka akan pergi itu.


"Udah sabtu. Kalau batal kamu yang aku suruh menghubungi mereka" ujar Rinjani kepada Bayu.


"Haha haha haha. Mana ada kayak gitu" ujar Bayu kepada Rinjani.


"Iyalah kayak gitu. Mana mau aku yang telpon. Malu kali sayang. Uda pede pedenya telpon kiranya batal lagi" ujar Rinjani.


"Udah cukup batal yang kemaren. Jangan batal lagi lah" ujar Rinjani kepada Bayu.


"Haha haha haha. Iya nggak akan batal lagi sayang" jawab Bayu meyakinkan Rinjani kalau kali ini tidak akan batal lagi mereka pergi ke tempat itu.


Mereka berdua kemudian melanjutkan obrolan ringan seputar permasalahan apa saja. Bagi Rinjani dan Bayu, permasalahan apa saja akan membuat mereka menjadi tahu sama tahu apa yang akan mereka bahas nantinya.


Bayu melihat jam tangannya sudah pukul sembilan malam. Para tamu yang lain juga sudah pergi dari kos tersebut.


"Aku pulang dulu ya, sabtu jam sembilan pagi aku jemput ya" ujar Bayu kepada Rinjani.


"Emang besok nggak ke sini?" tanya Rinjani yang mendengar Bayu akan datang hari sabtu jam sembilan malam saja lagi.


"Nggak sayang, mana bisa. Aku besok piket sayang. Makanya sabtu pagi bisa ke sini" ujar Bayu mengatakan pa kesibukannya besok.


"Oh iya lupa sayang" jawab Rinjani yang lupa kalau besok memang jadwal Bayu untuk piket.


Bayu sudah berada di atas motor miliknya. Rinjani mencium tangan Bayu seperti kebiasaannya selama ini.


"Hati hati sayang" ujar Rinjani sambil melambai.


Bayu menjawab dengan mengklason Rinjani. Bayu kemudian meninggalkan kos Rinjani dan melajukan motornya menuju asrama tempat dia tinggal. Sedangkan Rinjani masuk ke dalam kos kosan, dia akan langsung beristirahat. Besok Rinjani ada jadwal kuliah dari pagi sampe sore. Jadi dia akan menghemat tenaganya untuk kegiatan yang akan menuntut fokus dan konsentrasinya.


Pagi harinya Rinjani bangun paling duluan di kos. Dia akan masuk kuliah pukul setengah delapan pagi. Hal itu berbeda dengan Ranti, jadwal. Mereka hari ini untuk pagi tidak sama. Ranti tidak mengambil mata kuliah itu pada semester ini. Mereka akan sama saat jam setelah makan siang.


"Gue duluan ya" ujar Rinjani saat dia telah selesai bersiap siap.


Rinjani berangkat ke kampus menumoang dengan Dian yang juga kebetulan kuliah pagi hari ini.


"Kak, kita ke tempat main baru di pantai aia manih itu yok kak" ujar Dian mengajak Rinjani ke tempat permainan baru itu.


"Kakak rencana ke sana sabtu. Emang kenapa? Kamu mau ke sana juga?" tanya Rinjani kepada Dian.


"Iya kak. Mau ke sana juga. Tapi nggak tau kapan ke sananya" jawab Dian sambil terus membawa motornya ke kampus.


"Gini aja. Kakak tengok kondisi di sana dulu ya. Kalau Oke dan terjangkau untuk saku saku kita maka kita bisa pergi dengan teman satu kos lainnya ke sana" ujar Rinjani menjawab ajakan dari Dian.


"Okelah kalau gitu kak. Kakak survei tempatnya dulu ya. Setelah itu kalau aman bagi saku saku kita, kita akan ke sana. Tapi kalau nggak ya nabung dulu baru ke sana" jawab Dian.


"Kalau kamu sama Eki pasti sanggup. Nggak perlu nabung dulu baru kita ke sana" ujar Rinjani menjawab perkataan dari Dian.


"Haha haha haha. Kakak bisa aja. Kakak yang nggak perlu nabung dulu baru ke sana. Tuh buktinya sabtu ke sana" ujar Dian menjawab perkataan dari Rinjani.


"Karena di traktir. Kalau nggak di traktir juga belum tentu sanggup" kata Rinjani menjawab perkataan dari Dian.


"Haha haha haha. Kakak merendah banget." ujar Dian kepada Rinjani.


"Kakak pulang sama aku lagi nanti?" ujar Dian saat mereka sudah berada di parkiran kampus.


"Nggaklah, Kak Ranti nanti juga kuliah siang. Nggak mungkin kakak tinggalin dia. Bisa ngamuk nanti Ranti" ujar Rinjani sambil turun dari motor Dian.


"Oh Oke kalau gitu" jawab Dian.


Mereka berdua kemudian masuk ke dalam kampus. Mereka naik menuju lantai tempat mereka kuliah masing masing. Dian kuliah di lantai empat gedung tinggi tersebut. Sedangkan Rinjani akan kuliah di lantai tiga kampus itu.


Sedangkan di asrama, Bayu baru terbangun dari tidurnya. Dia melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul setengah delapan. Bayu bergegas bangun, dia harus apel jam delapan.


"Yah telat jadinya kan. Mana gue harus apel jam delapan lagi" ujar Bayu sambil bergegas mandi.


Bayu benar benar bergegas melakukan hal apapun. Mulai dari mandi sampai memakai pakaiannya. Bayu melakukan dengan sangat cepat. Bayu benar benar tidak menyia nyiakan kesempatan yang ada.


Tepat pukul delapan kurang lima menit Bayu akhirnya sampai di tempat akan melakukan serah terima piket tersebut. Bayu kemudian duduk di meja kerjanya. Dia akan berada di sana sampai jam delapan pagi hari sabtu. Jadi, Bayu selesai piket langsung mandi dan kembali menjemput Rinjani untuk pergi ke tempat yang sudah mereka janjikan.


"Loe ngapain ke sini Bay?" tanya salah satu teman leting Bayu yang seharusnya tidak ada di sana.


"Piket lah. Mau ngapain lagi. Kan jadwal gue" ucap Bayu sambil duduk di sebuah kursi kosong yang ada di sana.


"Loe nggak baca atau gimana" ujar teman leting Bayu itu.


"Maksudnya?" tanya Bayu sambil menatap ke arah temannya itu.


"Ya, loe nggak ada piket lagi bro. Piket loe gue yang gantiin karena loe mau dinas" ujar Teman Bayu memberitahukan perihal itu kepada Bayu.


"Hah? Terus ngapain gue bangun pagi pagi. Mana nggak sempat makan pagi lagi" ujar Bayu yang menyesali tidak membaca pengumuman yang ada di ruangan itu.


"Makanya baca. Kekasih calon guru bahasa Indonesia, eeee eee kamunya pemalas baca" jawab teman Bayu sambil menepuk pundak Bayu.


"Gue pulang dulu ya" ujar Bayu yang berencana akan mengulang lagi tidurnya.


"Sini ajalah dulu. Ngapain cepat cepat pulang. Besok loe dua tahun nggak ketemu gue" ujar teman Bayu mengajak Bayu untuk duduk di dekat dirinya.


"Bener juga ya" jawab Bayu yang kembali duduk di sana.


Mereka kemudian mengobrol berbagai hal. Teman Bayu suda terlebih dahulu berangkat dinas ke daerah konflik. Dia baru pulang tiga bulan yang lewat. Temannya pulang langsung akan digantikan oleh Bayu.