
"Oh hampir saja saya lupa" ujar Bramantya sambil menepuk jidatnya. Dia baru sadar kalau belum memperkenalkan istrinya saat istrinya sudah memukul pundaknya dengan lumayan keras.
Bayu yang melihat hal itu sedikit tersenyum. Dia sudah paham kode yang diberikan oleh Nyonya itu kepada Tuan Bramantya.
"Bayu perkenalkan ini istri om. Namanya Santi" ujar Bramantya memperkenalkan istrinya kepada Bayu.
"Maaf nak Bayu, tante harus pakai kacamata karena sedang sakit mata, takutnya nanti memindah ke Nak Bayu" ujar istri dari Bramantya yang ternyata sedang sakit mata sehingga harus memakai kaca matanya hari ini.
Bayu menjabat tangan istri dari teman lama Papap nya itu. Seorang wanita yang tinggi dan berpenampilan sangat modis. terlihat kalau wanita itu bukanlah dari kalangan angkatan seperti Mamah di rumah. Bayu menebak kalau wanita itu berasal dari kalangan kesehatan atau dari pendidikan.
"Nama saya Bayu tante, anak laki laki dari Kadek Dewa Anggara" ujar Bayu mengulang kembali menyebutkan namanya kepada istri Bramantya itu.
"Tidak apa apa tante, tante boleh memakainya kok" ujar Bayu yang sekarang baru tahu kenapa istri dari Tuan Bramantya itu memakai kacamatanya sejak tadi, ternyata mata istri Bramantya sedang sakit.
"Oh ya Om kalau begitu mari kita jalan." ujar Bayu mengajak Bramantya dan istrinya untuk langsung ke mobilnya.
'Untung saja gue bawa mobil mini bus, kalau sedan, kemana mau gue tarok tu ajudan satu lagi' ujar Bayu dalam pikirannya saat dia mensyukuri kalau hari ini dia membawa mobil minibus berangkat ke kesatuannya.
'Papap ini memang lah ya bikin gue mabuk saja terus' ujar Bayu yang kesal kenapa Papap memberitahukan harus menjemput sahabat lamanya saat dia harus pulang.
Bayu dibantu oleh dua orang ajudan memasukkan barang barang milik mereka ke dalam bagase mobil Bayu yang lumayan besar itu. Setelah itu satu ajudan masuk terlebih dahulu dan dia langsung duduk di bangku paling belakang mobil. Setelah itu barulah Om dan Tante Bramantya masuk. Mereka berdua duduk di kursi belakang sopir. Sedangkan satu ajudan lagi duduk tepat di sebelah Bayu di kursi bagian depan.
" Oh ya om tante, tadi kata Papa kepada Bayu, bahwasanya om dan tante akan Bayu antarkan ke hotel." ujar Bayu memberitahukan kepada om dan tante Bramantya yang baru saja dijemputnya di bandara
" kata Papa lagi tadi. om dan tante sebaiknya beristirahat terlebih dahulu karena besok akan dijemput langsung oleh Papap ke hotel Karena ada acara keluarga" lanjut Bayu memberitahukan kepada sepasang suami istri tersebut
" Emang ada acara keluarga apa besok Bayu?" ujar Bramantya bertanya kepada Bayu
" Maaf om tante, Bayu juga tidak tahu ada acara keluarga apa besok. setahu Bayu ada acara malam ini saja" kata Bayu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Bramantya
Bayu memang tidak tahu kalau besok ada acara lanjutan dari sesi acara yang hari ini. Bayu juga baru tahu tadi kalau besok ada acara keluarga lagi. sebenarnya Bayu juga sudah punya acara sendiri, tetapi karena keluarganya besok juga ada acara maka Bayu sudah memutuskan untuk menggabungkan saja antara acara keluarga dan juga acara dirinya sendiri.
" nah acara hari ini apa Bay?" ujar istri Bramantya bertanya kepada Bayu
" Oh Doa selamatan biasa aja Tante" ujar Bayu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh istri Bramantya
" doa selamatan Maksudnya bagaimana?" istri Bramantya kembali melanjutkan pertanyaannya kepada Bayu, istri Bramantya belum puas mendengar jawaban yang diberikan oleh Bayu sebentar ini kepada dirinya
" Iya Tante aku dalam beberapa hari ke depan harus berangkat menuju daerah perbatasan selama 1 tahun kedepan, nah Mamah dan papa berpendapat bahwasanya mereka akan mengadakan doa selamat supaya aku bisa selamat saat bertugas di sana" kata Bayu menjelaskan kepada istri Bramantya acara apa yang akan dilakukan oleh keluarga besar Anggara nanti malam
" seharusnya tante dan om juga ikut dalam acara ini, tetapi aku yakin alasan Papap untuk mengajak tante dan om ke dalam acara besok hari dan tidak mengajak acara malam ini karena Papap sangat yakin kalau om dan tante pasti dalam keadaan yang capek sekali sehingga lebih baik om dan tante beristirahat saja malam ini" ujar Bayu yang dapat menarik kesimpulan kenapa Papap meminta Bayu mengantarkan sahabat lamanya langsung ke hotel tanpa mengikuti kegiatan doa bersama di rumah dinas Papap.
" benar juga kamu baru, kami berdua memang sangat capek hari ini. seharusnya penerbangan ini apakah kami lakukan besok, Tetapi entah kenapa Tante kamu ini minta terbang hari ini juga. sehingga semuanya baik persiapan pembelian tiket maupun yang lainnya kami lakukan dalam keadaan tergesa-gesa. sampai dengan menelpon papa kamu saja kami sudah akan lepas landas saat itu" ujar Bramantya menjelaskan kepada Bayu Kenapa mereka bisa sampai pada sore hari karena biasanya penerbangan dari Bali ada yang dilakukan pagi hari
" Oh pantesan aja Om, Papap meminta aku menjemput om dan tante saat aku sudah mau pulang ke rumah." kata Bayu memberitahukan kepada kedua orang itu bahwasanya dia juga mendadak diberitahukan oleh Papap untuk menjemput keluarga Bramantya di bandara.
" hahaha hahaha, tapi kami berdua sangat-sangat mengucapkan terima kasih banyak kepada kamu Bayu, karena sudah bersedia menjemput kami ke bandara walaupun Papa memberitahukan kepada kamu secara mendadak" ujar Bramantya sambil tersenyum sedikit ke arah Bayu
" Oh ya nak Bayu, Apa kamu sudah menikah?" ujar Nyonya Bramantya bertanya kepada Bayu
Bayu yang sedang mengemudikan mobil itu sedikit terkejut mendengar pertanyaan yang diajukan oleh istri Bramantya itu. mobil sedikit terlihat atau terasa di rem mendadak saat Bayu mendengar pertanyaan yang diajukan oleh istri Bramantya
" belum Tante aku sama sekali belum menikah, tetapi ada niat ke arah situ sudah ada" ujar Bayu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh istri Bramantya itu
" punya kekasih sudah kan Bayu?" tanya Santi istri dari tuan Bramantya.
" Alhamdulillah sudah tante" jawab Bayu dengan memberikan jawaban singkat dan padat seperti seseorang yang enggan untuk menjawab atau memberikan jawaban seterusnya kepada istri Bramantya yang super sangat ingin tahu urusan pribadi Bayu
istri Bramantya dan juga Bramantya melihat keengganan dari seorang Bayu untuk mengatakan atau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan urusan pribadinya.
sepasang suami istri itu kemudian tersenyum melihat sikap dan juga teguhnya pendirian dari seorang Bayu.
" Bayu Mama kamu juga bekerja di kesatuan yang sama dengan Papap?" ujar Bramantya menanyakan hal yang lainnya kepada Bayu karena Bramantya tidak ingin mood Bayu menjadi rusak karena pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh istrinya itu merupakan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pribadi, sehingga seseorang bisa menjadi marah dan enggan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh seseorang saat bertanya-tanyaan itu mengarah ke ranah pribadi atau privasi dari seseorang.
" Iyalah om dari dulunya Papap dan Mamah akan berada dalam satu kesatuan yang sama. tapi ya gitu lagi Mama tidak akan pernah mau menerima jabatan apapun walaupun pangkatnya sudah sangat tinggi dan bisa memegang salah satu jabatan" kata Bayu sambil melihat ke arah sepasang suami istri itu melalui kaca spion mobilnya
"haha haha haha, bay bay, bayu. Mamah kamu memang tidak berubah sampai sekarang. Mamah kamu itu tidak akan mau menjabat di bagian manapun walaupun Sebenarnya dia mampu. Mamah kamu itu lebih suka menjadi anggota biasa saja dan akan selalu memberikan dukungan serta masukan kepada Papap, saat Papa sedang membutuhkan ide dan juga masukan-masukan serta inovasi-inovasi baru yang akan dilakukan oleh papap di kesatuan yang papap pimpin" ujar Bramantya memberitahukan kepada Bayu Bagaimana cara kerja dan juga duet maut antara Papap dan Mamah yang selalu berujung dengan kesuksesan itu.
" jadi sejak dulunya begitu Om, Tante? Bapak dan mama memang dari dulu selalu berkolaborasi untuk mewujudkan apa yang mereka cita-citakan?" tanya Bayu kepada kedua orang yang sudah sangat lama mengenal kedua orang tuanya itu
" iya bay, mereka berdua dari dulu memang sudah seperti itu, makanya setiap kesatuan yang sudah mereka Pimpin sudah amat sangat terbentuk dan kita sebagai pemimpin setelah mereka hanya tinggal memetik hasilnya saja lagi, karena semua prosesnya sudah dilakukan pada saat di bawah kepemimpinan Papap" ujar Bramantya memberitahukan kepada Bayu Bagaimana kolaborasi yang luar biasa yang terjadi antara papap dan juga Mamah yang akan selalu mendatangkan keuntungan.
tak terasa mobil yang dikemudikan oleh Bayu sudah sampai di halaman hotel yang direkomendasikan oleh Bapak kepada Bayu untuk menginapkan sahabat lamanya itu dan juga ajudannya di hotel yang sudah menjadi langganan keluarga Anggara
Bayu kemudian memarkir mobilnya di basement hotel. semua orang kemudian turun dari dalam mobil. kedua ajudan ditambah dengan Bramantya dan juga Bayu membawa semua barang bawaan mereka ke lobby hotel. Bayu sudah melakukan reservasi secara online tadi untuk dua kamar.
" Silakan duduk dulu om tante, Bayu akan ambil kunci kamarnya dulu" kata Bayu sambil menaruh barang-barang yang dibawanya dan kemudian Bayu berjalan menuju resepsionis untuk mengambil dua kunci kamar yang akan digunakan oleh tuan dan nyonya Bramantya serta satu kamar lagi yang akan digunakan oleh ajudan Bramantya
setelah melakukan check in seperti biasanya dan juga setelah mendapatkan kunci kamar Bayu kemudian berjalan Kembali menuju tempat di mana Tuan Bramantya menunggu dirinya
" om tante ini kunci kamarnya selamat beristirahat ya" ucap Bayu sambil memberikan kunci kamar kepada tuan Bramantya
" Nah untuk kalian berdua ini kunci kamarnya, tepat berada di samping kamar om dan tante Bramantya" kata Bayu memberitahukan kepada kedua ajudan Bramantya bahwasanya kamar mereka tepat di sebelah kamar dari komandan mereka
" Oh ya Tante hampir saja lupa. Tadi Papa juga mengirimkan pesan chat kepada saya, kata Papa saya harus meninggalkan kunci mobil ini untuk dipakai oleh om dan tante saat ada keperluan keluar dari hotel" kata Bayu sambil menyerahkan kunci mobilnya kepada tuan Bramantya
" Terus kamu pulang ke rumah pakai apa?" kata sandi istri dari tuan Bramantya
" udah ada yang jemput tante. ajudan Papap sudah menuju kemarin, jadi saya akan pulang dengan ajudan Papap" kata Bayu memberitahukan kepada semua orang yang berada di depannya itu bahwasanya dia akan pulang dijemput oleh Joshua ataupun Ryan
" Oh baiklah kalau begitu, kami berdua titip pesan saja dulu sama papa dan mama katakan kepada mereka berdua tuan dan nyonya Bramantya menitipkan Terima kasih banyak kepada mereka" kata Bramantya menyampaikan pesan yang harus disampaikan oleh Bayu kepada kedua orang tuanya
" Siap Om Tante nanti akan saya sampaikan kepada papa dan juga mama" jawab Bayu sambil tersenyum simpul dan hanya sebentar saja
" kalau begitu kami ke atas dulu nak Bayu tidak apa-apa kan kalau kamu menunggu ajudan Papap di sini sendirian?" kata Bramantya yang benar-benar sudah mengantuk dan sudah terlalu capek dan ingin beristirahat di atas kasur empuk
" enggak apa-apa om tante, Lagian Joshua atau Ryan sebentar lagi akan datang. om dan tante selamat beristirahat ya" kata Bayu ya sama sekali tidak mempermasalahkan kalau tuan dan nyonya Bramantya meminta untuk ke atas atau ke kamar mereka terlebih dahulu tanpa harus menunggu Bayu masuk ke dalam mobilnya
tuan dan nyonya bramantya serta dua orang ajudan terlihat masuk ke dalam lift. mereka berempat akan beristirahat di kamar mereka masing masing. sedangkan Bayu masih menunggu kedatangan Josua.
Setelah lelah menunggu selama lima belas menit, Josua sudah berdiri di depan Bayu.
"Ayuk berangkat" ujar Bayu mengajak Josua untuk langsung berangkat ke rumah Mamah