Its My Dream

Its My Dream
Siang H - 20 Asrama Kompi C ###



"Kami ke sini mau makan rujak. Jambu air yang tumbuh di asrama kompi C katanya dan terdengar sedang masak masaknya. Jadi ya jiwa ngerujak saya keluar langsung. Terus malam saya kirim pesan chat ke Rinjnani untuk janjian ke sini, kebetulan Rinjaninya mau ya udah sampai deh kami di sini" ujar Mamah sambil mengeluarkan bumbu rujak dari dalam tas ransel yang dari tadi di sandang oleh Mamah. Semua bumbu rujak ada di dalam kantong kresek warna putih itu.


Rinjani dan Ibuk ibuk persit yang sedang duduk bersama dengan Mamah kaget saat melihat apa yang dikeluarkan oleh Mamah dari dalam tas ranselnya itu. Bumbu rujak lengkap sudah di bawa oleh Mamah, dan tinggal di ulek saja lagi saat mereka sudah berada di bawah pohon jambu air yang masak masak itu.


"Jadi tas itu isinya bumbu rujak Mah?" ujar Rinjani kaget saat mamah mengeluarkan apa isi tasnya


"Ya, kamu kira apa sayang?" ujar Mamah


"Nggak bisa mikir apa apa" jawab Rinjani yang memang tidak memperkirakan apa isi dari tas ransel milik Mamah.


"Haha haha haha."


Mamah tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Rinjani sebentar ini.


"Kapan Mamah pergi belinya?" ujar Rinjani dengan herannya


"Perasaan tadi kita nggak ada berenti berenti saat perjalanan ke sini" lanjut Rinjani yang heran kenapa semua perlengkapan bumbu ngerujak sudah ada di dalam tas ransel Mamah.


"Dari rumah lah sayang, tadi di jalan Mamah sempat meminta Ryan berhenti sebentar untuk membeli semua bumbu yang Mamah butuhkan" kata Mamah menjelaskan kepada Rinjani kenapa bisa ada bumbu rujak di dalam tas ransel milik mamah.


"Oh gitu. Berarti Mamah udah niat banget ya untuk ngerujak" jawab Rinjani sambil menatap ke arah mertuanya itu.


"Yah niat bangetlah, saking niatnya tengok neh Mamah udah bawa semua perlengkapannya. Jadi saat sampai di sini kita tinggal eksekusi aja lagi" ujar Mamah yang sudah sangat bersemangat melakukan semuanya.


"Jadi dimana batang jambu air yang sedang masak itu" ujar Mamah yang sudah tidak tahan lagi mau membuat rujak dengan Ibuk ibuk persit yang ada di kompi C.


"Wah ibuk ketua pas, kami juga akan ngerujak nanti sebentar lagi setelah selesai membersihkan taman ini" ujar salah seorang ibuk istri perwira yang ada di dalam rombongan ibuk ibuk yang terlihat sedang sibuk tadinya membersihkan jalanan di depan rumah mereka masing masing.


"Wah kebetulan sekali. Ayolah cepat selesaikan membersihkan ini semua, kalau perlu ada beberapa ibuk ibuk yang pulang ke rumah untuk masak nasi, karena nggak mungkin langsung ngerujak kalau tidak makan nasi duluan" ujar Mamah yang luar biasa semangatnya untuk melakukan kegiatan ngerujak di asrama kompi C dengan ibuk ibuk kompi dan nanti dengan anak anak saat sudah pulang dari sekolah.


"Apa Ibuk mau, kalau kita masak ikan bakar nanti di bawah pohon jambu itu?" ujar salah seorang ibu persit berkata kepada Mamah.


Para ibu ibu itu memang rencananya akan memasak menu ikan bakar dan juga sayuran yang ada di asrama mereka, mereka rencananya akan makan bersama dengan Bapak bapak yang juga sudah selesai berolahraga di kompi. Jadi mereka berencana untuk makan siang bersama nantinya.


"Emang ada kolam ikan di asrama ini?" tanya Mamah penasaran dengan perkataan ibu tadi.


"Ada Buk. Setiap rumah harus punya kolam ikan dalam drum minimal. Itu di wajibkan sama komandan Bayu" ujar ibuk perwira menengah menjawab pertanyaan dari Mamah.


"Wah bagus itu, kayaknya asrama ini bisa jadi percontohan untuk semua asrama yang ada di daerah kerja Papap ini" ujar Mamah yang sudah langsung memiliki ide briliant dalam otaknya untuk menjadikan asrama kompi C sebagai asrama percontohan untuk asrama lainnya.


"Kalau saya boleh tahu, ada berapa ember misalnya dalam satu rumah?" ujar Mamah bertanya lanjutan karena merasa sangat tertarik dengan pokok pembahasan ikan di dalam baskom yang harus ada di rumah masing masing anggotanya.


"Tergantung ibuk, tergantung berapa luas tanah sisa. Kan terkadang ada anggota yang sudah menanami semua tanah terlowongnya untuk sayuran dan buah buahan, jadi ya mereka hanya punya paling dua drum saja untuk ikannya" jawab ibuk perwira tadi menjawab pertanyaan dari Mamah.


"Wah saya semakin penasaran ini dengan contoh barangnya. Boleh saya tengok ke sana?" ujar Mamah yang sudah tidak sabaran lagi ingin melihat keadaan yang sebenarnya dari rumah rumah asrama yang ada di depan mamah saat ini.


"Jani, sayang, ayuk ikut" ujar Mamah mengajak Rinjani yang dari tadi hanya berdiri saja sendirian di dekat sebuah pohon yang adak rimbun.


"Sip Mah" jawab Rinjani


Rinjani menyusul Mamah. Mamah menggandeng tangan calon menantunya itu. Mamah sudah punya rencana sendiri di dalam otaknya untuk hubungan Bayu dan Rinjani sebelum Bayu berangkat menuju daerah perbatasan. Bagi Mamah, rencana itu harus terwujud dalam waktu dua hari ke depan. Rencana yang tidak boleh disiasiakan lagi oleh Mamah dan Papap.


Ibuk perwira dengan salah satu ibuk ibuk yang rumahnya sedang di tuju oleh Mamah dan Rinjani langsung saja membukakan pagar untuk Mamah dan Rinjani.


"Silahkan masuk Ibuk" ujar ibuk ibuk pemilik rumah


Mamah dan Rinjani melihat rumah tersebut. Rumah yang kecil tetapi terasa lapang karena setiap sudut lahan terpakai dengan sempurna. Benar benar seperti bukan rumah asrama. Tetapi rumah tempat tinggal milik mereka sendiri.


"Ini rumah perwira?" tanya Mamah kepada kedua ibuk ibuk persit yang menemani mamah ke rumah itu.


"Nggak Ibuk, ini adalah rumah Tantama" jawab Ibuk perwira mengatakan kalau rumah yang mereka kunjungi ini adalah rumah bintara.


"Wow rumah Tamtama aja kayak gini, apalagi rumah bintara dan perwira ya?" ujar Mamah menatap kagum ke rumah asrama yang sedang dikunjunginya itu.


"Ini pasti adem sangat di dalam" lanjut Mamah.


"Boleh saya masuk ke dalam?" tanya Mamah berharap diizinkan untuk masuk ke dalam rumah dinas tersebut.


"Boleh ibuk, silahkan masuk. tapi maaf kalau berantakan" ujar istri dari salah seorang Tantama yang ada di kompi C.


Mamah dan Rinjani kemudian masuk ke dalam rumah dinas tersebut. Penataan rumah benar benar membuat Mamah kagum. Pemilik rumah bisa menata rumah tersebut walaupun berukuran kecil.


"Wah keren banget" ujar Rinjani dengan terang terangan mengomentari bagaimana penyusunan dan peletakkan setiap barang barang yang ada di dalam rumah mungil itu.


"Ada berapa kamar?" tanya Mamah kepada ibuk pemilik rumah.


"Ada dua kamar ibuk. kebetulan karena kami adalah pasangan baru, jadinya satu kamar untuk tempat menyimpan pakaian" ujar ibuk ibuk itu sambil tersenyum malu saat mengatakan kalau dia dan suaminya baru saja menikah.


"Wah udah berapa lama?" tanya Mamah yang kaget mendengar apa yang dikatakan oleh ibuk persit itu.


"Baru satu bulan ibuk" jawab ibuk persit.


"Wah nggak sama saya dong screening nya" ujar Mamah sambil tersenyum.


"maaf belum ibuk" jawab ibuk persit itu dengan nada segannya


"Ya udah nggak apa apa. Jangan dipikirkan" ujar Mamah yang tahu kalau ibuk persit itu menjadi segan kepada dirinya.


"Oh ya boleh ke belakang?" tanya Mamah.