
"Malas gue mikirinnya saat sekarang ini. Nanti sajalah saat kita sudah berada di kontrakan gue akan ceritakan kepada lo Apa yang terjadi" ujar Rinjani menjawab apa yang ditanyakan oleh Ranti sebentar ini.
"Baiklah nanti aja kamu katakan kepada aku apa yang terjadi sejujurnya di kos. Aku memang penasaran semenjak kamu pulang dari makan malam dengan Bayu itu" kata Ranti sambil menatap ke arah Rinjani yang sekarang sudah tidak melamun lagi seperti tadi.
Bram mendengar apa yang dikatakan oleh Rinjani dan Ranti. Bram sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh dua wanita cantik yang sekarang duduk di depannya ini.
"Kalian berdua berbicara tetapi seperti tidak ada aku di antara kalian berdua. Aku kan tidak mengerti apa yang kalian bicarakan. Eee ee ee kalian masih tetap berbicara walaupun aku tidak mengerti dengan apa yang kalian bicarakan "kata Bram sambil menatap ke arah Rinjani dan Ranti yang duduk di depan dirinya sekarang ini.
"Hahaha maaf sayang aku dan Rinjani memiliki suatu pembicaraan yang tidak boleh kamu ketahui. Apa isi pembicaraan dari kami berdua itu." jawab Ranti yang sengaja membuat Bram sedikit kesal mendengar apa jawaban yang diberikan oleh Ranti.
"Kamu benar-benar membuat aku sedikit kesal saat ini sayang" balas Bram saat mendengar apa yang dikatakan oleh Ranti sebentar ini kepada dirinya.
Ranti sama sekali tidak mengizinkan Bram untuk mengetahui apa yang dibicarakannya dengan Rinjani. Hal itulah yang membuat Bram sedikit agak kesal tetapi Bram tahu kalau permasalahan itu adalah permasalahan dua orang wanita.
"Haha haha haha sayang, sayang kamu tidak boleh kesal kepada kami berdua. Ini benar-benar adalah urusan wanita. Tidak ada hubungannya dengan laki-laki." kata Ranti yang tidak ingin Bram menjadi kesal kepada mereka berdua.
Tak lama kemudian pelayan kantin kemudian mengantarkan pesanan yang tadi dipesan oleh Rinjani. Pesanan Rinjani kali ini adalah tiga piring nasi goreng lengkap dengan ayam goreng serta tiga gelas jus jeruk dingin.
"Sekarang kita lanjut makan siang saja. Daripada kita terlambat sampai di perkuliahan berikutnya" kata Bram yang meminta mereka untuk makan siang sekarang juga, sebelum makanan yang dipesan oleh Rinjani tersebut menjadi dingin.
Mereka bertiga kemudian menikmati pesanan makan siang yang sudah teridang di depan mereka saat ini
"Setelah istirahat siang, kalian berdua kuliah dengan siapa?" Tanya Bram yang ingin tahu Ranti dan Rinjani kuliah dengan siapa setelah jam makan siang itu.
Kami kuliah pragmatik dengan dosen Ya tahulah sendiri Pak Pram gimana dosennya" ujar Rinjani mengatakan kepada dosen Bram dengan siapa mereka akan kuliah setelah jam istirahat.
"Oh baiklah tanpa kalian jelaskan, aku juga sudah paham bagaimana dosen tersebut" ujar Bram yang sangat tahu dan mengenal semua dosen yang ada di kampus tersebut.
"Mau bagaimana lagi, sepertinya dosen itu akan mengajar sampai tutup usia. Seharusnya pihak kampus mengerti, kalau dosen tersebut sudah tidak layak lagi untuk mengajar. Tetapi karena kemampuan dosen tersebut dan hanya satu-satunya ahli di bidang ilmu bahasa tersebut, maka kami mahasiswa harus paham dan mengerti dengan keadaan dosen tersebut."kata Rinjani berusaha dengan bijak menerima keadaan dari dosen tersebut. Rinjani tidak mungkin menyalahkan dosen, tetapi dia harus bijak bersikap.
"Semoga saja sebentar lagi ada dosen baru yang bisa menggantikan dosen tersebut. Tetapi melihat kemampuan dosen itu, sepertinya dosen itu memang akan dipakai sampai tutup usia" jawab Bram menjelaskan kepada Rinjani dan Ranti supaya mereka berdua paham dengan keadaan yang ada.
"Kami berdua selalu paham dengan keadaan yang ada itu. Tetapi entah kenapa, kami sangat senang belajar dengan dosen tersebut, walaupun sebagian mahasiswa tidak mungkin karena mereka tidak mau mengerti dengan keadaan yang ada" lanjut Rinjani memberikan kesimpulannya kepada Bram.
Akhirnya mereka bertiga ajhirnya selesai juga menikmati makan siang yang tadi dipesan oleh Rinjani.
"Oh ya Ranti kamu selesai kuliah jam berapa?" Tanya Bram kepada Ranti.
"Kalau tidak salah jam empat lewat lima belas. Emang ada apa?" Ranti menjawab pertanyaan dari Bram dengan pertanyaan selanjutnya.
"Kamu pulang dengan aku ya?" Kata Bram mengajak Ranti untuk pulang bersama dengan dirinya.
"Oke sip kita pulang bersama." ujar Ranti yang mengiyakan ajakan untuk pulang bersama dengan Bram.
"Lo tega ninggalin gue pulang sendirian" kata Rinjani yang tidak ingin pulang sendirian menuju kos mereka.
"Alah palingan lu nanti juga dijemput oleh Bayu, gue nggak yakin Bayu tidak menjemput lo pulang" jawab Ranti yang tidak ingin disalahkan oleh Rinjani karena dia meninggalkan Rinjani sendirian.
Mereka bertiga kemudian Kembali menuju kampus tetapi, sebelumnya Bram membayar semua makanan yang mereka makan siang ini. Setelah itu mereka bertiga melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim sebelum mereka melanjutkan kegiatan perkuliahan yang akan diselesaikan pukul setengah lima sore.
" Rinjani" terdengar suara panggilan dari arah belakang saat Rinjani Ranti dan Bram berjalan masuk ke dalam pekarangan kampus
mereka bertiga kemudian melihat ke arah belakang ternyata di sana sudah ada Bayu yang berdiri dengan pakaian lengkap loreng dinasnya
" nah bener kan kata gue belum aja pulang lo udah dijemput Bayu untuk pulang" kata Ranti sambil menatap ke arah Bayu sebentar kemudian melihat ke arah Rinjani lebih lama dari pada waktu melihat ke arah Bayu
" Sebenarnya gue males bertemu dengan dia saat sekarang ini" kata Rinjani dengan ada males saat melihat Bayu yang sudah berdiri di depan pintu gerbang masuk kampus
" katakan saja kepada dia kalau kamu masih ada jam kuliah suruh saja dia datang nanti setelah maghrib" ujar Ranti memberikan usulan dan sarannya kepada Rinjani.
Rinjani menatap ke arah Ranti tatapan mata Rinjani bermakna tolong katakan kepada Bayu Dia sedang tidak ingin bertemu.
Ranti geleng geleng kepala menatap ke arah Rinjani. dia tidak menyangka kalau Rinjani akan meminta tolong kepada dirinya untuk mengatakan sesuatu kepada Bayu yang sekarang sedang berdiri di hadapan mereka itu.
" Ayolah Ran gue mohon ke elu tolong lu katakan sama dia ya" kata Rinjani memohon kepada Ranti supaya Ranti mau mengatakan hal tersebut kepada Bayu.
" lo bener-bener merepotkan gue" kata Ranti sambil menatap ke arah Bayu dengan tatapan tidak percaya.
Rinjani kemudian menatap memohon ke arah Ranti. Ranti akhirnya pasrah dengan apa yang diminta oleh Rinjani kepada dirinya. Akhirnya nanti bersedia untuk menolong Rinjani.