
"kita pulang aja sayang kepala aku sakit" kata Rinjani mengajak Bayu untuk mengantarkan dirinya kembali ke kosan.
Bayu menatap ke arah Rinjani. Ini adalah hal yang ditakutkan Bayu saat Bayu mengatakan apa yang terjadi sebenarnya. Saat Bayu mengatakan apa isi surat tersebut. Ternyata hal yang ditakutkan Bayu terjadi juga. Rinjani terlihat tidak siap untuk menerima isi dari surat tersebut.
"Sayang apa kamu marah sama aku?" tanya Bayu kepada Rinjani sambil menggandeng Rinjani untuk menuju mobil mereka.
Rinjani menatap ke arah Bayu. Rinjanj melihat mata Bayu yang berkaca-kaca karena kejadian yang terjadi sebentar ini. Sekarang Rinjani paham kenapa Bayu selama ini tidak berani mengatakan isi surat itu kepada Rinjani.
Bayu sudah dapat mengira apa yang akan terjadi. Makanya Bayu menunggu waktu yang sangat tepat untuk mengatakan isi surat tersebut. Tetapi Rinjani telah memaksa Bayu untuk mengatakan semuanya.
Bayu mengatakan semuanya kepada Rinjani. Sekarang Rinjani sendiri malahan yang tidak siap untuk menerima keadaan yang sebenarnya. Padahal tadi Rinjani bisa mengatakan kalau kita tidak boleh kalah sebelum berperang ternyata hal ini terjadi kepada Rinjani. Rinjani telah kalah sebelum berperang.
"Sayang jangan seperti ini tolong berbicaralah kepada aku sayang, apa yang harus aku lakukan" kata Bayu sambil menatap ke arah Rinjani kekasih hatinya itu yang telah diam semenjak Bayu mengatakan apa isi surat tersebut kepada Rinjani.
Rinjani tetap tidak mengeluarkan suaranya. Dia sibuk dengan apa yang ada di dalam pikirannya saat ini. Rinjani tidak habis pikir Kenapa hal ini terjadi kepada dirinya. Begitu banyak tentara yang ada di negara ini kenapa harus Bayu yang berangkat ke daerah konflik tersebut. Hal itulah yang sekarang ada di dalam pikiran Rinjani. Rinjani sama sekali tidak bisa berpikiran normal seperti tadi.
Bayu yang tahu Rinjani sedang marah. akhirnya memilih untuk diam dan tidak mendesak Rinjani untuk mengatakan atau membuka suaranya kembali.
Bayu paham dan mengerti bagaimana kondisi Rinjani sekarang ini. Rinjani dalam kondisi tidak baik karena apa yang dikatakan Bayu tadi adalah sebuah masalah baru yang harus mereka berdua selesaikan sebelum Bayu berangkat menuju daerah yang ditugaskan kepada dirinya.
Bayu kemudian mengemudikan mobil menuju kos-kosan Rinjani dalam kecepatan Di Atas Normal. Bayu pengen Rinjani cepat beristirahat dan tidak lagi memikirkan isi surat yang diterima Bayu dua minggu yang lalu.
Setelah menempuh perjalanan lebih kurang lima belas menit akhirnya Bayu dan Rinjani sampai juga di konser Rinjani. Rinjani langsung turun dari mobil dan tidak mengatakan hal apapun kepada Bayu.
Bayu menyaksikan Rinjani yang langsung masuk ke dalam kos-kosannya tanpa mengeluarkan sedikitpun kata-kata untuk Bayu. padahal biasanya Rinjani selalu menyaksikan mobil Bayu meninggalkan kos-kosan tersebut, setelah itu baru Rinjani masuk ke dalam kos-kosannya. tetapi kali ini jauh sekali perbedaannya, Rinjani langsung saja masuk ke dalam kos-kosannya tanpa mengatakan apapun kepada Bayu. jangankan untuk melihat mobil Bayu pergi dari kos-kosan mengatakan selamat malam saja Rinjani tidak kepada Bayu.
Setelah melihat Rinjani yang telah masuk ke dalam kos, Bayu kemudian mengemudikan mobilnya menuju rumah dinasnya kembali. Bayu tidak ingin mengganggu Rinjani dengan menghubunginya malam ini juga. Bayu mengikuti keinginan Rinjani yang ingin membahas masalah ini besok sekitar jam 05.00 sore saat Rinjani pulang dari kampus.
Bayu mengemudikan mobilnya dalam kecepatan pelan. Bayu sama sekali Tidak tergesa-gesa untuk sampai di rumah dinasnya tersebut. Bayu menyampaikan dirinya untuk membeli beberapa cemilan dan juga gorengan yang akan dibawanya ke mess tanpa dia akan bertemu dengan sahabat lamanya yang baru pulang dari daerah konflik Beberapa bulan yang lalu.
Sedangkan Rinjani langsung mengambil tempat cuci mukanya dan dia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dari segala make up yang telah dipakai. Rinjani kemudian kembali ke dalam kamarnya dan menukar pakaian yang tadi dipakai oleh Rinjani dengan pakaian tidur.
Ranti melihat ada sesuatu yang terjadi kepada Rinjani. Tidak biasanya Rinjani bersikap seperti ini sewaktu dia pulang bermain dengan Bayu. Rinjani akan selalu bergembira setiap kali pulang melakukan jalan-jalan dengan Bayu. tetapi kali ini sangat jauh berbeda sekali, Rinjani terlihat sedang kesal dan memiliki masalah sendiri. tetapi Ranti tidak ingin mengganggu Rinjani. Ranti sangat mengenal Rinjani, Rinjani akan bercerita kepada Ranty kalau Rinjani merasa masalah itu layak untuk diceritakan kepada orang lain. Tetapi kalau menurut Rinjani itu tidak layak maka Rinjani tidak akan pernah menceritakan apapun kepada Ranti.
Rinjani yang telah selesai mengganti pakaian dan memasang Skin Care malam ke wajahnya langsung mengambil posisi untuk tidur. Rinjani sama sekali tidak ada berbicara apapun kepada Ranti. Ranty berusaha maklum dengan apa yang dilakukan oleh Rinjani. Ranti tahu kalau masalah ini adalah masalah yang hanya bisa diselesaikan oleh Rinjani dan Bayu saja.
sedangkan di tempat lain, Bayu sudah berada di mess tempat sahabat lamanya itu berada. Ternyata baju memang Ditunggu oleh setiap rekan-rekannya yang berada di mess tersebut.
" akhirnya yang kita tunggu-tunggu datang juga" bicara salah satu rekan Bayu
" Lah emangnya kalian dari tadi nungguin gue gitu?" ujar Bayu bertanya kepada semua rekan-rekannya yang ada di ruangan tersebut
" untung gue datang ya, padahal tadinya gue udah nggak mau datang ke sini lagi. Rencananya tadi gue mau langsung tidur aja sampai di rumah" kata Bayu yang tidak menyangka kalau sama rekan-rekannya menunggu dirinya di mess tersebut.
" Kalau lo nggak datang ya kami yang datang ke rumah lu susah banget juga. rumah cuman di balik gang doang kalau jarak empat kilo barulah kami berpikir untuk datang ke rumah lu" lanjut kawan Bayu menjawab perkataan dari Bayu yang mengatakan kalau Bayu sempat tidak ingin datang ke tempat kawan-kawannya sedang duduk tersebut.
" hahaha hahaha hahaha, Kenapa kalian tidak langsung aja datang ke rumah dinas gua. jadikan Minimal kita bisa masak mie. kapan lagi coba makan mie tengah malam sambil mengghibah tentang semuanya" kata Bayu yang tiba-tiba merasa malas untuk pulang ke rumah dinasnya.
biasanya Bayu sangat jarang ingin keluar dari rumah dinasnya itu. Bayu akan selalu menghubungi Rinjani sampai mereka berdua sama-sama tertidur dan panggilan itu akan otomatis mati sendiri karena Bayu dan Rinjani sudah memasang tarif maksimal setiap kali mereka melakukan video call
" Wah tumben nih Bayu ngajak kita untuk masak mie di rumah dinasnya. Jangan bilang lu sedang ribut dengan ibu dosen Ya bay." kata salah seorang rekan Bayu yang tahu hubungan Bayu dengan Rinjani
" kalau dilihat-lihat sepertinya dengan satu Bayu Anggara sudah ribut dengan kekasihnya" kata teman Bayu yang baru pulang dari daerah konflik tersebut
" mana ada ribut sama Rinjani Nggak ah nggak ada gue ribut" kata Bayu meyakinkan semua rekan-rekannya kalau dia tidak ada ribut dengan Rinjani saat ini.
" Bayu Bayu bukan untuk anak kecil lagi Bayu. Lagian kami juga punya kekasih Bayu" kata salah seorang rekan Bayu yang dari tadi hanya diam saja dan sibuk memakan gorengan yang dibawa oleh Bayu ke mess tersebut.
Bayu hanya diam saja dia sama sekali tidak ingin menceritakan apa masalahnya kepada semua rekan-rekannya itu. Bagi Bayu masalah ini adalah masalah dia dengan Rinjani tidak ada kaitannya dengan orang lain.
" Oh ya bye Kapan lu jadinya berangkat ke daerah konflik tersebut?" katanya salah seorang kawan Bayu yang seharusnya ikut tetapi tidak jadi karena dirinya menderita suka penyakit yang tidak bisa membuat dia berada lama-lama di daerah konflik
" Katanya sih sebulan lagi. tapi dua minggu ke depan eh maaf 2 minggu setelah minggu ini gue akan melakukan pelatihan intensif dengan semua teman-teman yang akan pergi ke daerah konflik tersebut" kata Bayu menjelaskan kepada teman-temannya sebelum dia berangkat dia akan melakukan pelatihan intensif dengan semua orang yang akan berangkat menuju daerah konflik tersebut.
" Terus apa lu udah ngomong ke rinjani Bay?" tanya salah seorang teman Bayu yang waktu itu sebelum berangkat mengatakan kepada kekasihnya kalau dia akan berangkat menuju daerah konflik.
Kawan Bayu menyampaikan kepada kekasihnya dengan sangat semangat. Dia tidak melihat ekspresi dari kekasihnya. Akibatnya Dia diputuskan oleh kekasihnya itu karena tidak sanggup untuk menunggu dia pulang dari daerah konflik.
" udah udah gue ceritain ke Rinjani" kata Bayu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh salah seorang rekannya itu
" terus apalagi putusin seperti dia?" ujar salah seorang rekan Bayu yang juga mengetahui cerita yang dialami oleh rekan mereka itu.
" Hahaha hahaha untungnya tidak. gue kira Rinjani akan ngamuk-ngamuk ke gue. tapi kenyataannya tidak sama sekali. Rinjani menerima apa yang harus gue lakukan demi negara ini" ujar Bayu yang tidak mengatakan apa yang terjadi sebenarnya kepada semua sahabatnya itu.
Bayu tidak ingin Rinjani dikatakan sama seperti pacar sahabatnya yang marah karena kekasihnya harus berangkat ke Medan konflik. Akhirnya kekasihnya itu memutuskan untuk meninggalkan rekan Bayu.
" Wah Padahal mereka sama-sama wanita ya. Kok bisa berbeda ya dalam menghadapi permasalahan yang sama" ujar kawan Bayu yang ditinggalkan kekasihnya hanya karena dia harus berdinas ke daerah konflik selama 2 tahun.
" ambil hikmahnya aja Bray. Itu tandanya dia tidak terbaik untuk lu. Sekarang ini Tuhan sedang menyiapkan seorang wanita yang baik untuk loe ke depannya" kata salah satu rekan Bayu yang sok-sokan mengajarkan orang untuk mengambil sebuah sikap. Padahal waktu itu saat dia diputuskan oleh kekasihnya dia mengajak Bayu dan rekan-rekannya untuk lari sore sebanyak lima belas putaran. Kalau saat itu tidak memandang, kalau pria ini mereka butuhkan, maka Bayu dan yang lain ogah melakukan apa yang diminta dia. payudara rekan-rekannya akan tega melihat pria itu lari sendirian mengelilingi lapangan sebanyak lima belas kali sesuai dengan yang diinginkan oleh dirinya